Home / Urban / Kembalinya sang Dewa Perang / Bab 808[Free Chapter]

Share

Bab 808[Free Chapter]

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-12-31 20:41:08

Kediaman keluarga Zellon.

Sebagai kepala keluarga, Jazer duduk di kursi utama, Kieran sedang berlutut di hadapan Jazer, menundukkan kepalanya seolah sedang dihukum.

“Kepala keluarga, Nelson dari keluarga Calderon menutup mulutnya dengan erat, dia bahkan tidak mau mengatakan kemana perginya Nathan,” Kieran berkata dengan suara rendah.

Tidak menemukan Nathan, Kieran membawa bawahan keluarga Zellon pergi ke keluarga Calderon untuk mencari, karena saat itu Nathan dibawa pergi oleh Nelson, tapi kini Nelson juga tidak mengetahui keberadaan Nathan.

“Nelson pasti tahu kalau Nathan sudah menyerap batu mata Naga, kenapa dia melepaskannya begitu saja? Ini sedikit aneh,” Jazer menyipitkan matanya dan merasa ada yang tidak beres.

“Kepala keluarga, Nelson memang membiarkan Nathan pergi, tapi menurut Nelson, Nathan adalah teman putranya, Abel, jadi Abel memohon agar dia melepaskannya,” Kieran menjelaskan.

“Kesampingkan dulu Nelson berkata jujur atau tidak, kamu segera bawa para bawahan untuk menemukan Nathan, bawa dia kembali ke keluarga Zellon dalam keadaan hidup. Aku ingin melihat, apakah Nathan ini adalah keponakan tersayangku atau bukan!” Jazer terkejut saat mengetahui kalau putra dari adik perempuannya masih hidup.

Karena, dia sudah mengurung adik perempuannya selama dua puluh tahun lebih, dia ingin mendapatkan informasi dari mulut adiknya sendiri. Tapi sayangnya, adik perempuannya membungkam mulut dan tidak mengatakan apapun selama dua puluh tahun lebih. Sekarang mengetahui keponakannya masih hidup, mungkin ini adalah terobosan, di dunia ini, ibu mana yang akan melihat putranya mati begitu saja di hadapannya tanpa melakukan apapun?

Jazer ingin memulai dengan Nathan, kalau Nathan benar-benar adalah keponakannya, maka dia akan menggunakan nyawa Nathan untuk mengancam adik perempuannya sendiri.

Kieran menerima perintah itu dan segera pergi, sedangkan Jazer bangkit berdiri dan berjalan ke penjara bawah tanah yang ada di halaman belakang kediaman keluarga Zellon.

***

Dalam penjara bawah tanah, seorang wanita berusia empat puluh tahunan sedang dikurung di dalam, meskipun kondisi di dalam penjara ini sangat keras, tapi senyuman masih terlihat di wajah wanita itu. Wanita itu adalah ibu kandung Nathan, Brillie Zellon.

“Nona, saatnya makan,” saat itu, seorang pelayan datang membawakan makanan yang sudah ditata rapi di atas meja.

Pelayan itu melihat sekeliling lalu berkata dengan suara berbisik-bisik kepada Brillie. “Nona, Zephir sudah diam-diam mengirim pesan yang mengatakan kalau Tuan Muda sudah mendapatkan esensi batu mata Naga dan kekuatannya sudah meningkat drastis, mungkin tidak perlu lama lagi kalian bisa bertemu!”

Setelah Brillie mendengarnya, senyuman di wajahnya menjadi sedikit menegang dan dia tiba-tiba menghela nafasnya. “Aku malah tidak berharap dia pergi mengambil batu mata Naga atau apapun itu, selama dia bisa hidup dengan damai saja sudah cukup. Sekarang, keluarga Zellon sudah mengetahui berita tentangnya, mereka tidak akan membiarkannya begitu saja.”

“Nona, kamu jangan terlalu khawatir, dengan adanya Tuan Marcel dan Zephir yang melindungi Tuan Muda, dia akan baik-baik saja!” Pelayan itu menghiburnya.

“Ah ….” Brillie menghela nafasnya.

Saat pelayan itu masih ingin mengatakan sesuatu dia melihat Jazer yang tiba-tiba masuk, dia seketika meletakkan makanannya dan pergi dengan ketakutan.

Jazer melirik pelayan yang keluar, lalu menoleh dan berkata pada Brillie. “Adik tersayangku, aku sudah mengirim orang untuk menyiapkan hidangan-hidangan ini, apakah kamu menyukainya?” Nada bicara Jazer penuh dengan perhatian, seolah-olah orang yang mengurung Brillie disini bukan dia.

Brillie melirik Jazer dengan tatapan tajam dan tidak mengatakan apapun, dia sudah lama terbiasa dengan sikap Jazer yang seperti ini. Beberapa tahun ini, Brillie tidak pernah mengatakan apapun pada Jazer, walau tubuhnya disiksa dia juga tidak akan membuka mulutnya.

Jazer juga tampaknya sudah terbiasa dengan raut wajah Brillie, dia duduk di depan meja sendirian lalu mulai mengangkat sumpitnya dan mencoba beberapa hidangan dengan lembut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2570

    Berbeda dengan Sektor Abadi, tanaman spiritual di dunia fana masih sangat langka meskipun energi spiritual mulai bangkit kembali. Sebagian membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh sempurna, bahkan ada yang memerlukan puluhan hingga ratusan tahun.“Lukas, lihat tanaman itu. Daunnya lebat dan berwarna hijau muda. Namanya ...”Sambil memetik tanaman obat, Nathan menjelaskan nama serta khasiat berbagai tumbuhan yang mereka temukan. Dia juga mengajari Lukas dasar-dasar yang harus dikuasai seorang alkemis.Bagaimanapun, seseorang tidak mungkin menjadi alkemis jika bahkan tidak mampu mengenali tanaman obat.Lukas belajar dengan sangat tekun. Dia mampu mengingat setiap penjelasan Nathan hanya dengan sekali mendengar. Setelah memahami jenis-jenis tanaman yang diajarkan, dia bahkan mulai membantu Nathan mengumpulkannya.Menjelang malam, keduanya berhasil mengumpulkan banyak tanaman obat sebelum kembali ke Desa Buena.Saat mereka tiba, Leon dan rombongan sudah lebih dahulu sampai. Oswin tel

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2569

    Nathan mengerutkan kening, bingung melihat reaksinya. “Untuk apa aku berbohong? Aku hanya bilang bisa mengobati luka luar kalian. Memangnya ada yang aneh?”“Luar biasa!” Leon begitu gembira hingga langsung memeluk Nathan.Penduduk desa lainnya pun berkerumun mengelilinginya. Tatapan mereka dipenuhi kekaguman, seolah-olah Nathan baru saja memberi mereka harapan yang selama ini tak pernah mereka miliki.Lukas juga bergegas menghampiri Nathan. Bocah itu menatapnya dengan mata terbelalak tak percaya. “Kak Nathan, ternyata kau seorang alkemis! Aku benar-benar tidak menyangka kau sehebat ini!”Nathan justru semakin kebingungan melihat antusiasme mereka. Bukankah dia hanya menawarkan diri untuk mengobati luka luar? Mengapa mereka bereaksi seolah-olah nyawa mereka baru saja diselamatkan?Leon kemudian menjelaskan dengan nada penuh semangat, “Nathan, kau tidak tahu betapa dihormatinya seorang alkemis di tempat ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat dicari. Kalau menjadi alkemis, seseorang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2568

    Melihat bangkai-bangkai itu lenyap begitu saja, para warga Desa Buena langsung berseri-seri. Rasa terima kasih mereka kepada Nathan pun semakin besar, dan sikap sebagian warga yang sebelumnya masih menjaga jarak darinya mulai melunak.Bagaimanapun, Nathan bukan penduduk asli Desa Buena. Meski sudah tinggal di sana selama beberapa hari, masih ada warga yang belum sepenuhnya menerimanya.Namun, setelah menyaksikan kemampuannya menyelamatkan mereka sekaligus membantu membawa pulang hasil buruan yang berharga, pandangan mereka terhadap Nathan mulai berubah.“Baiklah, kita berangkat sekarang!” Leon kembali memimpin kelompok itu menyusuri jalan yang tadi mereka lalui.Nathan memperhatikan kondisi Mera yang tampak terluka, lalu menghampirinya. “Mera, apa kau masih sanggup berjalan?”“Kak Nathan, aku tidak apa-apa. Aku masih bisa berjalan sendiri.” Mera menggelengkan kepala, berusaha meyakinkannya bahwa dirinya masih mampu bertahan.Leon dan warga Desa Buena lainnya juga mengalami berbagai lu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2567

    AWOOO—!Tiba-tiba, Sang Alpha kembali mengeluarkan lolongan panjang yang terdengar panik.Begitu mendengar lolongan itu, ratusan serigala langsung berbalik dan melarikan diri. Tak satu pun berani bertahan, apalagi mencoba menyerang Nathan lagi.Hanya dalam waktu belasan detik, seluruh kawanan serigala telah menghilang di antara pepohonan. Yang tersisa hanyalah beberapa bangkai serigala yang tergeletak di tanah.Leon, Mera, Lukas, dan para warga Desa Buena lainnya terpaku menyaksikan kejadian itu. Tak seorang pun mampu menyembunyikan keterkejutannya.Bahkan Nathan sendiri tidak menyangka hasilnya akan sedemikian mengejutkan. Dia semula hanya berharap bisa menakut-nakuti kawanan tersebut dengan melepaskan sedikit Kekuatan Taiju dan Kekuatan Pyra. Namun, ternyata itu saja sudah cukup untuk membuat mereka kabur tunggang-langgang.Meski begitu, hal ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan. Serigala-serigala tersebut bukanlah binatang yang terlalu kuat. Ketika merasakan aura yang berasal d

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2566

    Nathan melangkah mendekati Leon dan kelompoknya, Lukas mengikuti tepat di belakangnya. Kawanan serigala yang mengepung mereka hanya mengawasi dari kedua sisi. Tak satu pun berani menerjang untuk menghalangi jalan mereka.Leon dan yang lainnya terkejut melihat Nathan hanya datang bersama Lukas.Mera segera berseru dengan cemas, “Kak Nathan, kenapa kau datang ke sini? Cepat pergi! Tempat ini terlalu berbahaya!”Dia berharap Nathan bisa memanfaatkan kebingungan kawanan serigala itu untuk melarikan diri sebelum mereka sempat bereaksi.Dengan jumlah serigala sebanyak itu, bertahan di tempat ini sama saja dengan mencari kematian. Mera tidak ingin Nathan ikut menjadi korban hanya karena berusaha menyelamatkan mereka.“Aku meminta Lukas kembali untuk menyelamatkan kalian,” jawab Nathan tenang.“Kak Nathan, kalau kau tidak terluka, mungkin kau masih bisa menolong kami. Namun, lukamu belum pulih sepenuhnya. Kenapa kau justru datang ke tempat berbahaya seperti ini?” Mera semakin gelisah.Kini, a

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2565

    “Maafkan aku, semuanya. Aku telah menyeret kalian ke dalam kematian...” Leon memandang rekan-rekannya yang kelelahan dan berlumuran darah dengan hati pilu. “Seandainya aku tidak membawa kalian masuk ke tempat ini, mungkin kita masih punya kesempatan untuk bertahan hidup.”Jika bukan karena keputusannya membawa semua orang memasuki wilayah kawanan serigala demi menghindari kejaran penduduk Desa Fittoa, mereka tidak akan terjebak dalam situasi mengerikan ini.Sekalipun orang-orang Desa Fittoa berniat membunuh mereka, setidaknya masih ada peluang untuk melarikan diri. Namun, di hadapan kawanan serigala ini, mereka bahkan mungkin tidak akan diberi kesempatan untuk menyelamatkan diri.“Kak Leon, kami tidak menyalahkanmu!” seru salah seorang warga Desa Buena. “Karena keadaan sudah seperti ini, mari kita lawan serigala-serigala itu sepuasnya!”“Benar,” sahut seorang warga desa yang lebih tua. “Kau melakukan semua ini demi keselamatan kami. Tidak seorang pun akan menyalahkanmu. Hanya saja, se

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status