Share

Bab 639

Author: Darrel Gilvano
Kaesang menepuk bahu manajer hotel dengan keras sambil tersenyum lebar. "Bagus! Kerjamu bagus! Nanti aku kasih kamu hadiah!"

"Terima kasih, Pak Kaesang! Terima kasih!" Manajer itu membungkuk-bungkuk penuh hormat dengan wajah menjilat.

Kaesang tidak mau membuang waktu dengan manajer itu. Dia langsung menatap Jimmy dan berkata dengan nada menantang, "Bocah, aku dengar kamu cukup sombong ya?"

"Lumayan." Jimmy mengangguk sambil tersenyum. "Tapi kalau dibandingkan sama kamu, kayaknya aku masih kalah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
yonix kei
sabar...mgkn nanti lsg mau di upload 100 bab sekaligus....wkwkwk
goodnovel comment avatar
Sitopanbadai
penulisnya begadang terus nonton piala Dunia kali nih.. ngantuk jadi uploadnya cuma 2 bab..
goodnovel comment avatar
Marwan Sumarwanto
dalam beberapa hari ini kenapa tiba tiba muncul novel baru sdg novel yg sdg dibaca belum selesai?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 649

    Sukro juga merasakan ketakutan yang begitu besar. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja!Mereka masih punya sandaran! Diego yang berada di belakang Basuki adalah sandaran terbesar mereka!Basuki merupakan orang kepercayaan Diego. Kini, salah satu tangannya ditebas putus oleh orang lain. Tidak mungkin Diego hanya diam dan membiarkan hal itu terjadi.Selama Diego turun tangan, sekalipun pihak lawan memiliki kemampuan setinggi langit, mereka tetap pasti mati!"Minggir!" Basuki mendorong Sukro dengan wajah penuh amarah.Dia menggertakkan gigi erat-erat agar tidak mengeluarkan jeritan menyedihkan, sementara matanya yang merah karena darah memandang Yunan seperti ular berbisa.Meskipun serangan pedang tadi datang begitu tiba-tiba, dia tetap sempat melihatnya. Pedang yang menebas putus tangannya itu berasal dari wanita itu.Dalam mimpi pun dia tidak menyangka bahwa wanita dingin dan cantik yang sejak awal diabaikannya ternyata adalah seorang ahli yang menyembunyikan kekuatannya.Menghada

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 648

    Kesombongan paling besar adalah pukulan paling telak!Begitu kata-kata Jimmy selesai diucapkan, suasana langsung hening total. Semua anggota Keluarga Enggana menatap Jimmy dengan tercengang. Dalam hati mereka bercampur keterkejutan dan kegembiraan.Harus diakui, nyali orang ini memang luar biasa besar. Di hadapan Basuki, dia masih berani sesumbar seperti ini!Namun, mereka justru berharap Jimmy makin arogan. Makin parah dia menyinggung Basuki, makin mengenaskan pula nasibnya nanti!Setelah sempat tertegun sesaat, anggota Keluarga Enggana mulai berteriak-teriak lagi."Berani sekali kamu bicara seperti itu kepada Tuan Basuki!""Kamu meremehkan Tuan Basuki ya?""Orang bodoh memang nggak tahu takut! Memangnya kalian mampu menyinggung Tuan Basuki?""Benar-benar cari mati!"Wajah mereka penuh penghinaan, sambil terus menjilat Basuki. Istilah "anjing yang mengandalkan kekuasaan tuannya" benar-benar tergambar sempurna pada diri mereka.Namun, tampaknya Basuki tidak menyukai sanjungan mereka. A

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 647

    Namun, itu sudah merupakan kehormatan yang sangat besar bagi Keluarga Enggana!Pada saat itu, Basuki kembali bertanya dengan nada datar, "Orang yang kamu sebutkan itu, apakah masih berada di hotel? Kalau masih di hotel, kita langsung ke sana saja. Aku bekerja dengan mengutamakan efisiensi dan nggak suka bertele-tele.""Seharusnya sudah nggak di hotel lagi," jawab Sukro segera."Orang itu sangat sombong. Dia bahkan bilang akan datang ke Keluarga Enggana. Saat ini, kemungkinan dia sudah tiba di rumah kami."Sudut bibir Basuki sedikit terangkat.Dengan nada penuh kesombongan, dia berkata, "Bagus. Jadi aku nggak perlu buang-buang waktu."Mendengar perkataan Basuki, Sukro langsung sangat gembira.Langit benar-benar berpihak kepada Keluarga Enggana! Selama Pak Basuki bersedia turun tangan, orang-orang itu pasti tidak akan berakhir baik! Dendam putra dan cucunya akhirnya bisa terbalaskan! Nanti dia harus berterima kasih dengan sungguh-sungguh kepada Basuki.Selama mereka bisa bergantung pada

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 646

    Dalam perjalanan menuju Keluarga Enggana, Sukro terus menyusun kata-kata di dalam pikirannya. Dia memikirkan bagaimana cara menjelaskan kesulitan yang sedang dihadapi keluarganya kepada Basuki.Basuki sudah menebak bahwa Sukro memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. Dia pun menutup mata dan berkata dengan nada tidak senang, "Kalau ada yang ingin dikatakan, katakan langsung. Aku nggak suka orang yang berbelit-belit atau menyembunyikan sesuatu dariku!"Mendengar perkataan itu, hati Sukro langsung bergetar. Setelah terdiam sejenak, dia memasang senyum penuh sanjungan. "Pak Basuki benar-benar jeli. Aku merasa kagum ....""Cepat masuk ke inti masalahnya!" potong Basuki dengan tidak sabar.Sukro tampak sedikit canggung, lalu berkata dengan hati-hati, "Terus terang saja, Keluarga Enggana sedang menghadapi sedikit masalah. Dengan kemampuan keluarga kami, aku khawatir kami nggak mampu menyelesaikannya.""Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Basuki tanpa membuka matanya.Sukro segera menjawab, "

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 645

    "Kalau mereka benar-benar ingin meminta maaf, mereka seharusnya sudah datang sejak setelah kejadian semalam. Untuk apa menunggu sampai kita yang datang sendiri ke sini?"Jimmy tersenyum tipis."Lagi pula, kalau mereka benar-benar takut sama kita, dengan penampilan pengecut seperti itu, mereka seharusnya sudah kabur sejak lama. Mana mungkin mereka malah duduk diam menunggu kita datang mencari masalah?""Hm?"Mendengar perkataan itu, kedua wanita tersebut langsung hanyut dalam pemikiran sendiri.Beberapa saat kemudian, secercah pemahaman muncul bersamaan di mata mereka.Benar! Membuat kita masuk ke dalam jebakan!Keluarga Enggana pasti sudah menyiapkan kartu cadangan untuk menghadapi mereka!Tetua keluarga itu kemungkinan besar tidak sedang dirawat di rumah sakit, melainkan pergi mencari bala bantuan. Sikap rendah hati yang mereka tunjukkan sekarang tidak lebih dari upaya untuk menenangkan mereka sementara waktu.Setelah memahami hal itu, keduanya tidak berkata apa-apa lagi.Tak lama kem

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 644

    Sekitar pukul setengah 11 pagi, Jimmy membawa Sabrina dan Yunan ke kediaman Keluarga Enggana. Bahkan sebelum turun dari mobil, mereka sudah melihat anggota Keluarga Enggana berdiri berjajar di depan gerbang."Ini lagi nyambut kita?" tanya Sabrina dengan heran sambil melemparkan senyum menawan kepada Jimmy.Apakah sikap Keluarga Enggana ini berarti mereka sudah menyerah? Namun setelah dipikir-pikir, hal itu juga tidak terlalu aneh.Setelah peristiwa semalam, jika Keluarga Enggana masih tidak menyadari bahwa mereka telah menyinggung orang yang tidak seharusnya disinggung, maka mereka pasti terlalu sombong atau terlalu bodoh."Siapa yang tahu?" Jimmy mengangkat bahu. "Nanti kita tanya saja."Sabrina tersenyum dan tidak berkata apa-apa lagi. Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan gerbang Keluarga Enggana. Melihat ketiga orang yang turun dari mobil, seluruh anggota Keluarga Enggana langsung merasa jantung mereka berdegup kencang.Mereka datang! Mereka benar-benar datang!Sebelum Sukro b

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 65

    Mobil sebagus itu, ternyata masih mobil termurah yang dimiliki Jimmy?Reaksi terkejut orang tuanya sudah sepenuhnya ada dalam dugaan Zisel.Zisel menarik napas dalam-dalam, suaranya sedikit bergetar saat berkata, "Kalian nggak tahu betapa kayanya Jimmy sebenarnya! Dan koneksinya itu mengerikan! Hari

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 67

    Yasmin mengangkat pandangannya ke langit malam yang gelap gulita, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum licik. Karena sosok kuat misterius itu enggan menampakkan diri, dia hanya bisa memakai cara ini!....Keesokan harinya, akhir pekan.Sebagai kepala satpam, Jimmy tidak perlu masuk kerja. Jara

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 61

    Melihat Argani yang menggertakkan gigi menahan rasa sakit, Sabrina dan Mukhtar mondar-mandir dengan wajah panik. Begitu Jaka membawa mereka masuk, keduanya langsung seperti melihat penyelamat dan kembali memohon agar Jimmy menyelamatkan Argani.Pada saat ini, mereka semua menjadikan Jimmy sebagai sa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 66

    Tak lama setelah Zisel pergi, Jimmy menerima telepon dari Argani.Nela memang sudah tertangkap. Sayangnya, sebelum Jaka dan orang-orangnya berhasil menangkapnya, Nela sudah bunuh diri terlebih dulu.Argani mengatakan bahwa dua hari ini dia masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan, jadi untu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status