FAZER LOGINAkibat salah masuk ruangan, Alan yang ingin servis AC malah masuk ke ruang seorang CEO cantik. Dari pertemuannya, Alan akhirnya mendapat pekerjaan baru, yang bisa membuat hidupnya berubah jadi jauh lebih baik!
Ver maisMelihat reaksi Alena, Alan menyadari bahwa tidak semudah itu menyadarkan wanita yang hatinya baru saja hancur berkeping-keping. Alena masih terus menangis, menutup wajahnya dengan kedua tangan saat emosinya meluap tak tertahan. Pikirannya benar-benar kalut, tertutup oleh rasa dikhianati dan harga diri yang diinjak-injak selama bertahun-tahun.Alan menarik napas panjang. Duduk berlama-lama di pinggir jalanan yang sepi dan makin dingin hanya akan memicu masalah baru. Dia tidak punya pilihan lain selain membawa Alena pergi dari tempat itu secepatnya."Mbak Alena, kita tidak bisa terus-terusan di sini. Ayo ikut saya. Kita bicara di tempat yang lebih aman,” ajak Alan dengan pelan.Alena tidak menjawab, tetapi dia juga tidak menolak ketika Alan membantu memegang lengannya untuk berdiri. Langkahnya masih sangat lemah dan gontai. Alan mengarahkannya menuju sepeda motor tua yang terparkir di tepi jalan. Setelah memasangkan helm ke kepala Alena, Alan naik ke jok depan dan meminta wanita itu
Tidak ada ruang atau kesempatan lagi bagi Alan untuk menolak permintaan itu. Isak tangis lirih Alena di seberang telepon benar-benar mengetuk nuraninya. Apalagi jika mengingat jarum jam sudah menunjukkan larut malam dan suasana jalanan kota makin sepi. Sangat berbahaya bagi seorang perempuan sendirian bertengger di pinggir jalan tanpa pengawasan."Kirimkan lokasi Mbak sekarang," ucap Alan sambil mempersiapkan diri untuk menjemput Alena.Setelah sambungan telepon terputus, sebuah pesan masuk berisi titik lokasi Alena menunggu. Tanpa membuang waktu satu detik pun, Alan menyambar jaket dan helmnya, lalu bergegas berlari ke pekarangan rumah. Dia menyalakan mesin sepeda motor tuanya dan langsung memutar gas dengan kecepatan tinggi.Alan berkendara sangat cepat membelah kegelapan malam. Kebetulan lalu lintas sudah melengang lengang, sehingga hanya butuh waktu lima belas menit bagi Alan untuk sampai di lokasi yang dikirimkan Alena.Dari kejauhan, Alan langsung mengenali sosok wanita itu.
Alena melangkah keluar dari pintu kaca hotel dengan tubuh yang terasa begitu layu. Angin malam yang berembus kencang langsung menyapu kulitnya, namun rasa dingin itu sama sekali tak mampu menandingi rasa hampa yang membekukan dadanya.Setiap kata-kata Angga di lobi tadi terus bergema, berputar-putar di dalam kepalanya. Semua tuduhan dan kebohongan yang disimpannya rapi selama bertahun-tahun akhirnya meledak tepat di depan matanya.“Mas Angga. Kenapa kamu lakukan semua ini padaku Mas?” lirih Alena dengan tatapan kosong.Harusnya Alena merogoh ponselnya, menghubungi sopir pribadinya untuk segera menjemput dengan mobil mewah yang biasa mengantarnya. Tapi saat ini, dia sama sekali tidak ingin melihat siapa pun dari kehidupannya yang lama. Alena hanya ingin menghilang sejenak dari pusaran kemewahan yang terasa makin memuakkan.Tanpa tujuan pasti, Alena berjalan menyusuri trotoar jalanan kota yang mulai lengang. Langkah kakinya lambat, terseret bersama gaun kremnya yang melambai ditiup a
Alena baru saja melangkah keluar dari area lift menuju lobi hotel ketika matanya menangkap sosok yang sangat dia kenali. Pria itu berdiri di dekat konter resepsionis, mengenakan kemeja biru yang persis sama seperti yang dipakainya saat pamit seminggu lalu. Dia adalah Angga, suami Alena.Langkah Alena terhenti seketika. Dadanya mendadak terasa dingin. Tapi kali ini, tidak ada rasa panik atau serangan sesak napas yang datang menyiksa. Hatinya sudah terlalu kebal setelah semua yang dia lalui beberapa waktu ;terakhir.Pada saat yang bersamaan, Angga menoleh. Tatapan mata mereka berdua bertabrakan di tengah keramaian lobi. Wajah Angga yang tadinya santai berubah kaget luar biasa. Langkahnya tertahan, matanya membelalak menatap Alena dari atas sampai bawah."Alena?" Angga berjalan mendekati Alena dengan dahi berkerut rapat. "Kamu ngapain di sini? Kamu ngikutin aku?"Alena menatap suaminya dengan tajam. Tidak ada air mata, tidak ada suara gemetar. Hanya ada tatapan dingin yang tajam."


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.