Share

Bab 1949

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-06-06 22:52:08

“Pukulan Naga Penghancur!”

BAAAANG!

Nathan melayangkan pukulannya tanpa ragu. Energi yang terkumpul di tinjunya langsung berubah menjadi bayangan kepalan raksasa sebelum menghantam telapak tangan Severian dengan kekuatan penuh.

DUUAAAARR!

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh kawah.

Dinding batu di sekeliling mereka bergetar hebat seolah tak mampu menahan benturan itu, sementara gema ledakannya memantul berkali-kali hingga terdengar seperti ribuan petir yang meledak secara bersamaan.

Orang-orang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2143

    Raut wajah Zeryn berubah drastis. Ia buru-buru mengangkat Artefak Soulrender untuk menahan serangan itu sekali lagi, tetapi Nathan sama sekali tidak menghentikan lajunya dan langsung menghantamkannya dengan satu pukulan.BAAANG!Ledakan dahsyat mengguncang bumi. Tanah bergetar hebat, bahkan Raze dan rombongannya yang berada jauh di kawasan pegunungan ikut merasakan getaran aneh itu.Tatapan Zeryn dipenuhi ketakutan ketika melihat Artefak Soulrendernya hancur seketika diterjang pukulan Nathan. Momentum serangan itu sama sekali tidak berkurang dan terus menghantam dadanya dengan telak.Tubuh Zeryn langsung terpental seperti daun kering yang diterbangkan badai, menerobos puluhan batang pohon sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah."Ugh..."Darah menyembur dari mulutnya, sementara wajahnya dipenuhi keterkejutan."Bagaimana mungkin...""S-siapa kau sebenarnya?!"Ia benar-benar tidak menyangka Nathan, yang sejak awal sama sekali tidak dianggapnya sebagai ancaman, mampu mengeluarkan kekuata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2142

    Artefak Soulrender di tangannya terangkat tinggi sebelum dihantamkan dengan kekuatan penuh."MATILAH!"Serangan itu membawa tekanan yang sanggup menghancurkan batu gunung dalam sekejap.Namun Nathan hanya tersenyum tipis, tubuhnya bergeser setengah langkah.Serangan Zeryn meleset begitu saja.Detik berikutnya, cahaya keemasan menyelimuti tubuh Nathan. Kilauan emas mengalir di setiap bagian tubuhnya, membentuk zirah megah yang memancarkan aura suci. Tubuh Vajra Naga Emas kembali muncul. Nathan kini berdiri laksana dewa perang berbalut zirah emas.Zeryn dan Zerion sama-sama tercengang."Pantas saja kau begitu percaya diri."Zeryn menyeringai dingin. "Jadi kau menyembunyikan Artefak Pelindung. Tapi sayangnya, walaupun tubuhmu sekeras baja, hari ini aku tetap akan menghancurkannya hingga berkeping-keping!"Nathan tidak menjawab, sorot matanya berubah dingin. Cahaya keemasan di sekitar tubuhnya meledak hebat. Tanpa peringatan, ia mengayunkan tinjunya lurus ke depan.“Tinju Naga Penghancur!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2141

    Mereka sama sekali tidak menempatkan Nathan dan Velisa sebagai lawan sepadan. Di mata mereka, Nathan hanyalah seorang Sovereign, sedangkan Velisa berada di Puncak Sovereign Tingkat Awal. Dengan kekuatan mereka berdua yang telah mencapai Puncak Sovereign Tingkat Menengah, hasil pertarungan ini sudah dipastikan bahkan sebelum dimulai."Kalian..." Velisa menggertakkan gigi, wajahnya memerah karena amarah. "Dasar manusia menjijikkan!""Hahaha! Melihat gadis kecil itu marah seperti ini justru membuatku semakin bersemangat." Zerion tertawa lepas, sama sekali tidak berusaha menyembunyikan tatapan cabulnya.Di sisi lain, Zeryn mengalihkan pandangan kepada Nathan. "Anak muda, tinggalkan semua barang berhargamu lalu pergi."Tatapannya menyapu Nathan dari ujung kepala hingga kaki. "Dengan kultivasimu, kau jelas bukan orang Sektor Bayangan. Aku sedang bermurah hati. Pergilah sekarang, dan aku akan mengampuni nyawamu."Nathan mengangkat sebelah alis. "Jadi kau benar-benar tidak berniat membunuhku?

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2140

    Di sisi lain, Nathan mengangkat tangan kanannya.Seketika muncul daya hisap yang sangat kuat hingga seluruh kabut hijau di sekitarnya berputar dan tersedot ke arahnya. Cahaya keemasan memancar dari tubuh Nathan. Gelombang energi menyebar ke segala arah, membuat ruang di sekitarnya beriak seperti permukaan air.Namun tepat saat Nathan hendak menghancurkan Formasi itu, tatapannya mendadak berubah tajam."Keluar!"Bentaknya menggema laksana halilintar.Suara yang dibungkus Kekuatan Spiritual itu menyapu seluruh kawasan hutan, mengguncang pepohonan di sekitarnya."Ahh... tak kusangka masih ada ahli Formasi di Sektor Bayangan yang mampu menembus Formasi kami secepat ini."Sebuah suara dingin terdengar dari balik kabut.Sesaat kemudian, dua sosok perlahan melangkah keluar. Jubah mereka sama-sama dihiasi lambang kobaran api besar di dada, menandakan identitas mereka sebagai anggota Ordo Ignis.Zeryn bertubuh kekar dengan wajah dipenuhi bekas luka, sedangkan Zerion memiliki tubuh lebih rampin

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2139

    Mendengar penjelasan itu, Velisa akhirnya memperhatikan keadaan di sekelilingnya dengan saksama. Benar saja, entah sejak kapan kabut kehitaman yang semula menyelimuti hutan telah berubah menjadi hijau pekat, lalu terus merayap perlahan tanpa suara hingga menutupi pepohonan sedikit demi sedikit. Beruntung, sebelum memasuki kawasan itu ia telah meminum Elixir Kesehatan, sehingga racun dalam kabut tidak lagi membahayakan tubuhnya. Karena itulah, sejak tadi ia sama sekali tidak menyadari perubahan yang terjadi. Nathan perlahan memejamkan mata, lalu menarik napas panjang. Kabut hijau di sekelilingnya langsung tersedot masuk ke dalam tubuh.Beberapa saat kemudian, kedua alis Nathan bertaut rapat."Tuan Nathan, ada apa?" tanya Velisa cemas. "Apa kabut beracun ini berbeda?"Nathan membuka matanya perlahan. "Kabut yang pertama memang terbentuk secara alami." Ia mengangkat tangan, membiarkan sisa kabut hijau mengalir di sela-sela jemarinya. "Tapi yang ini dibuat dengan sengaja."Sorot matanya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2138

    Di sisi lain hutan, terbentang sebuah tanah lapang yang tersembunyi di balik pepohonan.Beberapa pria berjubah aneh tengah berkumpul di sana. Di sekitar mereka berserakan bangkai monster yang baru dibunuh.Jubah mereka dihiasi motif kobaran api merah gelap, sementara aura yang memancar dari tubuh masing-masing dipenuhi hawa suram dan menyesakkan.Sekali pandang saja sudah cukup untuk mengetahui bahwa mereka adalah para Kultivator Jahat.Seorang pria tua berdiri di depan kelompok itu dengan wajah serius. "Selama Pemimpin Ordo belum kembali, kita harus mempertahankan posisi ini."Tatapannya menyapu seluruh anggota yang hadir. "Kalau kita berhasil menguasai Kerajaan Luminus, maka Ordo Ignis tidak perlu lagi takut menghadapi Sembilan Pilar Agung."Salah seorang anggota segera mengangkat tangan. "Arkhon, apakah Anda yakin reruntuhan Kerajaan Luminus benar-benar berada di tempat ini?""Keributan sebesar ini pasti sudah menarik perhatian banyak kekuatan. Mustahil mereka tidak mengirim orang.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 587

    “K-kalau begitu …. tulang-tulang manusia ini, adalah korban perang?” Renne bertanya dengan suara pelan pada Nathan. “Belum tentu,” Nathan menggelengkan kepalanya. “Kalau ingin tahu bagaimana orang-orang ini bisa mati, maka harus bertanya pada mereka!” Setelah selesai bicara, Nathan menjentikkan tang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 610

    Kraaak!BRAK!Selain gelombang panas, yang lebih serius adalah tekanannya yang sangat besar, dan membuat Nathan merasa seperti ada gunung yang menekan tubuhnya. Arena di bawah kaki Nathan mulai retak dan arena itu mendadak runtuh, Nathan juga terjatuh dengan cepat ke bawah arena. Dan cahaya itu sudah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 554

    Saat melihat Zidan yang mati tragis dia menangis dengan histeris. Sedangkan saat ini Harris memandangi mayat putranya, tubuhnya gemetar tidak terkendali dan matanya berubah menjadi merah. “Siapa …. Siapa yang membunuh putraku!” Harris berteriak marah, matanya melotot tajam. Aura membunuh di tubuhnya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 548

    “Tuan Nathan, ada apa?” Melihat ada yang salah dengan raut wajah Nathan, Reus bertanya padanya. Pada saat ini, detak jantung Nathan masih berdebar kencang, dan wajahnya juga memerah. Nathan mengernyitkan keningnya, meskipun dia adalah seorang pemuda yang penuh dengan gairah, tapi dengan kemampuan di

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status