Share

Bab 1195

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-06-21 22:07:01

“Tidak… Tidak mungkin! Kak Nathan tidak mungkin mati!”

Sheena terisak, kedua tangannya gemetar saat ia mengguncang tubuh Nathan yang terbaring kaku. “Kak Nathan, bangun… Bangun, kumohon…”

Namun sepasang mata itu tetap tertutup. Tubuh Nathan tidak menunjukkan sedikit pun tanda kehidupan.

Di belakangnya, Sheerena menggigit bibir hingga berdarah. Matanya berkaca-kaca, tapi ia menahan tangis itu. Sebagai pemimpin, dia harus kuat. Di hadapan para anggota Sekte Bloody, dia tidak boleh runtuh seperti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
waduh benda mati menghidupkan orang mati. entah dunia apa dan di manalah itu ya...?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1985

    Saat kembali ke tempat Bonang menunggu, Nathan langsung disambut pertanyaan. "Bagaimana? Apa kamu berhasil menemukan Kunci Resonansi Dunia?"Nathan menggeleng pelan. "Belum, sepertinya kita hanya bisa memanfaatkan orang itu untuk masuk ke Sektor Bayangan. Untung tadi kamu menghentikanku, jadi Kaidar belum terbunuh."Bonang mengangguk sebelum kembali bertanya, "Lalu sekarang bagaimana?""Kita pulang dulu. Kalau ingin mendapatkan Kunci Resonansi Dunia, kita harus menunggu Garrick keluar dari pengasingannya."Nathan berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Sementara itu, kita coba paksa Kaidar membuka jalur menuju Sektor Bayangan. Jika dia gagal, kita datang lagi ke Aula Seribu Relik."Setelah berkata demikian, Nathan langsung mengangkat tubuh Kaidar yang terkulai lemas.Dalam kondisi itu, Kaidar benar-benar terlihat seperti seekor anjing mati yang diseret tanpa daya.***Tak lama kemudian mereka kembali ke Moniyan.Meski tujuan utama belum tercapai, perjalanan kali ini jelas tidak sia-sia. S

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1984

    Namun Nathan tidak mundur sedikit pun.Raungan naga menggema dari lengannya ketika Taiju berkumpul di kedua tinjunya."Lenyaplah…"Rooaaaarrr—!Satu pukulan dilayangkan dan energi naga emas langsung menerjang ke depan.Roarr—! Roaarrr—! Rooaaarrr—!Setiap tinju yang dilepaskannya berubah menjadi naga emas yang mengaum ganas sebelum menghantam hujan cahaya ungu tersebut.Tabrakan dua kekuatan itu memekakkan telinga.Gelombang kejut yang tercipta menyapu seluruh Aula Seribu Relik hingga tanah berguncang hebat. Bangunan-bangunan di sekitar mulai retak sebelum runtuh satu demi satu, sementara lereng pegunungan di kejauhan ikut hancur akibat tekanan yang menyebar tanpa kendali.Batu-batu raksasa berguling turun dari puncak gunung, menciptakan suara gemuruh yang terus menggema di segala arah.Tak lama kemudian, wajah Halvar berubah pucat."GHAAAKK!"Seteguk darah segar menyembur dari mulutnya.Cahaya ungu yang menyelimuti Botol Porselen Hitam langsung meredup sebelum lenyap sepenuhnya.Nath

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1983

    Pintu sebuah ruangan terbuka dan Halvar segera melangkah keluar. Kerutan muncul di dahinya ketika melihat Magnus yang berlari dalam keadaan panik."Tuan Muda, apa yang sebenarnya terjadi?""Tetua Halvar, dia ingin membunuhku! Cepat selamatkan aku!" Magnus langsung bersembunyi di belakang lelaki tua itu seperti orang yang menemukan penyelamat terakhirnya.Tatapan Halvar kemudian beralih kepada Nathan. "Mengapa kamu menerobos Aula Seribu Relik dan menyerang Tuan Muda kami?"Nathan hanya melirik sekilas. Dari fluktuasi energinya saja, ia sudah dapat menilai bahwa kekuatan Halvar bahkan tidak lebih tinggi dibanding sebagian besar anggota Aula Seribu Relik yang baru saja ia kalahkan.Ia benar-benar tidak mengerti mengapa Magnus begitu percaya diri terhadap orang tua ini."Saya datang hanya untuk meminjam Kunci Resonansi Dunia. Tuan Tuan Muda kalian memilih bekerja sama dengan orang lain untuk menjebak dan membunuh saya. Karena mereka lebih dulu menyerang, jangan salahkan saya jika saya mem

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1982

    Ia mengangkat kaki dan bersiap menginjak kepala Kaidar. Dengan kondisi Kaidar saat ini, satu injakan saja sudah cukup untuk menghancurkan kepalanya hingga berkeping-keping.“Nathan, tunggu!”Suara Bonang tiba-tiba terdengar.Nathan menghentikan gerakannya lalu menoleh. “Ada apa?”Bonang segera mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinganya.Setelah mendengarkan beberapa saat, Nathan mengangguk pelan. “Baik, kalau begitu kau yang mengawasinya.”Bonang menghela napas lega.Nathan kemudian berbalik dan mengalihkan pandangannya kepada Magnus. Tatapan dingin itu membuat tubuh Magnus langsung menegang.“Di mana Kunci Resonansi Dunia?” Suara Nathan terdengar datar, tetapi tekanan yang terkandung di dalamnya membuat Magnus sulit bernapas.“A-Aku tidak tahu...” jawab Magnus terbata-bata. “Benda itu disimpan ayahku. Aku benar-benar tidak tahu lokasi pastinya.”Nathan melangkah maju. “Kalau begitu bawa aku menemui Garrick Vaylor.”Wajah Magnus langsung berubah. “Ayahku sedang menjalani pengasing

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1981

    “Hari ini aku akan memperlihatkan kepadamu kekuatan sejati Entitas Abyss!” Kaidar meraung keras sambil mengangkat kedua tangannya.Lautan api yang menyelimuti tubuhnya tiba-tiba berputar semakin cepat hingga membentuk pusaran raksasa. Dalam hitungan detik, seluruh kobaran itu memadat menjadi bola api berwarna merah kehitaman yang memancarkan suhu mengerikan.“MAJULAH!”Whooosshh!Bola api itu melesat menembus udara dan menerjang Nathan dengan momentum yang mampu melelehkan bebatuan di sekitarnya.Namun Nathan tetap berdiri tenang. Kedua tangannya masih berada di belakang punggung, sementara tatapannya terlihat datar seolah serangan yang datang hanyalah pertunjukan biasa.“Tubuh apa pun yang kau banggakan tidak berarti apa-apa di hadapanku!”Begitu kalimat itu selesai, cahaya keemasan langsung meledak dari tubuhnya.Sisik-sisik emas bermunculan dan menutupi seluruh tubuh Nathan. Dalam sekejap, Tubuh Vajra Naga Emas aktif sepenuhnya.Raungan naga menggema di udara.Roooaaarrr!Seekor na

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1980

    Ia menatap Nathan seolah sedang melihat sesuatu yang tidak masuk akal. Selama ini, ia rela menjalani latihan yang hampir merenggut nyawanya demi satu tujuan, yaitu membunuh Nathan dengan tangannya sendiri. Setelah memperoleh kekuatan Entitas Abyss dan berhasil menembus ranah Sovereign, ia yakin tidak ada lagi yang mampu menghalanginya.Namun kenyataan yang ada di depan mata justru menghancurkan seluruh keyakinannya. Pukulan yang seharusnya mampu merobohkan gunung bahkan gagal membuat Nathan mundur setengah langkah.“Kenapa...” Kaidar menggertakkan gigi. “Kenapa aku masih tidak bisa melukainya?”Nathan hanya menatapnya dengan tenang. “Kau benar-benar mengira seorang Sovereign adalah puncak dunia bela diri?” ujarnya sambil menggeleng pelan. “Pemikiranmu terlalu sempit. Kau tidak lebih dari katak dalam tempurung yang menganggap langit hanya sebesar lubang tempatnya hidup.”Nada suaranya terdengar santai, tetapi setiap kata yang keluar menghantam harga diri Kaidar tanpa ampun. “Jangankan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 983

    “Kita hanya punya waktu tiga menit. Cepat, ruangannya ada di ujung sana!” peringatan Kaidar menggema, menyatu dengan desiran napas Nathan yang semakin cepat.Dengan langkah tergesa, Nathan berlari menuju sel paling ujung. Di balik pintu jeruji, pandangannya bertemu dengan sosok yang membuat seluruh

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 984

    Di luar, di gang sempit di samping Martial Shrine, suasana berubah menjadi tegang. Kaidar menatap Nathan dengan tatapan campur aduk antara kekhawatiran dan ejekan ringan. “Ingat, besok kau harus menepati janjimu padaku!” ucapnya sebelum menghilang dalam bayang-bayang malam.Nathan pun terdiam, berd

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1002

    Di dalam kamar, Sentinel tengah menyenandungkan sebuah lagu, menunggu kabar baik dari kelompok bayangan.BRAAK!Tiba-tiba, pintu kamar ditendang hingga terbuka, dan mereka masuk dengan wajah galak. Sentinel, yang sempat tercengang melihat kehadiran mereka yang begitu cepat, segera berdiri sambil t

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 986

    Nathan, meskipun terlihat kaku, menyapa mereka dengan suara berat. “Tak kusangka bertemu di sini. Semalam, kami kebetulan bertemu dengan Beverly, dan kini, tampaknya takdir mempertemukan kita lagi,” ucap Zayn dengan nada terkejut namun hangat.Di antara percakapan yang canggung namun penuh makna, j

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status