Short
Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta

Kesempatan Di Balik Suamiku Yang Buta

Oleh:  GoldhourTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Bab
6Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“Nggak boleh, aku ini kakak iparmu….” Setelah suamiku kehilangan kemampuannya sebagai pria sejati akibat kecelakaan, aku sering menangis tersedu-sedu di larut malam. Sahabat suamiku merasa iba, lalu naik ke ranjangku di tengah malam. “Kakak Ipar, terlalu sering menggunakan mainan seperti itu bisa merusak tubuhmu. Biar kubantu saja.” Sambil berbicara, dia langsung mengangkat kedua kakiku dengan kasar….

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Juni, seorang pengantin baru yang memiliki hasrat yang tinggi.

Wajahku terlihat polos, tapi bentuk tubuhku jauh lebih sexy daripada model.

Buah dadaku yang berukuran 36E dipadukan dengan bokongku yang sexy, membuat suamiku selalu ketagihan setiap malam.

Namun, sebuah kecelakaan mobil merubah segalanya. Suamiku menjadi buta dan kehilangan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri.

Dia bahkan menjadi lumpuh dalam urusan ranjang.

Bukan hanya tingkat kekerasannya yang berkurang drastis, durasinya pun sangat singkat hingga hanya bisa dihitung dalam hitungan detik.

Bahkan terkadang, dia kesulitan mencari sasaran yang tepat.

Lama-kelamaan, aku tidak lagi menaruh harapan padanya.

Hasrat yang tidak tersalurkan ini terpaksa kulampiaskan secara diam-diam menggunakan mainan yang kubeli online.

Suamiku juga mulai merasa sikapku yang semakin acuh tak acuh. Dia mengira aku hanya kelelahan merawatnya, jadi dia mengusulkan agar sahabatnya yang bekerja di proyek konstruksi datang untuk membantuku. Kebetulan proyek tempat sahabatnya bekerja sedang diliburkan.

Keesokan sorenya, Johan, sahabatnya pun datang.

Dia tampaknya baru saja pulang kerja, wajahnya kusam berdebu dan masih mengenakan seragam kerja.

Berpakaian seperti pekerja konstruksi pada kasar, dengan ekspresi wajah yang tampak jujur dan polos.

Namun, lengan yang menyembul dari balik bajunya sangat kekar dan berotot. Kulitnya yang hitam terbakar matahari memancarkan aura maskulin yang kuat. Bahkan celana kerjanya yang longgar pun tak bisa menyembunyikan aset besarnya yang luar biasa.

Wajahku bahkan sampai memerah melihatnya.

Hingga suamiku memanggilku, aku baru tersadar kembali.

Malam harinya, aku menyiapkan hidangan mewah untuk menyambut Johan.

Dia bilang dirinya sangat senang dan berterima kasih karena aku tetap setia mendampingi sahabatnya. Bahkan memujiku sebagai kakak ipar yang baik.

Setelah makan malam, aku membantu suamiku untuk mandi dan tidur. Saat keluar, aku terkejut melihat Johan tidak hanya merapikan meja makan, tapi juga sudah mencuci semua piring.

Tak disangka, Johan baik sekali. Aku pun terharu dan menyeduhkan segelas teh hangat untuk berterima kasih padanya.

Namun, saat membawa teh keluar, aku melihat Johan masuk ke kamar mandi.

Aku langsung panik. Belum sempat aku mencegahnya, dia sudah mengunci pintu dari dalam.

Seketika, wajahku langsung memerah karena malu.

Gawat, dia pasti sudah melihat semuanya.

Karena suamiku tak bisa memuaskanku, sementara hasratku sangat besar setiap malam, aku membeli banyak sekali mainan untuk menyalurkan keinginan itu.

Berhubung suamiku buta, aku tak perlu ragu dan meletakkan semua barang itu di kamar mandi tersebut, menjadikannya ruang rahasia pribadiku.

Di dinding bahkan tertempel belasan alat stimulasi dengan berbagai ukuran yang aku susun sesuai tinggi badanku agar bisa langsung digunakan.

Padahal di kamar Johan ada kamar mandinya sendiri, aku tak menyangka dia akan masuk ke sini. Dia pasti sudah melihat semuanya.

Benar-benar memalukan sekali.

Aku berdiri di depan pintu dengan perasaan menyesal. Tidak terdengar suara air dari dalam, sepertinya Johan sedang mengamati benda-benda itu satu per satu. Mungkinkah dia membandingkan ukurannya dengan miliknya sendiri.

Sambil memikirkannya, pikiranku mulai melayang ke mana-mana.

Setelah menunggu lama, akhirnya Johan keluar. Melihat ekspresinya yang agak canggung, aku yakin dia sudah melihatnya.

Dengan wajah memerah karena malu, aku menundukkan kepala dan berbicara pelan, “Johan, kamu… kamu nggak akan merendahkanku, ‘kan?”

“Tentu saja nggak.”

Johan menoleh sekilas ke arah kamar mandi, “Tapi mainan tetap nggak bisa menggantikan orang sungguhan. Apalagi, sering menggunakan benda seperti itu nggak baik untuk kesehatan. Aku pernah belajar teknik pijat dari seorang dokter tua, katanya sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan bagian itu.”

Aku terkejut. Meskipun tahu dia pekerja lapangan yang blak-blakan, aku tak menyangka dia akan bicara sejujur ini padaku.

Namun, mengingat malam-malam kesepian yang menyiksa selama ini, akhirnya aku pun mengangguk dengan wajah yang merona.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status