로그인Nathan tersenyum tipis, tetapi sebelum dia sempat menjawab, Bonang sudah lebih dulu membuka suara.“Itu bukan kuda ilahi asli,” nada suaranya tenang, tetapi jelas terdengar menyindir. “Itu hanya ilusi dari formasi.”Ia melangkah mendekati batu besar sambil melanjutkan penjelasannya. “Batu ini dipasangi Segel Zephryx Penahan Bumi. Selama inti formasinya belum dihancurkan, benda yang ditekan oleh formasi ini tidak akan bisa digerakkan.”Bonang melirik Alric dan kelompoknya sekilas. “Jangankan batu sebesar ini. Bahkan sebuah jarum pun tidak akan bisa diangkat kalau formasi itu aktif.”Kalimat terakhirnya langsung membuat wajah Alric dan Riven mengeras. Sindiran itu terlalu jelas. Mereka sebelumnya menghajar batu itu habis-habisan, tetapi bahkan tidak menyadari keberadaan formasi sama sekali.Meski marah, Alric tak bisa membantah. Karena apa yang dikatakan Bonang memang benar.BLAAAARR!Sebelum suasana kembali stabil, kilatan petir biru kembali menghantam lantai aula. Formasi Murka Langit
Keheningan langsung menyelimuti seluruh reruntuhan.Wajah semua orang mulai dipenuhi kepanikan. Begitu banyak ahli menyerang bersamaan, tetapi tetap tidak bisa menggoyahkan batu itu sedikit pun.Perlahan, tatapan mereka kembali tertuju pada Nathan.“Hahaha!”Tawa Kaidar kembali terdengar dari luar. “Kalian tidak perlu repot-repot lagi,” nada suaranya dipenuhi ejekan. “Tunggu saja kematian datang pelan-pelan.”Mendengar suara itu, wajah Alric langsung berubah gelap.Orang-orang lain juga mulai mengutuk Kaidar dengan penuh kebencian.Sekarang mereka akhirnya sadar.Kaidar sengaja memancing semua orang masuk ke dalam reruntuhan ini hanya untuk menjebak mereka hidup-hidup.Alric menarik napas panjang sebelum akhirnya menatap Nathan. “Nathan, kau bilang batu ini dilindungi formas? Kalau begitu... bisakah kamu membukanya?”“Tentu,” Nathan menjawab santai.Ucapan itu langsung membuat mata semua orang berbinar.“Kalau bisa, cepat lakukan!” Nada suara Alric mulai dipenuhi kegelisahan.Semakin
Alric sendiri tampak kacau. “Sialan!”Saat itu juga, langkah kaki berat terdengar. Aldren yang sejak tadi diam akhirnya berjalan maju menuju batu raksasa.Semua orang langsung menoleh.Detik berikutnya—BANG!Aura besar meledak dari tubuh Aldren. Tekanan mengerikan langsung menyapu seluruh reruntuhan.Mata Alric dan Riven langsung membelalak.“Puncak Villain?!”Mereka benar-benar tidak menyangka Aldren ternyata menyembunyikan kekuatan sebesar itu selama ini.Aldren sama sekali tidak peduli pada keterkejutan mereka. Tatapannya terkunci pada batu besar di depannya.BRAAAKKK!Dia menghantamkan telapak tangannya sekuat tenaga. Ledakan keras mengguncang seluruh reruntuhan. Debu langsung beterbangan memenuhi udara.Namun saat debu perlahan menghilang, batu itu tetap berdiri utuh.Ekspresi Aldren langsung berubah, tatapan matanya dipenuhi keterkejutan. “Mustahil!”Tepat saat itu, cahaya aneh tiba-tiba muncul di permukaan batu. Garis-garis rune mulai menyala satu per satu.Detik berikutnya, b
“Tidak mungkin...”“Mana hartanya?”“Jangan-jangan ada ruang tersembunyi!”Kerumunan mulai panik.Sebagian orang menghantam dinding batu di sekitar mereka. Sebagian lagi memeriksa altar batu satu per satu. Namun hasilnya tetap sama, tidak ada apapun. Bahkan, di atas altar itu hanya terdapat beberapa batu biasa.Wajah Alric makin gelap, ia sudah kehilangan begitu banyak anak buah demi masuk ke tempat ini. Tapi hasil akhirnya justru seperti lelucon.“Alric...” Riven berjalan mendekat sambil menahan emosinya. “Apa sebenarnya tempat ini?”Nada suaranya terdengar berat. “Kita kehilangan banyak orang hanya demi reruntuhan kosong?”Alric mengerutkan kening kuat-kuat, ia juga tidak mengerti. “Suruh semua orang mencari lagi.”Tatapannya menyapu area sekitar. “Aku tidak percaya tempat sebesar ini benar-benar kosong. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi.”Nathan terus memperhatikan reruntuhan kosong di depannya. Semakin lama, wajahnya makin serius.Ada sesuatu yang terasa salah. Reruntuhan sebesar
Alric tergeletak di tanah sambil menahan darah yang terus naik ke tenggorokannya. Tatapannya ke arah empat Ksatria Abyss dipenuhi rasa takut.Di sisi lain, keluarga-keluarga yang tadi masih ragu mulai bergerak mendekati Kaidar. Tanpa sadar, mereka memilih berdiri di pihaknya. Tak seorang pun tahu bahwa Kaidar sama sekali tidak peduli pada keadilan.Tujuan mereka datang hanya membunuh semua orang di tempat ini.“Sekarang...” Kaidar menatap Alric dengan dingin. “Semua orang sudah boleh masuk, bukan?”Alric mengepalkan tangannya kuat-kuat, tetapi pada akhirnya hanya bisa menundukkan kepala. Di depan kekuatan absolut, harga dirinya tidak berarti apa-apa.“Masuklah.” Suaranya terdengar berat.Begitu mendengar itu, Kaidar langsung berteriak ke arah kerumunan. “Semua orang bisa masuk!”“MAJU!”Kerumunan langsung meledak.Ratusan orang berebut menyerbu menuju pintu reruntuhan. Mereka saling dorong tanpa peduli satu sama lain, bahkan beberapa orang sampai terjatuh dan terinjak di tengah kekaca
“Jangan terlalu sombong hanya karena punya Origin di belakangmu!” Alric menggertakkan giginya. “Kalau semua orang di sini menyerang bersama, lalu memangnya kenapa kalau kalian punya Origin?”Ia masih tidak percaya empat orang di belakang Kaidar semuanya berada di level itu. Baginya, Origin adalah eksistensi langka, mustahil muncul empat sekaligus.Namun dia tidak tahu...Di dalam Sektor Bayangan, Origin sama sekali bukan sesuatu yang luar biasa. Hanya saja para kultivator dari sana jarang turun ke dunia fana, sehingga orang-orang seperti Alric salah mengira bahwa Origin adalah puncak kekuatan yang tak tersentuh.Kaidar tersenyum tipis. “Kalau tidak puas, aku bisa memberi kalian kesempatan.”“Kesempatan?” Alric mengernyit.“Kalian boleh menyerang bersama. Tapi kalau kalah, semua orang harus masuk ke reruntuhan bersama-sama.”Alric terdiam sesaat.Permintaan itu terdengar aneh. Sejak awal, Kaidar justru terus memaksa agar semua orang masuk ke dalam reruntuhan. Itu sama sekali tidak masu
Ryuki menatap pemandangan itu dengan wajah yang menegang. Dalam pikirannya, roh spiritualnya berbicara, dengan suara serak dan cemas. “Dua kali badai petir dalam satu terobosan? Dia bukan manusia biasa, pemuda ini sangat berbakat.”Ryuki mengatupkan rahangnya, napasnya memburu. Jika Nathan benar-be
Aura menekan itu turun seperti kabut gelap, membuat napas semua orang di Saibu Care tercekat. Para alkemis yang biasanya tidak punya tenaga untuk bertarung memilih diam, menyembunyikan diri di antara kerumunan. Tidak ada satu pun yang maju.Ranzel menyipitkan mata. Energi Villainnya memanas, memeli
Herold berdiri spontan. “Apa yang terjadi?”“Tetua Herold,” salah satu dari mereka berkata, “Orang ini anggota Martial Shrine. Dia bertingkah mencurigakan. Kami menangkapnya.”Herold tidak bisa menahan emosinya. Sorot matanya langsung tajam. “Anggota Martial Shrine?! Apa maksudmu menyusup ke sini?”
BAAM!Ledakan mengguncang dengan dahsyat. Gelombang energi melesat ke segala arah. Bonang dan Abel terhempas, jatuh berguling di antara puing kuil. Asap dan debu menutupi pandangan, udara bergetar oleh daya ilahi yang brutal.Di tengah kekacauan itu, Draven menyeringai. “Inilah hukuman dewa. Tak ad







