LOGIN"Aku tidak bisa, Lisa!” ujar Vino, membentak Lisa sambil menepis tangannya yang menyentuh bagian sensitifnya itu.Lisa terkejut. Dia tak menyangka Vino akan menolaknya sekasar ini.“Dengar, Lisa, aku tipe orang yang hanya bisa mencintai satu wanita di satu waktu. Kamu sudah mendapatkan kesempatan itu tetapi kamu lebih memilih menghancurkan hubungan kita. Karena itu, mulai sekarang, tolong jangan ganggu aku lagi. Permisi!" lanjut Vino, mencoba pergi.Tapi lagi-lagi tangan Lisa menahannya."Jangan begitu, Vino. Ingat, aku lebih cantik dan lebih seksi dari Joanna. Kamu pasti tidak bisa melupakan aku begitu saja. Aku yakin, hampir setiap malam kamu selalu mengingat aku. Iya kan? Akui aja. Aku tahu aku ini sukar untuk dilupakan oleh siapapun. Karena itu, ikuti strategi yang baru aku bahas denganmu tadi. Kita berdua akan kembali pacaran tetapi kali ini kita pacaran diam-diam di belakang mereka, sambil kita mendapat kesuksesan kita masing-masing dengan bantuan mereka berdua. Bagaimana?""Dit
"Kata-kata Paul itu ada benarnya, Joanna. Orang yang tidak berpendidikan seperti dia tidak seharusnya bermimpi untuk langsung dinaikkan menjadi kepala pabrik. Apa dia pikir karena dia sudah pacaran denganmu maka dia bisa seenaknya jadi kepala pabrik, heh! Jangan mimpi bilang sama dia!" kata Heri, membela Paul dan mencibir ke arah Vino.Bukannya terprovokasi, Vino malah semakin terlihat tenang."Terima kasih, Om. Aku juga sadar diri kok. Dan aku tidak tertarik dengan jabatan itu," ucap Vino.Melihat reaksi Vino ini, Heri menjadi kesal. Dia justru berharap Vino terpancing."Paman Heri tak perlu khawatir. Jabatan itu memang bukan untuk Vino," ucap Joanna, menantang Heri."Kamu anak kecil diam saja!""Aku punya mulut, paman. Aku bisa ngomong apa saja apalagi Paman merendahkan pacarku!""KAMU...," Heri maju 1 langkah ke depan, tapi Vino sudah menarik tangan Joanna dan meminta Joanna untuk mundur.Joanna mengerti. Dia pun segera mengajak Vino untuk mengambil makanan di meja makan yang jarak
Kekhawatiran Margareth terbukti. Joanna dipecat dari perusahaan? Yang benar saja. Apa yang akan terjadi nanti dengan putrinya itu? Bagaimana dia bisa bertahan?Tidak. Sebagai seorang ibu, Margareth tak mungkin membiarkan itu terjadi. Dia harus segera melakukan sesuatu."Joanna, jangan ucapkan kata-kata itu! Mama juga jangan memecat Joanna. Kalian berdua harus menghadapi semua ini dengan kepala dingin. Tolong, jangan keluarkan kata-kata yang akan kalian sesali di kemudian hari. Tenangkan diri kalian," kata Margareth. Dia menatap bergantian ke arah Herlin dan Joanna. Dia sungguh berharap kedua orang ini mengerti betapa seriusnya apa yang tengah mereka pertaruhkan ini.Di sisi lain, Joanna masih ingin membantah. Akan tetapi, Vino lekas memberi isyarat dengan jarinya agar dia tak melakukannya. Margareth sendiri langsung melotot ke arah Joanna, menegaskan bahwa sebaiknya dia tak memperpanjang masalah. Akhirnya Joanna pun tidak jadi mengucapkan apa yang sudah ada di ujung lidahnya.Herlin
Joanna terdiam seketika. Bibirnya kelu. Dia tidak mampu untuk menjawab pertanyaan Herlin."Aku memang cuma seorang buruh, oma," kata Vino akhirnya, karena dia melihat Joanna tidak juga membuka mulutnya."Aku bukan omamu! Buat kamu, kamu harus memanggil aku nyonya besar, bukan oma. Mengerti?!" Herlin memarahi Vino.Melihat Herlin memarahi Vino seperti itu, Joanna pun akhirnya memberontak."Memangnya apa salahnya kalau dia cuma buruh di pabrik kita, Oma? Apa salahnya?! Yang penting kan dia bukan pencuri, bukan penjahat! Dia bekerja untuk mencari uang dengan cara yang halal! Salahnya di mana?!"Herlin terkejut dengan sikap membangkang cucunya itu. Ini pertama kalinya Joanna sampai meninggikan suara seperti itu saat bicara dengannya.Herlin menarik napas sejenak. Dia merasa harus menasehati cucunya ini."Joanna, kamu itu sudah pernah dua kali aku jodohkan dengan pria yang baik. Anak dari keluarga yang kukenal, tetapi kamu sama ngeyelnya dengan ibumu ini, yang tidak mau dijodohkan hingga a
Meskipun Adi menjawab pertanyaannya tersebut dengan anggukan, Paul masih tak percaya. Dia tak percaya kalau pemuda itu hanyalah seorang buruh pabrik. Sambil menggeleng-gelengkan kepala, dia bertanya-tanya kenapa seorang buruh pabrik bisa sampai disambut dengan begitu hangat oleh Joanna.“Apa istimewanya dia?” pikirnya.Di titik inilah ia kebetulan melihat Stefani tengah mengamati pemuda itu.***Stefani nampak mengerut kesal, bibirnya manyun, wajahnya cemberut saat dia melihat Joanna bersama seorang pemuda tampan yang menurut Stefani, paling tampan dari semua pria yang pernah dilihat Joanna.Pemuda itu terlihat tampan dalam balutan baju-baju bermerek yang dikenakannya dan yang lebih membuat Stefani manyun itu karena Joanna yang mendapatkan pemuda tampan itu.Saat ini, rasa iri di dalam hati Joanna makin tak terkendali, jiwanya meradang, dia menatap marah ke arah pemandangan muda mudi di depannya itu yang semakin membuat hatinya panas sehingga tanpa terasa, dia mulai membanting-bantin
"Sampai nikah, tentu saja.""I like that.""Aku juga menyukai itu tapi mungkin masih agak lama, karena aku harus menabung lagi dari awal, semua penghasilan lku untuk mewujudkan keinginanku melamar kamu dan menikahi kamu. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan kembali menyewa motor untuk mengambil order ojek online, supaya aku bisa menabung lebih banyak untuk acara kita nanti."Mendengar kata-kata Vino ini, Joanna tersenyum. Walaupun dia tahu penghasilan Vino tidak seberapa, tetapi Vino menunjukkan tanggungjawab yang besar untuk acara pernikahan yang dia siapkan itu, walaupun mungkin uang yang Vino kumpulkan nanti tidak akan sebanding dengan yang diinginkan keluarga besarnya, karena itu, Joanna berkata, "bagaimana kalau aku membantumu?""Maksud kamu?""Aku juga kan suka menabung dan tabunganku sudah cukup untuk kita melangsungkan acara pernikahan yang kita idamkan.""No, biaya untuk pernikahan itu, harus disiapkan oleh pengantin laki-laki. Tabungan kamu itu, biarlah untuk kamu sendiri, bi
Pagi ini, Vino sangat bahagia saat dia masuk kerja di pabrik karena dia telah menemukan tambatan hati yang baru, tambatan hati yang langsung membuat dia mampu melupakan Lisa dan semua kenangannya bersama Lisa.Bahkan, tambatan hatinya yang baru ini, jauh lebih baik dari Lisa, karena Joanna bisa men
Saat ini, Benny sangat geram sehingga dia kembali melakukan jurus Karate terbaiknya untuk menyerang Vino. Vino menunggu hingga Beni sangat dekat dengan posisinya, setelah itu, Vino melompat dan melakukan tendangan memutar dua kali di angkasa hingga di putaran ketiganya kaki kanannya dengan telak ma
Mendengar tantangan dari Benny itu langsung diterima oleh Vino, Joanna menjadi khawatir Vino akan babak belur dihajar oleh Beni.Karena pada 2 tahun yang lalu, Joanna sempat melihat Beni berkelahi dengan dua orang yang berusaha menggoda Joanna saat sedang berada di sebuah restoran bersama Beni dan
"Oke kalau gitu," kata Vino sambil tersenyum ke arah Joanna. Untuk sesaat, mata keduanya bertemu dan saling tatap mesra. Awalnya tatapan mesra itu lebih banyak dilakukan oleh Joanna karena dia memang sudah mencintai penolongnya ini sejak 2 tahun yang lalu tapi belakangan Vino mulai membalas tatapan







