Kemudian, ketika hasilnya keluar, namaku ternyata ada di dalam daftar.Hari itu, aku menemui Livia di cafe dan bertanya, "Kamu yang bantu aku dalam hal ini? Kompensasi apa yang kamu berikan?"Dia menjawab, "Aku cuma berikan sedikit saham. Itu cuma masalah sepele kok. Kamu pantas mendapatkannya."Aku hampir tertawa saking kesalnya. Ini bukan masalah sepele. Sebelum melakukan hal-hal ini, dia seharusnya tidak meminta persetujuan pemegang saham lain.Livia berujar, "Semua itu nggak penting. Yang penting kamu senang. Gimanapun, kamu itu orang yang paling penting bagiku."Orang yang paling penting?Melihatku menatapnya lekat-lekat, telinga Livia agak memerah dan dia berdeham. "Dua hari yang lalu, aku melihatmu menyukai sebuah foto balap mobil. Aku sudah siapkan kejutan untukmu malam ini. Nanti ....""Livia," selaku dengan lembut. Melihat ekspresiku yang aneh, dia segera menjelaskan, "Kamu nggak suka balap mobil? Maaf, aku akan pergi dan mengatur ulang semuanya. Kamu pengen lihat apa, auror
Leer más