Share

Bab 243

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-06-14 17:51:33

“Tuan!” seorang lelaki tua yang kurus dan bungkuk berjalan masuk.

Lelaki tua ini adalah pengurus rumahnya Keluarga Juventus, Samuel sudah menjadi pengurus rumah Keluarga Juventus sejak generasinya ayah Santos,m. Sekarang usianya sudah tua, dan tidak menjadi pengurus rumah lagi. Hanya saja, Keluarga Juventus sudah menganggap Samuel seperti keluarga sendiri dan membiarkan dia menetap di kediaman Keluarga Juventus.

Saat itu, keluarga Juventus pernah diincar oleh musuh, ratusan orang mengepung ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2358

    Tubuh pemimpin mayat hidup itu berhenti bergerak. Beberapa saat kemudian, sosoknya perlahan menghilang, menyisakan sebuah titik cahaya yang melayang naik dari tempat ia berdiri.Cahaya itu berputar sesaat di udara sebelum melesat lurus menuju Nathan.“Tuan Nathan, hati-hati!”Rael dan Velisa sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Mengira cahaya itu merupakan serangan, keduanya spontan bergerak ke depan untuk melindungi Nathan.Namun, titik cahaya tersebut tidak berhenti. Cahaya itu menembus tubuh mereka dan langsung masuk ke tubuh Nathan.Nathan merasakan perubahan besar di dalam tubuhnya. “Rune Primordial dari pemimpin ini jauh lebih kuat...”Ia segera memusatkan Kesadaran Spiritual ke dalam tubuh dan mendapati Rune Primordial yang sebelumnya hanya satu kini telah berkembang menjadi dua. Pada saat yang sama, kekuatan spiritual di dalam dantiannya melonjak dengan cepat.Nathan tertegun. “Jangan-jangan... aku akan segera menerobos?”Tanpa membuang waktu, ia langsung dudu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2357

    Belum sempat Rael dan Velisa mengatur posisi, pemimpin mayat hidup itu sudah mengayunkan pedangnya. Sebuah cahaya pedang yang mengerikan melesat ke arah Velisa.Velisa buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan tersebut, tetapi benturan kekuatan yang terlalu besar membuat tubuhnya langsung terlempar jauh.“Velisa!” teriak Rael menggertakkan gigi, ia melompat tinggi.Dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, ia menghantamkan tinjunya ke tubuh pemimpin mayat hidup tersebut. Namun, lawannya bahkan tidak bergeser sedikit pun.Sebaliknya, satu serangan balasan saja sudah cukup membuat tubuh Rael terpental. Rael jatuh beberapa meter dari tempatnya semula. Ia bangkit perlahan dengan wajah tegang sambil menatap lawan di hadapannya.“Monster ini terlalu kuat!” Velisa juga segera berdiri dan mempererat genggaman pada pedangnya. “Bahkan Guru hampir tidak mampu membunuh satu saja dari mereka. Kita berdua jelas bukan tandingannya.”Kekhawatiran terpancar dari wajahnya.Rael melirik Nath

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2356

    Rael dan Velisa langsung memasang kewaspadaan ketika melihat pasukan tersebut.Berbeda dengan mereka, mata Nathan justru berbinar. Bagi Nathan, jumlah mayat hidup sebanyak itu bukanlah ancaman. Mereka sumber kekuatan yang sangat besar, karena setiap monster yang dibunuh akan memperkuat Rune Primordial di dalam tubuhnya.“Kalian berdua jaga diri.”Setelah memberikan peringatan singkat, Nathan menggenggam Pedang Aruna dan melesat ke udara. Tubuhnya bergerak cepat menuju pasukan mayat hidup yang sudah mulai mendekat.Pemimpin pasukan yang mengenakan zirah segera mengangkat senjata.“Serang!”Raungan itu menggema di seluruh lembah.Pasukan di belakangnya serentak mengangkat tombak dan berlari maju. Gelombang mayat hidup langsung mengarah kepada Nathan dari segala penjuru.Nathan tidak menunjukkan sedikit pun keraguan. Di udara, Pedang Aruna terayun kuat. Cahaya pedang berwarna keemasan memancar dan membelah ruang di hadapannya, menyapu barisan mayat hidup dengan kekuatan yang luar biasa.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2355

    Setelah beberapa pertempuran terakhir, kekuatan Rune Primordial Nathan sudah mengalami peningkatan yang cukup jelas. Kalau ia bisa membunuh satu atau dua mayat hidup lagi, kemungkinan besar kekuatan tersebut akan menembus tingkat berikutnya.Melihat Nathan tetap bersikeras, Mahesa akhirnya memberikan saran lain. “Tuan Nathan, kalau Anda memang harus pergi, biarkan Rael dan Velisa ikut bersama Anda. Kalau situasinya berubah menjadi berbahaya, mereka setidaknya bisa membantu menahan lawan untuk sementara.”Nathan memahami bahwa Mahesa hanya mengkhawatirkan keselamatannya. Ia pun tidak menolak. “Baiklah. Kalau begitu, setelah kita kembali, kita cari lebih banyak tanaman obat. Aku akan membuat beberapa pil agar pemulihan kalian lebih cepat.”Mahesa mengangguk puas, kemudian memanggil kedua muridnya. “Rael, Velisa, dengarkan baik-baik. Kalian harus selalu berada di dekat Tuan Nathan. Jangan biarkan beliau sampai berada dalam bahaya.”Ia menatap mereka dengan serius. “Kalau keadaan benar-be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2354

    Nathan terus menebas dengan Pedang Aruna setiap kali monster tersebut mendekat.Setiap kali satu mayat hidup berhasil dibunuh, kekuatan Rune Primordial yang samar kembali mengalir masuk ke tubuh Nathan.Nathan tidak memiliki kesempatan untuk memeriksanya lebih jauh karena serangan terus berdatangan. Ia hanya bisa bertarung sambil mundur, membawa seluruh kelompoknya menjauh dari jurang dan rombongan Osric.Setelah melewati perjuangan panjang, mereka akhirnya berhasil melepaskan diri dari kejaran mayat hidup maupun kelompok Osric.Nathan mencari tempat yang relatif aman, lalu memimpin semua orang berhenti untuk memulihkan tenaga.Sementara itu, Osric dan kelompoknya juga akhirnya berhasil keluar dari kepungan. Namun, keadaan mereka jauh lebih berantakan dibandingkan sebelumnya. Mereka baru saja melewati pertarungan sengit dengan para mayat hidup dan harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk bertahan hidup.Osric melihat ke arah tempat Nathan menghilang dengan wajah penuh amarah. “Sial!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2353

    “Tidak perlu mengatakan apa pun lagi.” Wajah Osric tetap dingin. “Bagaimanapun juga, hari ini kau harus mati!”Tatapannya kemudian bergeser kepada Sang Peramal. “Dan kau, pengkhianat! Kau benar-benar berani meninggalkan kami dan berpihak kepada Nathan? Apa kau ingin mati bersamanya?”Sang Peramal justru tertawa kecil. “Osric, jangan salah paham. Orang yang akan mati bukan aku.”Ia menatap lawannya dengan penuh keyakinan. “Sejak awal aku sudah menghitung nasib kalian. Aku tahu persis apa yang akan terjadi.”Osric mendengus jijik. “Jangan terlalu menganggap dirimu hebat. Kalau kemampuan ramalanmu memang sehebat itu dan kau benar-benar sudah mencapai tingkat setengah dewa, kau tidak mungkin masih terjebak di Sektor Langit.”Ia kemudian mengangkat suaranya kepada seluruh rombongan. “Jangan biarkan satu pun dari mereka lolos! Kali ini kita habisi semuanya!”Tatapannya menyapu Nathan dan kelompoknya. “Setelah mereka mati, seluruh sumber daya yang ada di tempat ini menjadi milik kita!”Senja

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1194

    KRAK!Tiba-tiba sebuah suara retak terdengar jelas ketika Lucas menginjak kepala Nathan dengan satu kaki. Tubuh Nathan sudah remuk, namun matanya—meski nyaris tertutup darah—masih menatap ke atas dengan sorot yang membakar kebencian.“Tua bangka... Kalau punya nyali, bunuh aku sekarang. Tapi selama

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1175

    Arriola menoleh dan menatap Sheerena dengan senyum menghina. “Lihatlah bantuanmu, Nyonya. Bodoh dan lemah. Bahkan tubuhmu kau tawarkan untuknya, tapi apa yang kau dapat? Tak satu pun datang membantumu!”Ia tertawa puas, dan mendekat pelan. “Menurutku, saatnya kau bersikap bijak. Tunduk padaku, dan

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1071

    Kaidar menelan ludah, jantungnya berdetak kencang, bukan karena takut, melainkan kegelisahan yang menggerogoti. Dia mengerjap, mencoba menenangkan detak nadinya, sementara bayangan masa lalu berkelebat, wajah ayahnya yang terluka oleh serangan mendadak di desa terpencil mereka. Rasa dendam dan keba

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1115

    Wajah Nathan seketika berubah dingin. Suaranya tajam dan datar. “Maaf, tapi itu satu hal yang tidak bisa kuberikan pada siapa pun.”Nathan bangkit berdiri. “Aku permisi.”Tapi saat dia sampai di depan pintu—"Tutup pintunya," titah Scholar dengan lantang.Kepala pelayan dan empat penjaga tiba-tiba

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status