Share

Bab 03

Author: BabaJoe
last update publish date: 2026-09-25 00:20:59

"Ehm." Gu Changyuan berdeham ketika melihat Yun Qinglan terdiam cukup lama.

Gadis itu tersentak. Ia baru tersadar dari kebingungannya setelah menoleh ke sekeliling dan menyadari seluruh musuh mereka telah lenyap tanpa sisa.

Sambil menekan luka di perut bagian bawah, Yun Qinglan membungkukkan badan hingga sembilan puluh derajat. "Senior, terima kasih atas bantuanmu. Keluarga Yun tidak akan pernah melupakan budi besar ini."

Gu Changyuan hanya meliriknya sekilas. "Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak bertindak tanpa alasan."

Tubuh Yun Qinglan seketika menegang.

Kekuatan pria di hadapannya ini benar-benar tidak masuk akal. Elder Ghost Eye dan belasan ahli lainnya musnah hanya karena satu patah kata.

Jika Senior ini menginginkan sesuatu yang melampaui kemampuan Keluarga Yun, mereka tidak akan punya pilihan.

Yun Qinglan menarik napas dalam, berusaha menenangkan jantungnya yang berpacu cepat. "Boleh... bolehkah Junior tahu apa yang Senior inginkan dari kami?"

Melihat raut cemas di wajah gadis itu, Gu Changyuan menyahut datar, "Kau tidak perlu khawatir. Aku tidak berminat pada Sumsum Giok Bintang Surgawi milikmu."

Dia mengangkat tangan kanannya.

Udara di atas telapak tangannya bergetar pelan, lalu dipenuhi gumpalan benda putih bening yang berkilauan.

Ratusan Sumsum Giok Bintang Surgawi melayang di sana, memancarkan gelombang energi spiritual murni yang puluhan kali lebih pekat ketimbang milik Keluarga Yun.

Yun Qinglan membeku. Matanya melebar.

Harta yang diperjuangkan keluarganya hingga mengorbankan begitu banyak sumber daya—bahkan hampir menumpahkan darah—ternyata dipunyai pria ini dalam jumlah ratusan. Kualitasnya pun jauh melampaui barang bawaannya.

Gu Changyuan menjentikkan jari. Ratusan batu giok itu menghilang, kembali tersimpan di dalam ruang dimensinya.

Bagi seorang kultivator yang bertahan hidup lebih dari seribu tahun di Reruntuhan Kekacauan, barang semacam itu tidak lebih dari bongkahan batu biasa.

"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu," ujar Gu Changyuan, langsung ke inti. "Apakah kau pernah mendengar nama Sekte Tianren?"

Yun Qinglan tertegun. "Sekte Tianren?"

Dia memeras otak, mengingat seluruh peta kekuatan yang pernah dipelajarinya. Dengan tingkat kesaktian Senior di depannya, sekte yang dicari pasti fraksi papan atas.

Namun setelah beberapa saat, Yun Qinglan menggeleng pelan. "Maafkan saya, Senior. Junior belum pernah mendengar ada organisasi bernama Sekte Tianren."

Kening Gu Changyuan sedikit berkerut.

Melihat respons itu, Yun Qinglan tergesa menambahkan, "Namun... ada sebuah organisasi besar bernama Tanah Suci Tianren."

Gu Changyuan mengangkat alis. "Tanah Suci Tianren?"

"Benar." Yun Qinglan memelankan suaranya, makin hati-hati. "Tanah Suci Tianren adalah salah satu penguasa tertinggi di dunia fana saat ini. Mereka menguasai seluruh Wilayah Barat Benua Timur dan menaungi banyak ahli tingkat tinggi. Bahkan raksasa dari Benua Tengah pun tidak berani memprovokasi mereka secara sembarangan."

Pikiran Gu Changyuan berputar.

Wilayah Barat Benua Timur.

Dulu, Sekte Tianren yang didirikannya memang berpusat di wilayah itu.

Mungkinkah sekte kecil yang kutinggalkan kini telah berevolusi menjadi sebuah Tanah Suci?

Yun Qinglan melengkapi, "Saat ini kita berada di Wilayah Selatan Benua Selatan, sedangkan Tanah Suci Tianren terletak sangat jauh di Benua Timur. Junior tidak mengetahui rute spesifiknya, tetapi jika Senior berkenan, para tetua di kediaman saya pasti bisa menunjukkan peta jalurnya secara detail."

"Tidak masalah." Gu Changyuan tidak terburu-buru. Setelah terisolasi ribuan tahun, menunggu beberapa hari bukanlah hal besar.

Yun Qinglan kembali memberi hormat. "Kalau begitu, izinkan saya mengawal Senior menuju kediaman Keluarga Yun di Kota Nanhua."

Gu Changyuan mengangguk pelan.

Yun Qinglan mengangkat tangan, mengeluarkan sebuah perahu kecil berwarna hijau giok dari kantong penyimpanannya.

Begitu dialiri energi spiritual, perahu itu meluas hingga berukuran sepuluh meter. Sepasang sayap spiritual berwarna biru berkembang di lambungnya, dilindungi susunan jimat pelindung sederhana.

"Ini kendaraan terbang milik saya," kata Yun Qinglan. "Dengan ini, kita bisa sampai di Kota Nanhua dalam setengah jam."

Gu Changyuan menatap perahu itu sejenak.

Bukan karena perahu itu buruk. Hanya saja, setelah lebih dari seribu tahun menggunakan benteng perang raksasa di Reruntuhan Kekacauan, seleranya sudah tidak sama.

"Gunakan milikku saja."

Gu Changyuan menjentikkan ibu jari dan jari tengahnya.

Langit di atas Hutan Kabut Tersembunyi mendadak terbelah. Sebuah bahtera raksasa berwarna hitam pekat keluar menembus lipatan ruang.

Ukurannya mencapai ratusan meter dengan ukiran rune emas kuno yang memancarkan aura murni.

Dibandingkan bahtera perang milik Gu Changyuan, perahu giok milik Yun Qinglan tak ubahnya mainan kayu kecil.

Yun Qinglan beserta para pengawalnya mendongak dengan mulut ternganga.

Tanpa membuang waktu, Gu Changyuan mengibaskan tangan. Gelombang energi spiritual membungkus tubuh Yun Qinglan dan para pengawalnya, memindahkan mereka semua ke atas geladak.

Begitu Yun Qinglan menunjukkan koordinat arah menuju Kota Nanhua, bahtera raksasa itu melesat membelah awan.

Kecepatannya di luar nalar. Perjalanan yang seharusnya setengah jam terangkas menjadi kurang dari sepuluh menit.

Sepanjang perjalanan, panel status di sudut kesadarannya sesekali berkedip merah. Gu Changyuan mengabaikannya.

Tak lama kemudian, benteng Kota Nanhua dengan tembok setinggi puluhan meter sudah terlihat di depan mata.

Ketika bahtera raksasa hitam itu mulai menurunkan ketinggian dan menutupi sebagian cahaya matahari di atas kota, suasana di gerbang utama seketika gempar.

Menurut regulasi Kota Nanhua, setiap artefak terbang yang masuk wajib melapor dan diperiksa prajurit penjaga. Menerobos tanpa izin secara teori akan mengaktifkan Array Pertahanan Kota.

"Benda apa itu?"

Para prajurit mendongak. Melihat megahnya bahtera hitam yang memancarkan tekanan begitu kuat, tidak satu pun berani mengangkat senjata.

Mereka tahu betul bahwa sosok yang mengendarai bahtera semacam ini sanggup meratakan seluruh Kota Nanhua hanya dalam sekejap.

Tanpa berdiskusi panjang, para prajurit gerbang secara kompak melangkah mundur, membiarkan bahtera raksasa itu melaju mulus melintasi wilayah udara Kota Nanhua tanpa hambatan.

Di atas geladak, Gu Changyuan berdiri memandang kota yang membentang di bawahnya.

Seribu seratus tahun lalu, dia tidak pernah menginjak tempat ini. Mungkin kota ini bahkan belum ada saat itu. Atau mungkin sudah—tapi bukan bagian dari dunia yang dia kenal.

Dia menatap bangunan yang berbaris rapi, jalan-jalan yang dipenuhi manusia, dan menara yang menjulang di kejauhan.

Tidak ada satu pun yang dia kenali.

Selama lebih dari seribu tahun di Reruntuhan Kekacauan, dia sering membayangkan momen ini. Momen ketika dia akhirnya kembali.

Namun yang dia lihat sekarang hanyalah dunia yang bergerak tanpa dirinya.

Bahtera perang perlahan mendarat di area terbuka dekat gerbang kota. Ketika Gu Changyuan dan Yun Qinglan turun, para prajurit gerbang segera mundur memberi jalan. Tidak ada yang berani bertanya.

Gu Changyuan melangkah melewati gerbang tanpa memperhatikan sekelilingnya. Namun sebelum dia melangkah jauh, matanya menangkap sesuatu.

Sebuah papan pengumuman besar di sisi gerbang. Sebagian besar isinya tentang pajak, peraturan, dan pengumuman resmi dari Istana Penguasa Kota.

Dia hampir mengabaikannya.

Namun di sudut paling bawah, ada selembar kertas tua. Sudut-sudutnya sudah pudar. Tulisan tangannya sederhana, bukan cetakan resmi.

"Dicari: Informasi tentang Sekte Tianren."

Gu Changyuan berhenti.

Langkahnya yang tadinya santai mendadak kaku. Matanya tertuju pada kertas itu, membaca ulang setiap kata.

Kertasnya sudah tua, tepinya pudar. Tapi tulisan itu jelas.

Bukan Tanah Suci Tianren.

Sekte Tianren. Nama yang dia berikan sendiri, lebih dari seribu tahun yang lalu. Nama yang seharusnya sudah lama tergantikan, terlupakan, digantikan oleh gelar "Tanah Suci" yang megah itu.

Tapi seseorang masih menulisnya. Dengan nama yang lama.

"Senior...?" Suara Yun Qinglan terdengar ragu di belakangnya.

Gu Changyuan tidak menjawab. Tangan kanannya yang ada di balik punggung mengepal perlahan.

Siapa?  

---

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 07

    Saat ini, di kediaman besar keluarga Meng, suasana di aula utama tampak tenang.Di kursi kehormatan duduk kepala keluarga Meng, Meng Canglan. Pria itu tampak berusia sekitar lima puluh tahun, dengan wajah persegi, janggut pendek, dan jubah brokat biru tua. Auranya tenang, menunjukkan bahwa ia telah mencapai tahap awal Alam Integrasi Tubuh. Namun, di balik senyum terukurnya, terselip sedikit kewaspadaan.Di kursi tamu utama duduk seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun. Ia mengenakan gaun kuning pucat dengan sulaman awan dan bangau di bagian bawahnya. Wajahnya cantik, tetapi sikapnya membawa keangkuhan khas seseorang yang lahir dari klan besar.Namanya Su Wanqing, Nona Keempat keluarga Su.Meskipun kultivasinya baru berada di puncak Alam Inti Emas, seluruh anggota keluarga Meng yang hadir memperlakukannya dengan penuh hormat. Bahkan Meng Canglan sendiri menunjukkan sedikit sikap merendah.Alasannya sederhana. Keluarga Su merupakan salah satu kekuatan besar di bagian timur Benua

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 06

    Energi tiga persen.Angka itu masih berputar di kepala Gu Changyuan ketika kapal abadi melaju meninggalkan Kota Nanhua. Dia duduk di kursinya, menatap panel status yang redup di hadapannya.Dia mencoba memanggil fungsi navigasi sekali lagi.Tidak ada respons."Setidaknya tunjukkan peta wilayah," perintahnya.Panel itu bergetar pelan, lalu menampilkan garis-garis samar yang tidak lengkap. Sebagian besar wilayah kosong. Hanya beberapa titik yang masih terbaca.[Data peta tidak lengkap.][Energi tidak cukup untuk memuat wilayah penuh.]Gu Changyuan menutup panel itu.Sistemnya tidak bisa diandalkan untuk hal-hal besar sekarang. Tapi setidaknya, dia masih punya ingatannya sendiri. Seribu seratus tahun bukan waktu yang singkat, tapi dia tidak pernah melupakan tiga puluh nama. Tidak satu pun.Dia mengangkat tangannya. Sebuah gulungan kecil muncul di telapaknya. Kertasnya sudah tua, ujungnya sedikit terkikis, tapi tulisannya masih jelas.Dia membukanya perlahan.Di dalamnya, daftar nama. Tig

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 5

    Di Kota Nanhua, seorang kultivator yang telah mencapai puncak Alam Jiwa Baru Lahir sudah cukup kuat untuk menguasai sebagian besar wilayah. Keluarga Yun sendiri mampu mempertahankan kedudukannya karena memiliki beberapa ahli pada tingkat tersebut.Namun, keadaan akan berubah begitu seseorang meninggalkan wilayah Kota Nanhua. Di daerah yang lebih tinggi, kultivator Alam Formasi Jiwa bukan lagi keberadaan langka.Gu Changyuan mendengarkan penjelasan itu tanpa merasa kecewa. Dia memang tidak berharap keluarga yang berada di Kota Nanhua mengetahui jalan menuju Tanah Suci Tianren yang sangat jauh.Melihat ekspresi Gu Changyuan yang tetap tenang, Yun Tian merasa sedikit lega. Namun, sebelum dia sempat menjawab, Yun Shan, sang leluhur, perlahan mengangkat tangan. Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan sebuah token giok dengan cahaya biru samar."Senior, meskipun keluarga Yun belum pernah pergi ke Tanah Suci Tianren, leluhur kami dahulu pernah berhubungan dengan beberapa pedagang kelili

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 04

    Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Keluarga Yun, pikiran Gu Changyuan masih tertuju pada kertas tua di papan pengumuman itu.Siapa yang menulisnya. Sejak kapan. Dan kenapa.Larut dalam lamunan, tanpa sadar mereka sudah sampai.Kediaman Keluarga Yun berada di distrik timur Kota Nanhua. Kompleks seluas lebih dari seratus hektare itu dipenuhi paviliun dan bangunan tertata rapi. Di kota ini, keluarga Yun termasuk keluarga terpandang.Namun hari itu, suasana jauh dari tenang.Di Aula Awan Biru, para tokoh penting keluarga Yun telah berkumpul. Yun Shan, leluhur keluarga, duduk di kursi utama dengan wajah pucat. Auranya jauh lebih lemah dibandingkan kultivator biasa di puncak Alam Jiwa Baru Lahir.Selama delapan puluh tahun, Yun Shan tidak mampu menembus kemacetan itu. Usianya pun hampir mencapai batas.Lima tetua keluarga duduk di kedua sisi aula. Tidak ada yang berbicara banyak. Semua sedang menunggu kabar dari Yun Qinglan."Jika perjalanan lancar, seharusnya Qinglan sudah hampir samp

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 03

    "Ehm." Gu Changyuan berdeham ketika melihat Yun Qinglan terdiam cukup lama.Gadis itu tersentak. Ia baru tersadar dari kebingungannya setelah menoleh ke sekeliling dan menyadari seluruh musuh mereka telah lenyap tanpa sisa.Sambil menekan luka di perut bagian bawah, Yun Qinglan membungkukkan badan hingga sembilan puluh derajat. "Senior, terima kasih atas bantuanmu. Keluarga Yun tidak akan pernah melupakan budi besar ini."Gu Changyuan hanya meliriknya sekilas. "Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak bertindak tanpa alasan."Tubuh Yun Qinglan seketika menegang.Kekuatan pria di hadapannya ini benar-benar tidak masuk akal. Elder Ghost Eye dan belasan ahli lainnya musnah hanya karena satu patah kata. Jika Senior ini menginginkan sesuatu yang melampaui kemampuan Keluarga Yun, mereka tidak akan punya pilihan.Yun Qinglan menarik napas dalam, berusaha menenangkan jantungnya yang berpacu cepat. "Boleh... bolehkah Junior tahu apa yang Senior inginkan dari kami?"Melihat raut cemas di wajah g

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 02

    Gu Changyuan masih berdiri di tengah hutan.Baru saja dia menutup panel dan bersiap pergi, ketika layar itu tiba-tiba menyala lagi dengan sendirinya—berkedip hebat di hadapannya.Cahaya merah darah.Gu Changyuan menoleh. Matanya menangkap beberapa baris teks sebelum layar itu padam.[...data tidak ditemukan...][...mendirikan sekte baru?]Panel menghilang.Gu Changyuan mengerutkan dahi. Dia mengangkat tangan, memanggil panel itu kembali.Layar biru samar muncul. Tampilannya normal, seperti biasanya.Dia menatap layar itu beberapa saat. Matanya menyapu setiap sudut, mencari jejak baris merah tadi.Tidak ada."Sistem," ujarnya pelan. "Apa arti 'data tidak ditemukan'? Sekte dan muridku—apa yang terjadi pada data mereka?"Tidak ada jawaban.Gu Changyuan menunggu beberapa detik lagi. Panel tetap sunyi.Masalah ini bisa dia urus nanti. Yang lebih penting sekarang, dia harus tahu seberapa kuat posisinya setelah kembali, dan apa saja yang masih bisa diakses dari sistem."Tampilkan status kult

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status