Share

Bab 04

Author: BabaJoe
last update publish date: 2026-09-25 00:22:08

Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Keluarga Yun, pikiran Gu Changyuan masih tertuju pada kertas tua di papan pengumuman itu.

Siapa yang menulisnya. Sejak kapan. Dan kenapa.

Larut dalam lamunan, tanpa sadar mereka sudah sampai.

Kediaman Keluarga Yun berada di distrik timur Kota Nanhua. Kompleks seluas lebih dari seratus hektare itu dipenuhi paviliun dan bangunan tertata rapi. Di kota ini, keluarga Yun termasuk keluarga terpandang.

Namun hari itu, suasana jauh dari tenang.

Di Aula Awan Biru, para tokoh penting keluarga Yun telah berkumpul. Yun Shan, leluhur keluarga, duduk di kursi utama dengan wajah pucat. Auranya jauh lebih lemah dibandingkan kultivator biasa di puncak Alam Jiwa Baru Lahir.

Selama delapan puluh tahun, Yun Shan tidak mampu menembus kemacetan itu. Usianya pun hampir mencapai batas.

Lima tetua keluarga duduk di kedua sisi aula. Tidak ada yang berbicara banyak. Semua sedang menunggu kabar dari Yun Qinglan.

"Jika perjalanan lancar, seharusnya Qinglan sudah hampir sampai," ujar Tetua Kedua, Yun He.

Yun Hai, Tetua Ketiga, menghela napas. "Aku justru khawatir perjalanan itu tidak berjalan seperti yang kita harapkan."

Suasana kembali sunyi.

Sumsum Giok Bintang Surgawi bukan harta biasa. Satu potong saja cukup membantu Yun Shan menerobos ke Alam Formasi Jiwa. Jika leluhur berhasil menembus, keluarga Yun dapat mempertahankan kemakmuran selama ratusan tahun.

Tetapi semakin besar nilainya, semakin besar bahayanya.

Selama beberapa tahun terakhir, pergerakan keluarga Yun diam-diam diawasi. Karena itu mereka memilih rute rahasia: mengirim Yun Qinglan dengan dua puluh pengawal elit, menggunakan artefak penyamaran aura, menghindari tempat-tempat yang diawasi.

"Qinglan memang baru berada di tahap awal Alam Jiwa Baru Lahir," kata Kepala Keluarga Yun Tian, berusaha menenangkan. "Tapi dia tenang mengambil keputusan. Aku juga sudah memberinya tiga Jimat Pelarian Penembus Kekosongan dan sebuah Liontin Giok Pelindung."

Meski terdengar tenang, kedua tangannya masih mencengkeram sandaran kursi.

Yun Qinglan adalah putrinya sekaligus murid paling menonjol dari generasi muda. Wajar jika dia sulit benar-benar tenang.

Belum sempat Yun Tian melanjutkan, suara gaduh terdengar dari luar.

Kemudian, cahaya di dalam aula mendadak meredup.

Semua orang mengangkat kepala. Bukan awan yang menutupi matahari, melainkan bayangan raksasa yang jatuh ke seluruh kediaman.

Para tetua segera keluar.

Begitu melihat ke langit, langkah mereka terhenti.

Sebuah bahtera raksasa berwarna hitam pekat menggantung tepat di atas kediaman keluarga Yun. Ukurannya tak masuk akal—hampir seluruh langit di atas kompleks tertutup.

Lambung hitamnya memancarkan tekanan mengerikan yang membuat banyak anggota keluarga kesulitan bernapas.

Untungnya, tekanan itu tidak disertai niat membunuh.

Beberapa saat kemudian, seberkas cahaya biru turun dari bahtera dan mendarat di tanah kosong di depan aula.

Cahaya menghilang, menampilkan Yun Qinglan bersama belasan pengawal yang tersisa.

"Qinglan!"

Kegembiraan langsung terlihat di wajah para petinggi. Mereka hendak menyambut, tetapi langkah tertahan begitu melihat seseorang berjalan keluar dari belakangnya.

Seorang pria muda berpakaian hitam. Auranya begitu tenang hingga sulit bagi mereka untuk menilai kekuatannya.

Gu Changyuan.

Yun Qinglan tidak membiarkan mereka menebak terlalu lama. Setelah memberi salam, dia menceritakan seluruh kejadian di Hutan Kabut Tersembunyi—penyergapan, Sekte Chixiao dan Lembah Raja Binatang yang mengepung, hingga pengakuan bahwa makelar menjual informasi kepada dua pihak.

Wajah para petinggi keluarga Yun berubah tegang.

Namun setelah itu, perhatian mereka kembali tertuju kepada Gu Changyuan. Bagaimanapun, pemuda itulah yang menyelamatkan Yun Qinglan dan rombongannya.

Yun Tian maju beberapa langkah lalu membungkuk dalam-dalam.

"Senior, jika bukan karena bantuan Anda, Qinglan mungkin sudah mengalami musibah. Sumsum Giok Bintang Surgawi juga pasti telah dirampas. Keluarga Yun tidak akan melupakan pertolongan ini."

Para tetua lainnya ikut memberi hormat.

"Senior, silakan masuk. Izinkan keluarga Yun menjamu Anda."

Gu Changyuan tidak menolak dan mengikuti mereka masuk ke Aula Awan Biru.

Di dalam, jamuan dihidangkan. Setelah semua orang duduk, Yun Qinglan segera mengangkat persoalan yang menjadi tujuan perjalanan Gu Changyuan.

"Ayah, para tetua. Senior ingin pergi ke Tanah Suci Tianren di Wilayah Barat Benua Timur. Aku hanya mengetahui nama dan arah umumnya, tetapi rute lengkapnya tidak kuketahui. Bisakah kalian membantu menunjukkan jalannya?"

Begitu nama Tanah Suci Tianren disebut, suasana di meja kembali hening.

Yun Tian menghela napas dan tersenyum pahit.

"Beginilah, Senior. Terus terang, keluarga Yun tidak mengetahui rute menuju Tanah Suci Tianren. Bahkan pengetahuan kami tentang dunia luar sangat terbatas pada wilayah Kota Nanhua ini."

Gu Changyuan tidak menjawab.

Di dalam kepalanya, dia mencoba mengaktifkan fungsi pencarian murid. Jika sistem masih bisa melacak tiga puluh murid yang terdaftar, setidaknya dia tahu arah umum mereka. Tidak perlu menunggu peta dari orang lain.

[Mengaktifkan Pencarian Murid...]

[Energi dibutuhkan: 12%.]

[Energi sistem saat ini: 3%.]

[Gagal. Energi tidak mencukupi.]

Gu Changyuan mengerutkan dahi.

Tiga persen.

Baru beberapa jam yang lalu sistem berhasil terhubung kembali. Seharusnya cadangan energi masih jauh lebih besar. Dari mana hilangnya.

Dia menatap panel status. Angka di sudut layar berubah.

[2.9%.]

Gu Changyuan menyipitkan mata.

Baru saja tiga persen.

[2.8%.]

Energinya terus berkurang. Perlahan, tapi pasti. Seperti ada sesuatu yang memakannya dari dalam.

Sebuah baris merah samar muncul di dasar panel, berkedip.

[Berkas tidak dikenal: aktif.]

[Konsumsi energi: 97%.]

Gu Changyuan membeku.

Berkas itu bukan cuma menginfeksi sistemnya. Ia memakan hampir seluruh energi sistem. Dan selama ini, sistem tidak memberitahunya.

"Senior?" Suara Yun Tian menariknya kembali. "Apakah... ada yang tidak beres?"

Gu Changyuan menutup panel. Wajahnya kembali datar, tapi jari-jarinya di bawah meja mengepal.

"Tidak," katanya pelan. "Lanjutkan."

Namun di dalam kepalanya, satu fakta sudah jelas.

Sistemnya tidak hanya bermasalah.

Sistemnya sedang dimakan hidup-hidup.

Dan dia tidak tahu cara menghentikannya.

 

 ---

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 07

    Saat ini, di kediaman besar keluarga Meng, suasana di aula utama tampak tenang.Di kursi kehormatan duduk kepala keluarga Meng, Meng Canglan. Pria itu tampak berusia sekitar lima puluh tahun, dengan wajah persegi, janggut pendek, dan jubah brokat biru tua. Auranya tenang, menunjukkan bahwa ia telah mencapai tahap awal Alam Integrasi Tubuh. Namun, di balik senyum terukurnya, terselip sedikit kewaspadaan.Di kursi tamu utama duduk seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun. Ia mengenakan gaun kuning pucat dengan sulaman awan dan bangau di bagian bawahnya. Wajahnya cantik, tetapi sikapnya membawa keangkuhan khas seseorang yang lahir dari klan besar.Namanya Su Wanqing, Nona Keempat keluarga Su.Meskipun kultivasinya baru berada di puncak Alam Inti Emas, seluruh anggota keluarga Meng yang hadir memperlakukannya dengan penuh hormat. Bahkan Meng Canglan sendiri menunjukkan sedikit sikap merendah.Alasannya sederhana. Keluarga Su merupakan salah satu kekuatan besar di bagian timur Benua

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 06

    Energi tiga persen.Angka itu masih berputar di kepala Gu Changyuan ketika kapal abadi melaju meninggalkan Kota Nanhua. Dia duduk di kursinya, menatap panel status yang redup di hadapannya.Dia mencoba memanggil fungsi navigasi sekali lagi.Tidak ada respons."Setidaknya tunjukkan peta wilayah," perintahnya.Panel itu bergetar pelan, lalu menampilkan garis-garis samar yang tidak lengkap. Sebagian besar wilayah kosong. Hanya beberapa titik yang masih terbaca.[Data peta tidak lengkap.][Energi tidak cukup untuk memuat wilayah penuh.]Gu Changyuan menutup panel itu.Sistemnya tidak bisa diandalkan untuk hal-hal besar sekarang. Tapi setidaknya, dia masih punya ingatannya sendiri. Seribu seratus tahun bukan waktu yang singkat, tapi dia tidak pernah melupakan tiga puluh nama. Tidak satu pun.Dia mengangkat tangannya. Sebuah gulungan kecil muncul di telapaknya. Kertasnya sudah tua, ujungnya sedikit terkikis, tapi tulisannya masih jelas.Dia membukanya perlahan.Di dalamnya, daftar nama. Tig

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 5

    Di Kota Nanhua, seorang kultivator yang telah mencapai puncak Alam Jiwa Baru Lahir sudah cukup kuat untuk menguasai sebagian besar wilayah. Keluarga Yun sendiri mampu mempertahankan kedudukannya karena memiliki beberapa ahli pada tingkat tersebut.Namun, keadaan akan berubah begitu seseorang meninggalkan wilayah Kota Nanhua. Di daerah yang lebih tinggi, kultivator Alam Formasi Jiwa bukan lagi keberadaan langka.Gu Changyuan mendengarkan penjelasan itu tanpa merasa kecewa. Dia memang tidak berharap keluarga yang berada di Kota Nanhua mengetahui jalan menuju Tanah Suci Tianren yang sangat jauh.Melihat ekspresi Gu Changyuan yang tetap tenang, Yun Tian merasa sedikit lega. Namun, sebelum dia sempat menjawab, Yun Shan, sang leluhur, perlahan mengangkat tangan. Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan sebuah token giok dengan cahaya biru samar."Senior, meskipun keluarga Yun belum pernah pergi ke Tanah Suci Tianren, leluhur kami dahulu pernah berhubungan dengan beberapa pedagang kelili

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 04

    Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Keluarga Yun, pikiran Gu Changyuan masih tertuju pada kertas tua di papan pengumuman itu.Siapa yang menulisnya. Sejak kapan. Dan kenapa.Larut dalam lamunan, tanpa sadar mereka sudah sampai.Kediaman Keluarga Yun berada di distrik timur Kota Nanhua. Kompleks seluas lebih dari seratus hektare itu dipenuhi paviliun dan bangunan tertata rapi. Di kota ini, keluarga Yun termasuk keluarga terpandang.Namun hari itu, suasana jauh dari tenang.Di Aula Awan Biru, para tokoh penting keluarga Yun telah berkumpul. Yun Shan, leluhur keluarga, duduk di kursi utama dengan wajah pucat. Auranya jauh lebih lemah dibandingkan kultivator biasa di puncak Alam Jiwa Baru Lahir.Selama delapan puluh tahun, Yun Shan tidak mampu menembus kemacetan itu. Usianya pun hampir mencapai batas.Lima tetua keluarga duduk di kedua sisi aula. Tidak ada yang berbicara banyak. Semua sedang menunggu kabar dari Yun Qinglan."Jika perjalanan lancar, seharusnya Qinglan sudah hampir samp

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 03

    "Ehm." Gu Changyuan berdeham ketika melihat Yun Qinglan terdiam cukup lama.Gadis itu tersentak. Ia baru tersadar dari kebingungannya setelah menoleh ke sekeliling dan menyadari seluruh musuh mereka telah lenyap tanpa sisa.Sambil menekan luka di perut bagian bawah, Yun Qinglan membungkukkan badan hingga sembilan puluh derajat. "Senior, terima kasih atas bantuanmu. Keluarga Yun tidak akan pernah melupakan budi besar ini."Gu Changyuan hanya meliriknya sekilas. "Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak bertindak tanpa alasan."Tubuh Yun Qinglan seketika menegang.Kekuatan pria di hadapannya ini benar-benar tidak masuk akal. Elder Ghost Eye dan belasan ahli lainnya musnah hanya karena satu patah kata. Jika Senior ini menginginkan sesuatu yang melampaui kemampuan Keluarga Yun, mereka tidak akan punya pilihan.Yun Qinglan menarik napas dalam, berusaha menenangkan jantungnya yang berpacu cepat. "Boleh... bolehkah Junior tahu apa yang Senior inginkan dari kami?"Melihat raut cemas di wajah g

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 02

    Gu Changyuan masih berdiri di tengah hutan.Baru saja dia menutup panel dan bersiap pergi, ketika layar itu tiba-tiba menyala lagi dengan sendirinya—berkedip hebat di hadapannya.Cahaya merah darah.Gu Changyuan menoleh. Matanya menangkap beberapa baris teks sebelum layar itu padam.[...data tidak ditemukan...][...mendirikan sekte baru?]Panel menghilang.Gu Changyuan mengerutkan dahi. Dia mengangkat tangan, memanggil panel itu kembali.Layar biru samar muncul. Tampilannya normal, seperti biasanya.Dia menatap layar itu beberapa saat. Matanya menyapu setiap sudut, mencari jejak baris merah tadi.Tidak ada."Sistem," ujarnya pelan. "Apa arti 'data tidak ditemukan'? Sekte dan muridku—apa yang terjadi pada data mereka?"Tidak ada jawaban.Gu Changyuan menunggu beberapa detik lagi. Panel tetap sunyi.Masalah ini bisa dia urus nanti. Yang lebih penting sekarang, dia harus tahu seberapa kuat posisinya setelah kembali, dan apa saja yang masih bisa diakses dari sistem."Tampilkan status kult

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status