共有

Bab 1066

作者: Imgnmln
last update 公開日: 2025-04-19 23:05:43

Kraaaak!

Dalam sekejap, Nathan memutar tangannya dengan kejam. Kepala Ging dipelintir dengan keras, membuat mata Ging membelalak sebelum akhirnya mati.

***

Suasana di Martial Shrine semakin mencekam. Sancho, yang melihat itu melalui video, membanting ponselnya ke lantai hingga hancur berkeping. Dia tidak menyangka bahwa Nathan berani membunuh Ging, seorang anggota terhormat Martial Shrine. Bagi Sancho, tindakan itu seolah merobek wajah Martial Shrine sekaligus mencemari martabatnya.

“Sial! Bag
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Arliza Syaril
xperlu merayu lah beralih apk max
goodnovel comment avatar
Joko Ilham
zonk lgi ne gk da bab terusannya,.........?
goodnovel comment avatar
eka novianti
semangat thor....aku tunggu lanjutanya ^_^
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1807

    Kaidar berdiri di kejauhan sambil menatap reruntuhan itu. Ada sedikit rasa enggan di matanya.Bukan karena ia peduli Nathan mati. Melainkan karena seluruh rahasia, teknik, dan harta berharga di tubuh Nathan mungkin ikut terkubur bersama gunung itu.Ia membawa empat Ksatria Abyss mundur hingga kaki gunung, lalu menatap pemandangan kacau di depan mata. Debu pekat menutupi langit, batu masih terus berjatuhan.“Tuan Arkhon... apakah Nathan sudah terkubur hidup-hidup?” salah satu Ksatria Abyss bertanya pelan.Kaidar terdiam, ia sendiri tak tahu harus menjawab apa.Gunung sebesar ini runtuh total. Bahkan seorang ahli di tahap Origin pun kemungkinan hanya bisa pasrah bila tertimbun di dalamnya.Sosok Origin bukan dewa. Jika mereka terkunci di bawah jutaan ton batu, tetap saja sulit keluar. Kalau sosok Origin saja belum tentu selamat, apalagi Nathan.“Cepat pergi.” Suara Arkhon Abyss mendadak terdengar dingin. “Gunung ini tidak akan mampu menahan Nathan.”Semua orang menegang.Mereka baru saj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1806

    Namun tepat saat kontak terjadi—Nggg~Suara dengungan berat terdengar dari tubuh Nathan.Dalam sekejap, tubuhnya memancarkan kekuatan aneh yang berputar seperti pusaran raksasa. Daya hisap luar biasa meledak keluar dan langsung menarik energi dari lima orang itu.“A-apa yang terjadi?!” Kaidar menjerit panik.Bukannya menyerap kekuatan Nathan, ia justru merasakan energinya sendiri mengalir deras keluar dari tubuh.“Gawat!”Empat Ksatria Abyss ikut panik.Mereka mencoba melepaskan tangan, mencoba mundur, mencoba memutus aliran itu, namun semuanya sia-sia.Energi murni mereka terus tersedot deras, mengalir masuk ke tubuh Nathan seperti sungai yang dipaksa masuk ke laut tanpa dasar.Mereka sama sekali tidak tahu bahwa Teknik Kijutsu milik Nathan adalah teknik puncak yang mampu menyerap sekaligus memurnikan segala jenis energi.Berniat merebut energi spiritual di dalam tubuh Nathan jelas merupakan keputusan paling bodoh yang bisa mereka ambil.Bila tadi mereka menyerang langsung dengan ke

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1805

    “Jika kalian tidak ingin mati, pergilah sekarang juga. Tujuanku hanya Nathan, aku tidak berniat membunuh kalian,” lanjutnya dengan dingin.Kaidar menatap Bonang, Raze Mordren, dan yang lainnya dengan sorot mata yang tajam. Baginya, orang-orang ini terlalu lemah untuk dianggap lawan. Membunuh mereka hanya membuang waktu.Bonang dan Raze sempat melirik ke arah Nathan yang masih duduk bersila di tengah ledakan aura merah menyala. Setelah itu keduanya saling berpandangan. Tanpa sepatah kata pun, keputusan mereka sudah bulat.Raze bergerak lebih dulu.Dengan satu hentakan, ia mengeluarkan Rantai Segel keluarga Ravenhart dan menyambarkannya ke depan. Cambuk pusaka itu meraung keras saat dibentangkan, memancarkan tekanan senjata tingkat Origin.Melihat serangan datang, Kaidar langsung melompat mundur. Empat Ksatria Abyss di belakangnya maju bersamaan seperti bayangan hitam.Salah satu dari mereka melesat ke depan, menangkap Rantai Segel Ravenhart dengan tangan kosong, lalu menebaskannya mema

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1804

    Di sisi lain, Kaidar yang merasakan ledakan aura Nathan segera menyadari bahwa kesempatan emas telah datang. Jika ia menunggu lebih lama dan Nathan benar-benar berhasil menembus batas, keadaan akan jauh lebih merepotkan.Tanpa lagi bersembunyi, Kaidar memimpin empat Ksatria Abyss maju hingga berdiri tepat di depan Nathan. “Nathan,” ucapnya sambil menyeringai dingin, “Kau pasti tak menyangka kita akan bertemu secepat ini, bukan?”Nathan hanya menatap lurus ke arahnya tanpa menjawab. Namun dari sorot matanya, tampak secercah ketegangan.Melihat itu, Kaidar semakin angkuh. “Kalau bukan karena Yang Mulia menginginkan tubuhmu, sekarang juga aku sudah menghancurkanmu sampai berkeping-keping.”Niat membunuh membuncah di matanya, ia membenci Nathan sampai ke tulang. Kematian ayahnya, kehancuran Keluarga Farhon, seluruh kehinaan yang kini ia tanggung, semuanya ia limpahkan kepada satu nama itu.Andai bukan karena Nathan, ia masih akan hidup sebagai tuan muda terhormat, menikmati kuasa dan kemew

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1803

    Semua orang berlari ke halaman utama. Dari kejauhan, mereka melihat sinar merah membakar langit malam.“Itu... manusia!” teriak Darren dengan mata membelalak. “Cahaya itu berasal dari seseorang!”Mereka sontak membeku, lalu buru-buru menuju halaman belakang. Di sana, ruang rahasia yang sebelumnya kokoh ternyata sudah lenyap tanpa jejak, hancur menjadi serpihan debu.“Itu... Tuan Nathan?” Victor menelan ludah, suaranya bergetar.Tekanan luar biasa terus datang dari arah gunung. Padahal mereka semua adalah ahli tingkat tinggi, namun di hadapan aura seperti itu, jantung mereka tetap berdebar tak terkendali.“Itu memang dia,” ujar Raze dengan napas tertahan. “Tuan Nathan ada di sana.”Berbeda dari yang lain, Bonang justru tampak santai. Ia menyeringai kecil sambil menyilangkan tangan. “Anak itu memang monster. Dengan kekuatan seperti sekarang, merobohkan satu gunung saja mungkin masih terlalu ringan baginya.”Darren menoleh bingung. “Kalau begitu kenapa dia pindah ke sana?”Bonang tertawa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1802

    Namun wajahnya tetap tenang. Teknik Kijutsu mulai berputar di dalam tubuhnya. Pusaran-pusaran kecil terbentuk di setiap jalur energi, menarik dan menyaring kekuatan liar itu sedikit demi sedikit. Kabut putih pekat mulai muncul di sekeliling tubuhnya, memenuhi seluruh ruang rahasia.Nathan mengernyit. Pil itu memang luar biasa, tetapi kekuatannya terlalu buas. Jika kendali sedikit saja goyah, tubuh bisa hancur dari dalam.Waktu terus berjalan.Menit berganti jam.Jam berganti hari.Setengah bulan berlalu dalam sekejap.Selama lima belas hari penuh, Nathan tidak bergerak sedikit pun di dalam ruang rahasia.Di luar, Victor mondar-mandir dengan gelisah. “Sudah setengah bulan... Tuan Nathan benar-benar baik-baik saja?”Ia menatap pintu batu dengan kecemasan nyata.Bonang yang sedang menyesap anggur, hanya melambaikan tangan santai. “Tak akan terjadi apa-apa. Anak itu punya Tubuh Vajra Naga Emas. Satu butir Pil Dewa tak cukup untuk menghancurkannya.”Selama setengah bulan itu, hidup Bonang j

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 600

    “Bagaimana kamu tahu aku hanya memiliki kekuatan seperti ini? Untuk menghadapimu aku hanya menggunakan sepertiga dari kekuatanku,” Nathan menyeringai saat melihat sikap Guyton.“Bajingan!” Guyton seketika meraung. “Jangan sombong, aku ingin melihat bagaimana kamu akan mati besok!”“Kamu tidak perlu kh

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 554

    Saat melihat Zidan yang mati tragis dia menangis dengan histeris. Sedangkan saat ini Harris memandangi mayat putranya, tubuhnya gemetar tidak terkendali dan matanya berubah menjadi merah. “Siapa …. Siapa yang membunuh putraku!” Harris berteriak marah, matanya melotot tajam. Aura membunuh di tubuhnya

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 548

    “Tuan Nathan, ada apa?” Melihat ada yang salah dengan raut wajah Nathan, Reus bertanya padanya. Pada saat ini, detak jantung Nathan masih berdebar kencang, dan wajahnya juga memerah. Nathan mengernyitkan keningnya, meskipun dia adalah seorang pemuda yang penuh dengan gairah, tapi dengan kemampuan di

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 609

    Saat ini tubuh Donovan sudah mencapai tepi arena dan hampir tidak mungkin untuk menghindari cahaya pedang Nathan lagi.Melihat Donovan yang tertekan, Nathan menyipitkan matanya. “Kalau tanganku memegang sebuah pedang pusaka, kamu pasti sudah berubah menjadi roh dari pedangku sejak awal!”Donovan menat

    last update最終更新日 : 2026-03-23
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status