Share

Bab 263

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2024-06-20 22:33:14

Pada saat itu, Sarah dan yang lainnya menatap Ryzen yang sekarat dan bersimbah darah tak berdaya.

“Ambulas! Panggil ambulans!” Shilpy melihat Ryzen yang terluka parah berkata dengan kaget.

“B-baik!" Gilbert mengangguk dan bergegas mengeluarkan ponselnya..

“Tidak perlu,” Ryzen mengangkat tangannya dengan lemah untuk menghentikan Gilbert, dia berkata dengan susah payah. “Tuan Nathan akan segera kemari, biar dia saja yang menyembuhkanku!”

Meskipun Ryzen terluka parah tapi pikirannya masih jern
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ma Tibun
harusnya sarah mndukung nathan mnyelamtkn sherly, krn sherly mnyelmtkn sarah
goodnovel comment avatar
Aghony Suhendra
tanggung baca ceritanyaa thorrrr
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1850

    Tatapan Arkhon Abyss langsung menggelap, raut wajahnya berubah jelek. Awalnya dia ingin menghancurkan Nathan dengan mudah sambil menunjukkan dominasinya kepada semua orang. Namun sekarang, ia justru dipaksa menahan tekanan dari serangan seorang junior.Di sisi lain, kondisi Nathan juga tidak lebih baik. Serangan tadi hampir menguras seluruh kekuatan di tubuhnya. Namun yang membuat hatinya semakin berat adalah satu kenyataan.Meski hanya menggunakan satu tangan. Arkhon Abyss tetap mampu menahan serangannya secara langsung. Perbedaan kekuatan mereka ternyata masih terpaut sangat jauh.Arkhon Abyss menatap Nathan beberapa saat sebelum akhirnya menarik tangan yang tadi dia sembunyikan di belakang punggung.“Aku harus mengakui satu hal,” ucapnya pelan. “Kamu adalah manusia terkuat yang pernah kutemui di dunia fana.”Nathan tetap menggenggam Pedang Aruna dengan erat. Tatapannya dingin tanpa sedikit pun perubahan emosi. “Kalau sudah selesai bicara, menyeranglah.”Meski terlihat fokus menghad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1849

    Sementara itu, Arkhon Abyss menatap Nathan dengan senyum tipis penuh penghinaan. “Nak, dengan kemampuan seperti itu kamu juga ingin menghancurkan altar ini?”Nada suaranya terdengar santai, tetapi dipenuhi ejekan.“Altar ini ditempa dari Kristal Aether Petir milik Arjana. Jika benda seperti ini bisa dihancurkan oleh orang sepertimu, maka nama Arjana memang pantas dibuang.”Nathan perlahan mengangkat kepalanya, cahaya dingin melintas di matanya. “Kalau begitu…” Jari-jarinya menggenggam Pedang Aruna semakin erat. “Aku akan menghancurkanmu!”Sorot mata Nathan langsung terkunci pada Arkhon Abyss tanpa bergeser sedikit pun.Melihat tatapan itu, Arkhon Abyss merasakan tekanan aneh menyebar di hadapannya. Padahal Nathan hanya berada di tahap Puncak Villain.Dengan kekuatan Arkhon Abyss sekarang, apalagi setelah meminjam kekuatan altar untuk membangun kembali tubuhnya, seharusnya tidak ada seorang pun di bawah tahap Origin yang mampu membuatnya merasa tertekan.Namun cahaya di mata Nathan mem

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1848

    “Semuanya mundur!” Alric berteriak keras.Kerumunan langsung bergerak panik menjauh dari area altar. Tidak ada seorang pun yang berani tetap berada dekat dengan ledakan sebesar itu.“Kalian juga cepat pergi!” Nathan segera menoleh ke arah Bonang dan yang lainnya.Bonang, Nalan, serta yang lain langsung mundur tanpa membuang waktu lagi. Bahkan tanah di bawah kaki mereka mulai bergetar akibat energi liar yang semakin tidak stabil.“Tuan Abyss…” Kaidar menatap pria tua itu dengan gugup.Tanpa perintah, ia tidak berani bergerak sembarangan.Arkhon Abyss hanya melambaikan tangan dengan tenang. “Kalian mundur saja.”“Tapi Anda—” Kaidar ingin bertanya apakah dia benar-benar mampu menahan ledakan sebesar itu.Namun Arkhon Abyss sudah lebih dulu menyeringai dingin, nada suaranya dipenuhi penghinaan. “Serangga seperti mereka tidak akan bisa melakukan apa pun padaku.”Melihat itu, Kaidar tidak berani membantah lagi. Ia segera membawa empat Ksatria Abyss mundur menjauh dari bukit.Dalam waktu sin

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1847

    Pada saat yang sama, puluhan Sigil di udara meledak bersamaan.DUAR! DUAR! DUAR!Api memenuhi langit sesaat sebelum seluruh Sigil itu berubah menjadi abu dan lenyap tertiup angin.Sementara sejak awal sampai akhir, Arkhon Abyss bahkan tidak bergeser setengah langkah.“Guru Bonang!”“Bonang!”Nathan dan Seraphyne langsung menerjang ke depan.Tatapan Seraphyne dipenuhi kekhawatiran saat dia berlutut di samping Bonang dan menopang tubuh pria itu. Matanya mulai memerah melihat kondisi Bonang yang kacau.“GHAAAKK—!”Bonang batuk dahsyat sebelum menatap Nathan dengan napas berat.“Nathan… kekuatannya itu terlalu gila. Cari kesempatan buat kabur… kamu bukan lawannya!”Nathan mengerutkan kening, ia memang tahu Arkhon Abyss sangat kuat, tetapi dia tidak mungkin mundur begitu saja. Jika altar itu jatuh ke tangan mereka, maka peluang menyelamatkan Sarah akan semakin mustahil.“Guru Bonang, istirahat saja dan lihat dari sini,” suara Nathan perlahan berubah dingin. “Masalah ini biar aku yang seles

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1846

    Rudeus langsung memahami maksud Nathan.“Serang!”Pertarungan kembali pecah.Rudeus memimpin serangan lebih dulu. Alric dan kelompok lainnya ikut menerjang tanpa ragu.Gelombang energi kembali mengguncang area. Kali ini kekuatan empat Ksatria Abyss jelas menurun drastis. Namun Arkhon Abyss tetap berdiri di depan altar hitam tanpa bergerak sedikit pun. Ia seperti bayangan gelap yang menjaga pusat kebangkitan energi spiritual itu.Tatapan Nathan langsung menyipit, ia sedang mencari celah. Satu kesempatan saja cukup untuk menghancurkan altar itu.Bonang yang berdiri di sampingnya langsung memahami maksud Nathan. “Nathan, aku akan menarik iblis sialan itu menjauh. Begitu dia bergerak, langsung hancurkan altar itu.”Setelah berkata demikian, Bonang langsung melesat ke depan.WHOOSH!Tubuhnya berubah menjadi bayangan dan menerjang lurus ke arah Arkhon Abyss.Menghadapi Arkhon Abyss, Bonang sama sekali tidak berani gegabah. Aura di tubuhnya langsung meledak keluar, sementara puluhan Sigil be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1845

    “Nathan, bagaimana denganmu?” Chelsea menatap Nathan dengan cemas.“Aku tidak akan kenapa-kenapa. Kau dan yang lain harus segera pergi dari sini.” Nathan mendongak menatap reruntuhan yang terus bergetar hebat.Batu-batu raksasa berjatuhan tanpa henti. Seluruh area sudah berada di ambang kehancuran.“Cepat pergi! Batu seperti ini tidak akan bisa melukaiku.” Nada suara Nathan terdengar tenang, tapi sorot matanya tetap waspada.“Nathan…” Chelsea masih tampak ragu.Namun Nalan segera menarik lengannya. “Ayo! Tuan Nathan tahu apa yang dia lakukan.”Kieran dan yang lainnya juga tidak membuang waktu lagi. “Tuan Nathan, hati-hati!”Setelah mengucapkan itu, mereka langsung bergerak menuju pintu keluar.WHOOOSH!Tanah kembali berguncang hebat.KRRRAAKK—!Retakan besar membelah reruntuhan. Bongkahan batu raksasa mulai runtuh dari langit-langit seperti hujan meteor.Pemandangan itu langsung membuat semua orang panik. Orang-orang yang masih bertarung buru-buru menghentikan pergerakan mereka lalu b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1450

    Dan di sepersekian detik saat konsentrasi Nathan pecah, mereka menyerang secara fisik.Empat sulur bayangan—padat dan lebih gelap dari kehampaan di sekitar mereka—melesat dari keempat arah, menghantam tubuh Nathan secara bersamaan.BANG!Tubuh Nathan terlempar seperti peluru meriam. Meski sekelilin

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1439

    Zephir dan anggota Ravensclaw berkumpul di sekitar Nathan. Zephir menatap Jazer yang kini wajahnya sudah tidak berbentuk, dan perasaannya menjadi campur aduk. Dulu, keluarga Zellon begitu tak terkalahkan. Sekarang, kepala keluarganya malah menjadi sandera yang menyedihkan."Nathan, kita harus berge

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1392

    Roh itu tertawa di dalam kepalanya, tetapi tawa itu tidak mengandung kegembiraan. Tawa itu kering, rapuh, dan penuh dengan kesedihan ribuan tahun.[Hahaha... pengetahuanmu begitu dangkal, anak muda. Sovereign adalah legenda di zamanmu, tetapi ribuan tahun yang lalu, gelar itu bahkan tidak layak dis

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1416

    Sementara di sisi lain kota, kediaman Keluarga Island adalah sebuah oase ketenangan. Bangunan-bangunan dengan arsitektur kuno dikelilingi taman yang rimbun, menciptakan suasana damai yang berbanding terbalik dengan kekacauan di luar sana.Di tengah taman, sebuah gazebo kayu berdiri anggun, tempat C

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status