แชร์

Bab 2

ผู้เขียน: Goldhour
Aku membangunkan suamiku dan kasih tahu bahwa Johan ingin memijatnya.

Aku tak berani jujur bahwa itu adalah pijatan khusus, karena takut dia akan langsung menolak. Bagaimanapun, sejak kecelakaan itu, dia sama sekali tidak tertarik pada urusan ranjang.

Jadi, aku terpaksa berbohong bahwa pijatan itu bagus untuk membantu pemulihan matanya.

Benar saja, begitu mendengar demi kesembuhan matanya, dia langsung bersemangat.

Tak lama kemudian, Johan masuk dan mulai memijat suamiku.

Harus kuakui, gerakannya sangat profesional. Suamiku langsung mendesah sangking nyamannya.

Benda di bawahnya bahkan mulai menegang. Sejak buta, ini pertama kalinya benda milik suamiku bisa bangun secara alami.

Johan merasa waktunya sudah tepat, lalu menepuk bahuku, memberiku isyarat sudah bisa menikmatinya.

“Sampai di sini dulu, bang. Aku keluar dulu.”

Ujar Johan sambil menutup pintu.

Suamiku langsung menarikku ke ranjang. Dengan tidak sabar, dia langsung menekan kepalaku ke bawah.

Meskipun tak bisa melihat, tenaganya sangat besar hingga aku tak bisa berontak.

Jarinya menelusuri tubuhku hingga tenggorokanku terasa kering karena gairah.

Area di antara kedua kakiku pun terasa basah.

Setelah beberapa saat, aku mulai merasa tidak tahan, “Sayang, aku geli.”

Namun, begitu aku melepaskan diri sebentar, suamiku langsung menarikku kembali, “Geli apaan? Diam saja.”

Suaraku mulai terdengar seperti orang menangis, “Kamu nggak bisa hanya memikirkan kepuasanmu sendiri tanpa memedulikanku.”

“Aduh, sudah begitu malam.”

Aku tahu suamiku merasa rendah diri karena dia hanya bisa bertahan beberapa detik, tapi kalau tak dicoba, mana tahu hasilnya? Apalagi Johan baru saja memijatnya.

Tiba-tiba, dari sudut mataku, aku melihat ada cahaya. Aku melirik ke samping dan menyadari ternyata pintu kamar sedikit terbuka.

Di celah pintu itu, ada sepasang mata yang sedang menatap tubuhku dengan lekat-lekat.

Ternyata Johan belum pergi, dia sedang mengintip di sana.

Saat ini, atasanku sudah ditarik paksa oleh suamiku hingga hampir terbuka semua.

Aku reflek ingin menutupinya, tapi suamiku sedang menindihku, sehingga aku pun tak bisa bergerak sama sekali.

Pemandangan mesra yang disaksikan oleh Johan ini memberikan rangsangan yang melanggar batas moral. Aku merasa tegang sekaligus bersemangat secara bersamaan, hingga area bawahku terasa banjir.

Celah pintu semakin melebar dan aku melihat bagian celana Johan menonjol dengan ketinggian yang mengejutkan.

Astaga, tonjolan itu terlihat jauh lebih besar dan panjang dari yang pernah kulihat di film-film.

Aku tak bisa menahan diri untuk tidak menelan ludah.

Detik berikutnya, sebuah pemandangan yang lebih mengejutkan muncul, Johan langsung melonggarkan celananya dan mulai memuaskan dirinya sendiri dengan tangannya.

Melihat benda besar yang hitam dan kekar seperti ular itu, aku menarik napas dalam-dalam. Wanita mana yang sanggup menahan itu? Nggak terpuaskan habis-habisan?

Melihatku menatap benda miliknya tanpa berkedip, mata Johan pun memerah. Kemudian, dia melangkah masuk dengan sangat perlahan dan berjingkat.

Aku panik melihat tubuh kekarnya mendekat, apa… apa yang mau dia lakukan?!

Hingga akhirnya, sepasang tangan besar dengan lembut menyentuh lututku.

Astaga, dia berani sekali!

Telapak tangannya yang kasar perlahan merayap naik ke pahaku, membuatku gemetar hebat.

Aku ingin memberontak, tapi sentuhannya terasa sangat nyaman. Rasa geli yang tak tertahankan merambat dari pangkal paha ke seluruh tubuhku.

Harus kuakui, dalam waktu sesingkat itu, gairahku langsung muncul.

Aku merapatkan kedua kakiku, tapi tiba-tiba dia membuka lebar-lebar kakiku ke samping.

Lalu, mulutnya….

Seketika, kepalaku seolah meledak. Perasaan bersalah dan kenikmatan yang luar biasa bercampur aduk menghantam jiwaku.

Tubuhku gemetar dan tanpa sadar mataku mendelik ke atas.

Belum sempat aku bereaksi, tiba-tiba Johan menarikku dari bawah tubuh suamiku.

Dengan kasar dia membalikkan tubuhku, memegang pinggangku dari belakang dan mengangkat bokongku, memaksaku dalam posisi menungging yang sangat memalukan di atas ranjang.

Karena aku tiba-tiba menghilang, suamiku panik dan meraba-raba mencariku.

Sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya membuat punggungku melengkung tanpa sadar dan tubuhku pun melemas.

“Sayang? Kamu di mana?”

“Aku… mau istirahat sebentar.”

Rangsangan yang begitu kuat membuatku merasakan sensasi geli yang tak tertahankan, sementara pinggangku terasa sangat lemas.

Johan tahu bahwa aku sangat takut ketahuan oleh suamiku, makanya tak berani bersuara. Karena itulah, dia menjadi semakin liar dan tidak terkendali.

Dia tiba-tiba membungkuk, menggigit daun telingaku, lalu berbisik dengan nada yang sangat pelan,

“Sahabatku nggak bisa memuaskanmu, jadi biar aku saja yang memuaskanmu.”

Sambil bicara, dia mengangkat pinggangku ke atas dengan kuat.

Terdengar suara ikat pinggang yang dilepaskan di dekat telingaku dan kemudian, sebuah benda keras yang sangat panas mulai menekan masuk….
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta   Bab 7

    Melakukannya diam-diam saja sudah salah, apalagi di depan mata suamiku sendiri.Aku benar-benar tak sanggup.Aku bahkan lebih memilih mati saja. Sambil terisak, aku memohon, “Johan, aku sudah tahu salah. Kumohon, tenangkan dirimu. Jangan begini, ya?”“Ini benar-benar nggak benar. Kamu sudah nggak menganggapnya sahabatmu lagi?”Johan malah tersenyum meremehkan, “Bang Gilang, istrimu setiap hari menyakiti dirinya sendiri dengan mainan itu, sebagai sahabatmu, aku merasa sangat kasihan. Dia baru berusia 20-an tahun, tapi malah sudah harus hidup seperti janda. Ini semua salahmu. Aku hanya mencoba membantumu.”Sambil berbicara begitu, dia malah menelepon seseorang, “Pandu, kakak iparku lagi kepingin, ayo datang ke sini, kita main bersama.”Astaga, dia bahkan berniat memanggil orang asing.“Maafkan aku sayang, ini salahku.”“Sayang, aku mencintaimu!”….Namun, Johan seperti anjing gila, seolah kehilangan akal sehatnya. Dia membeberkan seluruh kejadian dari awal sampai akhir pada suamiku.Term

  • Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta   Bab 6

    Johan berbisik pelan di telingaku, lalu menarik tubuhku dengan sangat kuat!“Begini baru lebih menantang, ‘kan?”“Cepat katakan!”Aku tahu orang gila ini tidak akan melepaskanku begitu saja, jadi aku terpaksa menahan rasa malu dan berkata, “Aku anjing betina.”Tak disangka, si mesum ini masih belum puas, “Cepat bilang lagi, peliharaan siapa?”Aku rasanya ingin menangis, “Johan… aku anjing peliharaan Johan.”“Nah, begini baru benar.”Johan tampak sangat puas. Dengan penuh gairah, dia menerjang dan menindih tubuhku.Namun, tepat saat aku mencengkeram punggung Johan dan bersiap untuk melampiaskan hasrat, tiba-tiba suamiku muncul di depan pintu.Wajahnya tampak muram dan bertanya, “Kalian lagi apain?”Seketika, aku hampir pingsan sangking ketakutan.Jangan-jangan penglihatan suamiku sudah pulih? Dia sudah tahu semuanya?Apa yang harus kulakukan? Meskipun saat ini aku sedang memegang pinggang Johan, aku masih punya perasaan yang dalam pada suamiku. Aku tak ingin bercerai.Aku dan Johan sali

  • Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta   Bab 5

    Tak lama kemudian, dia pun tertidur dan untungnya tidak mendengkur.Dia bisa tidur dengan nyenyak, aku malah sebaliknya. Benda keras dan panas yang mengganjal itu membuat pikiranku kacau dan melayang ke mana-mana.Karena benar-benar tak bisa menahan diri, aku menyelinap masuk ke bawah selimut untuk menghisapnya, barulah setelah itu bisa memaksakan diri untuk tidur.Keesokan paginya, Johan terbangun dengan gairah pagi yang memuncak. Dia langsung menekan kepalaku dan memaksaku untuk memuaskannya.Gerakannya terlalu kasar hingga membuat suamiku terbangun. Untungnya suamiku tidak curiga dan mengira aku sedang bermain dengan mainanku sendiri. “Sayang, masih pagi buta sudah nggak tahan?”Aku menjawab dengan suara yang tidak jelas, “Iya.”Jawabanku berhasil mengelabuhinya.Siang harinya, saat suamiku sedang tidur siang, Johan menarikku masuk ke kamar, “Sekarang waktunya menepati janjimu. Cepat biarkan aku merabamu sepuasnya.”Dia terlalu blak-blakan, membuatku sangat malu, “Jangan begini, tu

  • Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta   Bab 4

    Aku tak tahu lagi bagaimana bicara dengannya. Meskipun kuakui rasanya sangat nyaman, sungguh sangat nyaman.Aku adalah seorang wanita kota yang manja, dikelilingi pria-pria kaya. Ini adalah pertama kalinya aku merasakan pengalaman dengan pria kasar seperti Johan dan tak kusangka rasanya begitu luar biasa.Otot-otot di tubuhnya terbentuk secara alami karena kerja keras selama bertahun-tahun, bukan hasil bentukan gym. Aroma tubuhnya yang liar dan maskulin benar-benar tak tertandingi. Namun, aku ini manusia, bukan binatang.Berselingkuh dengan sahabat suami sendiri di belakangnya, ini benar-benar merusak moral.Pokoknya aku sudah memperingatkannya. Jika dia tak bisa menahan diri, aku akan langsung mengusirnya kembali ke lokasi proyek.Siapa sangka, malam itu juga, saat sedang tidur lelap, tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang sedang menyentuhku.Telapak tangan itu merayap dari belakang telingaku, menelusuri tulang selangka, turun ke dadaku, lalu berpindah ke arah bokong.Aku sedang tid

  • Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta   Bab 3

    Sentuhan benda keras dan panas itu membuat seluruh tubuhku bergidik.“Hm….” Sebuah erangan yang sulit kutahan keluar begitu saja dari mulutku.Itu membuat suamiku curiga, “Kamu kenapa? Kok seperti ada orang yang sedang menyentuhmu?”Aku langsung merasa bersalah dan berbohong, “Aku nggak tahan, jadi memuaskannya sendiri.”Mendengar itu, suamiku tertawa terbahak-bahak, “Kalau begitu, sini.”Tepat saat dia menyentuhku dan menarikku dengan paksa, tiba-tiba ponselnya berdering. Aku panik luar biasa, “Sayang, telepon di luar bunyi, aku pergi angkat dulu.”“Merusak suasana saja,” gerutu suamiku dengan kesal.Johan juga menunjukkan ekspresi terganggu, karena momennya dirusak. Seketika, wajahnya langsung memuram.Setelah telepon, aku pun tidur. Tentu saja Johan tak punya kesempatan lagi.Namun, yang membuatku heran, perasaanku pun menjadi labil.Di satu sisi aku merasa lega karena tidak mengkhianati suamiku, tapi di sisi lain, ada rasa hampa dan kecewa yang samar.Seandainya saja….Tak kusangka

  • Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta   Bab 2

    Aku membangunkan suamiku dan kasih tahu bahwa Johan ingin memijatnya.Aku tak berani jujur bahwa itu adalah pijatan khusus, karena takut dia akan langsung menolak. Bagaimanapun, sejak kecelakaan itu, dia sama sekali tidak tertarik pada urusan ranjang.Jadi, aku terpaksa berbohong bahwa pijatan itu bagus untuk membantu pemulihan matanya.Benar saja, begitu mendengar demi kesembuhan matanya, dia langsung bersemangat.Tak lama kemudian, Johan masuk dan mulai memijat suamiku.Harus kuakui, gerakannya sangat profesional. Suamiku langsung mendesah sangking nyamannya.Benda di bawahnya bahkan mulai menegang. Sejak buta, ini pertama kalinya benda milik suamiku bisa bangun secara alami.Johan merasa waktunya sudah tepat, lalu menepuk bahuku, memberiku isyarat sudah bisa menikmatinya.“Sampai di sini dulu, bang. Aku keluar dulu.”Ujar Johan sambil menutup pintu.Suamiku langsung menarikku ke ranjang. Dengan tidak sabar, dia langsung menekan kepalaku ke bawah.Meskipun tak bisa melihat, tenaganya

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status