Share

Bab 1753

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-03-28 23:29:33

Nathan terdiam sejenak. Ucapan itu masuk akal, kadang kemampuan Bonang memang mengejutkan. “Guru Bonang, apa sebenarnya teknik membaca tatanan alam itu?” tanya Nathan. “Bagaimana kamu bisa mengetahui lokasi makam kuno? Atau merasakan harta langka sebelum muncul?”

Bonang menyipitkan mata. “Kamu ingin belajar?”

“Tentu.” Nathan tersenyum. “Seperti kata pepatah, selalu ada yang bisa dipelajari dari orang lain. Kamu ajarkan seni membaca Resonansi Dunia, aku ajarkan Teknik Sigil Rune.”

Bonang tertawa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Anwar Machmud
Sdh 3 hari TDK ada kabar berita,apa sdh tamat.
goodnovel comment avatar
Anwar Machmud
Bagaimana cepat kalau dikit2 hilang lagi.
goodnovel comment avatar
MUHAMMAD NURUDIN
liburnya hari apa saja?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1998

    Wajah keduanya langsung berubah. Mereka merasa seolah ada jutaan semut yang sedang menggerogoti otak mereka dari dalam. Rasa sakit yang luar biasa membuat tubuh mereka menegang, sementara ekspresi percaya diri yang sebelumnya memenuhi wajah mereka lenyap tanpa jejak.Setelah beberapa saat, Nathan menarik kembali tekanan kesadaran spiritualnya. Di saat yang sama, Bonang juga menghentikan bunyi lonceng tua di tangannya.Wajah Garrick dan Magnus langsung terlihat suram. Keduanya menatap lonceng usang milik Bonang dengan ekspresi penuh kewaspadaan, seolah benda berkarat itu benar-benar merupakan artefak mengerikan yang tidak mereka pahami.“Ayah, bukankah Ayah mengasingkan diri selama bertahun-tahun demi menciptakan artefak itu?” Magnus mengerutkan kening. “Kenapa Triad Resonansi Arwah malah tidak berguna setelah bertemu lonceng tua milik mereka?”Nada suaranya dipenuhi ketidakpuasan.Namun Garrick tidak menjawab. Sejujurnya, dia sendiri juga tidak memahami apa yang sedang terjadi. Dia te

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1997

    Melihat kondisi Bonang, Nathan segera mengaktifkan Teknik Jiwa. Bibirnya bergerak perlahan tanpa mengeluarkan suara keras.Dalam sekejap, cahaya keemasan muncul di dalam kesadaran Bonang dan menyapu seluruh energi asing yang mencoba menguasai pikirannya. Seketika itu juga, rasa kacau yang memenuhi benaknya menghilang tanpa jejak.Bonang menarik napas panjang. Kepalanya terasa jauh lebih jernih dibandingkan sebelumnya.Namun Garrick sama sekali tidak menyadari perubahan tersebut. Dia terus mengalirkan energi ke dalam Triad Resonansi Arwah sambil berusaha memperkuat serangannya.Bonang melirik Nathan dan melihat bibir pria itu masih bergerak perlahan. Saat itulah dia menyadari bahwa Nathan sedang menggunakan sebuah teknik khusus untuk menahan serangan mental dari artefak tersebut.Entah karena terinspirasi oleh situasi itu atau karena sebuah ide aneh tiba-tiba muncul di kepalanya, Bonang mendadak merogoh sakunya.Tak lama kemudian, sebuah lonceng tua muncul di tangannya.Bentuknya jauh

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1996

    Tatapannya menjadi semakin dingin. “Kalau bukan karena hubungan Ryujin dan diriku, saat ini kau bahkan tidak akan memiliki kesempatan berdiri di hadapanku dan berbicara seperti sekarang.”Suasana di dalam aula langsung berubah berat.Sikap Garrick seolah menempatkan dirinya sebagai hakim yang memegang kendali penuh atas nasib orang lain.Namun Nathan hanya menatapnya tanpa sedikit pun rasa takut. “Orang yang mampu membuatku berlutut memang ada,” sudut bibir Nathan terangkat membentuk senyum tipis. “Sayangnya, orang itu bukan dirimu.”Senyum itu perlahan menghilang.“Karena kalian belum memiliki kualifikasi untuk menerima penghormatan seperti itu dariku.”Mata Garrick langsung menyipit, sebuah senyum dingin muncul di wajahnya. “Kau benar-benar menganggap dirimu tak terkalahkan hanya karena sudah memasuki tahapan Sovereign?”Dia menggelengkan kepala perlahan. “Hari ini aku akan menunjukkan seperti apa kekuatan Aula Seribu Relik yang sesungguhnya. Setelah itu, sekalipun kau ingin berlutu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1995

    Melihat situasi itu, Nathan sebenarnya ingin menjelaskan apa yang benar-benar terjadi. Bagaimanapun juga, keributan sebelumnya bermula karena Magnus yang lebih dulu bersekongkol dengan Kaidar untuk menjebaknya.Namun baru saja Nathan membuka mulut, Garrick mengangkat tangan untuk menghentikannya.“Tidak perlu dijelaskan.” Nada suaranya tenang, tetapi tegas. “Karena Ryujin sudah meminta bantuanku, aku pasti akan meminjamkan Kunci Resonansi Dunia kepadamu. Ini bukan karena dirimu, melainkan karena aku sedang membalas hutang budi kepada Ryujin.”Setelah mengatakan itu, Garrick melemparkan Kunci Resonansi Dunia ke arah Nathan.Nathan menangkap artefak tersebut dengan satu tangan. Makna ucapan Garrick sangat jelas. Jika bukan karena Ryujin, Nathan tidak akan pernah mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini.“Terima kasih, Tuan Garrick.” Nathan menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.Setelah mendapatkan Kunci Resonansi Dunia, dia bersiap pergi bersama Bonang.Namun ketika

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1994

    Tak lama kemudian, keduanya tiba di gerbang Aula Seribu Relik.Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, kali ini beberapa anggota aula sudah berdiri menunggu di luar seolah mengetahui kedatangan mereka sejak awal.Nathan melangkah maju. "Apakah Ketua Aula kalian sudah keluar dari pengasingan?"Tatapannya tertuju langsung kepada pria yang memimpin penyambutan itu.“Ketua aula kami sudah keluar dari pengasingan. Beliau bahkan memerintahkan kami untuk menunggu dan menyambut kedatangan kalian di gerbang.”Anggota Aula Seribu Relik itu berbicara dengan sikap hormat sebelum mengantar Nathan dan Bonang memasuki area utama.Tak lama kemudian, keduanya tiba di sebuah aula megah yang jauh lebih luas dibandingkan tempat yang pernah didatangi Nathan sebelumnya saat bertemu Magnus. Berbagai artefak memenuhi ruangan itu, tersusun rapi di rak-rak kayu kuno. Sekilas saja sudah terlihat bahwa kualitas benda-benda tersebut berada jauh di atas artefak yang pernah mereka lihat sebelumnya.“Kalian akhirnya da

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1993

    Nathan benar-benar tenggelam dalam ketenangan itu. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dua sosok wanita sedang berjalan menuju area pemandian."Nona, akhir-akhir ini Anda terlalu sering datang ke sini." Sierra menghela napas sambil berjalan di samping Liana. "Jangan bilang Anda masih berharap Nathan pernah muncul di tempat ini."Liana tidak menjawab.Sierra melanjutkan dengan nada pasrah. "Itu mustahil. Sekalipun dia bisa memasuki Sektor Bayangan, tidak mungkin dia menemukan lokasi pemandian ini.""Tuan Besar juga sudah mengingatkan bahwa Konferensi Sektor Bayangan akan segera dimulai. Beliau ingin membawa Anda menghadirinya sekaligus meminta Anda lebih fokus berkultivasi."Liana langsung memutar bola matanya. "Kak Sierra, kenapa akhir-akhir ini kamu bicara seperti ibuku? Aku cuma ingin berendam air panas.""Huh, kamu terlalu banyak berpikir."Sierra hanya bisa menggelengkan kepala sebelum keduanya terus berjalan ke arah sumber mata air.Di saat yang sama, Nathan masih menikmati ketenanga

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1321

    "Sepuluh Kaidah Agung Geomansi," mulainya, "Adalah puncak dari ilmu geomansi dan feng shui. Ini bukan sekadar kuburan, melainkan sebuah formasi raksasa yang dirancang untuk memberkati garis keturunan sang penghuni, memastikan kemakmuran dan keberuntungan bagi generasi penerusnya." Dia berhenti seje

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1377

    Ryuki terlempar ke belakang, jatuh berlutut dengan erangan kesakitan dan keterkejutan. Wajahnya pucat pasi. Pada saat inilah ia akhirnya mengerti. Entah bagaimana, kekuatan Nathan, telah melampaui kekuatannya sendiri.Namun, serangan yang seharusnya fatal itu tidak mengakhiri hidupnya. Kabut hitam

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1362

    "Hoga," sapa Bachira, suaranya datar seperti padang es, namun di bawahnya ada penghinaan yang tak terselubung. "Tidak kusangka seekor ular sepertimu juga diizinkan merayap ke tempat ini."Hoga, seorang pemuda tampan dengan senyum yang terlalu sempurna, tampaknya sama sekali tidak terpengaruh. Ia me

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1312

    ‘Apa itu? Jangan-jangan bocah itu masih belum mati?’Dengan ekspresi kesal, Arlot melambaikan tangannya. Angin kencang tiba-tiba bertiup, menyapu bersih semua asap dan debu, perlahan-lahan menampakkan pemandangan di pusat ledakan. Di sana, terlihat sebuah kawah yang aneh. Lebarnya sekitar tiga mete

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status