Share

Bab 585

Auteur: Waterverri
last update Date de publication: 2026-02-09 04:51:15

Di kamar utama, Karyo kini berlutut di tepi ranjang sementara Maya berlutut di lantai di hadapannya. Bibir Maya yang merah dan bengkak melingkupi kejantanan Karyo, bergerak naik turun dengan ritme yang sempurna.

"Bu... ahh..." Karyo mengerang, tangannya mencengkeram rambut Maya.

Maya menatap ke atas, matanya terkunci dengan mata Karyo saat ia mengisap dengan lebih kuat, lidahnya berputar di sekitar kepala kejantanannya dengan keahlian yang hanya

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Rang Chaniago
ayo Thor banyak Irwan Ama Ratih Hb nya lebih detail dan hot..jangan kalah Ama Karyo Ama maya
goodnovel comment avatar
Kania Evie
d bkin tamat az Sie...stiap bab isiny Hb truss .. payahhh
goodnovel comment avatar
Deby Ayu
kisah irwan dan ratih di banyakin ding jangan cuman maya sama karyo. masak cuman jadi penonton tdk melakukan apapun
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 644 (Tamat)

    Malam itu, setelah anak-anak tidur, Irwan memasuki kamar utama.Maya dan Ratih sudah di tempat tidur. Mereka berbaring berdekatan, berbisik tentang sesuatu yang membuat mereka tertawa pelan. Tangan Ratih bermain dengan rambut Maya. Tangan Maya melingkar di pinggang Ratih.Irwan berhenti di ambang pintu, mengamati mereka.Empat tahun yang lalu, pemandangan ini mungkin akan membuatnya cemburu, marah, atau minimal tidak nyaman. Sekarang? Sekarang dia hanya merasa... tenang.Maya mendongak, melihatnya berdiri di sana. Senyumnya mengundang. "Sini."Irwan menutup pintu dan mendekati tempat tidur. Dia berbaring di sisi Maya, tangannya melingkari pinggang istrinya.Untuk beberapa menit, mereka hanya berbaring bertiga dalam keheningan yang nyaman. Napas yang teratur. Kehangatan tubuh yang saling berbagi.Lalu tangan Irwan mulai bergerak. Menelusuri pinggang Maya, naik ke punggungnya. Bibirn

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 643

    Satu Tahun KemudianMalam sudah larut saat Ratih keluar ke teras belakang.Dia tidak bisa tidur. Lagi. Sudah setahun, tapi kadang-kadang bayangan Karyo masih muncul dalam mimpinya. Senyumnya. Suaranya. Tangannya yang kasar tapi selalu lembut padanya.Teras belakang gelap, hanya diterangi cahaya bulan. Ratih hampir berbalik masuk saat dia melihat sosok lain sudah duduk di sana.Maya."Nggak bisa tidur juga?" Maya bertanya tanpa menoleh.Ratih duduk di sampingnya. "Nggak."Mereka duduk dalam keheningan. Memandang taman yang masih terawat—Irwan yang mengambil alih tugas berkebun setelah Karyo pergi, meski hasilnya tidak sebaik tangan aslinya."Aku kangen dia." Maya berbisik.Ratih tidak menjawab. Tidak perlu. Dia merasakan hal yang sama setiap hari."Ceritain aku tentang dia." Maya menoleh. "Waktu kalian pertama ketemu. Gimana Ma

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 642

    Ratih kembali mendekat.Dia duduk di sisi lain Karyo, melengkapi formasi mereka lagi. Dani diserahkan ke Irwan yang berdiri sedikit menjauh.Untuk pertama kalinya, Maya benar-benar melihat Ratih.Bukan sebagai pembantu. Bukan sebagai saingan. Bukan sebagai wanita yang berbagi suaminya.Hanya sebagai wanita lain yang mencintai pria yang sama.Mata mereka bertemu di atas tubuh Karyo yang sekarat.Ada pengertian di sana. Pengakuan tanpa kata.Kita berdua kehilangan dia.Karyo melihat kedua wanita di sisinya. Napasnya semakin pendek, semakin jarang."Dik Maya. Ratih." Suaranya hampir tidak terdengar. "Jaga satu sama lain. Jangan... jangan bertengkar. Anak-anak... besarkan bareng."Pesan sederhana. Bukan wasiat formal. Bukan permintaan rumit. Hanya kata-kata terakhir dari pria yang tahu waktunya hampir habis.Maya mengangguk. Ratih me

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 641

    Dani berlari keluar dari pintu depan."Bapak! Bapak pulang!"Kaki-kaki kecilnya berderap di lantai teras, melewati Ratih yang berdiri mematung, melewati Irwan yang sudah bersiap. Bocah lima tahun itu tidak mengerti tatapan cemas ibunya atau ketegangan di bahu Om Irwan. Yang dia tahu hanya satu—Bapak sudah pulang.Karyo melihat anaknya berlari mendekat. Senyumnya melebar. Dia mengangkat tangan, bersiap menangkap tubuh mungil itu dalam pelukan.Kakinya melangkah maju.Satu langkah.Lututnya menyerah.Dunia berputar. Langit sore yang keemasan tiba-tiba miring. Karyo merasakan tubuhnya jatuh—perlahan, seperti dalam mimpi—sebelum lengan kuat menangkapnya dari belakang.Irwan."Pak Karyo!"Suara Maya. Panik. Langkah sepatu hak tinggi di lantai teras.Karyo merosot dalam pelukan Irwan, tubuhnya berat seperti karung beras basah.

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 639

    Mereka check-out siang itu.Maya berdiri di tengah kamar untuk terakhir kalinya, matanya menyapu setiap sudut. Tempat tidur yang sudah rapi. Sofa tempat mereka pertama kali bercinta di trip ini. Jendela dengan pemandangan Jakarta."Mas.""Ya?""Makasih." Maya berbalik menghadap Karyo. "Buat dua minggu ini. Buat semua kenangan. Buat..." Suaranya pecah. "Buat cinta Mas."Karyo memeluknya erat. "Saya yang harusnya berterima kasih. Dik kasih saya... semuanya."Mereka berdiri begitu selama beberapa menit. Tidak ada yang mau melepaskan.Akhirnya Karyo yang mundur duluan. "Ayo. Mereka nunggu di rumah."Di mobil, perjalanan pulang terasa terlalu cepat. Maya menatap keluar jendela, tangannya menggenggam tangan Karyo."Mas.""Hmm?""Kalau anaknya lahir..." Maya menyentuh perutnya. "Aku mau Mas yang pilih namanya."Karyo tersenyum—s

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 638

    Hari keenam sampai kesepuluh berlalu dalam ritme yang memabukkan.Setiap pagi dimulai dengan tubuh yang saling mencari—kadang lembut dan mengantuk, kadang lapar dan tidak sabar. Maya belajar membaca mood Karyo dari cara pria itu menyentuhnya. Sentuhan di pinggang berarti mau pelan. Cengkeraman di rambut berarti mau kasar."Mas." Maya terengah di pagi ketujuh, tubuhnya masih bergetar pasca klimaks. "Kok Mas selalu tau apa yang aku mau?""Badan Dik yang ngasih tau." Karyo mencium bahunya. "Saya cuma dengerin."Siang mereka habiskan untuk menjelajah kota. Tempat-tempat yang tidak pernah mereka kunjungi bersama—museum, galeri seni, taman-taman tersembunyi. Maya memotret semuanya. Karyo di depan lukisan. Karyo makan bakso pinggir jalan. Karyo tertidur di bangku taman dengan mulut setengah terbuka."Hapus yang itu!" Karyo protes saat melihat foto terakhir."Nggak mau." Maya tertawa, men

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 145

    "Ahh... Irwan... ahhhh!" Maya ikut menjerit pelan, lebih karena keterkejutan sensasi klimaks Irwan ditambah jari-jari suaminya yang masih memijat klitorisnya. Kombinasi itu membawa sensasi yang cukup untuk mengantarnya ke puncak kecil tidak seintens, tidak semenggetarkan klimaks bertubi-tubi yang d

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 151

    Selamat malam, Pak Karyo, balas Maya, suaranya masih sedikit bergetar. Dia hampir menambahkan 'hati-hati di jalan' lagi, tapi menahan diri, menyadari dia sudah mengatakannya tadi pagi. Pak Karyo mundur perlahan, menutup pintu kamar Maya dengan sangat hati-hati hingga hampir tidak terdengar suarany

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 144

    Dia turun dari tubuh Irwan, berbaring telentang, menarik bantal dan menempatkannya di bawah pinggulnya, mengangkatnya sedikit. Dia membuka kakinya lebar. "Seperti ini... tapi coba kamu di sana, Maya menunjuk posisi yang tepat di antara kakinya. "Taro kaki aku di bahu kamu." Irwan mengerjap, jelas

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 148

    Agak telat kayaknya. Kamu duluan aja. Ada report yang harus diselesaikan. Dia mengetik balasan cepat. Dia memang punya pekerjaan, tapi alasan utamanya adalah dia belum siap menghadapi Irwan lagi malam ini. Belum siap menghadapi keheningan penuh makna di antara mereka, tatapan mata Irwan yang terluk

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status