Share

Bab 1317

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-07 16:18:04

“Darahku?”

Nathan tampak bingung, namun dia tidak bertanya lebih jauh. Dia menggigit ujung jarinya, dan setetes darah merah yang berkilauan muncul.

Bonang menampung darah itu dengan ujung kuasnya, lalu dengan cepat menggambar sebuah pola naga yang rumit di atas jimat terakhir. Dia kemudian menempelkan jimat darah itu tepat di tengah-tengah batu segel raksasa.

GRRR~ BRAKK!

Seketika, seluruh gua bergetar hebat. Semua jimat yang tertempel di dinding menyala serempak, menembakkan berkas-berkas caha
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1836

    Nathan tersenyum tipis, tetapi sebelum dia sempat menjawab, Bonang sudah lebih dulu membuka suara.“Itu bukan kuda ilahi asli,” nada suaranya tenang, tetapi jelas terdengar menyindir. “Itu hanya ilusi dari formasi.”Ia melangkah mendekati batu besar sambil melanjutkan penjelasannya. “Batu ini dipasangi Segel Zephryx Penahan Bumi. Selama inti formasinya belum dihancurkan, benda yang ditekan oleh formasi ini tidak akan bisa digerakkan.”Bonang melirik Alric dan kelompoknya sekilas. “Jangankan batu sebesar ini. Bahkan sebuah jarum pun tidak akan bisa diangkat kalau formasi itu aktif.”Kalimat terakhirnya langsung membuat wajah Alric dan Riven mengeras. Sindiran itu terlalu jelas. Mereka sebelumnya menghajar batu itu habis-habisan, tetapi bahkan tidak menyadari keberadaan formasi sama sekali.Meski marah, Alric tak bisa membantah. Karena apa yang dikatakan Bonang memang benar.BLAAAARR!Sebelum suasana kembali stabil, kilatan petir biru kembali menghantam lantai aula. Formasi Murka Langit

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1835

    Keheningan langsung menyelimuti seluruh reruntuhan.Wajah semua orang mulai dipenuhi kepanikan. Begitu banyak ahli menyerang bersamaan, tetapi tetap tidak bisa menggoyahkan batu itu sedikit pun.Perlahan, tatapan mereka kembali tertuju pada Nathan.“Hahaha!”Tawa Kaidar kembali terdengar dari luar. “Kalian tidak perlu repot-repot lagi,” nada suaranya dipenuhi ejekan. “Tunggu saja kematian datang pelan-pelan.”Mendengar suara itu, wajah Alric langsung berubah gelap.Orang-orang lain juga mulai mengutuk Kaidar dengan penuh kebencian.Sekarang mereka akhirnya sadar.Kaidar sengaja memancing semua orang masuk ke dalam reruntuhan ini hanya untuk menjebak mereka hidup-hidup.Alric menarik napas panjang sebelum akhirnya menatap Nathan. “Nathan, kau bilang batu ini dilindungi formas? Kalau begitu... bisakah kamu membukanya?”“Tentu,” Nathan menjawab santai.Ucapan itu langsung membuat mata semua orang berbinar.“Kalau bisa, cepat lakukan!” Nada suara Alric mulai dipenuhi kegelisahan.Semakin

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1834

    Alric sendiri tampak kacau. “Sialan!”Saat itu juga, langkah kaki berat terdengar. Aldren yang sejak tadi diam akhirnya berjalan maju menuju batu raksasa.Semua orang langsung menoleh.Detik berikutnya—BANG!Aura besar meledak dari tubuh Aldren. Tekanan mengerikan langsung menyapu seluruh reruntuhan.Mata Alric dan Riven langsung membelalak.“Puncak Villain?!”Mereka benar-benar tidak menyangka Aldren ternyata menyembunyikan kekuatan sebesar itu selama ini.Aldren sama sekali tidak peduli pada keterkejutan mereka. Tatapannya terkunci pada batu besar di depannya.BRAAAKKK!Dia menghantamkan telapak tangannya sekuat tenaga. Ledakan keras mengguncang seluruh reruntuhan. Debu langsung beterbangan memenuhi udara.Namun saat debu perlahan menghilang, batu itu tetap berdiri utuh.Ekspresi Aldren langsung berubah, tatapan matanya dipenuhi keterkejutan. “Mustahil!”Tepat saat itu, cahaya aneh tiba-tiba muncul di permukaan batu. Garis-garis rune mulai menyala satu per satu.Detik berikutnya, b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1833

    “Tidak mungkin...”“Mana hartanya?”“Jangan-jangan ada ruang tersembunyi!”Kerumunan mulai panik.Sebagian orang menghantam dinding batu di sekitar mereka. Sebagian lagi memeriksa altar batu satu per satu. Namun hasilnya tetap sama, tidak ada apapun. Bahkan, di atas altar itu hanya terdapat beberapa batu biasa.Wajah Alric makin gelap, ia sudah kehilangan begitu banyak anak buah demi masuk ke tempat ini. Tapi hasil akhirnya justru seperti lelucon.“Alric...” Riven berjalan mendekat sambil menahan emosinya. “Apa sebenarnya tempat ini?”Nada suaranya terdengar berat. “Kita kehilangan banyak orang hanya demi reruntuhan kosong?”Alric mengerutkan kening kuat-kuat, ia juga tidak mengerti. “Suruh semua orang mencari lagi.”Tatapannya menyapu area sekitar. “Aku tidak percaya tempat sebesar ini benar-benar kosong. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi.”Nathan terus memperhatikan reruntuhan kosong di depannya. Semakin lama, wajahnya makin serius.Ada sesuatu yang terasa salah. Reruntuhan sebesar

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1832

    Alric tergeletak di tanah sambil menahan darah yang terus naik ke tenggorokannya. Tatapannya ke arah empat Ksatria Abyss dipenuhi rasa takut.Di sisi lain, keluarga-keluarga yang tadi masih ragu mulai bergerak mendekati Kaidar. Tanpa sadar, mereka memilih berdiri di pihaknya. Tak seorang pun tahu bahwa Kaidar sama sekali tidak peduli pada keadilan.Tujuan mereka datang hanya membunuh semua orang di tempat ini.“Sekarang...” Kaidar menatap Alric dengan dingin. “Semua orang sudah boleh masuk, bukan?”Alric mengepalkan tangannya kuat-kuat, tetapi pada akhirnya hanya bisa menundukkan kepala. Di depan kekuatan absolut, harga dirinya tidak berarti apa-apa.“Masuklah.” Suaranya terdengar berat.Begitu mendengar itu, Kaidar langsung berteriak ke arah kerumunan. “Semua orang bisa masuk!”“MAJU!”Kerumunan langsung meledak.Ratusan orang berebut menyerbu menuju pintu reruntuhan. Mereka saling dorong tanpa peduli satu sama lain, bahkan beberapa orang sampai terjatuh dan terinjak di tengah kekaca

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1831

    “Jangan terlalu sombong hanya karena punya Origin di belakangmu!” Alric menggertakkan giginya. “Kalau semua orang di sini menyerang bersama, lalu memangnya kenapa kalau kalian punya Origin?”Ia masih tidak percaya empat orang di belakang Kaidar semuanya berada di level itu. Baginya, Origin adalah eksistensi langka, mustahil muncul empat sekaligus.Namun dia tidak tahu...Di dalam Sektor Bayangan, Origin sama sekali bukan sesuatu yang luar biasa. Hanya saja para kultivator dari sana jarang turun ke dunia fana, sehingga orang-orang seperti Alric salah mengira bahwa Origin adalah puncak kekuatan yang tak tersentuh.Kaidar tersenyum tipis. “Kalau tidak puas, aku bisa memberi kalian kesempatan.”“Kesempatan?” Alric mengernyit.“Kalian boleh menyerang bersama. Tapi kalau kalah, semua orang harus masuk ke reruntuhan bersama-sama.”Alric terdiam sesaat.Permintaan itu terdengar aneh. Sejak awal, Kaidar justru terus memaksa agar semua orang masuk ke dalam reruntuhan. Itu sama sekali tidak masu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1642

    “Nathan…” suaranya gemetar, “Jangan bunuh aku. Aku masih tahu rahasia Martial Shrine, rahasia yang lebih dalam!”Nathan berhenti. “Rahasia apa?”“Aku akan mengatakannya, jika kau berjanji mengampuniku.”Tatapan Nathan berubah dingin. “Kau pikir masih punya posisi untuk menawar?”Aura menekan turun,

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1633

    Sebaliknya, wajah pasangan pria dan wanita itu semakin buruk. “Cepat! Bunuh dia sekarang!” teriak si wanita dengan panik. “Kesadaran anak itu sudah menyatu dengan tubuh Dewa Brahm!”Pria itu langsung melonjak. Api di sekujur tubuhnya berkobar lebih ganas, auranya melonjak tajam hingga mencapai punc

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1604

    Tatapan Ryujin mengeras sedikit. “Dengan begitu, aku bisa memastikan keselamatanmu selama berada di sini. Tapi jika kamu terus menantang orang-orang Northern…” senyumnya menghilang, “Jangan salahkan kami jika kalian tidak pernah bisa meninggalkan tempat ini.”Ekspresi Seiji berubah, wajahnya tampak

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1610

    Nathan mengangguk pelan. Ia sempat meninjau kondisi kultivasi Kieran dan yang lain, dan hasilnya cukup memuaskan. Laju perkembangan mereka melampaui perkiraan awalnya.Namun, baru saja ia melangkah keluar dari kompleks istana, getaran aneh tiba-tiba muncul di benaknya. Alisnya langsung berkerut.“T

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status