LOGINElara terdiam beberapa saat sebelum menyadari maksud Nathan. Wajahnya langsung memerah hingga ke telinga. “Tuan Nathan!”Nada suaranya berubah kesal. “Aku memang mengakui bahwa aku sedikit menyukaimu. Kau pernah menyelamatkanku, dan kalau memang suatu hari kau menginginkanku, aku bersedia menyerahkan diriku kepadamu.”Elara menatap Nathan dengan serius. “Bahkan kalau kau menginginkannya sekarang, aku tidak akan menolak. Tapi aku, tidak akan pernah melakukan hal seperti itu ketika kau sedang tidak sadar. Aku mungkin bukan wanita yang sempurna, tetapi aku juga bukan wanita murahan!”Melihat Elara benar-benar tersinggung, Nathan langsung panik. “Nona Elara, bukan itu maksudku!”Dia buru-buru menjelaskan, “Aku hanya mengalami mimpi seperti itu. Rasanya terlalu nyata sampai aku sendiri tidak bisa membedakannya dari kenyataan. Karena itulah aku bertanya.”“Mungkin memang cuma mimpi. aku hanya terlalu banyak berpikir. Maaf, sungguh.” Nathan terus meminta maaf dengan tulus, berharap Elara tid
Pada saat itu, Nathan seolah merasakan kekuatan yang tidak ada habisnya mengalir ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar, dia mulai mengerahkan kekuatan tersebut dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya.Lyra semakin kuat menggertakkan gigi. Air mata terus mengalir di pipinya, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain menahan semuanya demi memastikan Nathan bisa diselamatkan.Waktu berlalu tanpa diketahui.Pada akhirnya, Lyra benar-benar kehabisan tenaga. Manik merah menyala yang sebelumnya penuh energi kini telah berubah kusam dan kehilangan seluruh cahayanya.Setelah perlahan menarik kembali manik tersebut dari tubuh Nathan, Lyra bangkit. Dia menatap Nathan yang masih belum sadarkan diri, lalu tersenyum lega.“Tuan, merupakan kehormatan bagiku untuk mempersembahkan seluruh yang kumiliki demi menyelamatkan Anda...”Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, tubuh Lyra perlahan menjadi semakin samar. Dalam beberapa saat, sosoknya pun menghilang tanpa meninggalkan j
“Nona Liana, tidak perlu dipaksakan. Kami sudah mencoba sebelumnya, tetapi memang tidak berhasil.” Eldric berusaha menghentikannya.Liana menatap wajah Nathan. Air mata perlahan menggenang di sudut matanya.“Nona Liana, biarkan Tuan Nathan beristirahat lebih lama. Jangan ganggu dia dulu.” Elara mendekat dan berbicara dengan lembut.Liana mengangguk. Sebelum pergi, dia masih sempat menatap Nathan dengan sorot mata penuh perhatian. Setelah itu, dia berdiri dan meninggalkan kamar.“Kita juga pergi.” Eldric memanggil Elara. “Sekarang, semuanya hanya bisa kita serahkan kepada Tuan Nathan sendiri.”Keduanya akhirnya meninggalkan kamar, hanya mampu berharap Nathan segera sadar.Hari demi hari berlalu.Selama tiga hari penuh, Nathan tetap tidak sadarkan diri tanpa menunjukkan tanda-tanda akan bangun.Eldric semakin cemas, tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya selain menunggu.“Ayah, Turnamen Agung Sektor Bayangan akan berakhir besok. Apakah Tuan Nathan masih bisa bangun sebelum itu?” Elara
Beruang Bara seolah memahami maksud Nathan. Ia menjulurkan lidah dan menjilat tangan Nathan, kemudian mengeluarkan beberapa geraman rendah.Tidak lama kemudian, sesuatu keluar dari mulutnya. Sebuah Kristal Jiwa.Kristal tersebut jatuh ke telapak tangan Nathan. Setelah menyerahkan Kristal Jiwa itu, Beruang Bara perlahan menutup matanya.Orang-orang di sekitar langsung menatap Kristal Jiwa di tangan Nathan dengan tatapan penuh iri dan keserakahan.Nathan merasakan tatapan tersebut. Dia perlahan bangkit, lalu menyapu seluruh kerumunan dengan tatapan tajam. Setiap orang menunjukkan ekspresi yang berbeda, tetapi Nathan bisa merasakan keserakahan yang tersembunyi di balik tatapan mereka.Namun, pandangannya perlahan menjadi kabur. Tubuhnya akhirnya kehilangan kekuatan dan roboh ke tanah.“Tuan Nathan!”“Nathan!”Beberapa orang langsung bergegas menghampiri dan menopang tubuhnya.Eldric dan Rotgam juga segera melompat turun dari tribun tinggi dan mendarat di sisi Nathan. Mereka berdua langsu
“Brengsek! Keluarkan aku!”Ronan ternyata masih hidup. Suaranya terdengar dari dalam Genderang Sembilan Naga, penuh amarah sekaligus kepanikan.“Aku sudah bilang akan menghajarmu sampai habis. Bahkan kalau kau berubah menjadi monster sekalipun, aku tetap akan menghajarmu!” Nathan mengangkat tangan kanannya dan membuat gerakan meraih ke udara.Seketika, palu pemukul genderang muncul di tangannya. Tanpa ragu, dia mengayunkannya sekuat tenaga.GONGG—!Suara dentangan dahsyat mengguncang seluruh arena. Gelombang aura mengerikan langsung memancar dari Genderang Sembilan Naga dan menyapu ke segala penjuru.Orang-orang di sekitar segera mundur agar tidak terkena dampaknya.“Ahhh!” Jeritan kesakitan Ronan terdengar dari dalam Genderang Sembilan Naga.Nathan menggertakkan gigi, lalu kembali mengangkat palu di tangannya.GONGG—! KRAAKK—!Pukulan kedua membuat Genderang Sembilan Naga bergetar semakin hebat. Bahkan arena mulai tidak mampu menahan tekanan tersebut, sementara penghalang yang mengel
Pada akhirnya, Beruang Bara ambruk ke tanah dan memuntahkan darah. Namun, matanya masih bergerak, ia masih hidup.Melihat kondisi Beruang Bara yang terluka parah, beberapa orang di sekitar arena mulai menunjukkan tatapan serakah. Mereka semua tahu bahwa Kristal Jiwa milik monster sekuat itu merupakan sumber daya yang sangat berharga.Beberapa orang bahkan mulai mendekat sambil membawa senjata, berniat mengambil Kristal Jiwa Beruang Bara.“Siapa pun yang berani menyentuh Beruang Bara ini, aku akan melawannya sampai mati!” Elara langsung mencabut pedangnya dan berdiri di samping Beruang Bara, melindunginya dari orang-orang yang berniat mengambil keuntungan.Moki juga segera maju untuk membantu. Dia berdiri di sisi lain Beruang Bara dengan posisi siap bertarung kapan saja jika ada yang berani mendekat.Liana pun tidak tinggal diam. Dia melangkah maju dan ikut menjaga Beruang Bara. Bagaimanapun juga, makhluk itu sedang mempertaruhkan nyawanya untuk membantu Nathan.Melihat ketiganya berdi
Saat melihat Zidan yang mati tragis dia menangis dengan histeris. Sedangkan saat ini Harris memandangi mayat putranya, tubuhnya gemetar tidak terkendali dan matanya berubah menjadi merah. “Siapa …. Siapa yang membunuh putraku!” Harris berteriak marah, matanya melotot tajam. Aura membunuh di tubuhnya
“Tuan Nathan, ada apa?” Melihat ada yang salah dengan raut wajah Nathan, Reus bertanya padanya. Pada saat ini, detak jantung Nathan masih berdebar kencang, dan wajahnya juga memerah. Nathan mengernyitkan keningnya, meskipun dia adalah seorang pemuda yang penuh dengan gairah, tapi dengan kemampuan di
“Tuan, bagaimana kita harus menyiapkan hadiahnya?” Kepala pelayan bertanya dengan lembut. “Tunggu setelah kakak keluar, baru kita bicarakan lagi, kali ini kita harus menyiapkannya dengan baik!” Harris tidak berani mengambil keputusan, apalagi Donovan juga akan keluar dalam beberapa hari ini, dan men
“Hanya bantuan kecil,” Nathan tidak merasakan apapun. “Tidak perlu begitu sungkan padaku.” “Tuan Nathan, tidak disangka, kekuatanmu begitu mengerikan! Pukulan yang begitu kuat itu tidak menyebabkan cedera sedikitpun pada tubuhmu!” ujar Milan mengingat kembali Nathan yang tadi menahan pukulan yang be







