MasukNamun, Nathan justru mengangkat tangan untuk menghentikannya."Tak perlu sampai sejauh itu. Untuk saat ini, aku belum memiliki urusan yang mengharuskanmu mempertaruhkan nyawa."Nathan memang percaya bahwa Grant akan setia kepadanya. Meski demikian, dia tidak ingin penguasa itu maupun seluruh rakyatnya harus menderita demi melindunginya."Penguasa, kondisi Anda masih belum pulih. Saya memiliki sejumlah ramuan berharga di kota ini yang mungkin bisa membantu mempercepat pemulihan Anda. Selain itu, saya juga sudah mengundang seorang ahli alkimia ternama. Beliau bisa memeriksa kondisi tubuh Anda." Grant menawarkan bantuannya."Tak perlu. Aku hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan kekuatanku sendiri." Nathan kemudian mengingatkan dengan tegas, "Satu hal lagi. Jangan sampai siapa pun mengetahui identitasku yang sebenarnya.""Tenang saja, Penguasa. Saya tidak akan membocorkannya kepada siapa pun." Grant mengangguk penuh hormat sebelum meninggalkan ruangan.Di luar, Isadora dan Danendra masi
Nathan menggeleng. "Tidak perlu. Aku tetap akan memanggilmu Kaisar Iblis Grant. Namun, identitasku sebagai Penguasa Dragnows jangan sampai diketahui orang lain. Mulai sekarang, panggil saja aku Tuan Nathan.""Baik, Penguasa!" Grant mengangguk patuh.Nathan kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali informasi yang selama ini belum diketahuinya. "Aku belum begitu memahami keadaan ras binatang di Sektor Abadi. Bisa jelaskan kepadaku? Apakah seluruh ras binatang di sini berada di bawah kekuasaanmu?"Grant tersenyum canggung sebelum menjawab. "Di Sektor Abadi, ras binatang terbagi dalam wilayah kekuasaan Tujuh Penguasa Agung. Masing-masing memiliki kota serta daerah kekuasaan sendiri. Saya hanya berwenang memimpin ras binatang yang berada di wilayah saya. Adapun wilayah kekuasaan penguasa dan raja lainnya, saya tidak memiliki hak untuk mengatur mereka."Jawaban itu membuat Nathan cukup terkejut. Dia tidak menyangka ras binatang ternyata terbagi menjadi begitu banyak kelompok denga
"Ayah, ada apa?" Isadora segera menyadari perubahan sikap ayahnya.Danendra pun ikut mendekat dengan wajah khawatir. "Yang Mulia, apakah Anda baik-baik saja?"Sang penguasa menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha mengendalikan emosinya sebelum akhirnya berbicara. "Kalian berdua, keluarlah. Ada sesuatu yang harus kubicarakan dengannya.""Ayah, aku yang membawanya kemari. Aku hanya ingin Ayah memeriksa mengapa dia memiliki aura ras binatang. Tolong jangan menyakitinya..." Isadora khawatir ayahnya akan melakukan sesuatu kepada Nathan begitu dirinya meninggalkan ruangan."Keluar!"Ucapan itu terlontar dengan nada tajam.Isadora langsung tertegun. Selama ini, ayahnya tidak pernah berbicara kepadanya dengan nada sekeras itu."Nona, mari kita keluar dahulu."Meski tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi, Danendra segera menarik Isadora menuju pintu.Begitu keduanya meninggalkan ruangan, sang penguasa mengangkat tangannya. Sebuah penghalang cahaya langsung terbentuk, menyelimuti pintu dan
Tepat saat itu, seorang pengawal datang menyampaikan laporan."Yang Mulia, Nona Isadora mengirim seseorang untuk memanggil Anda."Sang penguasa langsung mengernyit. "Anak itu bahkan tidak memberiku waktu untuk beristirahat. Sebenarnya ada urusan sepenting apa sampai dia terus memanggilku?"Danendra kemudian ikut menjelaskan. "Yang Mulia, sang putri membawa seseorang dari luar dan ingin mempertemukannya dengan Anda.""Memperkenalkan seseorang?" Sang penguasa menghela napas panjang. "Jangan-jangan pria manusia yang sedang disukainya itu? Aku sudah berkali-kali mengingatkan bahwa manusia dan ras binatang berbeda. Kita tidak mungkin menikah dengan manusia, namun dia tetap saja tidak mau mendengarkan."Dia benar-benar dibuat pusing oleh ketertarikan putrinya terhadap manusia.Namun, Danendra segera menyampaikan sesuatu yang jauh lebih menarik. "Yang Mulia, manusia yang dibawa sang putri kali ini agak istimewa. Orang itu memiliki aura binatang suci. Ada kemungkinan dia merupakan keturunan d
Begitu pintunya dibuka, aroma obat yang menyengat langsung memenuhi ruangan. Di atas ranjang, seorang gadis muda terbaring dengan tubuh sangat kurus dan wajah pucat. Kedua matanya terpejam, sementara napasnya begitu lemah hingga tampak seolah nyawanya bisa melayang kapan saja.Sang penguasa mempersilakan Gavriel mendekat, kemudian menjelaskan keadaan gadis tersebut."Tuan Gavriel, dia adalah putri Tetua Danendra. Kami sudah meminta bantuan banyak ahli pengobatan, tetapi tak seorang pun berhasil menyembuhkan penyakitnya. Kami berharap Anda bersedia turun tangan."Nada suaranya terdengar penuh harap, bahkan sedikit memohon.Gavriel mengangguk kecil. Dia kemudian mendekati ranjang dan mengamati kondisi gadis yang terbaring lemah itu. Setelah beberapa saat, dia mengangkat tangan dan mengetuk dahi gadis tersebut sebanyak tiga kali dengan lembut."Penyakitnya sudah diderita terlalu lama hingga meresap sampai ke tulang. Kondisi tubuhnya juga sangat lemah. Aku harus memberinya obat untuk memu
Keesokan paginya, suasana kota mendadak berubah ramai.Sebuah tandu megah berlapis emas perlahan memasuki gerbang kota. Begitu melihat kedatangannya, seluruh warga segera menepi dan berdiri dengan tertib di sepanjang jalan. Tak seorang pun berani bergerak sembarangan. Semua mata tertuju pada tandu tersebut dengan penuh hormat.Sosok yang berada di dalamnya adalah penguasa tertinggi Kaisar Cadia Iverlands.Namun, perhatian warga tak hanya tertuju pada tandu sang penguasa. Tepat di belakangnya, ada tandu kedua dengan kemegahan yang hampir setara.Seorang pria tua duduk di dalam tandu itu. Matanya terpejam setengah, sementara raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat menikmati sambutan istimewa yang diterimanya.Melihat pemandangan tersebut, warga mulai berbisik-bisik."Siapa orang yang berada di tandu belakang itu? Bagaimana mungkin dia mendapat kehormatan menaiki tandu yang setara dengan milik penguasa kita?""Dia pasti tamu penting. Bukankah penguasa sendiri yang pergi keluar kota un
Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja
“Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha
Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang
Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N







