LOGINGu Changyuan masih berdiri di tengah hutan.
Baru saja dia menutup panel dan bersiap pergi, ketika layar itu tiba-tiba menyala lagi dengan sendirinya—berkedip hebat di hadapannya. Cahaya merah darah. Gu Changyuan menoleh. Matanya menangkap beberapa baris teks sebelum layar itu padam. [...data tidak ditemukan...] [...mendirikan sekte baru?] Panel menghilang. Gu Changyuan mengerutkan dahi. Dia mengangkat tangan, memanggil panel itu kembali. Layar biru samar muncul. Tampilannya normal, seperti biasanya. Dia menatap layar itu beberapa saat. Matanya menyapu setiap sudut, mencari jejak baris merah tadi. Tidak ada. "Sistem," ujarnya pelan. "Apa arti 'data tidak ditemukan'? Sekte dan muridku—apa yang terjadi pada data mereka?" Tidak ada jawaban. Gu Changyuan menunggu beberapa detik lagi. Panel tetap sunyi. Masalah ini bisa dia urus nanti. Yang lebih penting sekarang, dia harus tahu seberapa kuat posisinya setelah kembali, dan apa saja yang masih bisa diakses dari sistem. "Tampilkan status kultivasiku." [Permintaan diterima.] [Kultivasi: Alam Penyeberangan Kesengsaraan — Lapisan Pertama] [Total Peningkatan Kekuatan: 8.753 Kali] Gu Changyuan menatap angka itu. "Delapan ribu tujuh ratus lima puluh tiga kali? Dari mana angka ini?" [Total peningkatan kekuatan merupakan akumulasi dari seluruh murid terdaftar.] [Murid terdaftar: 30.] [Dikonversi ke satuan Alam Penempaan Tubuh.] Tiga puluh murid. Semuanya masih terdaftar. Gu Changyuan menyipitkan mata. Jika sistem masih mendaftarkan tiga puluh murid, mengapa tadi ada teks merah yang mengatakan data tidak ditemukan, bahkan menanyakan apakah dia ingin mendirikan sekte baru? Mana yang benar. "Tampilkan rinciannya." [Mengakses data murid...] Panel berkedip sekali. [Energi sistem tidak mencukupi. Akses rincian ditangguhkan.] Hanya itu. Tidak ada lagi cahaya merah, tidak ada teks aneh. Seolah yang tadi hanyalah ilusi. Gu Changyuan terdiam beberapa saat. Jari-jarinya mengetuk pelan lengan bajunya—kebiasaan yang muncul ketika dia sedang berpikir. Ada yang tidak beres dengan sistemnya. Entah itu efek samping dari seribu tahun tidak terpakai, atau sesuatu yang lain. Tapi untuk sekarang, memaksakan diri tidak akan menghasilkan apa-apa. Yang jelas, tiga puluh muridnya masih terdaftar. Dan dia harus menemukannya. "Masalahnya, di mana mereka sekarang." Dalam rentang lebih dari seribu tahun, peta wilayah dan peta kekuatan di Alam Sembilan Langit pasti telah berubah drastis. Energi sistemnya kini berada di ambang batas kritis, hingga fungsi navigasi peta tidak dapat diakses. Gu Changyuan menghela napas pendek. "Aku harus mencari seseorang untuk bertanya." Dia sama sekali tidak khawatir ketiga sektenya punah tanpa jejak. Jika mereka berkembang sesuai rencananya, nama sekte-sekte itu pasti sudah mengguncang benua ini. Gu Changyuan melepas topeng besi yang menutupi wajahnya. Dia memejamkan mata, menikmati hembusan angin segar yang sudah lebih dari seribu tahun tak dirasakannya. Namun ketenangan itu tak bertahan lama. Gelombang energi spiritual yang kacau mendadak bergejolak dari arah tenggara, sekitar satu kilometer dari posisinya. Ada pertarungan. Gu Changyuan membuka mata. "Kebetulan sekali." Dalam satu kali sentakan kaki, tubuhnya melesat bak bayangan dan lenyap dari tempatnya. Sesaat kemudian, dia sudah berpijak di atas dahan pohon tua, tiga puluh zhang di atas permukaan tanah. Auranya disembunyikan rapat-rapat. Di sebuah area terbuka, tiga kelompok terlibat pertempuran sengit. Di posisi tengah, dua puluh pengawal membentengi seorang wanita muda bergaun putih dengan pedang hijau di genggamannya. Parasnya cantik, tapi pucat. Yun Qinglan. Di hadapan mereka, sekelompok penjinak monster membawa belasan binatang roh: tiga serigala merah, dua piton bersayap, dan lima elang bermata merah. Enam kultivator berjubah merah memimpin mereka—lambang kepala serigala terukir di dada. Kelompok ketiga terdiri dari belasan kultivator berjubah hitam. Jimat tengkorak tergantung di pinggang mereka, masing-masing menggenggam pedang besar bermotif hantu. Pemimpin mereka seorang lelaki tua bermata satu dengan tongkat tengkorak. Perebutan harta. "Yun Qinglan." Pria kekar berjubah merah melangkah maju. "Aku sudah memperingatkanmu. Jangan salahkan kami. Salahkan dirimu sendiri yang kelewat serakah." Pria itu Serigala Merah, Wakil Ketua Balai Penjinakan Binatang dari Sekte Chixiao. "Hutan Kabut Tersembunyi ini bakal jadi kuburanmu." Yun Qinglan mempererat genggamannya pada gagang pedang. "Kalian berani membegal Keluarga Yun. Ayahku akan membalas perbuatan kalian." Elder Ghost Eye, si tetua bermata satu, tertawa melengking. "Kecuali kalau dia tahu kau mati di sini. Serahkan Sumsum Giok Bintang Surgawi itu sekarang juga." Harta itu didapat Keluarga Yun dengan mengorbankan sumber daya besar. Mereka bahkan membayar informan rahasia demi melacaknya, berniat membantu leluhur mereka menerobos ke Alam Formasi Jiwa. Demi menghindari perhatian fraksi besar, Keluarga Yun hanya mengutus Yun Qinglan—putri sulung yang baru menembus tahap awal Alam Jiwa Baru Lahir—dikawal beberapa prajurit kepercayaan. Sayangnya, kerahasiaan itu bocor ke telinga Elder Ghost Eye. "Sayang sekali." Dia menyeringai kejam. "Kalian terlalu berhati-hati sampai lupa membawa pelindung yang sepadan." Elder Ghost Eye telah tertahan di puncak Alam Jiwa Baru Lahir selama empat puluh tujuh tahun. Batas usianya tersisa kurang dari satu abad. Sumsum Giok Bintang Surgawi adalah satu-satunya tiketnya untuk menembus takdir. "Serahkan hartanya, dan aku akan memberimu kematian yang cepat." Kabut hitam meledak dari tongkat tengkorak itu, menjelma menjadi gelombang angin beracun. Pada saat yang sama, Serigala Merah meniup seruling panggilannya. Tiga serigala merah menerjang maju. "Pertahankan formasi pelindung," seru Yun Qinglan. Para pengawal membentuk kubah cahaya keemasan. Benturan keras menggelegar. Kubah itu retak hebat dihantam serangan gabungan kedua kelompok musuh. Yun Qinglan tahu mereka tidak akan bertahan pada serangan berikutnya. Dengan nekat, dia menggigit ujung jarinya dan menyegel jalan darahnya sendiri—menjalankan teknik rahasia terlarang untuk menaikkan kultivasinya secara instan. Efek sampingnya parah: kultivasinya akan anjlok tiga tahun dan fondasi spiritualnya berisiko hancur. Namun dia tak punya pilihan lain. Tepat sebelum teknik itu terpicu penuh, sebuah langkah ringan mendarat di puncak kubah keemasan yang retak. Semua orang membeku. Gu Changyuan berdiri dengan kedua tangan bertaut santai di belakang punggung. Jubah hitamnya melambai pelan. Elder Ghost Eye menatap sosok asing itu dengan kewaspadaan penuh. "Siapa kau? Jangan campuri urusan—" Gu Changyuan melirik dingin ke arah musuh di bawahnya. "Berlutut." Suara itu pelan, tanpa nada ancaman. Namun saat kata itu terucap, gravitasi di sekitar hutan seolah dilipatgandakan. Tanah bergetar hebat hingga ambles beberapa jengkal. Seluruh kultivator Sekte Chixiao, para pembegal jubah hitam, hingga binatang-binatang roh raksasa seketika terhempas dan terpasak menghantam tanah. Elder Ghost Eye mencoba meraung dan mengerahkan seluruh kultivasinya. Namun kekuatan yang dia miliki tak sebanding dengan Gu Changyuan. Tak lama, tongkat tengkorak kebanggaannya hancur berkeping-keping. Kedua lututnya menghantam tanah hingga amblas membentuk kawah kecil. "Argh. Bedebah. Beraninya kau." Gu Changyuan melayang perlahan turun, menapak tanpa suara. Sadar dirinya sudah ada di ambang kematian, Elder Ghost Eye menengadah dengan pupil mata bergetar akibat rasa takut. "Tunggu. Ampun—" Begitu kata itu terucap, tubuhnya meledak begitu saja. Berturut-turut, para kultivator pembegal dan binatang roh di sekelilingnya meletup satu per satu, berubah menjadi gumpalan darah. Dalam waktu kurang dari lima detik, puluhan musuh musnah tanpa sisa. Puluhan cincin dan kantong penyimpanan melayang, menghilang ke dalam jubah Gu Changyuan. Setelah membersihkan barang rampasan, Gu Changyuan membalikkan badan dan menatap Yun Qinglan. Gadis itu masih berdiri kaku di balik kubah pelindung, menatap sosok di hadapannya dengan ekspresi bingung dan takut. "Tenanglah," ucap Gu Changyuan datar. "Aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu." Dia berdiri di sana, menatap gadis muda yang masih gemetar. Pikirannya melayang jauh—bukan ke pertarungan yang baru saja usai, dan para musuh yang baru saja dia hancurkan. Satu pertanyaan yang selama seribu tahun ini dia simpan sendiri, tanpa pernah bisa dia tanyakan pada siapa pun. Dia menatap Yun Qinglan. "Kau," suaranya pelan, hampir berbisik. "Pernahkah kau mendengar nama... Sekte Tianren?" ---Saat ini, di kediaman besar keluarga Meng, suasana di aula utama tampak tenang.Di kursi kehormatan duduk kepala keluarga Meng, Meng Canglan. Pria itu tampak berusia sekitar lima puluh tahun, dengan wajah persegi, janggut pendek, dan jubah brokat biru tua. Auranya tenang, menunjukkan bahwa ia telah mencapai tahap awal Alam Integrasi Tubuh. Namun, di balik senyum terukurnya, terselip sedikit kewaspadaan.Di kursi tamu utama duduk seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun. Ia mengenakan gaun kuning pucat dengan sulaman awan dan bangau di bagian bawahnya. Wajahnya cantik, tetapi sikapnya membawa keangkuhan khas seseorang yang lahir dari klan besar.Namanya Su Wanqing, Nona Keempat keluarga Su.Meskipun kultivasinya baru berada di puncak Alam Inti Emas, seluruh anggota keluarga Meng yang hadir memperlakukannya dengan penuh hormat. Bahkan Meng Canglan sendiri menunjukkan sedikit sikap merendah.Alasannya sederhana. Keluarga Su merupakan salah satu kekuatan besar di bagian timur Benua
Energi tiga persen.Angka itu masih berputar di kepala Gu Changyuan ketika kapal abadi melaju meninggalkan Kota Nanhua. Dia duduk di kursinya, menatap panel status yang redup di hadapannya.Dia mencoba memanggil fungsi navigasi sekali lagi.Tidak ada respons."Setidaknya tunjukkan peta wilayah," perintahnya.Panel itu bergetar pelan, lalu menampilkan garis-garis samar yang tidak lengkap. Sebagian besar wilayah kosong. Hanya beberapa titik yang masih terbaca.[Data peta tidak lengkap.][Energi tidak cukup untuk memuat wilayah penuh.]Gu Changyuan menutup panel itu.Sistemnya tidak bisa diandalkan untuk hal-hal besar sekarang. Tapi setidaknya, dia masih punya ingatannya sendiri. Seribu seratus tahun bukan waktu yang singkat, tapi dia tidak pernah melupakan tiga puluh nama. Tidak satu pun.Dia mengangkat tangannya. Sebuah gulungan kecil muncul di telapaknya. Kertasnya sudah tua, ujungnya sedikit terkikis, tapi tulisannya masih jelas.Dia membukanya perlahan.Di dalamnya, daftar nama. Tig
Di Kota Nanhua, seorang kultivator yang telah mencapai puncak Alam Jiwa Baru Lahir sudah cukup kuat untuk menguasai sebagian besar wilayah. Keluarga Yun sendiri mampu mempertahankan kedudukannya karena memiliki beberapa ahli pada tingkat tersebut.Namun, keadaan akan berubah begitu seseorang meninggalkan wilayah Kota Nanhua. Di daerah yang lebih tinggi, kultivator Alam Formasi Jiwa bukan lagi keberadaan langka.Gu Changyuan mendengarkan penjelasan itu tanpa merasa kecewa. Dia memang tidak berharap keluarga yang berada di Kota Nanhua mengetahui jalan menuju Tanah Suci Tianren yang sangat jauh.Melihat ekspresi Gu Changyuan yang tetap tenang, Yun Tian merasa sedikit lega. Namun, sebelum dia sempat menjawab, Yun Shan, sang leluhur, perlahan mengangkat tangan. Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan sebuah token giok dengan cahaya biru samar."Senior, meskipun keluarga Yun belum pernah pergi ke Tanah Suci Tianren, leluhur kami dahulu pernah berhubungan dengan beberapa pedagang kelili
Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Keluarga Yun, pikiran Gu Changyuan masih tertuju pada kertas tua di papan pengumuman itu.Siapa yang menulisnya. Sejak kapan. Dan kenapa.Larut dalam lamunan, tanpa sadar mereka sudah sampai.Kediaman Keluarga Yun berada di distrik timur Kota Nanhua. Kompleks seluas lebih dari seratus hektare itu dipenuhi paviliun dan bangunan tertata rapi. Di kota ini, keluarga Yun termasuk keluarga terpandang.Namun hari itu, suasana jauh dari tenang.Di Aula Awan Biru, para tokoh penting keluarga Yun telah berkumpul. Yun Shan, leluhur keluarga, duduk di kursi utama dengan wajah pucat. Auranya jauh lebih lemah dibandingkan kultivator biasa di puncak Alam Jiwa Baru Lahir.Selama delapan puluh tahun, Yun Shan tidak mampu menembus kemacetan itu. Usianya pun hampir mencapai batas.Lima tetua keluarga duduk di kedua sisi aula. Tidak ada yang berbicara banyak. Semua sedang menunggu kabar dari Yun Qinglan."Jika perjalanan lancar, seharusnya Qinglan sudah hampir samp
"Ehm." Gu Changyuan berdeham ketika melihat Yun Qinglan terdiam cukup lama.Gadis itu tersentak. Ia baru tersadar dari kebingungannya setelah menoleh ke sekeliling dan menyadari seluruh musuh mereka telah lenyap tanpa sisa.Sambil menekan luka di perut bagian bawah, Yun Qinglan membungkukkan badan hingga sembilan puluh derajat. "Senior, terima kasih atas bantuanmu. Keluarga Yun tidak akan pernah melupakan budi besar ini."Gu Changyuan hanya meliriknya sekilas. "Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak bertindak tanpa alasan."Tubuh Yun Qinglan seketika menegang.Kekuatan pria di hadapannya ini benar-benar tidak masuk akal. Elder Ghost Eye dan belasan ahli lainnya musnah hanya karena satu patah kata. Jika Senior ini menginginkan sesuatu yang melampaui kemampuan Keluarga Yun, mereka tidak akan punya pilihan.Yun Qinglan menarik napas dalam, berusaha menenangkan jantungnya yang berpacu cepat. "Boleh... bolehkah Junior tahu apa yang Senior inginkan dari kami?"Melihat raut cemas di wajah g
Gu Changyuan masih berdiri di tengah hutan.Baru saja dia menutup panel dan bersiap pergi, ketika layar itu tiba-tiba menyala lagi dengan sendirinya—berkedip hebat di hadapannya.Cahaya merah darah.Gu Changyuan menoleh. Matanya menangkap beberapa baris teks sebelum layar itu padam.[...data tidak ditemukan...][...mendirikan sekte baru?]Panel menghilang.Gu Changyuan mengerutkan dahi. Dia mengangkat tangan, memanggil panel itu kembali.Layar biru samar muncul. Tampilannya normal, seperti biasanya.Dia menatap layar itu beberapa saat. Matanya menyapu setiap sudut, mencari jejak baris merah tadi.Tidak ada."Sistem," ujarnya pelan. "Apa arti 'data tidak ditemukan'? Sekte dan muridku—apa yang terjadi pada data mereka?"Tidak ada jawaban.Gu Changyuan menunggu beberapa detik lagi. Panel tetap sunyi.Masalah ini bisa dia urus nanti. Yang lebih penting sekarang, dia harus tahu seberapa kuat posisinya setelah kembali, dan apa saja yang masih bisa diakses dari sistem."Tampilkan status kult







