Share

Bab 7

Penulis: Buchara
Seusai berbicara, Aaron menghabiskan alkohol itu dalam sekali teguk. Kemudian, dia meletakkan segelas jus jeruk di depan Emilia. "Kamu minum ini saja."

Setelah melontarkan beberapa patah kata dengan dingin, Aaron berbalik dan kembali ke tempat duduknya.

Teman sebangku Emilia bergegas mendekat, lalu merendahkan suaranya dan berujar dengan penuh semangat, "Ada apa ini? Kok Aaron tahu kamu alergi alkohol? Aku bahkan nggak tahu!"

Emilia pun termenung. Dia ingat saat baru jatuh cinta pada Aaron, dia takut Aaron mengira dia adalah siswa nakal yang merokok dan minum alkohol. Jadi, dia pergi ke perpustakaan dan berbisik di telinga pemudame itu, "Aaron, meski tampangku begini, aku sebenarnya nggak merokok atau minum alkohol. Aku bahkan punya alergi parah terhadap alkohol. Jadi, aku nggak bisa minum!"

Emilia ingat wajah tampan pemuda itu terlihat dingin dan fokus di bawah sinar matahari. Dia mengira Aaron sama sekali tidak mendengarkan. Tak disangka, dia benar-benar mengingat semuanya.

Emilia menunduk sambil meminum jus jeruknya. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus bagaimana menggambarkan perasaannya.

Acara tersebut berlangsung hingga tengah malam dan banyak orang yang mabuk, termasuk Aaron. Bagaimanapun juga, dia sangat populer dan tak seorang pun berani bersulang dengannya. Namun, setelah dia menggantikan Emilia minum alkohol, semua orang menjadi lebih berani dan bersulang dengannya.

Di sisi lain, Emilia jelas tidak menyentuh sedikit pun alkohol. Namun, entah kenapa, dia merasa sangat pusing. Ketika berjalan sampai ke pintu, dia hampir terjatuh. Cecilia pun menopang Aaron dengan satu tangan dan Emilia dengan tangan lainnya.

"Kalian semua pulang saja dulu." Emilia mendengar Cecilia berteriak kepada yang lain, "Aaron sudah punya SIM dan mengemudi ke sini hari ini. Tapi, dia sudah mabuk. Jadi, aku akan menyetir mobilnya, sekalian antar Kakak pulang."

Seseorang bertanya dengan cemas, "Cecil, memangnya kamu punya SIM? Lagian, sepertinya kamu juga sudah minum sedikit alkohol ...."

"Aku cuma minum seteguk kok." Cecilia tersenyum dan melanjutkan, "Aku juga sudah punya SIM. Kalian nggak perlu khawatir."

Sambil berbicara, Cecilia memapah Emilia dan Aaron keluar. Emilia ingin melepaskan diri, tetapi entah kenapa, tubuhnya sangat lemas. Jadi, dia hanya bisa membiarkan Cecilia melemparnya ke dalam mobil.

Emilia tidak dapat mengingat semua yang terjadi selanjutnya. Dia merasa pusing dan hampir tidak bisa melihat dengan jelas. Dia hanya ingat mendengar suara benturan dan jeritan dari sekitar, lalu langsung kehilangan kesadaran ....

Saat tersadar lagi, Emilia mendapati dirinya terbaring di rumah sakit. Di hadapannya, ada wali kelasnya yang memasang ekspresi suram.

"Emilia, apa kamu masih ingat kamu mengemudi tanpa SIM semalam? Menurut peraturan sekolah, pihak sekolah seharusnya memberimu sanksi berat!"

Emilia pun tercengang. "Apa?"

Setelah mendengar cerita guru, Emilia secara kasar memahami apa yang sudah terjadi.

Kemarin, saat Cecilia mengantar Emilia dan Aaron kembali, terjadi kecelakaan mobil di gerbang sekolah. Untung saja kejadian tersebut terjadi di sekolah. Guru bisa segera menanganinya tanpa melibatkan polisi. Jadi, masalah tersebut tidak menjadi besar. Hanya saja, entah kenapa, malah Emilia yang dituduh mengemudikan mobil tanpa SIM.

Emilia pun tertegun. "Bu Guru, bukan aku yang nyetir, melainkan Cecilia ...."

"Emilia, jangan berdalih lagi." Guru itu berkata, "Aaron sudah beri tahu kami bahwa kamu yang mengemudikan mobil semalam!"

Kata-kata itu langsung membuat Emilia mematung.

Guru itu berujar dengan tidak berdaya, "Setelah terjadi hal sebesar itu, kamu seharusnya terima sanksi berat. Tapi, kamu itu peraih nilai tertinggi tingkat provinsi. Setelah berdiskusi, kami putuskan untuk mengabaikannya kali ini. Tapi mulai sekarang, kamu harus berhati-hati. Jangan main-main dengan nyawamu sendiri dan nyawa teman lain!"

Guru itu mengomeli Emilia sebelum pergi. Kemudian, pintu kamar rawat inap terbuka lagi dan Aaron berjalan masuk.

Emilia memandangnya dan berkata dengan suara gemetar, "Aaron, kenapa kamu bohong kepada guru dan bilang aku yang mengemudikan mobil semalam?"

Tubuh Aaron menegang sejenak.

"Emilia." Dia berbicara dengan suara rendah, "Cecil sebenarnya belum lulus tes mengemudi. Kalau ketahuan dia yang mengemudi, dia bukan cuma akan dituntut karena mengemudi tanpa SIM, tapi juga karena mengemudi setelah mengonsumsi alkohol."

"Sekarang adalah saat kritis baginya untuk diterima di Universitas Nasional Ibu Kota dengan syarat khusus. Aku nggak bisa biarkan dia dihukum dan menanggung risiko sebesar itu."

"Gimana denganku!" Suara Emilia bergetar hebat. "Apa kamu pernah berpikir bahwa aku akan dihukum dan peluangku masuk universitas bisa terancam?"

"Tapi, kamu juga nggak masuk universitas unggulan, 'kan?"

Emilia seketika terdiam. Dia menatap pemuda di hadapannya dengan tidak percaya. "Apa katamu?"

Hanya karena nilainya buruk, Emilia harus menanggung kesalahan Cecilia? Seandainya dia bukan peraih nilai tertinggi tingkat provinsi, pihak sekolah mungkin sudah menjatuhkan sanksi berat kepadanya. Jika itu terjadi, jangankan masuk universitas unggulan, dia bahkan mungkin akan tinggal kelas.

Namun, Aaron tidak menjawab pertanyaan Emilia lagi. Dia hanya mengeluarkan sebuah map dokumen dan meletakkannya di hadapan Emilia.

"Ini rincian syarat penerimaan mahasiswa untuk beberapa perguruan tinggi seni di ibu kota," ujar Aaron dengan nada datar. "Kamu mungkin nggak akan diterima tahun ini. Tapi kalau kamu mengulang tahun terakhir dan berusaha keras, kamu masih bisa kuliah di kota yang sama denganku."

Emilia menunduk untuk menatap dokumen-dokumen itu. Dia merasa situasi ini benar-benar konyol. Dia memang pernah berkata pada Aaron, "Aaron, aku mau kuliah bersamamu."

Namun, maksud Emilia adalah kuliah di universitas yang sama. Dia tidak menyangka Aaron malah menafsirkannya menjadi sebatas berada di kota yang sama. Yang lebih parah lagi, setelah menjadikannya kambing hitam demi melindungi Cecilia, Aaron menawarkan hal seperti ini sebagai bentuk kompensasi.

Apa Aaron benar-benar mengira Emilia akan menerima perlakuan apa pun semata-mata karena dia menyukai pemuda itu?

"Aaron, sebenarnya aku ...."

Emilia mulai bicara, tetapi pintu kamar rawat inap tiba-tiba dibuka. Seorang teman sekelas Aaron masuk dengan tergesa-gesa dan terlihat panik. "Gawat, Aaron! Cecilia sudah sadar, tapi dia terus mengeluh kepalanya sakit. Cepat lihat keadaannya!"

Ekspresi Aaron pun berubah dan dia segera bangkit. Namun, saat tiba di ambang pintu, dia berhenti sejenak karena teringat sesuatu. Kemudian, dia menoleh ke arah Emilia. "Setelah aku balik nanti, kita baru bahas lagi soal kamu mengulang satu tahun."

Kemudian, Aaron melangkah keluar tanpa menoleh lagi.

Namun, Emilia hanya tersenyum dalam diam. Tanpa ragu, dia membuang map yang diberikan Aaron ke tong sampah, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi polisi.

"Halo? Saya ingin melaporkan kecelakaan mobil yang terjadi di depan gerbang SMA Negeri 1 semalam."

Emilia tahu para guru memercayai keterangan sepihak Aaron hanya karena mereka tidak bisa mengakses rekaman CCTV untuk melihat kejadian yang sebenarnya. Namun, jika polisi turun tangan, segalanya akan berubah.

Setelah menyelesaikan semua itu, waktu yang tersisa sebelum penerbangan Emilia ke Negara Ariku hanya tersisa sekitar dua jam. Barang-barangnya sudah dikemas dan dikirim, visanya juga sudah disetujui. Setelah memastikan paspornya sudah dibawa, dia masuk ke taksi.

"Pak, ke bandara."

Taksi itu melaju pergi.

Pada saat yang sama, pengumuman resmi dari SMA Negeri 1 mengenai siswa peraih nilai tertinggi tingkat provinsi akhirnya diposting di internet.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 19

    Terjadi terlalu banyak hal dalam sekejap.Saat peluru itu ditembakkan, Thomas sudah lebih dulu melindungi Emilia di dalam pelukannya.Pada saat yang bersamaan, Aaron juga menerjang kemari berniat mendorong Emilia.Namun, saat Aaron belum sempat menyentuh Emilia, peluru itu justru memelesat lurus menembus dadanya.Di tengah kerumunan yang berteriak panik, orang yang berdiri di kejauhan itu ternyata adalah Cecilia. Hanya dalam waktu singkat mereka tidak bertemu, Cecilia seolah-olah sudah berubah menjadi orang lain.Wanita yang sebelumnya cantik itu kini malah rambutnya berantakan, sepasang matanya memerah, dan wajahnya semakin kurus."Mati," jerit Cecilia dengan suara seraknya, "Mati sana!"Cecilia yang sekarang benar-benar telah kehilangan kewarasannya. Lantaran memiliki jejak kriminal, universitas juga tidak mungkin berpura-pura tidak mengetahuinya, langsung memberi sanksi berat untuknya.Dengan adanya sanksi berat itu, jangankan Universitas Nasional Ibu Kota, bahkan perguruan tinggi ma

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 18

    Selama beberapa saat ini, sambil terus mencari Emilia, akhirnya Aaron juga bisa melihat isi hatinya sendiri dengan jelas. Awalnya, Aaron mengira semua itu hanyalah keterikatan yang sulit dilepaskan.Namun, kemudian Aaron bahkan rela membuat Wakasek Kesiswaan marah, bahkan sampai membuat ayahnya murka. Ayahnya pernah membentaknya, "Sebenarnya, untuk apa kamu mencari perempuan itu?"Pada saat itu, Aaron seolah terbangun dari mimpi.Iya.Kenapa Aaron mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari Emilia?Semua itu bukan hanya demi menjelaskan, juga bukan demi minta maaf, melainkan karena … Aaron sudah mulai menyukai Emilia.Bahkan ketika Aaron masih belum melihat jelas wajah asli Cecilia, ketika dia masih terus diprovokasi dan berulang kali salah paham terhadap Emilia, hatinya sebenarnya sudah mulai jatuh cinta kepada Emilia.Hanya saja, Aaron tidak bersedia untuk mengakuinya, itulah sebabnya dia membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa, dia hanya menjadikan Emilia sebagai tameng saj

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 17

    Kali ini, langkah kaki Emilia baru berhenti.Pada detik berikutnya, sosok bayangan gelap menutupi kepalanya. Emilia mengangkat kepalanya dan melihat wajah yang pernah dirindukannya setiap saat, tetapi kini malah terasa seperti berasal dari kehidupan yang sudah berlalu.Orang itu tak lain adalah Aaron.Meskipun sebelumnya Emilia sudah mendengar dari sahabatnya bahwa Aaron sedang mencarinya ke berbagai penjuru dunia, Emilia tetap tidak menyangka bahwa Aaron benar-benar akan datang mencarinya.Sementara itu, ketika akhirnya pemuda yang berdiri di hadapannya melihatnya dengan jelas, hati pemuda itu malah dipenuhi berbagai macam perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa gembira, antusias, dan juga sedikit marah ….Aaron merasa marah karena Emilia pergi tanpa berpamitan, marah karena sikap tenang Emilia yang membuat jarak di antara mereka, lebih marah lagi karena saat Emilia melihatnya tadi, Emilia malah ingin melarikan diri.Namun semua itu pada akhirnya berubah menjadi satu kalimat. "Emilia,

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 16

    Ketika melihat ekspresi bingung Emilia, Thomas menghela napas dan melanjutkan ucapannya, "Baiklah, aku memang sudah mengubah margaku. Kalau kamu nggak ingat dengan nama Thomas Lisman, bagaimana dengan nama … Thomas Anggara. Apa kamu masih ingat?"Emilia tertegun. Satu detik kemudian, dia langsung tersadar. "Kamu itu Kak Thomas?"Tentu saja Emilia mengingatnya. Saat ibunya masih hidup, di rumah sebelah mereka tinggal seorang anak laki-laki bernama Thomas Anggara.Mereka bisa dibilang tumbuh bersama sejak kecil dan merupakan teman masa kecil. Hubungan mereka sangat dekat.Namun, sebelum Emilia menduduki bangku SMP, Thomas dan keluarganya berimigrasi ke Negara Ariku. Setelah itu, mimpi buruk Emilia pun dimulai ….Ibunya meninggal dunia. Cecilia dan Sarah masuk ke keluarga mereka. Sejak saat itu, tidak ada lagi senyuman di dunia Emilia.Di dalam kenangan indahnya yang tidak tergolong banyak, satu-satunya momen hangat adalah saat ibunya masih hidup dan masa-masa menjadi tetangga dengan Thom

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 15

    Ketika Emilia mendengar sampai di sini, dia sepenuhnya tertegun di tempat.Tadinya Emilia mengira masalah kepergiannya tidaklah penting bagi Aaron. Saat mendengar kabar bahwa dia meraih peringkat pertama, Aaron mungkin hanya akan merasa kaget sejenak, kemudian tidak akan memedulikannya lagi. Namun, Emilia sungguh tidak menyangka bahwa Aaron akan mencarinya ke mana-mana.Kening Emilia seketika berkerut. Dia berkata, "Kenapa dia mencariku?"Jangan-jangan demi membalas dendam terhadap Emilia, karena sudah melaporkan Cecilia mengendarai mobil di saat mengonsumsi alkohol?"Menurutmu?" Teman sebangkunya yang berada di ujung telepon saat ini benar-benar ingin sekali merangkak keluar dari sambungan telepon dan mengetuk kepala sahabatnya yang begitu lamban memahami perasaan itu."Tentu saja karena dia sadar kalau dia menyukaimu! Bukankah drama serial dan novel selalu seperti itu? Saat orang yang dicintai masih berada di sisinya, dia malah bersikap acuh tak acuh. Begitu orang itu pergi, barulah

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 14

    Emilia terbengong sesaat. Kali ini, dia baru menyadari … apa dirinya sedang didekati seseorang di negara asing?Pria itu menggaruk kepalanya dengan sedikit malu. "Aku tahu, mungkin sikapku kelihatan agak kurang sopan. Tapi aku juga nggak tahu kenapa, begitu melihatmu, entah kenapa … aku merasa sangat familier denganmu. Jadi, aku ingin berkenalan denganmu."Seandainya orang lain yang mengatakan ucapan ini, mungkin Emilia akan merasa trik mendekati wanita ini sudah ketinggalan zaman. Namun ketika melihat pria di hadapannya, entah karena dia berbicara dengan terlalu tulus atau bukan, Emilia malah benar-benar memercayainya.Bukan begitu saja, Emilia juga merasa … sedikit familier dengan pria ini.Setelah ragu beberapa saat, Emilia mengangguk, lalu bertukar kontak dengan pria itu. Saat bertukar nomor telepon, mereka berdua juga saling memperkenalkan diri."Emilia."Pria itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap Emilia dengan tatapan tidak percaya. Namun, Emilia tidak memperhatikannya ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status