Share

Bab 233

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-06-10 19:06:02

Zayn memandang para pengawal Keluarga Wibowo yang sedang merintih kesakitan, lalu memandang pisau belati di tangan Santos, dia lalu tersenyum. “Tuan Santos, Anda baru saja sampai di Kota Vale. Jika ada masalah, kita bisa diskusi baik-baik tanpa perlu menggunakan kekerasan!” Zayn maju kedepan dan mengambil pisau belati dari tangan Santos.

Dulu, Zayn juga merupakan seorang pejabat di Kota Boulmer sehingga mengenal Santos Juventus, sekarang dia sudah pensiun sehingga kekuatannya tidak begitu berp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ma Tibun
siapa ya pria setengah baya berpakaian jaz? psti bukan nathan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2374

    Semakin dekat Damian berjalan, semakin besar kegembiraan yang terlihat di matanya. Ia sudah membayangkan bagaimana kekuatannya akan meningkat setelah menyerap energi Nathan. Jika tubuh Nathan berhasil dijadikan boneka, kedudukannya di antara berbagai faksi di Sektor Langit juga akan semakin kuat.Saat itu, perkataannya tidak akan lagi bisa dipandang sebelah mata.Damian benar-benar tenggelam dalam keserakahan. Ia tidak menyadari bahwa Nathan sedang menunggu tepat untuk saat seperti ini.“Jangan salahkan aku, Nathan.” Damian akhirnya berhenti di hadapannya. “Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan kesombonganmu sendiri.”Tangannya perlahan terulur menuju tubuh Nathan. Damian sama sekali tidak menekan Nathan dengan auranya.Menurut perhitungannya, Nathan sudah berada di ambang kehancuran. Energi spiritualnya hampir habis, pertahanannya telah runtuh, dan tubuhnya bahkan nyaris tidak mampu berdiri.Bagi Damian, Nathan sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Itulah sebabnya ia sam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2373

    Nathan tidak punya pilihan selain menghadapi keduanya. Pedang Aruna berkelebat cepat, menghasilkan cahaya pedang yang terus-menerus memotong serangan Damian dan Banyu. Namun, pertarungan berkepanjangan membuat energi spiritual di dalam tubuhnya terkuras semakin cepat.Nathan mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Gerakannya tidak lagi selincah sebelumnya, sementara kekuatan yang dikeluarkan dari setiap tebasan juga terus menurun.Damian segera menyadari kondisi tersebut. “Hahaha! Menyerahlah, bocah…” Ia terus menyerang sambil tertawa. “Perlawananmu tidak akan mengubah apa pun. Bahkan kalau kami tidak bisa langsung membunuhmu, kami cukup menguras tenagamu sampai kau mati kehabisan energi.”Nathan menggertakkan gigi. “Kalau memang kalian mampu, teruskan saja sampai aku mati.”Ia tidak menunjukkan sedikit pun niat untuk menyerah. Di dalam tubuh Nathan masih tersimpan kekuatan Rune Primordial. Itulah kartu terakhir yang selama ini sengaja ia sembunyikan.Nathan tidak berniat menggunakan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2372

    Klang—!Nathan berhasil menepis anak panah Damian dengan Pedang Aruna. Namun, pada saat itulah Banyu muncul dari belakang.BAANG!Sebuah telapak tangan menghantam punggung Nathan dengan keras.Tubuh Nathan terdorong ke depan. Meskipun Tubuh Vajra Naga Emas mampu menahan sebagian besar dampak serangan, kekuatan telapak tangan tersebut tetap mengguncang organ dalamnya. Darah dan energi di dalam tubuh Nathan langsung bergejolak hingga naik ke tenggorokan.Nathan menggertakkan gigi. “Sial... sepertinya hari ini aku benar-benar dalam masalah.”Damian dan Banyu mulai gelisah. Mereka sudah mengerahkan begitu banyak orang dan bekerja sama untuk mengepung Nathan, tetapi sampai sekarang pria itu masih mampu bertahan.Jika pertarungan terus berlangsung, situasinya justru bisa berbalik merugikan mereka.“MATILAH!” Damian akhirnya meraung.Busur di tangannya bergetar hebat. Dalam sekejap, bayangan anak panah di belakangnya yang tak terhitung jumlahnya bermunculan di udara. Energi tajam kemudian be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2371

    Melihat Damian telah bersiap, Banyu pun tidak tinggal diam. Aura dahsyat langsung meledak dari tubuhnya ketika ia mengambil posisi bertarung. Dua tekanan kuat dari para ahli Ascendant segera memenuhi lembah.Nathan menggenggam Pedang Aruna lebih erat. Kini, yang berdiri di hadapannya bukan lagi sekumpulan roh mati. Dua ahli Ascendant telah mengarahkan seluruh kekuatan mereka kepadanya.Damian dan Banyu berdiri berhadapan dengan Nathan. Tatapan keduanya dipenuhi niat membunuh, seolah-olah pria yang terjebak di hadapan mereka hanyalah mangsa yang tinggal menunggu waktu untuk diterkam.“Pergilah ke neraka!” raung Banyu, ia menjadi orang pertama yang bergerak.Tubuhnya melesat ke udara, lalu tangannya mencengkeram kehampaan dengan gerakan tajam sebelum menerjang Nathan dari depan.Damian juga segera menyerang. Ia mengarahkan energi itu ke depan dan menusukkannya bertubi-tubi. Dalam sekejap, puluhan bayangan anak panah memenuhi udara dan menghujani Nathan dari berbagai arah.KLANG! KLANG!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2370

    Damian memang seorang Kultivator Jahat. Sangat mungkin ia memiliki teknik yang memungkinkannya menyerap Aura Kegelapan dari para mayat hidup, sehingga membunuh mereka dapat meningkatkan kekuatannya. Itulah sebabnya Damian begitu bernafsu mencari mereka.“Bukankah kau bersembunyi di sini karena ingin menghindari pengejaran kami?” Damian menatap Nathan dengan tajam. “Di mana Mahesa? Bagaimana dengan monster tua itu?”Nathan tidak menjawab. Tatapannya terus bergerak mengelilingi lembah, mencari celah yang memungkinkan dirinya keluar dari kepungan.Banyu tidak sabar melihatnya. “Tidak perlu membuang waktu berbicara dengannya.” Ia melangkah maju. “Bunuh saja dia. Setelah itu, ajarkan kepadaku teknik yang kau gunakan untuk menyerap energi dari mayat hidup.”Banyu sudah terlalu penasaran dengan kemampuan Damian. Namun, tepat ketika ia hendak menyerang, Damian mengangkat tangan untuk menghentikannya.Damian tidak terburu-buru. Saat ini, hanya dirinya dan Banyu yang berada di dalam lembah bers

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2369

    Sementara itu, Nathan masih terus menjelajahi Sektor Bayangan. Ke mana pun ia pergi, ia mencari keberadaan roh-roh mati. Begitu menemukan mereka, Nathan tidak akan membiarkan satu pun lolos.Tanpa disadari Nathan, langkahnya kembali membawanya ke jurang gelap yang pernah ia datangi sebelumnya. Ketika melihat begitu banyak mayat hidup merangkak keluar dari dasar jurang, mata Nathan langsung berbinar.Ia menepuk dahinya sendiri. “Bagaimana bisa aku sebodoh ini?”Nathan akhirnya menyadari sesuatu yang seharusnya sudah terpikirkan sejak awal. “Selama ini aku malah berkeliling mencari mayat hidup, padahal di dalam jurang ini ada begitu banyak!”Di hadapannya, para mayat hidup terus keluar dari kegelapan tanpa henti.“Kalau begitu, aku bisa membantai mereka sepuasnya di sini!” Nathan langsung mengeluarkan Pedang Aruna.Whoosshh!Seberkas cahaya tajam melesat dari bilah pedang dan menyapu ke depan. Mayat hidup yang sedang merangkak keluar dari jurang langsung berubah menjadi abu.Nathan tida

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 973

    Kemudian, Nathan mengajak Sarah dan Beverly. “Sarah, Beverly, kalian ikutlah aku berlatih!”Namun, dengan senyum lembut, Sarah menjawab. “Kamu pergilah dulu, Nathan. Aku dan Eve mau berjalan-jalan dan berbelanja.”“Tapi, mau membeli apa? Hari sudah gelap!” tanya Nathan khawatir.“Kami akan membeli

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1035

    “Tuan Nathan, sebenarnya aku tidak meracuni kalian. Pacarmu tidak sadarkan diri karena terkena mantra, aku hanya perlu mencabutnya, dan dia akan segera bangun,” jelas Ramos dengan nada yang berusaha meyakinkan.Mendengar itu, Nathan mengangguk pelan, pencerahan menyusup dalam benaknya. Kini dia men

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 958

    Russel menatap Nathan dengan kaget, merasakan aura yang mengerikan. Dalam benaknya, kekuatan Nathan sudah hampir mencapai tahap Villain. Namun, sosok Nathan hanya tampak seperti puncak penguasa Ingras yang baru saja menerobos tahap, dan Russel tidak bisa memahami bagaimana dia bisa meledakkan kekua

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 974

    Tak lama kemudian, beberapa dari mereka bergegas mendekati Sarah dan Beverly, dengan tatapan campuran antara ngeri dan takjub. Sementara itu, Sarah dan Beverly hanya tersenyum dingin dan terus melangkah, bahkan ketika mereka melewati mobil bmw itu, Sarah dengan ringan menepuk bodinya. Mobil meleleh

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status