Compartir

Bab 1862

Autor: Imgnmln
last update Fecha de publicación: 2026-05-14 22:40:09

Beberapa menit kemudian, terdengar teriakan pendek dari dalam gang.

Lalu semuanya kembali sunyi.

Seiji berjalan keluar perlahan sambil mengernyit. “Nathan tidak ada di markas…”

Ia tidak tahu Nathan sedang berada di Sekte Bloody dan tidak akan kembali malam itu.

Sementara itu, Nathan masih dikelilingi para gadis sambil bermain kartu. Wajahnya sudah penuh tempelan kertas akibat terus kalah.

“Nathan, jangan curang!” Sienna langsung menunjuknya.

“Cepat ambil lagi kartumu!”

Para gadis lain langsung
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2123

    Di Sumber Kehidupan Abadi, Nathan telah berendam selama tiga hari penuh. Selama itu pula, dia terus mengamati setiap perubahan yang terjadi pada aliran mata air.Dengan mengandalkan Kesadaran Spiritual, Nathan mengikuti jalur aliran air, berusaha menelusuri ke mana sebenarnya mata air itu bermuara melewati Zona Terlarang yang tertutup rapat.Semakin lama mengamati, dia semakin yakin bahwa air Sumber Kehidupan Abadi bukan memancar tanpa henti, melainkan mengalir dalam sebuah siklus yang terus berulang.Malam itu, bulan purnama menggantung tinggi di langit.Nathan perlahan keluar dari mata air, lalu menyusuri aliran air menuju Zona Terlarang. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, sebuah tekanan mengerikan tiba-tiba menghantam tubuhnya.Dalam sekejap, rasa nyeri yang luar biasa memenuhi lautan kesadarannya."Formasi pembatas yang luar biasa..." Nathan menarik napas dalam. "Gabungan formasi dari beberapa sekte di Sektor Bayangan benar-benar tidak bisa diremehkan."Dia sempat terpikir untuk

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2122

    Di Ordo Tempest, Levan tengah berbaring di sebuah ranjang khusus.Seluruh tubuhnya dipasangi berbagai selang yang dipenuhi cairan hijau pekat.Di hadapannya berdiri sebuah tabung kaca besar. Cairan hijau di dalamnya terus bergolak seolah sedang mendidih.Levan menggertakkan gigi sambil memejamkan mata. Rasa sakit yang luar biasa membuat seluruh tubuhnya menegang.Di sampingnya, sang ibu hanya bisa mengawasi dengan wajah penuh kecemasan. "Tetua Eksel, kau benar-benar yakin metode ini aman?" tanyanya gelisah. "Dia putra kandungmu. Kalau sampai terjadi sesuatu, aku tidak akan tinggal diam."Tetua Eksel tersenyum tipis. "Tenang saja, teknologi modifikasi gen ini sudah sangat matang."Usai berkata demikian, dia melangkah mendekati tabung kaca. Ujung jarinya digigit hingga berdarah, lalu beberapa tetes darah menetes ke dalam cairan hijau tersebut. Meski hanya kehilangan sedikit darah, wajah Tetua Eksel langsung tampak pucat karena kelelahan.Tak lama kemudian, cairan hijau itu terus mengali

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2121

    Nathan pun memperkenalkan keduanya. "Mereka adalah teman yang kutemui di perjalanan. Berkat bantuan mereka, aku berhasil menemukan Sumber Kehidupan Abadi."Nathan tidak berniat menjelaskan terlalu banyak mengenai Sektor Bayangan.Sheerena pun tersenyum ramah kepada Rael dan Velisa. Keduanya membalas dengan senyum tipis sambil menganggukkan kepala."Kalian berdua boleh berkeliling dulu di Klan Draken Ascalon. Setelah semua urusanku selesai, kita langsung berangkat." Nathan tahu rasa penasaran mereka terhadap dunia luar masih sangat besar, sehingga sengaja memberi kesempatan untuk melihat-lihat markas Klan Draken Ascalon.Rael dan Velisa mengangguk sebelum berjalan meninggalkan halaman utama.Sementara itu, Nathan langsung menuju tempat Bonang dan Kieran dirawat untuk memeriksa kondisi mereka."Kak, Northern benar-benar luar biasa." Velisa menatap sekeliling dengan mata berbinar. "Bahkan wilayah Klan Draken Ascalon saja terasa jauh lebih luas daripada seluruh Ordo Sancta."Rael ikut men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2120

    Melihat sikapnya, Nathan tidak memaksa. Dia khawatir anggota Ordo Abyssal lainnya akan segera datang memburu wanita itu, sehingga berkata dengan nada tenang, "Ikutlah bersama kami. Kalau tetap di sini, mereka pasti akan datang lagi untuk menangkapmu."Sambil berbicara, Nathan perlahan mengulurkan tangannya. Namun, begitu melihat tangan Nathan terulur ke arahnya, wanita itu langsung ketakutan. Dia berbalik dan berlari secepat mungkin hingga menghilang di balik deretan pepohonan.Nathan hanya bisa terpaku dengan tangan yang masih terulur. "Apa aku terlihat semenakutkan itu?" gumamnya sambil tersenyum masam.Velisa segera menahan tawa. "Bukan begitu, Tuan Nathan. Kurasa dia hanya terlalu ketakutan."Nathan kemudian melirik waktu. ‘Aku harus segera menyelamatkan Kieran dan Bonang terlebih dahulu.’Pesawat mereka akan segera lepas landas."Ayo, kita juga harus berangkat."Ketiganya pun meninggalkan area pemakaman.Tak lama setelah mereka pergi, seorang Arkhon datang bersama beberapa Ksatri

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2119

    Salah seorang Ksatria Abyss melangkah maju. "Nathan, urusan ini tidak ada hubungannya denganmu." Suaranya terdengar dingin. "Minggirlah. Kalau tidak, jangan salahkan kami jika harus bertindak kasar."Nathan hanya tersenyum tipis. "Hanya kalian berdua?" katanya penuh penghinaan. "Bahkan para Arkhon kalian sekarang tak lebih dari sekadar semut di mataku. Lalu menurut kalian, apa istimewanya dua Ksatria Abyss?"Tatapannya berubah tajam. "Lepaskan wanita itu. Kalau kalian melakukannya sekarang, aku masih akan membiarkan kalian pergi."Dia mengangkat sedikit dagunya. "Kalau tidak... jangan salahkan aku karena tidak menunjukkan belas kasihan."Ekspresi kedua Ksatria Abyss langsung mengeras. "Nathan," salah seorang dari mereka berkata dengan nada rendah, "Kami sudah berusaha menghindarimu. Apa kau benar-benar ingin menjadikan Ordo Abyssal sebagai musuh bebuyutanmu?""Asal kau tahu, wanitamu saat ini berada di tangan kami!"Kedua Ksatria Abyss sengaja menggunakan Sarah untuk mengancam Nathan.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2118

    "Berhentilah melawan." Salah seorang Ksatria Abyss menatap wanita itu tanpa ekspresi. "Ikut bersama kami dengan patuh. Dengan begitu, kau tidak perlu merasakan penderitaan yang lebih besar."Wanita itu menggeleng tegas. "Aku bahkan tidak mengenal kalian. Kenapa aku harus ikut?""Kalau begitu..." pria itu berkata dingin, "Jangan salahkan kami."Begitu kalimat itu berakhir, kedua Ksatria Abyss langsung melesat bersamaan.Wanita itu segera menekan kedua telapak tangannya ke tanah. Dalam sekejap, cahaya kuning kecokelatan memancar dari bawah kakinya. Lapisan batu tebal kembali membungkus seluruh tubuhnya hingga berubah menjadi manusia batu."Benteng Pelindung!"Suara wanita itu menggema.Seketika tanah bergetar hebat. Batu-batu nisan di seluruh area pemakaman terangkat ke udara, lalu melesat cepat membentuk dinding batu raksasa yang kokoh tepat di hadapannya.Namun, kedua Ksatria Abyss sama sekali tidak berniat menghindar. Tubuh mereka meluncur lurus bagaikan dua meteor hitam, menghantam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 994

    "Tidak!" seru Ramos panik.Retakan itu adalah mimpi buruk bagi seorang kultivator, sebuah senjata pusaka yang retak adalah tanda bahwa keampuhannya sudah melemah.Kaidar, yang melihat semua ini, mengernyit tajam. Urat di pelipisnya berkedut. Nathan sekarang sudah berubah dan dalam sekejap, satu kes

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1020

    Cahaya emas menyelimuti sekeliling medan pertempuran, seketika membuat lonceng itu terhenti. “Hahaha! Sudah kukatakan, sia-sia saja kau berjuang. Terimalah nasibmu! Berlututlah, dan mungkin aku akan berbaik hati untuk tidak membunuhmu,” ejek Ryuki dengan senyum sinis, menatap Nathan yang kini berad

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 971

    Meskipun usianya sudah menua, Justin tetap menunjukkan ketegasan dan kekejaman yang diperlukan untuk menjaga kehormatan keluarga. Seperti kata pepatah, orang yang dermawan sulit mempertahankan kekayaan tanpa kendali yang keras.Setelah menata para petinggi Keluarga Alvaro, Nathan mengeluarkan sebua

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1036

    Di tengah kebingungan itu, Ramos tertawa terbahak-bahak sambil mengejek. “Hahaha, tidak perlu buang-buang energi, ini adalah menara kegelapan milik Keluarga Herton. Semua yang memasuki tempat ini akan kehilangan kekuatan mereka, kecuali kami, anggota Keluarga Herton!”Nathan menatap Ramos dengan di

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status