Chapter: Chapter 120 Hukuman Dilaksanakan (Season 1 End) Perlu diketahui cambuk yang digunakan adalah cambuk khusus yang mampu menekan semua kekuatan fisik lawan hingga ke titik seperti manusia biasa yang dicambuk, jadi jangan heran kok Derrick merasa sangat kesakitan. Ok, lanjut. Hunt Ran dan Hanzo Ran mendatangi dan mengunjungi Derrick 2 jam sebelum hukuman 100 cambukan dilaksanakan, kedatangan kakek dan ayahnya tersebut membuat Derrick terkejut bukan main, dia tidak menyangka kakek dan ayahnya datang menonton hukumannya. "Kakek kenapa kakak bisa ada disini?" Tanya Derrick spontan kepada kakek yang menunjukkan wajah masam dan kekecewaan. "Kamu kabur dari rumah karena menolak menikah dengan Jini Ran dan memilih belajar di akademi aliansi cabang kerajaan Galing, saat itu kakek menghargai keputusanmu dan tidak mencarimu hingga kamu pulang dengan sendirinya nanti." Ucap kakek Hunt dengan kekecewaan. "Kakek tidak pernah menyangka ketika kita bertemu kembali hanya untuk menghukum kamu karena telah melakukan pemerkosaan kepada seorang gadis
Last Updated: 2023-12-13
Chapter: Chapter 119Lao Aidan ingin menemui Derrick yang berada di dalam penjara lapas Tikus 2, dimana lapas itu berada tepat di sebelah lapangan hukuman milik divisi penegak hukum kota tikus. Baru satu langkah Lao Aidan mengingat. "Kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan divisi penegak hukum kota ini, temanmu itu jika tidak bersalah dia akan dibebaskan, namun jika bersalah dia akan dihukum sesuai undang-undang aliansi yang berlaku." Ujar Jenderal besar Derrick kepada Lao Aidan yang memohon kepadanya agar dirinya membantu Derrick lepas dari hukuman. "Tapi ayah, hukuman itu..." Lao Aidan ingin protes. "Sudahlah, kamu fokus saja mencari siapa dalang pembantaian walikota beserta bawahannya tempo hari, jangan ikut campur dengan hukum." Potong jenderal besar Derrick membentak tidak senang, Lao Aidan hanya bisa menggeram marah dan pergi dengan tidak senang. "Lao ingat ini, jangan pernah membela orang yang salah, meskipun dia adalah teman baik atau bahkan keluarga." Nasehat jenderal besar Derrick. "Ayah
Last Updated: 2023-12-13
Chapter: Chapter 118 Pulau Kambangan DarahDerrick dan Kyle mulai khawatir dengan Cece yang tidak datang-datang semenjak burung sihir dikirim untuk menghubungi, mereka berdua mulai gelisah menunggu. "Aku akan memeriksanya." Ucap Derrick berdiri dari tempat duduknya. "Aku ikut, lagipula aku sudah sembuh dan tidak sakit lagi." Ucap Kyle. "Baiklah, ayo." Ajak Derrick dan beranjak pergi, Kyle mengikuti dari belakang. Sebelum Derrick membuka pintu kamar rawat rumah sakit, seseorang sudah terlebih dulu membuka pintu dari luar, Derrick dan Kyle yang merasa Cece sudah datang siap memarahinya habis-habisan, namun siapa yang menduga yang datang malah 5 orang penegak hukum kota tikus dengan baju zirah lengkap seperti akan menangkap seseorang. "Siapa diantara kalian berdua yang bernama Derrick Ran?" Tanya salah satu dari mereka, orang ini bernama Luffy salah seorang kapten divisi penegak hukum kota pulau tikus. Derrick dan Kyle bingung sesaat, mereka saling pandang meminta pendapat satu sama lain, hingga akhir Derrick maju dan berta
Last Updated: 2023-12-12
Chapter: Chapter 117Kring! Kring! Kring! Alat komunikasi sihir Leira berbunyi yang menandakan bahwa ada orang yang meneleponnya, Leira yang sedang mengobrol dan membujuk Cece untuk menuntut Derrick secara hukum segera mengangkat telpon tersebut dengan kesal. "Ada apa Gangyan?" Tanya Leira dingin kepada orang di seberang telpon, dimana orang yang menelpon tidak lain adalah Gangyan. "Leira aku menangkap buronan akademi aliansi cabang kerajaan Galing, seorang buronan yang sangat kamu inginkan, seorang buronan yang bernama Asep Hasep." Ucap Gangyan sembari mencekik Asep yang tak sadarkan diri. Mendengar itu Leira tersenyum senang dan terlihat sangat mengerikan. "Ini sungguh kebetulan dan mempermudah rencana balas dendamku." Batin Leira sembari menatap dingin Cece, sebuah tatapan merendahkan dan juga kebencian. "Ada apa kak Leira?" Tanya Cece sedikit takut melihat senyum Leira. "Aku sebenarnya tidak ada masalah dengan wanita bodoh ini, tapi..." Batin Leira, lalu tersenyum ramah kepada Cece. "Adik ay
Last Updated: 2023-12-11
Chapter: Chapter 116Terjadi keributan di kamar penginapan Cece, dimana keributan itu dipicu oleh Derrick yang dihajar habis-habisan oleh Cece yang sangat marah karena Derrick memperkosanya. "Kamu jahat!" Pekik Cece memukul Derrick untuk kesekian kalinya, Cece terlihat sudah sangat kelelahan memukul Derrick hingga wajah Derrick babak belur dan tak bisa dikenali lagi. "Kamu jahat... Derrick, kamu jahat, hiks, hiks." Ucap Cece dan mulai menangis sesenggukan di dada bidang Derrick dengan tangan terus memukul Derrick yang pasrah. "Bukankah kita suka sama suka malam tadi, lalu kenapa aku dibilang jahat?" Tanya Derrick yang sudah babak belur tersebut dengan heran. "Aku tidak menginginkan itu, aku hanya terpengaruh alkohol dan terbawa suasana, hiks, hiks.""Derrick kamu memanfaatkan aku yang mabuk, kamu memperkosaku, hiks, hiks." Ucap Cece membela dirinya. "Kamu jahat, kamu jahat, kamu jahat, hiks, hiks." Ucap Cece memukul dada Derrick dengan frustasi dan menangis. "Aku jahat? Bukankah kamu yang memanfaatk
Last Updated: 2023-12-11
Chapter: Chapter 115Duwei dengan brutalnya menyerang Kyle yang hanya bisa bertahan, menghindar, dan menjauh, banyak kerusakan yang Duwei buat dengan cakar harimaunya yang sangat kuat dan mematikan. Bang! Kyle terlempar terhempas menghancurkan rumah lainnya, Duwei dengan brutal sudah berada di depan Kyle dengan cakar siap melukai dada Kyle, namun dengan mudah Kyle menangkis cakar tersebut dan menjauh dari Duwei. Whush! Bugh! Duwei dengan brutal meninju Kyle, disisi lain Kyle menangkis tinju Duwei dengan pedangnya dan dengan cepat melancarkan tendangan keras ke pipi hingga Duwei terhempas membentur rumah warga yang hancur. Sling! Kyle melancarkan tebasan energi yang sangat besar dan mampu membelah tembok besar dan rumah warga menjadi dua, beruntungnya tidak ada warga yang ada disekitar. "Kyle style: Tebasan tornado waktu!" Pekik Kyle melancarkan teknik pedangnya, sebuah tebasan yang menciptakan tornado. Duwei dalam sekejap menghilang dari pandangan dan membuat tornado itu sia-sia saja, Duwei dalam
Last Updated: 2023-12-10
Chapter: End PaksaKaisar iblis segera kembali untuk melihat situasi yang terjadi di benua Naga hitam. Betapa terkejutnya sang kaisar ketika melihat benua Naga hitam mengalami kehancuran yang sangat mengerikan, dan banyak manusia maupun iblis terbunuh. Tak ada satupun yang tersisa selain bongkahan dan juga mayat beberapa praktisi kuat, sang kaisar segera pergi ke kerajaan bajak laut dan melihat pasukannya mati mengenaskan. "Beelzebub..." Kaisar iblis melihat anak bungsunya dengan mata berkaca-kaca. Terlihat Beelzebub terbunuh dengan sebagian besar tubuhnya hilang akibat terkena hempasan energi pedang jenderal besar Derrick. Di samping Beelzebub terlihat Hanabi yang mati dengan tubuh terbelah dua, lalu dua putranya yang lain terlihat tidak ada disekitar, diperkirakan dua iblis itu menjadi abu akibat hempasan energi pedang jenderal besar Derrick. "Kalian memiliki regenerasi yang mengerikan, tapi kenapa kalian mati dengan sangat mudah?" Tanya kaisar iblis menahan tangisnya. "Ghaa hahaha." Tangis
Last Updated: 2024-09-01
Chapter: Kemarahan Seorang AyahJenderal besar Derrick meraung marah dan merasa sangat sakit melihat kematian Lao Aidan. Energi Auranya terus keluar dan membuat orang tidak berani mendekat. Terlihat para prajurit dan beberapa petinggi militer menatap jenderal besar Derrick dengan sombong. "Dengan ini alam dewa tidak akan membunuh kita semua." Ucap salah satu prajurit. "Dasar bodoh, ini hanyalah tahap awal untuk membunuh bajingan ini, tahap kedua adalah membiarkan ras iblis membunuhnya. Tapi, kenapa ras iblis belum datang?" Tanya yang lainnya tanpa merasa iba kepada sang jenderal. "Kita telah melakukan kesalahan. Jenderal akan membunuh kita semua." Ucap seorang prajurit yang sedih dan takut melihat jenderal besar Derrick yang meraung marah. "Tidak perlu takut, tuan Rathm Siswanto sudah mempersiapkan segalanya untuk membunuh orang yang menyebabkan para dewa marah itu." Ucap prajurit lainnya. "Lao... putraku... hiks, hiks." Jenderal besar Derrick yang meraung marah dan menangis pada akhirnya berhenti dan mulai me
Last Updated: 2024-08-20
Chapter: Murid PengkhianatKamp militer Aliansi, Medan Perang Pulau Peluang, kerajaan Xenium. Jenderal besar Derrick didatangi tamu yang sangat tak terduga saat sedang mengawasi wilayah pulau peluang yang dijadikan kamp militer oleh ras iblis. Tamu itu adalah muridnya sendiri, seorang murid yang berkhianat kepadanya dan mendukung alam dewa yang ingin membunuh Lao Aidan. Seorang murid durhaka dan hampir mati ditangannya, seorang murid yang dia usir dari pasukan Aliansi. "Selamat pagi guruku yang perkasa dan tak terkalahkan. Bagaimana kabarmu guru? Kuharap kamu baik-baik saja." Ucap Rathm Siswanto dengan tersenyum ramah kepada gurunya, jenderal besar Derrick. "Rathm?" Jenderal Derrick menoleh ke belakang dan bertatapan langsung dengan muridnya tersebut. "Bagaimana bisa kamu sampai disini?" Tanya jenderal besar Derrick tenang, namun jauh di dalam hatinya sang jenderal masih marah kepada Rathm muridnya tersebut. "Haha, guru menurutmu orang yang bisa memberikan luka tebas di bahumu itu dapat dihentikan oleh beb
Last Updated: 2024-08-19
Chapter: Perintah Kaisar IblisIblis yang bernama Yudian itu merupakan salah satu dari beberapa iblis tingkat rendah yang mencapai ranah dewa iblis tertinggi. Yudian sendiri adalah iblis kambing tanduk hitam yang merupakan klan iblis kambing paling bawah dan paling rendah di antara klan-klan iblis kambing. Yudian yang berhasil menerobos ranah dewa iblis tertinggi berusaha keras untuk mengontrol energi iblis yang meluap-luap ditubuhnya. Yudian tampaknya benar-benar kesulitan mengontrol energi iblis dan membuat suasana di pulau iblis agung semakin mencekam karena energi iblis meluap-luap dan menciptakan fluktuasi energi yang sangat mengerikan. Sambaran petir yang sangat kuat terus menghantam istana kematian dan membuat istana kematian sedikit berguncang dan pada akhirnya atap menara tertinggi istana iblis hancur setelah di sambar petir beberapa kali. Jedarrr! Sambaran petir yang sangat kuat langsung menyambar Yudian yang tidak memiliki pelindung lagi setelah atap menara hancur dan menciptakan bolong besar. Yudian
Last Updated: 2024-08-18
Chapter: Istana KematianKetika malam hari tiba pasukan manusia yang berjumlah kurang lebih 10 ribu pasukan dan dikomandoi oleh Izra segera bergerak menuju hutan barat daya sesuai perintah. Derrick yang menyusup tentu ikut dalam pasukan untuk melihat apa yang terjadi di hutan barat daya. Mereka bergerak dari kamp militer ke hutan barat daya dengan menempuh perjalanan yang berliku-liku dan penuh rintangan, di kanan-kiri mereka dapat merasakan beberapa binatang yang mengawasi mereka dari kejauhan. Mereka juga merasakan bahwa ada iblis yang menatap mereka dengan tatapan haus darah dari balik bayangan malam. Salah satu iblis dari balik bayangan tidak tahan lagi dan langsung berlari bergerak mengincar salah satu prajurit manusia yang berada paling belakang untuk dimangsa. "Memakan satu manusia saja tidak akan ketahuan!" Ucap iblis ular racun api tersebut dengan lidah menjulur dan air liur tumpah. "Iblis ular kobra klan kobra racun api?" Pekik salah satu prajurit terkejut tiba-tiba muncul iblis dari samping kan
Last Updated: 2024-08-17
Chapter: Murid Jenderal Besar Derrick? Derrick yang berkeliaran di istana Kaisar iblis akhirnya beristirahat di sebuah taman yang sangat luas di dalam istana. Derrick cukup kesal karena mendapatkan beberapa informasi yang sangat tidak berguna, seperti informasi pasokan logistik, informasi porsi makan para jenderal, informasi latihan prajurit iblis, informasi letak kamar para jenderal dan dua pangeran, serta kamar putri kaisar, hingga informasi-informasi sepele yang tidak berguna sama sekali. Derrick yang memang ingin menggali informasi lebih dalam akhirnya tetap bertahan di istana Kaisar iblis selama 11 hari lamanya. Dalam kurun waktu 11 hari Derrick tidak pernah mendapatkan informasi yang sangat berguna, begitu juga Izra dan bawahannya yang ikut membantunya. Taman, Istana Kaisar Iblis. Derrick kembali duduk di dahan pohon besar yang ada di taman istana Kaisar iblis, tempat ini menjadi tempat favorit Derrick selama melakukan penyelidikan di istana Kaisar iblis. "Sudah sejauh ini, tapi tidak ada informasi yang sangat be
Last Updated: 2024-08-16
Chapter: Aku Tidak MenyesalPak tua Davin tersenyum mengejek menangkis panah darah Dien dengan tangan berselimut energi spiritual. Panah darah Dien terpecah menjadi beberapa panah yang lebih kecil dan berusaha masuk ke dalam tubuh pak tua, namun tidak berhasil karena kulit berselimut aura pak tua Davin terlalu kuat. “Panah darah yang sangat lemah. Bahkan anjing pun tidak akan mati terkena panah darah selemah itu.” Ucap pak tua Davin mengejek, lalu mengangkat jarinya sedikit keatas. “Kamu ingin tahu perbedaan kita? Kamu ingin tahu perbedaan teknik bawaan darah dan teknik sihir darah? Akan aku tunjukkan perbedaannya kepadamu, bocah!” Ucap Davin penuh kesombongan, lalu mengangkat jari telunjuknya. Dien tiba-tiba merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya, seakan-akan sel darahnya terganggu. “Uwek!” Dien muntah darah, lalu memejamkan mata melihat apa yang terjadi di dalam tubuhnya. Dien melihat darahnya berubah menjadi duri tajam yang menusuk organ dalamnya sendiri.“Apa yang terjadi?” Tanya Dien melihat sekujur t
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: Panah DarahJalan Perbatasan, Tengah Hutan.Di perbatasan kota Selabatu dan kota Heywan terlihat beberapa orang memukul dua orang di tengah jalan, lalu menyeret mereka masuk ke dalam hutan untuk kembali dipukul. Dua orang malang itu adalah Leonard dan Helena yang diculik sekelompok orang atas perintah Hazib Situzoran, seorang tuan muda kaya raya yang beberapa waktu lalu ditabrak oleh Helena dan Leonard. Mereka dipukul, ditendang, dijambak, hingga disundut bara api rokok dalam pencahayaan yang berasal dari lampu mobil-mobil sekelompok penculik tersebut. “Tolong… berhenti! Sakit sekali!” Mohon Leonard melindungi kepalanya dengan dua tangannya. “Ampun… tolong ampuni aku!” Pinta Leonard memohon ampun, namun beberapa orang itu terus menendangnya hingga terhempas membentur pohon besar. “Tolong… Tolong aku!” Mohon Helena yang babak belur dihajar. “Tolong aku! Kamu juga seorang wanita!” Mohon Helena sembari merangkak menuju kaki seorang wanita yang menyaksikan dalam diam. Wanita itu membuang muka d
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Ujian Yang Tak DisengajaDien menunggu munculnya iblis di sebuah warung yang tidak jauh dari gang sempit di jalan pedagang nomor 2 tersebut. Waktu terus berlalu dan tidak ada keanehan apapun di gang sempit tersebut. Tanpa terasa hari sudah malam, Dien terus menunggu dan tidak melihat iblis tersebut. Dien dari waktu ke waktu hanya melihat beberapa orang yang mabuk lewat dan kencing sembarangan di dinding gang sempit tersebut. Beberapa orang yang dikejar gelandangan yang marah karena kencing sembarangan. Dien bahkan melihat beberapa pasangan mesum keluar-masuk gang sempit yang dihuni para gelandangan. “Sepertinya iblis itu tidak berburu manusia malam ini.” Gumam Dien melihat jam handphone yang menunjukkan pukul 12 malam. Pemilik warung dari waktu ke waktu mencuri senyum kepada Dien. Pria tua itu jelas berada di dalam pengaruh topeng wajah tanpa wajah yang tidak Dien tekan. Dien sendiri risih karena terus dilihat oleh pria tua tersebut. Terlebih pria tua itu melihat Dien dengan penuh kekaguman. Selain pria tu
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: Kakek OldtroshDi suatu ruangan yang remang-remang terlihat seorang pria (George) menyantap sepotong daging mentah. Pria berambut cepak dan berwarna merah itu tampak begitu menikmati daging mentah tersebut. Habis sepotong daging, pria itu langsung mengambil daging mentah yang ada di sampingnya lalu memakannya dengan penuh kenikmatan. “Enak! Enak! Enak!”“Ini sangat enak!” Ucap George sangat menikmati daging mentah tersebut. BRAK! Tiba-tiba pintu ruangan luas namun remang-remang itu ditendang terbuka oleh seorang pria berjubah hitam (Ludza). Pria berjubah hitam itu menatap George yang sangat menikmati daging mentah, lalu menghindari lampu ruangan yang jatuh menimpanya. “George malam ini sebaiknya kamu jangan berburu manusia lagi. Orang-orang itu mulai mengendus keberadaan kita. Untuk sementara waktu kita sembunyi dulu, agar rencana besar yang mulia berjalan dengan sempurna tanpa kendala.” Ucap Ludza melambaikan tangan ringan, membuat lampu yang hancur perlahan-lahan menyusun sendiri dan menjadi l
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: Misi Yang Belum SelesaiDien dengan cepat berlari dan memeluk nenek Rose yang perlahan-lahan ambruk. Dien tidak membiarkan wanita tua itu jatuh menyentuh tanah. Darah segar perlahan-lahan menetes dan membasahi duri tanah yang menusuk jantung nenek Rose. Wanita tua itu terlihat muntah darah dan diujung nafas, bahkan bernafaspun sulit baginya. Kapten Waden, Eira, dan Kateline hanya diam melihat apa yang Dien lakukan. Mereka tidak melarang maupun mengizinkan, mereka hanya diam menyaksikan saat-saat terakhir guru dan murid tersebut. Mereka bahkan ikut merasakan kesedihan Dien yang akan kehilangan gurunya. "Guru... guru... guru!" Panggil Dien menahan tubuh nenek Rose yang perlahan-lahan ambruk. Dien dengan cepat menggunakan sihir memutar waktu untuk mengembalikan kondisi wanita tua itu ke kondisi semula. Belum sempat Dien menggunakan sihirnya, nenek Rose memegang tangan dan menghentikannya. "Dien." Panggil nenek Rose lembut memegang tangan Dien. "Guru jangan banyak bicara dulu. Aku..." Ucap Dien berusaha men
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: PengkhianatPria tombak (Gibs) menyingkirkan puing bangunan yang menimbunnya, lalu menatap nenek Rose yang terbang dan menatapnya dingin. Gibs tertawa dingin sembari menepuk-nepuk pakaiannya seakan-akan menyingkirkan debu yang mengotori pakaian mahalnya tersebut. "Nenek tua, apakah kamu ingin mengkhianati yang mulia?" Tanya Gibs."Aku hanya menyelamatkan muridku dari iblis seperti kalian." Balas nenek Rose menatap dingin, lalu menunduk menghindari sabetan batang besi wanita iblis (Nayla) yang bergerak cepat menyerangnya. CEKREK! Nenek Rose dengan cepat mencekik leher Nayla dan mengangkatnya setinggi mungkin, lalu menghempaskannya menghancurkan tanah di bawah kakinya. Nayla terluka cukup parah dengan leher yang membiru akibat cekikan nenek Rose yang begitu kuat. "Anak anjing. Cengkramannya sangat kuat. Ini sangat sakit." Gumam Nayla meringis kesakitan mengelus lembut lehernya yang membiru. Gibs tiba-tiba sudah di belakang nenek Rose dan melancarkan tebasan tombak ke leher wanita tua tersebut.
Last Updated: 2026-05-26