Mag-log inFakta Kebakaran Perusahaan di Masa Lalu "Karena dia ingin membunuh aku dan pria yang aku cintai. Ia sudah tahu aku anak dari Mama dan Mama pergi melarikan diri menikahi Papa orang Bali. Kamu tahu pria Asia selalu diremehkan oleh Kakek, Kakek memberikan warisan pada anak-anak Mama. Ia tahu semuanya tentangku dan tempat tinggalku bahkan kematian kedua orang tuaku di rancang paman," Jawab Olivia sambil ia meneteskan air matanya kesana rindu akan kedua orang tuanya yang meninggal 15 tahun silam. Olivia hampir terjadi ia menarik David lalu dengan cepat David menarik tubuh Olivia sehingga jatuh k pelukannya. Tapi bibir mereka saling bersentuhan. "Sayang.. aku ingin mengejar cinta kamu." David mencium paksa Olivia. Bibir mereka saling bertemu, air liur mereka tercampur. Tapi Olivia marah lalu ia mengigit lidah David agar tidak dicium lagi. "Rasakan ini! Mengejar cinta apa? Makan ini tamparanku." Olivia saat itu langsung pergi pergi begitu saja. David tersenyum kecil, "Bibir yang
Aku Akan Mengejar Cintamu Olivia "Apakah dulu kau mencintai aku sejak kita terlihat cinta satu malam atau sejak kau bertemu aku di saat aku jatuh cinta pada Emily di umurku yang masih 20 tahun?" tanya David. "Baiklah! Aku akan memberitahu kamu. Dulu kau cinta pertamaku yang aku cintai tapi aku tahu kaj mencintai Emily sahabatku jadi aku memesan perasaan ini padamu. Tapi ketika Emily meninggal rasanya senang, aku sahabat yang jahat tapi tidak tahunya aku dijebak tidur dengan kamu dan terpakasa kau menikahi aku karena aku hamil," jawab Olivia. "Apa? Jadi aku cinta pertama kamu. Lalu bisakah kau memberi kita kesempatan untuk bersama lagi?" "Kesempatan lagi? Dengan apa? Dengan minta maaf? Aku bukan wanita bodoh yang bisa kembali begitu saja setelah semua yang kau lakukan. Stop David! Aku membiarkan kau di sisiku hanya untuk melindungi aku tanpa ada kata cinta atau kesempatan kita kembali bersama," jawab Olivia. David menatap matanya penuh harapan, namun Olivia tidak bergeming.
Syarat Balas Dendam "David. hentikan! Kau ini kenapa begini? Ingat! Kau itu hanya mantan suamiku." Olivia marah ia menampar David, ia hendak mendorong Davit tapi tangannya dikunci oleh pria berbadan kekar ini. "Olivia... bisakah kita kembali bersama? Lihat kau nampak basah. Tubuh kamu menginginkan aku, jelas tidak bisa berbohong." David saat itu langsung membuka resleting celananya dan mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi di sana. Seperti biasanya, ia tidak pernah menyentuh Bella selama ini. Ia menikahi Bella hanya untuk menuruti keinginan Emilly mantan cinta pertamanya yang meninggal. "Jangan David! Aku Tidak ingin bercinta denganmu," teriak wanita cantik ini. David berada di atas tubuhnya... Lalu saat itu Olivia mencoba bertahan, saat milik David yang sudah menegang terlihat besar itu dimasukkan ke dalam bagian intim Olivia. Ia berteriak kencang tapi Olivia mengambil Vas bunga kecil yang ada di sampingnya. Vas bunga itu dipukulkan ke kepala David. "Rasakan ini! Dasar
Terlihat Seksi Tanpa Baju Bella pergi begitu saja, ia kembali pada pria tua baya yang menampungnya. Sekarang yang ia butuhkan hanya uang untuk bertahan hidup. 'Aku sudah tidak peduli sama kamu. Biarkan saja pria tua itu membunuh kalian. Dendamku kalian usir dan kalian remehkan, akan segera terlaksana' Sementara itu, di rumah Olivia, malam semakin larut, dan dia masih duduk termenung di ruang kerjanya, memandangi foto saat ia di Amerika, foto itu foto dirinya bersama Oscar dan kakek mereka. Foto itu mengingatkannya kalau andai Kata neneknya dan kedua orang tuanya masih hidup, mungkin mereka bisa bersama Olivia dulu hanya gadis yatim piatu yang penuh impian. Namun sekarang, setelah kehilangan hampir segalanya ia menemukan keluarga kandungnya yang masih hidup, dia tahu bahwa satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan terus berjuang. Telepon di meja kecil dekat ranjang tidurnya berdering, memecah keheningan malam. Olivia meraih telepon dengan cepat. “Olivia,” suara di seb
Jejak Sang Paman "David, tolong aku! Kenapa kau mengikuti aku?" teriak Olivia yang yang di hadang beberapa orang bertopeng. "Olivia... aku tadi diam-diam mengikuti kamu. Aku curiga ada yang tidak beres. Saat kamu pergi, ada seseorang yang diam-diam mengikuti kamu dengan mobil hitam," jawab David. "Kurang ajar! Berani sekali kau ikut campur. Pergilah! Jika kau ingin selamat," kata satu pria bertopeng yang memegang pistol. David dengan cepat mengeluarkan pistol yang ada di saku celananya. Pistol kecil yang bisa menembak mereka. "Oh... jadi kalian pembunuh bayaran yang dibayar untuk membunuh Olivia. Aku peringatkan kalian! Pergi dari sini atau kalian akan aku bunuh juga," ancam David yang begitu marah. "Sialan! Kau siapa? Bersni sekali mengancam kita." empat orang bertopeng saat itu mengepung David. Tapi mereka salah, David tidak sendiri. Saat itu juga David bersiul pertanda ia memanggil anak buahnya yang bersembunyi di balik pepohonan. "Haha.... kau pikir siapa memerinta
Diburu "Kurang ajar! Matikan layar itu. Aku tidak akan takut dengan siapapun. Olivia, maafkan aku! Mereka pasti musuhnya tapi malah menganggu acara peragaan busanamu," kata David. Saat itu juga David menelepon anak buahnya untuk memperbaiki sistem keamanan internet di tempat tersebut. Sehingga video jarak jauh dan pria bertopeng tidak masuk sesuka hati masuk mengacaukan acara mereka. "Aku sudah menyuruh anak buahku untuk mengatur orang dan memperbaiki sistem keadaan di perusahaan fashion kamu dan di tempat peragaan ini. Kamu akan tenang, aku akan terus menyelidiki semuanya. Olivia... aku tidak kamu menderita lagi," ungkap David. "Terima kasih! Tapi tolong usahakan apa yang kamu katakan itu terbukti. Jangan hanya omong kosong belaka." "Aku tahu itu. Mulai sekarang, aku akan menjaga kamu karena kamu lebih baik di sisiku. Joshua pria yang kamu pilih menjadi suami baru kamu, ia telah tiada. Aku akan menggantikannya menjaga kamu dan aku tidak berharap kamu menerima cintaku, aku h







