Compartilhar

Freya

Autor: RajaFantasi
last update Data de publicação: 2026-01-12 21:10:07

“Jika kamu membantuku lepas dari tempat terkutuk ini. Orang tua ini akan membantumu menjadi dewa sejati. Jalanmu menjadi dewa akan lebih mudah.” Balas kakek tua setelah terdiam beberapa saat.

Dien tertegun mendengarnya, lalu menghela nafas santai dan santai.

“Menjadi dewa sejati? Apa menurutmu aku tidak bisa menjadi dewa sejati dengan tanganku sendiri?” Tanya Dien tersenyum merendahkan.

“Haha.” Kakek tua tertawa terbahak-bahak hingga suara tawanya menggema di bawah laut tersebut.

“Anak muda
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Sang Pengkhianat

    Taman bunga. Reni datang menemui ayahnya yang bersantai di taman bunga sembari menikmati secangkir kopi pagi. Reni memeluk ayahnya dari belakang dengan senyuman ceria dan terlihat seperti gadis kecil yang sangat merindukan ayahnya. Gorg Dereck tersenyum dan mengelus lembut rambut kepala Reni. “Apa yang kamu inginkan putriku?” Gorg tahu betul Reni datang menemuinya pasti menginginkan sesuatu. “Ayah lupa? Aku menginginkan kepala Leonard, Helena, dan bajingan yang membantu mereka?” Reni mengutarakan tujuan kedatangannya dengan wajah cemberut. “Apakah ayah berhasil mengambil kepala mereka? Dimana kepala mereka?” Tanya Reni dengan mata berbinar melihat sekeliling taman yang hanya ada bunga. Reni kecewa karena tidak menemukan kepala tiga orang yang dia benci. Gorg tersenyum dan mengelus lembut tangan putrinya tersebut. “Bersabarlah sayang! Saat ini anak buah ayah sedang menyerang mereka. Jika kepala mereka berhasil diambil, ayah akan langsung mengirimkannya ke kamarmu.” Gorg hanya b

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Klon

    Dien tiba-tiba merasakan perutnya sangat sakit dan terasa dingin. Dien melihat perutnya dan menemukan sebuah tangan wanita yang berdarah-darah menembus perutnya. Tangan itu adalah tangan Karin si pembunuh yang dikirim Gorg Dereck. Karin tersenyum tipis dan mencabut tangannya dengan sangat kasar hingga Dien tersentak menahan sakit. Dien jatuh berlutut memegang perutnya yang bolong, bahkan mengeluarkan ususnya. Karin tersenyum kecil dan jongkok hingga wajahnya sejajar dengan wajah Dien.“Apakah gurumu tidak pernah mengajarimu untuk waspada dengan teknik bawaan orang lain?” Karin menatap mata Dien dan bertanya dengan penasaran. Dien melotot menahan sakit, lalu muntah darah memegang perutnya yang terus mengeluarkan darah.“Kau… bagaimana bisa kau masih hidup?” Tanya Dien menatap tajam dan secara diam-diam mengambil kesempatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. “Bukankah aku telah membunuhmu sebelumnya?” Tanya Dien tidak percaya Karin terlihat baik-baik saja bahkan terlihat seperti ti

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Melihat masa depan x Kecepatan super

    Jauh di rumah tersembunyi terlihat Demma berkumpul dengan anggota Organisasi Jalan Suci. Demma terlihat memperhatikan kelabang merah yang merayap di tangannya. Kelabang merah itu masuk ke dalam pakaian dan keluar dari atas kepala Demma. Demma tersenyum tipis melihat tingkah peliharaannya tersebut, lalu melihat ke pintu khusus dimana pemimpin organisasi akan datang. Klize pemimpin organisasi akhirnya datang dengan senyuman kecil menyapa 9 anggota organisasinya termasuk Demma. Dua pengawal Klize dengan sigap dan sikap waspada melindungi sang tuan. “Maaf aku terlambat!” Ucap Klize tersenyum meminta maaf kepada 9 anggota organisasinya. Klize menciptakan meja lengkap dengan kursi menggunakan sihir tanah, lalu duduk dan mempersilahkan semua rekannya untuk duduk sebelum membahas beberapa hal penting mengenai kelanjutan organisasi. Semua orang mengangguk mengerti dan duduk di kursi tanah buatan Klize. “Mari kita mulai rapatnya!” Klize sebagai pemimpin memulai rapat darurat organisasi.“K

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Asosiasi Pemburu dan Informasi yang mengguncang Dunia

    Seorang pria paruh baya dengan luka tebasan lebar menyilang di wajah dengan telaten menyirami tanaman bunga yang dia pelihara di halaman rumahnya. Pria paruh baya itu dengan telaten menyirami bunga satu-persatu sambil bersiul ria menikmati kegiatan rutin paginya tersebut. Di samping pria paruh baya terlihat pak tua Mo berlutut satu kaki dan menundukkan kepala hormat. “Jadi kau gagal memusnahkan keluarga James?” Gorg Dereck meletakkan teko gembor ke samping dan bertanya kepada pak tua Mo dengan nada lembut menghanyutkan. Pak tua Mo menundukkan kepala hormat. “Ampuni hamba tuan besar. Hamba gagal melaksanakan tugas dan memusnahkan keluarga James.” Pak tua Mo memohon ampun. Gorg tersenyum tipis dan mengisi air teko dengan sihir air, lalu menyirami bunga yang belum disiram. “Tidak apa-apa. Wajar saja kau gagal, bagaimanapun keluarga James bukan keluarga biasa. Mereka memiliki akar yang sangat kuat di kota ini.” Gorg berkata dengan senyuman ramah. “Terimakasih atas ampunannya tuan!

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Serangan tiga pembunuh

    Rumah Dien, Perumahan Nusa. Dien mencari latar belakang keluarga Hazib dan Reni di laptopnya, namun yang dia temukan hanyalah beberapa informasi umum yang tidak terlalu penting. Dien terus mencari dan tidak menemukan apapun, selain latar belakang keluarga Hazib dan Reni yang cukup terpandang. Dimana keluarga mereka sedikit lebih kuat dari keluarga James, keluarganya Leonard James yang merupakan pacar Helena. “Aku tidak percaya mereka hanya keluarga kaya biasa. Mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Mereka mungkin memiliki praktisi spiritual yang lebih kuat dari Pak tua itu.” Dien menyandarkan dirinya di kursi mengusap wajah lelahnya. Dien menghela nafas menyerah dan memilih pergi ke ruang tamu untuk menonton pertandingan bola. Tiba-tiba lampu padam dan membuat rumah sederhana itu gelap seketika. Dien kaget sesaat dan hanya menganggap mati lampu biasa, namun tiba-tiba Dien merasa ada seseorang yang mengawasinya dari balik kegelapan. Dien dengan cepat melihat pojok kiri atas, lalu me

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Krisis Keluarga James

    Balkon, rumah mewah keluarga James. Leonard menenangkan diri di balkon rumahnya dengan ditemani cahaya bulan yang bersinar terang. Leonard mengambil secangkir kopi di meja kecil dan menyesapnya sembari melihat nomor telepon Helena di handphonenya. Setelah melihat beberapa detik, Leonard tersenyum tipis dan menutup aplikasi pengirim pesan tanpa melakukan apapun. Leonard kembali membuka aplikasi dan kembali melihat nomor Helena. Leonard melihat foto profil Helena, sebuah foto yang menampilkan Helena dan dirinya yang tersenyum bahagia. Leonard berniat mengirim pesan kepada Helena melalui aplikasi pengirim pesan, namun Leonard segera mengurungkan niatnya untuk menghargai permintaan Dien agar tidak menelpon adiknya (Helena).“Sedang apa dia sekarang? Apakah dia sudah sembuh?” Leonard bergumam menatap cahaya bulan yang bersinar terang. “Aku sangat merindukannya.” Leonard bersandar di kursi, lalu memejamkan mata membayangkan wajah cantik Helena yang dia rindukan. Leonard menghela nafas r

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Ujian Yang Tak Disengaja

    Dien menunggu munculnya iblis di sebuah warung yang tidak jauh dari gang sempit di jalan pedagang nomor 2 tersebut. Waktu terus berlalu dan tidak ada keanehan apapun di gang sempit tersebut. Tanpa terasa hari sudah malam, Dien terus menunggu dan tidak melihat iblis tersebut. Dien dari waktu ke wakt

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Pengkhianat

    Pria tombak (Gibs) menyingkirkan puing bangunan yang menimbunnya, lalu menatap nenek Rose yang terbang dan menatapnya dingin. Gibs tertawa dingin sembari menepuk-nepuk pakaiannya seakan-akan menyingkirkan debu yang mengotori pakaian mahalnya tersebut. "Nenek tua, apakah kamu ingin mengkhianati yan

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Guru, ramalanmu akurat

    Roh pocong muncul dengan penuh kesombongan, lalu menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengambil alih buku 100 bayangan. Roh yang terbungkus kain kafan itu tampak sangat senang dan tidak henti-hentinya menghirup aroma buku 100 bayangan. Roh pocong membuka mulutnya dan menghisap roh Gyan yang ber

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Serangan

    Dien membayar jajanannya ke pemilik warung dan jalan mendekati nenek Rose sekaligus gurunya tersebut. Dien tersenyum ramah kepada wanita tua tersebut sembari memasukkan tiga lempar uang kertas bernilai 100 ribu kertas emas. Nenek Rose tersenyum ramah, sebuah senyuman yang lebih terlihat seperti sen

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status