Share

Bab 1279

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-07-25 18:30:23

Di seberang jalan, Scholar dan Milan menahan napas, wajah mereka pucat pasi. Sementara itu, Sancho tersenyum puas. Selesai sudah.

BRAKK! KLANG! BANG!

Suara benturan logam yang kacau balau terdengar. Senjata-senjata itu patah berkeping-keping. Benang-benang energi itu putus. Dan yang paling mengejutkan, sisik-sisik emas di tubuh Nathan meledak ke luar seperti pecahan peluru.

Serangan gabungan itu memang tidak berhasil menembus dagingnya, tetapi mereka berhasil menghancurkan pertahanan luarnya, T
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2358

    Tubuh pemimpin mayat hidup itu berhenti bergerak. Beberapa saat kemudian, sosoknya perlahan menghilang, menyisakan sebuah titik cahaya yang melayang naik dari tempat ia berdiri.Cahaya itu berputar sesaat di udara sebelum melesat lurus menuju Nathan.“Tuan Nathan, hati-hati!”Rael dan Velisa sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Mengira cahaya itu merupakan serangan, keduanya spontan bergerak ke depan untuk melindungi Nathan.Namun, titik cahaya tersebut tidak berhenti. Cahaya itu menembus tubuh mereka dan langsung masuk ke tubuh Nathan.Nathan merasakan perubahan besar di dalam tubuhnya. “Rune Primordial dari pemimpin ini jauh lebih kuat...”Ia segera memusatkan Kesadaran Spiritual ke dalam tubuh dan mendapati Rune Primordial yang sebelumnya hanya satu kini telah berkembang menjadi dua. Pada saat yang sama, kekuatan spiritual di dalam dantiannya melonjak dengan cepat.Nathan tertegun. “Jangan-jangan... aku akan segera menerobos?”Tanpa membuang waktu, ia langsung dudu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2357

    Belum sempat Rael dan Velisa mengatur posisi, pemimpin mayat hidup itu sudah mengayunkan pedangnya. Sebuah cahaya pedang yang mengerikan melesat ke arah Velisa.Velisa buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan tersebut, tetapi benturan kekuatan yang terlalu besar membuat tubuhnya langsung terlempar jauh.“Velisa!” teriak Rael menggertakkan gigi, ia melompat tinggi.Dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, ia menghantamkan tinjunya ke tubuh pemimpin mayat hidup tersebut. Namun, lawannya bahkan tidak bergeser sedikit pun.Sebaliknya, satu serangan balasan saja sudah cukup membuat tubuh Rael terpental. Rael jatuh beberapa meter dari tempatnya semula. Ia bangkit perlahan dengan wajah tegang sambil menatap lawan di hadapannya.“Monster ini terlalu kuat!” Velisa juga segera berdiri dan mempererat genggaman pada pedangnya. “Bahkan Guru hampir tidak mampu membunuh satu saja dari mereka. Kita berdua jelas bukan tandingannya.”Kekhawatiran terpancar dari wajahnya.Rael melirik Nath

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2356

    Rael dan Velisa langsung memasang kewaspadaan ketika melihat pasukan tersebut.Berbeda dengan mereka, mata Nathan justru berbinar. Bagi Nathan, jumlah mayat hidup sebanyak itu bukanlah ancaman. Mereka sumber kekuatan yang sangat besar, karena setiap monster yang dibunuh akan memperkuat Rune Primordial di dalam tubuhnya.“Kalian berdua jaga diri.”Setelah memberikan peringatan singkat, Nathan menggenggam Pedang Aruna dan melesat ke udara. Tubuhnya bergerak cepat menuju pasukan mayat hidup yang sudah mulai mendekat.Pemimpin pasukan yang mengenakan zirah segera mengangkat senjata.“Serang!”Raungan itu menggema di seluruh lembah.Pasukan di belakangnya serentak mengangkat tombak dan berlari maju. Gelombang mayat hidup langsung mengarah kepada Nathan dari segala penjuru.Nathan tidak menunjukkan sedikit pun keraguan. Di udara, Pedang Aruna terayun kuat. Cahaya pedang berwarna keemasan memancar dan membelah ruang di hadapannya, menyapu barisan mayat hidup dengan kekuatan yang luar biasa.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2355

    Setelah beberapa pertempuran terakhir, kekuatan Rune Primordial Nathan sudah mengalami peningkatan yang cukup jelas. Kalau ia bisa membunuh satu atau dua mayat hidup lagi, kemungkinan besar kekuatan tersebut akan menembus tingkat berikutnya.Melihat Nathan tetap bersikeras, Mahesa akhirnya memberikan saran lain. “Tuan Nathan, kalau Anda memang harus pergi, biarkan Rael dan Velisa ikut bersama Anda. Kalau situasinya berubah menjadi berbahaya, mereka setidaknya bisa membantu menahan lawan untuk sementara.”Nathan memahami bahwa Mahesa hanya mengkhawatirkan keselamatannya. Ia pun tidak menolak. “Baiklah. Kalau begitu, setelah kita kembali, kita cari lebih banyak tanaman obat. Aku akan membuat beberapa pil agar pemulihan kalian lebih cepat.”Mahesa mengangguk puas, kemudian memanggil kedua muridnya. “Rael, Velisa, dengarkan baik-baik. Kalian harus selalu berada di dekat Tuan Nathan. Jangan biarkan beliau sampai berada dalam bahaya.”Ia menatap mereka dengan serius. “Kalau keadaan benar-be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2354

    Nathan terus menebas dengan Pedang Aruna setiap kali monster tersebut mendekat.Setiap kali satu mayat hidup berhasil dibunuh, kekuatan Rune Primordial yang samar kembali mengalir masuk ke tubuh Nathan.Nathan tidak memiliki kesempatan untuk memeriksanya lebih jauh karena serangan terus berdatangan. Ia hanya bisa bertarung sambil mundur, membawa seluruh kelompoknya menjauh dari jurang dan rombongan Osric.Setelah melewati perjuangan panjang, mereka akhirnya berhasil melepaskan diri dari kejaran mayat hidup maupun kelompok Osric.Nathan mencari tempat yang relatif aman, lalu memimpin semua orang berhenti untuk memulihkan tenaga.Sementara itu, Osric dan kelompoknya juga akhirnya berhasil keluar dari kepungan. Namun, keadaan mereka jauh lebih berantakan dibandingkan sebelumnya. Mereka baru saja melewati pertarungan sengit dengan para mayat hidup dan harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk bertahan hidup.Osric melihat ke arah tempat Nathan menghilang dengan wajah penuh amarah. “Sial!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2353

    “Tidak perlu mengatakan apa pun lagi.” Wajah Osric tetap dingin. “Bagaimanapun juga, hari ini kau harus mati!”Tatapannya kemudian bergeser kepada Sang Peramal. “Dan kau, pengkhianat! Kau benar-benar berani meninggalkan kami dan berpihak kepada Nathan? Apa kau ingin mati bersamanya?”Sang Peramal justru tertawa kecil. “Osric, jangan salah paham. Orang yang akan mati bukan aku.”Ia menatap lawannya dengan penuh keyakinan. “Sejak awal aku sudah menghitung nasib kalian. Aku tahu persis apa yang akan terjadi.”Osric mendengus jijik. “Jangan terlalu menganggap dirimu hebat. Kalau kemampuan ramalanmu memang sehebat itu dan kau benar-benar sudah mencapai tingkat setengah dewa, kau tidak mungkin masih terjebak di Sektor Langit.”Ia kemudian mengangkat suaranya kepada seluruh rombongan. “Jangan biarkan satu pun dari mereka lolos! Kali ini kita habisi semuanya!”Tatapannya menyapu Nathan dan kelompoknya. “Setelah mereka mati, seluruh sumber daya yang ada di tempat ini menjadi milik kita!”Senja

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 684

    Ini adalah salah satu dari sepuluh artefak kuno yang paling terkenal, porselen alkemis termasuk di dalam daftarnya! Ini adalah alat untuk membuat obat-obatan yang diturunkan oleh keturunan porselen alkemis di masa lalu. Dia pernah mendengar Marcel membicarakan artefak legendaris di masa lalu, tapi d

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 686

    “Tuan Steve, kamu juga cobalah, teh baru seperti ini jarang ditemui!” Jasper juga memanggil Steve.Nathan tersenyum tipis, sebenarnya dia tidak paham cara mencicipi teh, teh apapun rasanya sama saja di mulutnya. Beberapa orang itu mengobrol sambil menyeruput teh.“Tuan Maven, saat kamu membangun villa

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 555

    Di perjalanan kembali ke kota Vale, supir taksi sedang mengemudikan mobil dengan santai, tiba-tiba ada dua mobil jeep yang melewati taksi itu dengan sangat kencang. Kecepatannya yang begitu cepat membuat supir taksi itu bergegas berbelok ke samping dan hampir saja menabrak pembatas jalan. “Sial! Apa

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 548

    “Tuan Nathan, ada apa?” Melihat ada yang salah dengan raut wajah Nathan, Reus bertanya padanya. Pada saat ini, detak jantung Nathan masih berdebar kencang, dan wajahnya juga memerah. Nathan mengernyitkan keningnya, meskipun dia adalah seorang pemuda yang penuh dengan gairah, tapi dengan kemampuan di

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status