Share

Bab 56

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-03-10 21:32:49

“Nathan, aku ….” Baru saja dia mau mengatakan sesuatu, dia melihat David dan Maria turun dari mobil dan kembali menutup mulutnya.

David yang menjumpai Lily berada di depan rumahnya mengira dia sedang menunggu mereka untuk bertanya tentang pekerjaannya, sehingga dia merasa malu, lalu berkata kepada Nathan. “Nathan, kamu bicaralah dengan Lily, Papa dan Mama akan masuk duluan.”

David tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada Lily, karena dia sebagai orang yang dituakan semalam begitu yakin member
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Syarifah aini Ishak
lanjut bab nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1968

    Melihat kondisi Nathan, Seraphyne tampak ragu-ragu sebelum akhirnya membuka suara. “Tuan Nathan, sebenarnya bukan berarti tidak ada cara untuk membuka gerbang menuju Sektor Bayangan ini, hanya saja...”“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Nathan dengan nada mendesak. Sorot matanya langsung menajam saat menatap Seraphyne. “Selama ada cara untuk memasuki Sektor Bayangan dan menyelamatkan Sarah, berapa pun harga yang harus kubayar tidak akan menjadi masalah.”Seraphyne tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata, “Aku pernah mendengar tentang sebuah tempat bernama Aula Seribu Relik yang berada di Pegunungan Arkanis. Di sana terdapat sebuah artefak bernama Kunci Resonansi Dunia. Konon, artefak itu mampu membuka berbagai gerbang menuju Sektor Bayangan.”Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya. “Hanya saja, Kunci Resonansi Dunia merupakan pusaka utama milik ketua klan mereka. Tidak mungkin benda itu dipinjamkan begitu saja kepada orang asing. Namun ada satu hal yang mun

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1967

    BZZZT!Tubuh Nathan langsung terpental beberapa meter ke belakang sebelum berhasil menstabilkan pijakannya.Nathan mengangkat kepala dan menatap Seraphyne dengan bingung, sementara wanita itu sendiri tampak mengernyit dalam.“Gerbang milik Ordo Maledicta memang menggunakan struktur yang hampir sama dengan milik kami, tetapi mereka telah menambahkan lapisan segel tambahan. Ibarat sebuah pintu yang memiliki dua kunci, aku hanya mampu membuka kunci pertama, sedangkan lapisan pengaman kedua berada di luar kemampuanku.”Nathan langsung memahami maksudnya. Jelas sekali Ordo Maledicta sudah bersiap menghadapi kemungkinan dirinya memanfaatkan hubungan dengan Ordo Abyssal untuk menemukan markas rahasia mereka. Karena itulah mereka menambahkan segel lain yang jauh lebih rumit pada gerbang dimensi tersebut.Tatapannya kembali tertuju pada pusaran hitam di depan mata. Ia yakin Sarah berada di balik sana, dan jarak yang begitu dekat justru membuat amarah di dalam dadanya semakin sulit dikendalikan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1966

    Nathan segera memusatkan perhatian."Di dalam Retakan Dimensi terdapat sangat banyak dunia yang hidup berdampingan. Hanya saja masing-masing berada pada lapisan dimensi yang berbeda sehingga satu sama lain tidak dapat saling merasakan keberadaannya."Ryujin meletakkan gelasnya. "Sektor Bayangan adalah contoh paling sederhana. Tempat itu berada sangat dekat dengan dunia kita, tetapi sebagian besar manusia bahkan tidak mengetahui keberadaannya."Nathan mengangguk pelan."Sedangkan Sektor Langit adalah dunia lain yang berada pada tingkat dimensi yang jauh lebih tinggi." Tatapan Ryujin tampak dalam. "Ketika kekuatanmu sudah cukup kuat untuk menembus batas dimensi, kau akan mampu melakukan perjalanan antar dunia sesukamu."Nathan terdiam cukup lama. Penjelasan itu memang menjawab pertanyaannya, tetapi pada saat yang sama justru memunculkan lebih banyak tanda tanya.Bagaimana Ryujin bisa mengetahui semua hal tersebut?Seolah-olah pria tua itu pernah melihatnya sendiri.Malam semakin larut.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1965

    Mendengar pujian itu Nathan hanya tersenyum tipis.Ryujin melanjutkan. "Dan keberanianmu juga sama luar biasanya. Kau pergi sendirian ke Solara, menghancurkan empat Aula Dewa Arwah. Membunuh Severian, dan bahkan memaksa Octavius mengeluarkan dekret atas namamu."Ryujin menggeleng pelan sambil tertawa kecil. "Semakin lama, semakin sulit bagiku melihat batas kemampuanmu."Nathan mengangkat bahu. "Sebenarnya aku juga tidak berniat tinggal selama itu. Masalahnya, setelah urusan balas dendam selesai, orang-orang Solara terus mencari masalah. Jadi aku hanya menemani mereka bermain beberapa hari lagi."Sesaat aula menjadi sunyi."Hahaha!"Tiba-tiba Ryujin tertawa keras. "Tidak kusangka, kau masih bisa mengatakan hal semacam itu dengan wajah serius. Menghajar seluruh dunia bela diri Solara sampai kehilangan pemimpinnya, lalu menyebutnya bermain-main."Nathan hanya tersenyum tanpa membantah.Ryujin menggeleng sambil terus tertawa. "Sudahlah, malam ini kita tidak membicarakan urusan lain.""Ayo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1964

    Setelah meninggalkan kediaman Bonang, Nathan sebenarnya berniat langsung kembali ke Klan Draken Ascalon.Namun baru beberapa langkah berjalan, seseorang tiba-tiba muncul dari arah depan, Paul muncul dengan tenang.Nathan tersenyum tipis. "Kapten Paul, bagaimana kondisi lukamu?"Paul langsung mengayunkan kedua tinjunya beberapa kali sambil terkekeh. "Sudah sembuh sejak lama. Bahkan kurasa sekarang aku jauh lebih kuat dibanding sebelumnya."Melihat kondisi Paul yang memang tampak prima, Nathan mengangguk lega. "Sudah larut malam begini. Ada urusan apa mencariku?""Tentu saja karena ada yang ingin menemuimu." Paul menyeringai."Tuan Ryujin sudah tahu kau kembali ke Moniyan. Beliau sengaja menyiapkan perjamuan khusus dan memintaku mengajakmu datang."Nathan sedikit terkejut. "Perjamuan?""Benar." Paul menepuk bahu Nathan. "Percayalah, tidak banyak orang yang mendapat perlakuan seperti ini.""Bahkan kalau dipikir-pikir, kau mungkin orang pertama yang diundang makan malam berdua langsung ol

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1963

    "Nathan..." Rebecca menyilangkan tangan di depan dada. "Kemampuanmu memang semakin hebat, ya?!"Mendengar suara yang seakan menyindir itu, Nathan berkedip. "Maksudmu?""Kau pergi ke Solara beberapa waktu saja, lalu pulang membawa gadis muda yang memanggilmu 'Master'."Nada suara Rebecca terdengar semakin dingin. "Hebat sekali!""Itu salah paham." Nathan buru-buru mengangkat kedua tangannya. "Kalian harus dengar penjelasanku dulu.""Simpan penjelasanmu." Sheerena akhirnya ikut berbicara.Sebagai orang yang paling berpengaruh di antara mereka, satu kalimatnya langsung membuat yang lain mengangguk setuju."Kita bicarakan di rumah."Sebelum Nathan sempat melanjutkan pembelaannya, beberapa gadis sudah menyeretnya menuju kendaraan yang telah disiapkan.Bonang yang melihat pemandangan itu langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Nasibmu memang pantas begitu."Namun tawa itu tidak berlangsung lama.Seraphyne melangkah mendekat lalu menjepit telinga Bonang."Aduh! Aduh! Sakit!" Bonang langsun

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1351

    Setelah mengucapkan kemurahan hatinya yang sombong itu, aura di tubuh Malvin meledak. Sebuah tekanan spiritual yang luar biasa murni dan dahsyat menyapu ke segala arah, membuat pepohonan di sekelilingnya patah dan memaksa kerumunan penonton untuk mundur lebih jauh lagi. Ini adalah kekuatan seorang

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1379

    Ryuki mengerutkan kening, merasa tidak nyaman. "Ketua Sancho, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa dia tiba-tiba... seperti ini?""Aku juga tidak tahu!" Sancho menggelengkan kepala sembari masih tertawa. Ia tidak peduli penyebabnya, yang penting adalah hasilnya.Namun Ryuki tidak puas. Ia me

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1347

    "Tentu saja, Malvin! Jika kau yang turun tangan, Nathan pasti akan mati!" sanjung Sancho."Aku berkultivasi dengan intens selama puluhan tahun di Benua Monarch ini hanya untuk mencapai tingkat ini," kata Malvin dengan dingin. "Dan bocah itu, hanya dengan mengandalkan batu mata naga, bisa mencapainy

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1360

    Dengan Inti Naga Sejati milik Malvin yang terasa dingin di dalam sakunya, Nathan berjalan dengan cepat meninggalkan pinggiran kota. Tujuannya kini hanya satu: Lembah Iblis. Ia harus menemukan tempat yang aman untuk memurnikan harta karun barunya ini. Proses itu tidak bisa dilakukan dalam semalam, d

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status