Share

Penculikan?

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-08-05 01:25:27

"Bajingan!"

"Apa yang kau lakukan?"

Empat dari lima pria yang sebelumnya mengelilingi Diana adalah yang pertama kali bereaksi atas tindakan Arya. Tidak hanya bereaksi, masing-masing dari mereka juga segera mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke arahnya.

"Ahhh!"

Ketika Evelyn, Aruna, dan para wanita melihat senjata itu, semuanya segera berteriak ketakutan.

Namun, Arya yang sudah tahu dan menebak apa yang sebenarnya terjadi sudah bersiap, dan saat melihat keempat pria itu mengeluarkan sen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Bertolak belakang

    "Entah ini kebetulan atau tidak, aku yakin jika pria ini bukanlah orang biasa! Bahkan aku tidak yakin jika dia lebih rendah daripada status yang selama bertahun-tahun ini aku perjuangkan." Saat mengatakan ini, suara Hans terdengar sangat serius dan berat, seolah-olah dia sangat hati-hati dengan apa yang ia katakan. Mengakibatkan Diana yang sudah mengenalnya cukup lama terkejut dan terdiam untuk waktu yang lama. Tapi kemudian dia mendengus dan kembali berkata, "Cih, bukankah kau hanya ingin mengatakan alasan agar aku tidak menghukumu! Selamat, kau berhasil! Malam ini.. kau bisa tidur di luar rumah sepuasnya!" "Ah, tidak. Sayang aku salah..." Hans tampak putus asa dan mencoba untuk membujuknya. Tapi Diana segera mendengus dan menatapnya dengan jijik. "Hansamu Yama, Hans si penguasa dan pemimpinan dunia bawah yang katanya di takuti semua orang! Dikatakan sebagai raja neraka yang bisa memutuskan hidup dan matinya semua orang, tapi ternyata tidak lebih dari sekedar ini?" Kata Diana jij

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Penculikan?

    "Bajingan!" "Apa yang kau lakukan?" Empat dari lima pria yang sebelumnya mengelilingi Diana adalah yang pertama kali bereaksi atas tindakan Arya. Tidak hanya bereaksi, masing-masing dari mereka juga segera mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke arahnya. "Ahhh!" Ketika Evelyn, Aruna, dan para wanita melihat senjata itu, semuanya segera berteriak ketakutan. Namun, Arya yang sudah tahu dan menebak apa yang sebenarnya terjadi sudah bersiap, dan saat melihat keempat pria itu mengeluarkan senjatanya, sosoknya langsung bergerak cepat, dan menghilang. "Bam" Dengan suara "bam" empat kali berturut-turut, empat sosok yang sebelumnya menodongkan senjata itu segera terlempar dan jatuh ke tanah sambil mengerang dan menjerit kesakitan. "Argh!"Tanganku!" "Kakiku!" "Arrghh!" Kejadian itu hanya berlangsung sesaat, dan sebelum ada yang menyadarinya, semua sudah berakhir. "Ini?" Diana, wanita dengan bayi laki-laki di pelukannya itu tampak terdiam dan terkejut saat melihat semuanya. Mena

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Liburan keluarga

    Di sisi lain. Pukul 8 pagi. Arya yang baru keluar halaman rumahnya bersama Kiara dan Aruna terkejut saat melihat ada beberapa orang sedang menunggunya di sana. Termasuk Thomas dan putrinya, Viona, sebenarnya Arya juga menemukan jika Evelyn dan Karina juga ada di sana, tampak sedang menunggunya. Bahkan Evelyn itu sudah membawa beberapa oleh-oleh termasuk beberapa camilan, seperti makanan ringan, es krim dan beberapa pakaian. Pakaian yang ia kenakan juga terlihat lebih santai, dengan jeans biru dan kaos putih biasa, serta topi besar yang menutupi kepalanya. "Apa yang kalian lakukan pagi-pagi di sini?" Arya tampak terkejut dan tidak bisa untuk tidak bertanya kepada mereka semua. Thomas yang mengetahui sedikit kekuatan dan latar belakangnya segera tersenyum dan menjawab, "Tuah Arya, saya dengar bahwa anda sekeluarga akan pergi ke kebun binatang hari ini. Jadi saya sudah memastikan bahwa meskipun hari ini adalah akhir pekan, kebun binatang kota akan menjadi lebih sepi dan aman untuk k

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Raka Wijaya

    Keesokan paginya, ketika hari masih petang. Suasana di kediaman keluarga Robert Hale tampak terlihat tegang, hening dan khusyuk saat menerima laporan yang Leonard bawa. Entah itu Robert, Thomas, Leonard atau bahkan Ryan, mereka semuanya terdiam dengan apa yang Bramasta ungkapan atas kejadian kemarin malam. Bahkan jika Ryan adalah seorang seniman beladiri, dia tidak bisa untuk tidak berkata, "Menciptakan sebuah ilusi dengan puluhan Monster, dan membunuh manusia biasa atau bahkan seniman beladiri dengan lambaian tangan. Serta menciptakan sebuah bola api yang dapat membakar apapun dalam sekejap. Ini..." Ryan kembali terdiam dengan ekspresi yang sulit untuk dilihat. "Bahkan jika itu adalah seorang Grandmaster, aku yakin dia juga tidak bisa melakukannya!" Tambahan kata-kata Ryan itu kembali membuat seisi ruangan menjadi hening dengan segala jenis pemikiran. Terutama Leonard yang masih tidak kehilangan kengerian dan ketakutan saat melihat apa yang terjadi di tempat kejadian, serta eks

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Kekuatan yang tak masuk akal

    "Glek..." Bahkan jika Leonard adalah seorang tentara, dia tanpa sadar menelan ludahnya dengan susah payah. Dalam ketakutan dan kengerian yang terpancar di kedua matanya, dia juga perlahan menoleh ke arah Arya dengan ketakutan ekstrim yang masih terpampang jelas pada ekspresinya. "Leon?" Ketika Thomas melihatnya dari samping, dia tidak bisa untuk mengerutkan keningnya dan bertanya, "Apa yang terjadi?" Dengan senyum tipis dan jelas-jelas mendengar apa yang sebelumnya Leonard dengar sebelumnya, Arya juga bertanya dengan nada yang entah bercanda atau tidak, "Ada apa? Apakah kau menemukan sesuatu yang tidak seharusnya kau temukan di sini?" "Emh..." Leonard kembali terdiam dan dengan susah payah menelan ludahnya sebelum akhirnya memasang senyum paksa di wajahnya. Dengan ekspresi tersenyum yang lebih jelek daripada monyet, Leonard segera menjawab dengan suara yang sedikit bergetar, "Tidak, tidak... Ini hanya kesalahpahaman belaka! Semuanya baik-baik saja!" "Oh..." Arya tersenyum lucu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Temuan mengejutkan

    Tak ingin lagi berbicara atau bermain-main dengan Danu, Arya yang merasa kecewa dengan seorang seniman beladiri tingkat Gang Qi segera melakukan teknik pencarian jiwa. "Aahhh!" Di awali oleh jeritan Danu yang mulai terdengar, Arya dengan cepat kembali menemukan apa yang terjadi. Termasuk alasannya datang kemari. "Lagi-lagi karena Keluarga Wijaya yang menugaskan Adhiguna serta Danu untuk datang kemari..." Dari semua informasi ini, Arya juga akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya Raka Wijaya yang kali ini secara khusus mengirim Danu untuk menyelesaikan masalahnya. Bahkan dia juga tahu jika Raka ini sedang berada di Surabaya. Beberapa informasi yang sebelumnya terasa membingungkan juga menjadi jelas. Termasuk alasan apa dan kenapa keluarga Wijaya menargetkan keluarganya. Dia juga tahu, kenapa selama ini adik perempuannya, Aruna harus menderita hutang besar yang seharusnya tidak ada. Tapi dia sama sekali tidak mendapatkan kabar dimana dan apa yang terjadi dengan Lana lima tahun lalu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status