Compartilhar

Bab 2 - Merasa Iba

Autor: Sunny Kim
last update Última atualização: 2025-12-03 22:29:11

Setelah punggung tegap Davendra menghilang di balik pintu, Ileana terpaku sejenak menatap ranjang besar yang kini kosong. Aroma maskulin pria itu masih menguar kuat di udara, tetapi Ileana tahu, tempatnya bukan lagi di sini. Dia segera membersihkan diri, membasuh sisa-sisa keintiman mereka, dan bersiap angkat kaki.

Hari ini adalah hari Jumat. Biasanya, saat mereka bercinta di hari Jumat, Ileana akan menginap di kediaman Davendra, berada di dalam pelukan pria itu dan baru kembali ke rumah kontrakannya yang sempit di Minggu sore.

Namun, karena tadi Davendra mengatakan Ileana tidak perlu datang lagi, maka Ileana harus pergi dari sini.

Kediaman mewah Davendra berada dalam sebuah kawasan privat seluas lima hektar. Bangunan utamanya berdiri kokoh di tengah lahan luas yang dikelilingi taman privat.

Dari kediaman Davendra hingga gerbang utama penjagaan hanya bisa ditempuh dengan mobil, buggy car atau sepeda listrik yang digunakan para pelayan di sana. Jika berjalan kaki akan menempuh waktu lima belas menit.

Ileana tidak mungkin menggunakan buggy car itu atau meminjam sepeda listrik milik pelayan, itu sama saja artinya dengan Ileana harus mengembalikannya ke tempat ini. Ileana menggeleng tegas. Ia tidak ingin meninggalkan alasan sekecil apa pun yang memaksanya kembali menginjakkan kaki di tempat ini dan melanggar perintah Davendra. 

Malam ini, udara Kalingra cukup dingin karena diguyur hujan sore tadi. Sambil berjalan hati-hati di setapak, Ileana merapatkan jaket yang melilit tubuhnya.

Karena jalanan licin, Ileana hanya menatap kaki dan jalanan di bawahnya, tetapi dari kejauhan sebuah sorot lampu mobil menyinari sekeliling Ileana dan perlahan mendekatinya.

Mobil itu kemudian berhenti tepat di sebarang jalan Ileana berdiri.

Ileana mengerutkan kening, karena malam hari Ileana tidak bisa mengenali pemilik mobil itu. Ketika kaca pintu pengemudi dibuka, Ileana baru bisa melihat dengan jelas.

Itu Dimas, asisten pribadi Davendra.

“Tunggu di sana,” teriak Dimas, sebelum menutup kembali kaca mobil lalu memutar mobilnya hingga tepat di samping Ileana.

Ileana menunduk untuk melihat Dimas ketika kaca pintu penumpang terbuka. Tidak mengerti mengapa bisa ada Dimas di sini, jadi Ileana masih berdiri di tempatnya.

“Ayo masuk. Aku akan mengantarmu pulang.”

Dimas paham mengapa Ileana masih belum mengerti ucapannya. Jadi, Dimas kembali berkata, “Pak Davendra yang menyuruhku mengantarmu.”

Seperti tersengat listrik ketika mendengar ucapan Dimas, hati Ileana panas. Namun, karena suara guntur yang terdengar keras dan gerimis mulai turun, akhirnya Ileana masuk ke dalam mobil.

Sepanjang perjalanan Ileana hanya menatap jendela, memandang jalanan yang berubah cepat.

Dimas juga tidak mengajak Ileana berbicara. Hanya orang-orang Davendra yang mengetahui kesepakatan antara Davendra dan Ileana, salah satunya adalah Dimas.

Sebenarnya Dimas justru berterima kasih pada Ileana.

Tidak ada yang tahan dengan ritme kerja Davendra. Saat itu, setiap bulan sekretaris Davendra akan berganti. Sampai Ileana muncul.

Hanya Ileana yang bertahan menjadi sekretaris Davendra lebih dari satu bulan. Dimas bahkan tidak menyangka Ileana bisa bertahan lebih dari satu tahun.

Davendra tetap menjadi atasan yang gila kerja. Tidak ada yang berubah, tetapi Ileana mampu bertahan, Dimas cukup salut.

Namun, ketika kesepakatan di antara mereka berjalan. Entah apa yang dilakukan Ileana, tapi Davendra berubah. Dan itu yang sangat disyukuri Dimas.

Sekarang ketika kesepakatan mereka berakhir, Dimas jadi merasa iba untuk Ileana dan Davendra, tetapi ia lebih iba pada dirinya sendiri.

Di persimpangan jalan, Ileana baru bersuara. “Antar aku ke rumah sakit saja.”

Dimas agak panik. “Apa ada yang sakit? Atau kamu merasakan sesuatu?”

Mendengar pertanyaan Dimas, Ileana hanya tersenyum pahit. Ileana tahu maksud ucapan Dimas.

Dalam kesepakatan ini juga Ileana tidak boleh hamil. Jadi, setelah mereka bercinta Ileana akan minum obat pencegah kehamilan.

Ileana tidak akan lupa. Ia sudah minum obat itu tadi sebelum pergi.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menemui ibuku.”

Tanpa sadar Dimas membuang napas lega. Tapi, ia teringat untuk mengantar Ileana tepat ke rumahnya atas perintah Davendra. Perintah Davendra mutlak, meskipun Davendra tidak melihat, tapi Dimas tidak mungkin berbohong.

“Aku harus mengantarmu tepat ke rumahmu.”

Tatapan Ileana sendu pada Dimas. “Sekali ini saja, kamu berbohong untukku. Malam ini aku ingin tidur bersama ibuku.”

Hati Dimas lemah melihat Ileana. Akhirnya Dimas mengangguk dan mengantarkan Ileana ke rumah sakit Universitas.

Di ruang rawat VIP, Anindita terbaring di ranjang. Matanya terpejam. Tidur panjangnya tampak tenang.

Ileana menaruh tasnya di sofa tidur dan menarik sofa tunggal ke samping ranjang ibunya. Duduk di sana, lalu menggenggam tangan hangat ibunya.

Sudah delapan tahun sejak ibunya kecelakaan lalu mengalami koma hingga saat ini.

Air mata jatuh di ujung mata Ileana saat memandang ibunya. Jika bukan karena ayahnya yang berselingkuh, ini semua tidak akan terjadi.

Hati Ileana semakin sesak. Ileana menunduk, lalu bahunya mulai berguncang hebat. Lama kelamaan raung tangisan menggema di ruangan itu hingga siapapun yang mendengarnya bisa merasa pilu.

Pagi harinya, Ileana terbangun ketika cahaya matahari menyinari wajahnya.

Ileana mengangkat kepalanya dari genggaman tangan ibunya.

Semalam karena menangis hebat sampai membuatnya pusing dan tertidur duduk di tempat yang sama.

Tidak lama perawat datang untuk melakukan pengecekan rutin setiap pagi.

Perawat itu tersenyum akrab pada Ileana. Karena telah saling mengenal, Ileana berbincang sebentar lalu pamit untuk membersihkan diri selagi perawat itu melakukan tugasnya.

Perawat telah meninggalkan kamar rawat ketika Ileana selesai membersihkan diri, lantas ia mengambil ponsel di dalam tasnya. Ileana ingin mengecek notifikasi ponselnya, tetapi pesan yang muncul paling atas membuat tatapan matanya menggelap.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 7 - Berani Menamparku

    Sepuluh jari Ileana mencakar punggung lebar Davendra saat gelombang menghantam Ileana. Tubuhnya terangkat untuk memeluk Davendra dan Davendra membalas, membawa Ileana ke dalam pangkuannya.Tubuh mereka bergerak, mengangkat dan menghentak penuh dorongan. Desahan dan erangan menggema di kamar itu, saling tumpang tindih ketika akhirnya mereka mencapai puncak. Setelah keduanya berhenti bergerak, Davendra tetap menahan posisinya, memeluk Ileana dan menaruh kepalanya di pundak wanita itu. Ileana pun tetap melingkarkan kedua tangannya di leher Davendra.Setelah napas Ileana teratur, Ileana juga bisa merasakan deru napas Davendra yang berangsur normal, tapi Davendra tetap tidak bergerak.Khawatir jika Davendra langsung tertidur di pelukannya, Ileana berniat untuk membangunkan Davendra, tapi urung ketika mendengar Davendra berbisik, “Biarkan seperti ini.”Lalu, Ileana bisa merasakan pelukan Davendra mengerat di punggungnya.Sekarang, perasaan Ileana menjadi tidak karuan.Sejak awal mereka berc

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 6 - Penyesalan

    Untuk beberapa waktu keheningan menyelimuti kabin mobil itu.Mobil sudah bergerak sejak tadi, tetapi Davendra tetap diam. Tidak membalas ucapan Ileana sama sekali.Karena Ileana merasa sesak, akhirnya Ileana kembali bertanya tapi nada suaranya kini lebih lembut. “Pak Davendra, jika tidak ada yang ingin dikatakan, tolong turunkan saya di halte bis terdekat.”Davendra tetap diam. Satu tangannya ia angkat untuk mengusap alisnya lalu memejamkan mata. Seolah kejadian hari ini telah memberinya beban yang berat.Ileana akhirnya mengalihkan tatapannya, melihat Davendra karena pria itu tetap tidak memberikan respon sama sekali.Saat melihat Davendra dari samping, fitur wajahnya yang tampan, terbayang mata indah pria itu saat menatapnya lembut di atas ranjang, hidung bangirnya yang bersentuhan dengan wajahnya ketika ia mencium Ileana dengan bergairah, dalam perasaan yang tidak menentu ini, membuat hati Ileana sakit.Ia menyesal membiarkan perasaannya pada Davendra berkembang. Seandainya ia tahu

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 5 - Mulai Berubah

    Miranda adalah orang pertama yang menangkap maksud ucapan Davendra. Senyum tipisnya mengembang, meskipun tadi ia sempat dilanda panik. Namun, melihat tatapan Davendra yang tajam pada Ileana, Miranda yakin Davendra tidak menyukai anak itu. “Maafkan kami, Tuan Davendra,” ujar Miranda lembut. “Anak ini memang tidak kami perhitungkan. Kami akan segera menyelesaikannya.” Miranda menoleh pada Ileana, tatapannya berubah tajam. “Kamu sudah dengar sendiri. Pergilah. Jangan merusak suasana makan malam ini.” Pramudya ikut membenarkan. Tidak ada keraguan sama sekali dari nada suaranya. “Keluar,” katanya singkat, seolah Ileana bukan darah dagingnya sendiri. Ileana menatap mereka bergantian, lalu dengan sadar kembali menatap Davendra. Tetapi, pria itu tidak melihat ke arahnya. Wajah Davendra tetap dingin, rahangnya mengeras, seolah keberadaan Ileana sama sekali tidak penting. Itu sudah cukup. Ileana menarik napas panjang, lalu mengangguk kecil. Sekali lagi menatap mereka dengan sedikit keben

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 4 - Tidak Mengenal

    Ileana sempat tidak memercayai apa yang ia lihat, tetapi ketika pria itu juga menatapnya, udara di sekelilingnya seolah membeku.Namun, tidak ada ekspresi yang terlihat di wajah tampannya. Tatapannya juga tajam pada Ileana. Apa pria itu tadi sempat melihat yang dilakukan Ileana pada Miranda?“Tuan Davendra!” suara Pramudya memecah kesunyian di antara Davendra dan Ileana. “Saya minta maaf atas kegaduhan yang terjadi.” Pramudya menghampiri Davendra lalu menuntun Davendra menuju meja makan yang telah disiapkan. Ada keseganan dalam suara Pramudya. “Saya harap tidak membuat suasana hati Anda jadi berantakan.”Davendra tidak menjawab. Ia melangkah tegak melewati Ileana tanpa menoleh sedikit pun, sikapnya dingin dan asing, seolah keberadaan Ileana sama sekali tidak berarti di hadapan orang-orang di sana.Ileana tertegun, tidak menduga dengan sikap Davendra saat ini.Ada apa dengan pria itu?Ileana hanya bisa menatap punggung tegap yang berbalut jas biru gelap mahal itu menjauh, kemudian dudu

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 3 - Kenyataan Pahit

    [Malam ini akan ada makan malam keluarga. Ada hal yang harus kamu tahu. Datanglah jika kamu tidak ingin tertinggal informasi.]Pesan itu berasal dari Miranda, ibu tiri Ileana.Tangan kanan yang memegang ponsel tanpa sadar menguat dan dadanya panas. Dengan perasaan tidak rela, Ileana mengalihkan pandangan pada ibunya yang masih tertidur nyaman.Seandainya Miranda tidak pernah hadir di hidup ayahnya—Tidak.Seandainya ibunya tidak mencintai ayahnya sedalam itu, ini semua tidak akan pernah terjadi.Delapan tahun lalu, Miranda, sekretaris ayahnya tiba-tiba muncul di depan pintu rumah mereka bersama putrinya yang usianya dua tahun lebih muda dibanding Ileana.Miranda dengan angkuh dan penuh percaya diri berkata bahwa ia juga istri sah Pramudya.Anindita tidak percaya, tetapi kenyataan menghatam lebih kuat daripada itu.Ternyata Pramudya memang telah berselingkuh dan menikah dengan sekretarisnya sendiri selama lebih dari sepuluh tahun.Entah bagaimana bisa ibunya tidak menyadari bahwa ayahn

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 2 - Merasa Iba

    Setelah punggung tegap Davendra menghilang di balik pintu, Ileana terpaku sejenak menatap ranjang besar yang kini kosong. Aroma maskulin pria itu masih menguar kuat di udara, tetapi Ileana tahu, tempatnya bukan lagi di sini. Dia segera membersihkan diri, membasuh sisa-sisa keintiman mereka, dan bersiap angkat kaki.Hari ini adalah hari Jumat. Biasanya, saat mereka bercinta di hari Jumat, Ileana akan menginap di kediaman Davendra, berada di dalam pelukan pria itu dan baru kembali ke rumah kontrakannya yang sempit di Minggu sore.Namun, karena tadi Davendra mengatakan Ileana tidak perlu datang lagi, maka Ileana harus pergi dari sini.Kediaman mewah Davendra berada dalam sebuah kawasan privat seluas lima hektar. Bangunan utamanya berdiri kokoh di tengah lahan luas yang dikelilingi taman privat.Dari kediaman Davendra hingga gerbang utama penjagaan hanya bisa ditempuh dengan mobil, buggy car atau sepeda listrik yang digunakan para pelayan di sana. Jika berjalan kaki akan menempuh waktu li

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status