Share

Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku
Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku
Author: Wani

Bab 1

Author: Wani
Mesin waktu itu memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Aku memejamkan mata rapat-rapat, tetapi tiba-tiba mendengar suara ejekan Livia.

"Orang tuaku mengancam mau bunuh diri demi paksa aku menikahimu. Nicholas, kamu memang hebat. Tapi meski kita menikah, apa yang bisa kamu dapatkan? Apa kamu benar-benar berpikir kita bisa bahagia?"

Tiba-tiba, aku membuka mata dan melihat Livia yang masih hidup berdiri di hadapanku. Dia mengenakan gaun panjang yang elegan dan rambutnya diikat kucir kuda yang tinggi. Dia memancarkan energi muda, tetapi matanya dipenuhi ejekan yang tak dapat ditutupi.

Livia di masa depan memiliki sifat dewasa, dingin, dan sulit didekati. Sementara itu, Livia saat ini masih polos, ceria, dan bahkan sedikit lincah.

Melihat ini, hidungku terasa perih.

Mesin waktu itu benar-benar membawaku kembali ke masa lalu. Sayangnya, mesin itu sepertinya bermasalah. Aku tidak kembali ke pertemuan pertama kami, melainkan kembali ke sepuluh tahun yang lalu, hari di mana aku dan Livia akan segera menikah.

Untungnya, pada saat ini, masih ada kesempatan untuk mengubah keadaan.

Aku menekan kepahitan di hatiku dan menatapnya dengan penuh perasaan. "Livia, kamu nggak mau nikah denganku karena orang yang benar-benar ingin kamu nikahi adalah Edward, 'kan?"

Mungkin karena aku telah menyentuh titik sensitifnya, tubuhnya tiba-tiba menegang dan dia menatapku dengan dingin. "Memangnya kenapa kalau benar begitu? Kita sudah berdiri di depan pintu masuk Kantor Catatan Sipil. Apa masih sempat untuk berubah pikiran?"

Aku mengangguk jujur. "Sempat."

Livia mencibir, "Aku nggak punya waktu untuk main-main denganmu. Cepat tanda tangani semua dokumennya, lalu ambil akta nikahnya. Kutunggu kamu di luar."

Melihat sosoknya yang menjauh, hatiku terasa sakit seperti ditusuk jarum yang tajam.

Aku telah mencintai Livia selama bertahun-tahun, baik di kehidupan lampau maupun kehidupan sekarang. Dia pernah mempertaruhkan nyawanya dua kali untuk menyelamatkanku. Aku salah mengira bahwa dia juga diam-diam menyukaiku.

Orang tua Livia juga menasihatiku, "Livia berhati lembut, tapi keras kepala. Kalau dia nggak mencintaimu, buat apa dia pertaruhkan nyawanya untuk selamatkan kamu sampai dua kali?"

Aku memercayainya dan mempersiapkan diri untuk menikahinya dengan gembira. Sampai cinta pertamanya meninggal, aku baru yakin bahwa dia mencintai orang lain.

Kata-kata terakhirnya yang mengungkapkan keengganannya untuk bertemu denganku sudah sepenuhnya menghancurkanku. Sepuluh tahun cintaku adalah siksaan baginya.

Sebelum memutar mesin waktu, biksu agung itu berkata bahwa aku baru dapat memutuskan ikatan burukku dengan Livia dengan memenuhi tiga penyesalannya. Dia tidak akan mati pada usia 30 tahun lagi karena aku. Mulai saat itu, aku dan dia akan memiliki jalan hidup mulus masing-masing.

Aku menunduk dan menulis nama Edward di formulir aplikasi pernikahan. Aku ingat jelas tiga penyesalan yang Livia tulis di buku hariannya.

[ Menyesal menikahi Nicholas, menyesal tidak menentang perjodohan yang diaturkan orang tuaku, menyesal tidak menyelamatkan Edward. ]

Sekarang, penyesalan pertamanya telah terpenuhi.

Aku keluar dengan membawa dua akta nikah. Livia sedang berdiri di depan pintu untuk menungguku. Dia secara refleks mengambil akta nikah dari tanganku dan mencoba melihatnya. Namun, aku menahan tangannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku   Bab 9

    Kemudian, ketika hasilnya keluar, namaku ternyata ada di dalam daftar.Hari itu, aku menemui Livia di cafe dan bertanya, "Kamu yang bantu aku dalam hal ini? Kompensasi apa yang kamu berikan?"Dia menjawab, "Aku cuma berikan sedikit saham. Itu cuma masalah sepele kok. Kamu pantas mendapatkannya."Aku hampir tertawa saking kesalnya. Ini bukan masalah sepele. Sebelum melakukan hal-hal ini, dia seharusnya tidak meminta persetujuan pemegang saham lain.Livia berujar, "Semua itu nggak penting. Yang penting kamu senang. Gimanapun, kamu itu orang yang paling penting bagiku."Orang yang paling penting?Melihatku menatapnya lekat-lekat, telinga Livia agak memerah dan dia berdeham. "Dua hari yang lalu, aku melihatmu menyukai sebuah foto balap mobil. Aku sudah siapkan kejutan untukmu malam ini. Nanti ....""Livia," selaku dengan lembut. Melihat ekspresiku yang aneh, dia segera menjelaskan, "Kamu nggak suka balap mobil? Maaf, aku akan pergi dan mengatur ulang semuanya. Kamu pengen lihat apa, auror

  • Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku   Bab 8

    Namun, saat itu, aku yang telah mencintainya selama bertahun-tahun tidak merasakan emosi apa pun. Aku dengan tegas menolak pernyataan cintanya, lalu pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi sendirian.Selama sepuluh tahun berikutnya, aku sepenuhnya mengabdikan diri pada studi dan karierku. Hidupku berjalan lancar. Setelah kembali dari luar negeri, aku menjadi profesor di universitas yang cukup terkenal di dalam negeri.Sementara itu, Livia yang sudah menemukan kejanggalan pada akta nikah itu segera pergi ke Kantor Catatan Sipil untuk mengajukan perceraian keesokan harinya. Hal ini sangat mengejutkanku. Untungnya, tindakannya itu tidak memengaruhi masa depanku. Aku diam-diam menghela napas lega.Dalam sepuluh tahun ini, Livia tidak pernah bertengkar denganku seperti sebelumnya. Berbagai macam sakit maag yang dialaminya di masa lain juga berhasil terhindarkan kali ini. Dibandingkan dengan sifatnya yang tidak suka diikat dulu, Livia yang sekarang lebih dewasa dan seperti seorang kaka

  • Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku   Bab 7

    Dalam rekaman suara itu, terdengar suara Edward yang penuh perhitungan dan provokasi. "Bibi, kamu kira dengan paksa Livia menikahi Nicholas, dia akan jatuh cinta pada Nicholas? Aku cuma perlu mengarang beberapa kebohongan dan dia akan langsung datang mencariku.""Dia percaya pada semua yang kukatakan tanpa ragu. Akulah satu-satunya yang dia cintai. Meski aku menggantungnya seumur hidup, dia juga bersedia menerimanya. Tapi, dia cuma cadanganku. Dibandingkan dengan cuma mencintai satu orang, aku lebih suka mencari sensasi dengan orang yang berbeda-beda."Ibu Livia mengumpat marah di telepon, "Dasar bajingan nggak tahu malu! Apa kamu nggak takut disambar petir?"Edward tertawa mengejek dan rekaman itu tiba-tiba berhenti.Livia pun terkejut. Ini sama sekali berbeda dari apa yang dia bayangkan.Ibu Livia menepuk-nepuk kepalanya dan berbicara dengan sungguh-sungguh, "Aku nggak tahu apa yang dia lakukan sampai kamu begitu terpikat padanya. Tapi, dia itu pria yang sangat licik dan bermuka dua.

  • Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku   Bab 6

    Termos itu jatuh ke lantai dan sup bergizi tumpah membasahi lantai. Selanjutnya, terdengar seruan marah Livia yang diselimuti rasa tidak percaya, "Apa katamu?"Jantungnya terasa seperti dihantam palu dan terasa sangat sakit.Livia memaksa diri untuk tenang dan segera melangkah menuju pintu. Tiba-tiba, kakinya lemas dan dia tersandung. Asistennya buru-buru menangkapnya."Di mana dia? Bawa aku menemuinya sekarang juga!"Asisten itu segera membawa Livia ke kamar rawat inap lain. Livia membuka pintu dengan kasar."Tunggu, Bu Livia. Kamu belum boleh masuk."Beberapa perawat mencoba menghentikannya, tetapi dia langsung mendorong mereka.Ketika sampai di samping tempat tidur, Livia menyingkap kain putih yang menutupi wajah orang itu dan seketika membeku."Dia ... bukan Nicholas?"Perawat yang bergegas masuk memberi penjelasan dengan wajah merah, "Orang ini kebetulan bernama sama dengan Pak Nicholas. Dia juga datang untuk mendonorkan darah hari ini. Karena berita kecelakaan mobil Pak Edward su

  • Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku   Bab 5

    Sekarang, kami akan segera berpisah dan jalan kami tidak akan pernah bertemu lagi. Kesalahpahaman seperti ini juga tak lagi penting.Saat ini, Livia berkata, "Aku sudah berjanji akan menonton hujan meteor bersamamu, tapi aku nggak menepati janji. Seingatku, kamu pernah bilang ingin pergi ke Durha. Aku akan temani kamu pergi berlibur di sana."Aku tidak menyangka dia mengingatnya dan merasa terkejut untuk sesaat. Kemudian, aku menggeleng untuk menolak. "Nggak perlu."Tidak seperti biasanya, Livia tidak mengatakan sesuatu yang sarkastik. Dia mengeluarkan ponselnya dan langsung memesan tiket untuk lima hari kemudian."Aku tahu kamu kesal sama aku. Aku sudah pesan tiketnya. Setelah kamu pulihkan diri beberapa hari lagi, kita akan pergi bulan madu.""Nggak perlu, Livia."Livia menatapku dan aku berkata pelan, "Kamu nggak perlu paksakan diri, juga jangan merasa bersalah. Ini utangku padamu."Kata-kata itu ditujukan untuk Livia, tetapi juga untuk diriku sendiri.Livia menyela dengan tidak sen

  • Kembali ke Masa Lalu dan Melepaskan Cintaku   Bab 4

    "Livia, kamu sudah datang."Namun, Livia memasang ekspresi muram. Dia berjalan menghampiriku dengan mata dipenuhi amarah."Nicholas, cuma karena aku nggak antar kamu pulang dan pergi temani Edward, kamu malah ngadu ke orang tuaku? Kamu tahu nggak? Mereka menelepon dan memarahi Edward! Karena fokusnya terbagi, dia mengalami kecelakaan mobil waktu menyeberang jalan. Sekarang, dia mengalami pendarahan hebat dan hampir mati. Apa kamu sudah puas sekarang?"Aku pun terpaku di tempat.Di kehidupan lampau, Edward juga meninggal akibat pendarahan hebat setelah kecelakaan mobil. Persediaan darah di bank darah tidak cukup sehingga dia tidak berhasil diselamatkan tepat waktu. Jika sebelumnya Livia hanya bersikap sinis dan selalu menyindirku, setelah kejadian ini, dia akan sepenuhnya membenciku. Namun, kecelakaan ini seharusnya terjadi sebulan setelah pernikahan kami. Kenapa sekarang justru terjadi jauh lebih awal?Awalnya, aku masih berpikir bagaimana cara untuk menebus penyesalan ketiga Livia. S

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status