Share

Bab 1882

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-18 23:10:19

Aveline menatap ayahnya dengan bingung. “Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?”

Alaric segera menenangkan ekspresinya. “Tidak ada.” Ia melambaikan tangan pelan. “Kamu kembali dan istirahatlah dulu.”

Meski masih bingung, Aveline akhirnya mengangguk lalu keluar dari ruangan.

Setelah pintu tertutup, suasana vila langsung berubah sunyi.

Tok… Tok…

Jari Alaric mengetuk meja perlahan. Jika Nathan benar-benar orang yang sama dengan pria yang telah membunuh Squala, maka kedatangannya ke Solara jelas bukan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2110

    Saat suasana semakin mencekam, suara Nathan tiba-tiba terdengar dengan tenang. "Meski kau sendiri yang mengawasinya..." katanya sambil menatap Banyu, "Tungku itu tetap akan meledak."Mendengar ucapan Nathan, tangan Banyu yang semula hendak menghukum para muridnya langsung terhenti di udara.Para murid Ordo Alkemia Surgawi yang sudah gemetar ketakutan pun diam membeku. Tak seorang pun berani mengangkat kepala.Banyu perlahan menoleh ke arah Nathan. Matanya menyipit tajam. "Apa maksud ucapanmu?" tanyanya dingin. "Kau sedang meragukan kemampuan alkemiaku?"Nathan menggeleng santai. "Bukan meragukan." Sudut bibirnya terangkat tipis. "Aku hanya menyampaikan fakta. Tungku alkemiamu sudah meledak, tetapi kau masih berani menyebut kemampuanmu tak tertandingi."Ucapan itu membuat wajah Banyu memerah seketika. "Itu hanya kecelakaan!" bentaknya. "Bukan berarti kemampuan alkemiaku bermasalah. Lagi pula, yang sedang kusempurnakan adalah Elixir Kekuatan tingkat enam. Apa kau tahu betapa sulitnya me

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2109

    Sebagai Ketua Ordo Alkemia Surgawi, ramuan obat yang dimilikinya jauh melampaui apa pun yang dapat dihasilkan keluarga-keluarga seni bela diri di dunia luar. Harta yang dianggap langka oleh mereka belum tentu memiliki nilai sedikit pun di matanya.Nathan pun terdiam sambil mengernyit. Dalam benaknya, dia mulai menimbang satu per satu benda yang dimilikinya, berusaha menemukan sesuatu yang cukup berharga untuk membuat Banyu bersedia membuka akses ke Sumber Kehidupan Abadi.Nathan terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata, "Aku bisa menukarnya dengan formula elixir.""Formula?" Banyu tampak terpana sesaat, lalu pecah dalam tawa keras. "Kau sedang bercanda?"Dia menggeleng sambil menatap Nathan dengan sorot mata meremehkan. "Apa kau lupa siapa aku? Aku adalah Ketua Ordo Alkemia Surgawi. Koleksi formula yang dimiliki ordo kami adalah yang paling lengkap dan paling unggul di seluruh dunia kultivasi."Banyu menyilangkan tangan di depan dada sebelum melanjutkan dengan nada angkuh, "Lalu kau d

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2108

    "Bagaimana?" Banyu tersenyum tipis sambil melirik Nathan. "Sekarang kau masih menganggap mata air ini biasa saja?"Nathan tidak langsung menjawab. Dia kembali mencelupkan tangannya ke dalam Sumber Kehidupan Abadi, lalu memejamkan mata dan mengatur napasnya hingga perlahan menjadi tenang.Perlahan, kekuatan spiritualnya menyebar mengikuti aliran air. Kesadaran spiritualnya seakan melebur ke dalam mata air, menyusuri setiap arus yang mengalir tanpa melewatkan satu sudut pun.Beberapa saat kemudian, Nathan membuka mata. Kerutan tipis muncul di dahinya, seolah baru saja menemukan sesuatu yang mengusik pikirannya.Mahesa yang melihat perubahan ekspresi itu segera bertanya, "Nathan, ada yang kau temukan?"Nathan tersenyum tipis sambil menggeleng. "Tidak, bukan apa-apa." Dia terdiam sesaat sebelum kembali bertanya, "Tuan Mahesa, apakah Anda tahu dari mana sumber mata air ini berasal? Lalu ke mana alirannya bermuara?"Mahesa menggeleng pelan. "Airnya memang muncul dari bawah Pegunungan Langit

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2107

    Setelah kesepakatan tercapai, Banyu memimpin Mahesa dan Nathan meninggalkan Ordo Alkemia Surgawi menuju lokasi Sumber Kehidupan Abadi.Mata air legendaris itu berada di kaki Pegunungan Langit Purba. Airnya memancar tanpa henti dari kedalaman pegunungan sepanjang tahu.Sejak dahulu, banyak kekuatan berebut untuk menguasainya. Pertempuran demi pertempuran pun pecah hingga tak terhitung jumlah korban yang gugur, tetapi tak satu pun berhasil menjadikan mata air itu sebagai milik pribadi.Pada akhirnya, Sembilan Pilar Agung mencapai kesepakatan. Sumber Kehidupan Abadi ditetapkan sebagai aset bersama, sementara hak pengelolaannya diberikan secara bergiliran kepada masing-masing kekuatan selama satu tahun penuh. Selama masa itu, pihak yang menjadi pengelola memiliki hak penuh atas penggunaan mata air tersebut.Dengan kecepatan mereka bertiga, perjalanan menuju kaki Pegunungan Langit Purba hanya memakan waktu kurang dari setengah jam."Sumber Kehidupan Abadi ada di depan sana." Banyu mengangk

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2106

    "Dia bukan muridku." Mahesa menoleh ke arah Nathan. "Ini Saudara Nathan."Dia kemudian memperkenalkan pria tua itu. "Nathan, beliau adalah Banyu, Ketua Ordo Alkemia Surgawi."Nathan segera menangkupkan kedua tangan sebagai salam. "Salam, Tuan Banyu."Banyu Brata, ia menatap Nathan dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu sebelum beralih kepada Mahesa. "Mahesa, bukankah agak aneh seorang seusiamu begitu akrab dengan pemuda yang bahkan belum berusia tiga puluh tahun?" tanyanya sambil mengernyit. "Jangan-jangan dia adalah pewaris dari salah satu kekuatan besar?"Dalam benaknya, hanya ada satu alasan yang dapat menjelaskan sikap Mahesa. Nathan pasti memiliki latar belakang yang luar biasa.Nathan tersenyum tipis lalu menggeleng. "Tuan, jangan terlalu memujiku. Aku hanya seorang kultivator biasa dari dunia bela diri Northern, bukan pewaris keluarga maupun murid dari kekuatan besar mana pun."Banyu tampak belum sepenuhnya percaya, tetapi dia tidak melanjutkan pembahasan itu. Dia segera menga

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2105

    Mahesa tertawa kecil. "Jadi kau juga penasaran, ya?" katanya sambil mendekat. "Kalau begitu, akan kuceritakan."Dia lalu membungkuk sedikit dan membisikkan beberapa kalimat ke telinga Nathan.Sesaat setelah mendengarnya, mata Nathan langsung membelalak. "Jadi begitu..." gumamnya sambil tersenyum tipis. "Pantas saja dia langsung naik pitam ketika tadi kukatakan Levan lebih mirip anaknya daripada muridnya.""Hahaha!" Mahesa tertawa lepas. "Orang-orang di Sektor Bayangan tetaplah manusia biasa. Seberapa tinggi pun kultivasi mereka, hati mereka tetap dipenuhi urusan duniawi."***Keesokan harinya, Mahesa memimpin Nathan menuju Ordo Alkemia Surgawi.Sepanjang perjalanan, Mahesa banyak menceritakan keadaan Sektor Bayangan. Dahulu, tempat itu memiliki banyak ordo, tetapi seiring berjalannya waktu sebagian besar bergabung atau lenyap hingga akhirnya hanya tersisa Sembilan Pilar Agung yang masing-masing menguasai wilayahnya sendiri.Meski di permukaan mereka tampak hidup damai dan saling menja

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 418

    “Hanya ini saja?” Nathan menyeringai dingin. ​ Brrak! Tiba-tiba, kaki kanan Nathan menghentak ringan, sebuah kekuatan yang sangat besar dengan Nathan sebagai pusatnya, menyebar ke segala arah. Lalu, sosok pria tersebut merasakan sebuah kekuatan yang luar biasa kuat menyerbu ke arahnya, raut wajahnya

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 375

    "Pa! Ma!" Nathan menghentikan mobilnya di depan sebuah halaman kecil, halamannya tidak besar tapi sangat bersih, rumah yang terbuat dari batu bata itu juga baru di cat. Ini adalah kampung halaman Nathan, sepertinya sejak orang tuanya pulang, mereka sudah membersihkan rumah ini.​ Melihat rumah dari b

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 371

    Melihat tidak ada orang yang berbicara, Aston menjadi semakin panik. “Reus, tolong aku, kalau kamu menolongku, Keluarga Holcy akan mengikuti perintah Keluarga Alvaro!” Aston meminta bantuan pada Reus, saat ini setengah dari kepala Aston sudah tenggelam ke dalam tanah. Kalau Nathan menambah kekuatann

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 402

    “Tenang saja, kami tidak akan meminta jalur tambang yang baru itu. Lagipula, kami hanya berdua, tidak mungkin bisa melawan tiga keluarga, aku hanya penasaran dan ingin melihat-lihat saja!” Nathan menjelaskan kepada Sebastian. Mendengar perkataan Nathan, Sebastian tidak merahasiakannya lagi dan berka

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status