Home / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 18 Good girl

Share

Bab 18 Good girl

Author: Miss Luxy
last update Huling Na-update: 2025-11-05 20:15:35

"Loh, ada apa, Pak?" tanya sang sopir saat melihat Ramli yang sudah berada di luar mobil sambil memeriksa ban mobil yang tiba-tiba kempis.

Untung saja mereka sudah selesai sebelum sopir datang, tapi herannya kenapa ban mobil tiba-tiba kempis.

"Eh, untung pak sopir sudah datang. Nggak tahu nih, Pak, kenapa ban mobilnya bisa kempis, ya?" kata Ramli sambil melihat ke arah dalam di mana Vina sedang merapikan baju dan rambutnya setelah pergumulan yang cukup menantang itu.

Wanita itu melirik ke arah sang pelayan dengan ekspresi datar, lalu dengan cepat ia memalingkan wajahnya.

Entah malu atau apa, yang jelas ia sedang tidak ingin melihat wajah Ramli saat sedang memperhatikannya.

Ramli sendiri juga nampak salah tingkah, majikannya yang biasa ia layani sambil menundukkan kepalanya, kini wanita itu menyerahkan seluruh jiwa raganya tanpa marah-marah atau memotong gajinya, justru wanita itu memberikan imbalan yang sangat besar dan fantastic.

Pak sopir segera memeriksa ban mobil yang tiba-t
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yudo Gunarto
lebih cepat, ayo pacu teus... biar cepat dapet. kalau sudah dapat gimana, ... tamat? percaya deh... liku liku cinta laki laki, tak akan ada habis habis apalagi dipsikologis wanita yang potensi rada rada antagonis. tidak percaya baca dan baca terus ....
goodnovel comment avatar
Khaygi Skincare
seru bila donk selanjutnya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 188 gede banget

    Sementara itu Bagas menghampiri mereka yang nampak cengar-cengir. Entah kenapa kedua orang itu sedang berhenti di depan toko penjual pakaian dalam. "Ayah, ayo kita pulang! Katanya mau pulang? Kok malah pada ngumpul di depan toko sempak!" tanyanya dengan muka lesu namun kata-katanya langsung membuat Ramli menutup mulut sang anak. "Ehh, jangan ngomong gitu, Bagas! Nggak enak didengar Bu Vina!" bisik Ramli. "Kan Bagas bener, Yah! Itu memang toko sempak, kan? Tuh, pada dipajang di patung?" sahut bocah itu seraya menunjuk ke arah patung manekin cowok yang bersebelahan dengan patung manekin yang memakai lingerie tersebut. "Heh, anak kecil nggak boleh lihat gituan!" Ramli segera menutup mata sang anak dengan telapak tangannya. "Ya nggak apa-apa lah, Yah. Itu kan baju juga namanya, Bagas juga udah pakai sempak kok. Eh, iya, atau mungkin ayah yang mau beli, soalnya ayah kan jarang pakai sempak!" Sungguh, kata-kata bocah laki-laki itu seketika membuat Ramli sangat malu. "Ehh jang

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 187 pijatan Vina

    Setelah selesai makan, Monica pamit kepada Vina untuk pulang. "Aku harus pulang, sebenarnya aku masih pingin jalan bareng sama kamu, tapi aku ada janji sama seseorang, makasih banget untuk traktirannya!" ucap Monica sebelum wanita itu pergi. "Sayang banget kamu pulang. Padahal aku masih mau ngajak kamu nonton, habis ini aku mau nonton sama mereka!" kata Vina seraya menoleh ke arah Bagas dan Ayu yang sedang bersama Ramli. "Kamu ajak mereka nonton? Astaga Vina, jadi majikan jangan terlalu baik, Beb! Hati-hati nanti kamu bisa dimanfaatin sama mereka!" bisik Monica. "Ya enggak lah, aku percaya kok sama mereka. Ramli dan anak-anaknya itu baik banget, jadi nggak mungkinlah mereka kayak gitu!" Vina dengan santai menanggapinya. "Aduh Vina! Nggak tahu deh sama pikiran kamu, aku cuma mau bilang aja, tetap hati-hati sama orang lain yang bukan keluarga kita, jangan sampai kamu nyesel!" Monica mengingatkan lagi. Vina cuma tersenyum tipis dan tetap pada pendiriannya. "Ya udah, aku perg

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 186 menjadi Ramli untuk selamanya

    Mendengar namanya disebut, Ramli langsung panik dan berharap Monica tidak bicara macam-macam lagi. Monica menganggukkan kepalanya dan mengiyakan jawaban Vina. Vina menghela napas, ternyata pria bernama Aland itu bukan cuma musuh ayahnya tapi juga penghancur kehidupan sahabatnya. "Jadi, mantan tunanganmu adalah pria itu? Pantas saja brengsek!" Dari raut wajah Vina, jelas menunjukkan bahwa wanita itu sangat marah dengan perbuatan Aland meskipun ia belum pernah berjumpa sekali pun. "Ya, kau tahu nggak sih, aku tuh sayang banget sama dia. Bahkan aku rela melakukan apa pun buat dia, sampai-sampai aku mau tidur dengannya saat dia minta. Karena saking cintanya, aku jadi bodoh!" ungkap Monica yang seketika membuat Vina tercekat. Monica sampai basah melakukan hubungan intim sebelum menikah. "Apa? Jadi kamu dan dia...!" Monica menganggukkan kepalanya. Di sisi lain, Ramli tampak memijit pelipisnya karena akhirnya Vina tahu hubungan Aland Orlando dengan Monica. Meskipun sekarang ia sa

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 185 sifat dasar cowok

    Monica masih enggan menjawabnya, meskipun sebenarnya ia tidak terima jika Aland memutuskannya begitu saja, karena wanita masih sangat mencintai pria itu. "Kenapa nggak dijawab?" tanya Vina lagi. Monica terkesiap dan pura-pura tersenyum. "Sebenarnya aku sendiri juga tidak ingin kami berpisah, tapi mungkin karena dia sangat sibuk dan lebih mementingkan pekerjaannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa," jawab Monica berbohong. "Sibuk! Hanya karena alasan sibuk, dia tega putusin hubungan kalian? Ini nggak masuk akal banget, Beb! Kalau aku rasa sih sepertinya ada sesuatu yang disembunyikannya darimu!" balas Vina sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Di sisi lain Bagas dan Ayu terlihat menikmati makanan mereka tanpa memperhatikan obrolan Vina dan Monica. Tapi tidak dengan Ramli, pria itu selalu waspada sambil mendengar obrolan kedua wanita itu. Monica melanjutkan kata-katanya. "Maksud kamu apa? Rahasia apa?" tanya Monica penasaran. "Ya, mungkin saja ada wanita idaman lain misalnya

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 184 pertanyaan Vina

    Ramli masih berdiri di tempatnya dan kepala pelayan itu seolah sedang melihat orang penting padahal di depannya hanya pria biasa yang sedang mencari keberadaan Vina dan anak-anaknya. "Maafkan saya, Tuan. Saya tidak tahu jika ini adalah Tuan, sungguh! Saya tidak tahu!" lanjut kepala pelayan itu sambil menundukkan kepalanya di hadapan Ramli yang masih memunggunginya seolah sedang memberikan hormat. Meskipun ia tidak melihat wajahnya dengan jelas, tapi dari warna suara khas seorang Aland sudah sangat bisa dikenali. Orang-orang yang ada di sana ikut terkejut dengan sikap kepala pelayan yang mendadak baik, padahal mukanya sangat garang dan kejam seperti wajah Tuan Takur di film-film India. Ramli pun perlahan menoleh. Dilihatnya kepala pelayan itu masih menundukkan wajahnya. Lalu Ramli mendekat dan berkata kepada pria itu. "Aku harap kamu tutup mulut dan jangan sampai ada orang yang tahu ini adalah aku, mengerti!" katanya sangat lirih. Kepala pelayan itu langsung patuh dan tidak memb

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 183 dilarang masuk

    Vina kembali menjawabnya dengan santai. Terlihat di wajahnya yang tenang dan tidak terlalu marah dengan ucapan sahabatnya itu. "Ramli bukan sembarang pelayan, mungkin bagi orang yang belum tahu bagaimana dia pasti menganggap dia pelayan kampung, tapi aku tidak melihat seperti itu. Ramli itu bukan pelayan biasa!" katanya dengan lembut. Monica cukup tertarik mendengar jawaban Vina. Ia menaikkan salah satu alisnya. Entah kenapa ia merasa sahabatnya itu memandang pelayan itu dengan tatapan lain. "Hello, Vina! Kamu ngomong kayak gini kayak bukan Vina yang aku kenal dulu loh. Sejak kapan kamu mengagumi pelayan, Beb? Ini bukan dirimu, Vin!" kata Monica dengan senyum miringnya. Vina tersenyum lagi. Wanita itu menghela napas panjang sambil menatap kedua anak Ramli. "Salah satu alasanku adalah, mereka!" Vina jelas-jelas menunjuk ke arah Bagas dan Ayu meskipun hanya dengan tatapan bola matanya. Monica menoleh dan masih tidak mengerti. "Mereka? Anak-anak pelayan itu? Astaga, Vina! Uda

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status