Share

Bab 2175

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-08-04 21:39:12

"Berhenti!" Nathan mengernyit tajam. Tatapannya dipenuhi niat membunuh saat mengunci Arkhon Ignis.

"Nak, menyerahlah dengan patuh, maka gadis ini akan tetap hidup. Kalau tidak, dia akan mati di sini."

Arkhon Ignis terus menggunakan Velisa sebagai ancaman. Meski Levan dan Lysander merasa cara itu cukup memalukan, mereka sadar hanya itulah satu-satunya cara untuk menekan Nathan.

"Baik, aku menyerah. Tapi lepaskan dia." Nathan mengangguk pelan.

Naga emas di bawah kakinya langsung menghilang, semen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2420

    Nathan menatap jubah itu dengan sudut bibir sedikit terangkat. “Ksatria Dicta?”Akhirnya dia mengetahui identitas sebenarnya lawannya.“Bagus…” Nathan justru tampak semakin tenang. “Kalau begitu, hari ini aku bisa sekaligus menyelesaikan semua dendamku dengan Ordo Maledicta.”Zhevaron mendengus dingin. “Jangan terlalu percaya diri, Nathan.”Kabut hitam terus berputar di sekeliling tubuhnya.“Alasan kau masih hidup sampai sekarang adalah karena Resonansi Dunia masih membutuhkanmu.” Dia menatap Nathan dengan tatapan penuh ejekan. “Tunggu sampai energi spiritual pulih dan formasi agung itu diaktifkan.”Suaranya menjadi semakin dingin. “Ketika jiwamu sepenuhnya dikorbankan, nasibmu akan jauh lebih buruk daripada kematian.”Nathan mengerutkan kening. “Hah??”Rowan yang berdiri tidak jauh dari sana akhirnya angkat bicara. “Formasi itu sudah ada sejak lama.”Nathan segera menoleh.“Menurut catatan yang kami ketahui, formasi tersebut didirikan oleh pemimpin Aula Luminaris. Namun, sebelum form

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2419

    Rudeus menatap Liana seolah berharap wanita itu segera mengatakan bahwa semuanya hanya kebohongan. “Kau pasti berbohong kepadaku. Kau bukan wanita seperti itu!”Suaranya semakin meninggi. “Selama bertahun-tahun, bahkan memegang tanganmu saja tidak pernah kau izinkan. Kau selalu menjaga dirimu begitu baik... bagaimana mungkin kau melakukan semua itu bersama Nathan?”Liana menghela napas, tatapannya tidak lagi menyisakan keraguan. “Rudeus, sadarlah. Alasan aku tidak pernah membiarkanmu menyentuhku adalah karena aku memang tidak menyukaimu.”Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan tegas. “Tapi ketika aku bertemu dengan pria yang kucintai, aku bersedia memberikan seluruh diriku kepadanya.”Setiap kata itu seperti pisau yang kembali menghantam hati Rudeus. Wajahnya berubah semakin pucat. Kemudian amarah mengambil alih seluruh pikirannya.“Tidak—!” Rudeus meraung. “Nathan, aku akan membunuhmu—!”Tubuhnya meledak dengan kekuatan penuh. Dia langsung melesat menuju Nathan dengan niat m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2418

    Zhevaron langsung menyipitkan mata. Dia segera menyadari perubahan sikap Rowan. Kemarin pria itu masih berhati-hati dan berusaha mengulur waktu, tetapi sekarang berani menantangnya secara terbuka.“Sepertinya kau memang sudah menemukan bala bantuan.” Zhevaron mendengus. “Kalau tidak, kau tidak mungkin tiba-tiba berani berbicara seperti itu kepadaku. Tapi dengarkan baik-baik. Siapa pun yang kau datangkan tidak akan mampu menyelamatkanmu.”Dia mengangkat dagunya. “Satu-satunya jalan agar Klan Movi tetap hidup adalah bersumpah setia kepada Ordo Maledicta.”“Kau terlalu yakin.”Sebuah suara terdengar dari belakang Rowan.“Kalau begitu, bagaimana kalau aku yang mencoba menyelamatkan mereka?”Semua orang langsung menoleh.Nathan berjalan keluar dari Klan Movi sambil menggenggam tangan Liana. Wajah Liana masih memerah, pipinya tampak seperti apel matang. Ada perubahan yang sulit disembunyikan dari dirinya, membuat siapa pun yang melihatnya bisa mengetahui bahwa sesuatu telah berubah dalam di

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2417

    Sementara itu, Nathan sedang berbaring di kamar. Pikirannya masih sibuk memikirkan pertempuran yang mungkin terjadi besok. Dia terus menyusun berbagai kemungkinan untuk menghadapi Zhevaron dan ribuan anggota Aula Jujutsu di bawah komandonya.Tiba-tiba, pintu kamar bergerak perlahan. Aroma lembut seorang wanita langsung memasuki ruangan.Nathan tidak perlu membuka mata untuk mengetahui siapa yang datang. Dia memilih berpura-pura tidur.Liana berjalan mendekati tempat tidur dengan langkah ragu. Setelah melihat Nathan yang seolah sudah terlelap, dia berdiri cukup lama, seakan sedang mengumpulkan keberanian.Akhirnya, Liana menarik napas dalam-dalam dan berbaring di samping Nathan. Dia perlahan mendekat, lalu menyandarkan kepalanya di dada Nathan.Sentuhan itu membuat kegugupan di dalam hatinya perlahan mereda. Untuk pertama kalinya malam itu, Liana merasa benar-benar aman.Nathan masih memejamkan mata, berusaha mempertahankan ketenangannya. Namun, aroma lembut Liana yang semakin dekat da

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2416

    ROAAARR—!Raungan mereka menggema ke seluruh pegunungan.Di dalam rumah, cahaya keemasan terus memancar sebelum perlahan meredup. Sosok naga dan phoenix di langit juga semakin samar hingga akhirnya menghilang sepenuhnya.Beberapa saat kemudian, Lyra bersandar nyaman di sisi Nathan. Kini wajahnya tampak jauh lebih tenang.Nathan menatapnya. “Dengarkan kabar dariku. Begitu waktunya tiba, aku akan datang lagi. Saat itu, aku ingin kau memimpin pasukan monster dan bersamaku menuju Winter Hall.”Lyra mengangguk tanpa ragu. “Tenang saja, Tuan. Selama kau memintanya, aku akan melakukan apa pun yang bisa kulakukan.”***Begitu Nathan kembali ke Klan Movi, Liana langsung menghampirinya. “Bagaimana? Kau sudah menemukan jalan keluarnya?”Kecemasan terlihat jelas di wajahnya. Jika Nathan gagal menemukan solusi, maka seluruh Klan Movi mungkin tidak akan mampu bertahan ketika Zhevaron dan Rudeus datang keesokan harinya.Rowan dan Katty juga menunggu jawaban Nathan dengan penuh harap. Tidak seorang p

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2415

    Makhluk tersebut mengepakkan sayapnya beberapa kali sebelum mendarat tepat di hadapan Nathan. Setelah itu, ia merendahkan tubuh dan memberi isyarat agar Nathan naik ke punggungnya.Nathan tidak menolak. Dia melompat ke atas punggung burung tersebut, dan dalam sekejap mereka melesat ke udara menuju puncak Pegunungan Monster.Tak lama kemudian, sebuah rumah kecil yang sangat familiar mulai terlihat.Nathan segera melompat turun begitu mereka mendarat dan langsung berlari menuju rumah itu.Pintu terbuka.“Tuan...” Lyra masih berada di dalam. Begitu melihat Nathan, wajahnya langsung dipenuhi kegembiraan.Nathan menghembuskan napas lega. Setelah sekian lama mengkhawatirkan keselamatannya, akhirnya dia bisa memastikan sendiri bahwa Lyra berada dalam keadaan baik.“Lyra, saat aku terluka dan tidak sadarkan diri waktu itu, apakah kau yang menyelamatkanku?” Nathan menatapnya serius.Saat itu dia memang tidak sadar sama sekali. Apa yang terjadi setelah dirinya terluka parah hanya bisa dia simpu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 784

    “A-apa-apaan ini?” Abel bertanya kepada Nathan dengan wajah penuh kengerian. “Ini adalah kabut anak hitam, setiap kultivator hitam akan mengkultivasikan kabut anak hitam dari mereka sendiri. Namun, hanya puncak penguasa Ingras yang bisa mengkultivasikannya,” Nathan mengernyitkan keningnya dan berk

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status