LOGINDaven dan istrinya, Veyra, awalnya berpacaran sebelum akhirnya menikah. Daven sempat mengira mereka akan hidup bahagia bersama seumur hidup. Namun, selain harus menghadapi penolakan dari keluarga Veyra, dia juga harus melihat istrinya berusaha memenuhi 99 keinginan sahabat masa kecilnya yang sedang sakit. Daven menyaksikan sendiri betapa gilanya Veyra dalam memenuhi keinginan sahabat masa kecilnya itu. Veyra bisa meninggalkan rapat penting hanya karena Axton mengatakan ingin makan ubi panggang yang dijual di bawah. Bahkan saat mereka sedang larut dalam suasana mesra di tengah malam, hanya karena Axton mengatakan takut suara petir, Veyra bisa langsung pergi ke rumah sakit. Daven pernah bertanya, tidakkah semua ini terlalu berlebihan? Veyra hanya menjawab dengan tenang, "Tenang saja, aku tahu batasan." Hati Daven perlahan mati. Mereka mulai saling mendiamkan dan semakin menjauh. Namun, Veyra tetap tidak mau mengalah. Sampai suatu hari, dalam keadaan sedikit mabuk, Veyra mendatangi rumah Daven. Namun, yang membukakan pintu justru seorang wanita yang mengenakan jubah mandi, dengan kecantikan yang luar biasa .... Untuk pertama kalinya, Veyra benar-benar panik.
View MoreVero buru-buru menutupi ponselnya dengan tangan.Namun, sudah terlambat.Daven sudah mendengar semuanya dengan sangat jelas."Bu ... Bu Veyra, obatnya su ... sudah aku dapatkan. Sekarang aku sedang di lobi perusahaan."Saat Vero hendak menutup telepon, Daven mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya, lalu menempelkannya ke telinga.Suara Veyra masih terdengar dari seberang, "Oke. Gimana suasana hati Axton sekarang? Ginjal donor yang sebelumnya cocok dengannya tiba-tiba nggak bisa digunakan. Dia pasti sangat kecewa.""Besok dia keluar dari rumah sakit. Aku harus meluangkan waktu untuk menemani dia. Coba periksa jadwalku besok. Kalau ada yang nggak terlalu penting, batalkan semuanya ...."Dengan wajah tanpa ekspresi, Daven membuka mulut dan memotong perkataannya, "Veyra."Suara yang tiba-tiba terdengar itu membuat orang di seberang telepon terdiam sesaat."Daven?"Veyra mengenali suaranya."Kamu sudah selesai masak dan mengantarkannya secepat ini? Aku nggak punya waktu untuk turun. La
Daven hanya melihat sekilas, lalu menarik kembali pandangannya. Dia langsung meletakkan kotak makanan di atas meja resepsionis.Resepsionis itu sedikit tidak sabar, tetapi tetap mampu mengendalikan ekspresinya dengan baik. Dia masih tersenyum ketika berkata, "Pak, kalau ini pesanan makanan, silakan letakkan di kotak sesuai departemennya ya. Dengan begitu, karyawan akan lebih mudah mengambilnya dan Anda juga bisa menghemat waktu."Daven menggeleng. "Ini untuk Bu Veyra. Aku sudah lihat kotak-kotak di sana, tapi nggak ada kotak untuk direktur utama."Mendengar itu, sang resepsionis tertegun. Dia menatap Daven dengan sedikit curiga.Demi bisa bertemu dengan Bu Veyra, beberapa mitra bisnis sebelumnya juga pernah melakukan berbagai cara yang tidak terduga."Maaf kalau lancang, Anda ini siapa?"Mendengar pertanyaan itu, Daven sedikit tertegun.Siapa dirinya?Tukang masak?Atau pengasuh pria?Apa pun sebutannya boleh.Hanya satu yang tidak boleh, yaitu suami Veyra.Daven tiba-tiba kehilangan k
"Antarin makanan untuk anjing?"Valeria tertegun.Saat mengobati luka Daven hari ini, dia juga mendengar Daven mengatakan bahwa lukanya akibat digigit anjing. Akan tetapi, sejak kapan dia memelihara anjing?Tiba-tiba, Valeria teringat pesan yang baru saja dikirim kakaknya. Matanya langsung membelalak. Dia menatap punggung Daven yang semakin jauh.Valeria buru-buru mengirim pesan kepada Veyra untuk mengadukannya.[ Kak, Daven bilang kamu anjing! ]....Beberapa saat kemudian, Daven sudah membawa sekantong kotak makanan plastik yang telah dibungkus.Sebenarnya, Veyra tidak terbiasa dengan makanan dari luar. Dalam keadaan normal, dia hanya mau makan masakan Daven. Namun, kalau benar-benar tidak sempat atau sedang terburu-buru, dia juga akan makan seadanya di luar.Biasanya, makanan luar yang tidak terlalu ditolak Veyra adalah telur orak-arik tomat dan tahu dingin dengan daun bawang. Kedua hidangan itu memang tidak terlalu bergantung pada kualitas bahan dan juga jarang ada yang bisa mengac
Ujung bibir Daven berkedut.Biasanya dia memang tidak akan kelelahan. Namun, tadi malam dia sudah menghabiskan terlalu banyak tenaga. Sebenarnya, dia juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Itu benar-benar pertama kalinya dia melihat Veyra seperti itu.Daven mengakui, setelah hidup tanpa memenuhi kebutuhan biologisnya selama lebih dari dua tahun, dia akhirnya tidak mampu menahan diri.Tentu saja, alasan terpentingnya tetaplah penjelasan Vero kepadanya kemarin.Daven tiba-tiba teringat Veyra yang mabuk semalam, juga matanya yang memerah setelah sadar tadi pagi. Dia juga teringat bagaimana Veyra berusaha keras mempertahankan sikap dinginnya, tetapi nada bicaranya jelas terdengar sedih ketika meminta Daven mengantarkan makanan untuknya ....Daven terdiam cukup lama.Sejak ibunya meninggal, Daven selalu hidup sendirian. Sampai akhirnya, dia bertemu Veyra.Demi dirinya, Veyra pernah melawan keluarganya, mengenakan pakaian murah bersamanya, dan makan makanan sederhana bersamanya.Veyra memang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.