Share

Bab 2

Author: Kucing Oren
Setelah selesai mandi, Sonia berbaring di bawah selimut cukup lama, hingga tubuhnya menghangat kembali.

Dia memejamkan mata. Saat hampir tertidur, dia mendengar suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa dari arah pintu.

Sepuluh detik kemudian, lampu kamar dinyalakan.

Kevin masuk dengan tubuh basah kuyup. Saat melihat Sonia, akhirnya dia menghela napas lega.

Kevin melepaskan pakaiannya yang basah, kemudian maju dan memeluk Sonia. Dengan suara yang masih terdengar panik, Kevin bertanya, "Sayang, kamu nggak baca pesanku? Kok kamu nggak balas pesanku?"

"Aku sudah menunggumu lama, tapi kamu nggak datang-datang, lalu katanya ada kecelakaan di dekat sini, aku kira itu kamu. Aku sampai panik setengah mati, makanya aku langsung ngebut ke sini."

Hanya karena kecelakaan mobil, Kevin sampai sepanik ini?

Kalau nanti Kevin mendengar berita kematiannya, bagaimana reaksi pria itu?

Sonia tidak bisa membayangkannya.

Sonia tersenyum tipis, lalu berbohong tanpa mengubah ekspresi. Dengan suara agak lemas, dia menjawab, "Aku lagi datang bulan hari ini, lalu tidur karena badan kurang fit, jadi aku nggak baca pesanmu."

Melihat wajahnya yang pucat, Kevin makin khawatir.

Kevin segera merebus air gula, kemudian menyuapinya sesendok demi sesendok.

Pria itu pun mengambil penghangat tubuh, mengusap perut Sonia dengan lembut, sementara tatapannya terlihat sedih.

"Bagaimana sekarang? Mendingan nggak?"

Sonia menatapnya lekat-lekat, tidak menjawab pertanyaannya, sebaliknya mengalihkan topik. "Bagaimana denganmu? Lambungmu masih sakit?"

Tubuh Kevin menegang, tatapannya tampak ragu.

Beberapa menit kemudian, ekspresinya Kembali normal.

Kevin memeluk Sonia saat berbaring, mematikan lampu, hanya terdengar suara jernih Kevin yang terdengar di ruangan itu.

"Sayang, aku nggak penting, yang penting kamu baik-baik saja."

Setelah turun hujan semalaman, akhirnya hujan berhenti.

Esok harinya, Sonia terbangun karena suara ponsel. Dengan masih setengah mengantuk, Sonia meraih ponsel. Terdengar suara pancuran air dari kamar mandi.

Sambil melihat notifikasi yang terus muncul di layar, Sonia memasukkan kata sandi.

Begitu dibuka, sebuah obrolan grup muncul, lalu Sonia menggeser ke atas.

[Kevin, hari ini cinta pertamamu pulang, kamu nggak jemput?]

Balasan dikirim pukul 6 pagi, sepertinya Kevin masih setengah mengantuk, ada kesalahan ketik dalam balasannya.

[Cinta Pratama apaan, jangan ganggu aku menemani pacarku.]

Grup itu hening sejenak, lalu ramai kembali.

[Kevin, Sonia awasi kamu saat balas pesan, ya? Kenapa omonganmu jadi menjijikkan begitu?]

[Ya, betul. Cukup pura-pura di depan Sonia saja. Sandra hari ini pulang, kamu harus pergi jemput dia!]

Melihat nama Sandra, Sonia langsung ingat, sepertinya Sandra adalah pacar Kevin saat masih SMA.

Kevin juga mencatatnya dalam buku hariannya, alasan dia pacaran dengan Sandra karena Sandra sangat mirip dengan Sonia.

Kevin penasaran, bagaimana rasanya pacaran dengan wanita secuek Sonia, makanya dia pacaran dengan Sandra.

Kemudian, Sandra pergi ke luar negeri setelah lulus SMA, mereka berdua akhirnya putus dan tidak pernah berkomunikasi lagi.

Karena alasan pacaran dengan Sandra itu sangat aneh, makanya Kevin tidak pernah memberi tahu siapa pun.

Namun, teman-temannya menganggap Sandra adalah cinta pertama yang belum bisa dia lupakan, makanya mereka terus menggoda Kevin.

[Masih nggak balas pesan? Jangan-jangan karena terlalu lama pacaran sama Sonia, sekarang kamu jatuh cinta padanya?]

[Bercanda kamu, mereka itu musuh bebuyutan! Kamu lupa ya, bukankah dulu Kevin pernah bersumpah, meskipun semua wanita di muka bumi ini mati, dia nggak akan jatuh cinta pada Sonia?]

Di tengah keributan itu, Kevin membalas singkat.

[Berikan alamatnya.]

Setelah membaca isi obrolan, Sonia terdiam lama.

Ternyata Kevin mandi pagi-pagi karena alasan ini.

Dia pun mengembalikan ponsel ke tempat semula, kebetulan Kevin juga sudah selesai mandi. Pria itu memeluknya dengan lembut dan berkata, "Sayang, sudah mendingan belum? Sarapanmu masih di dalam panci, jangan lupa makan dan istirahat. Aku masih ada urusan lain, pergi dulu ya."

Sonia tidak membongkar kebohongannya, dia hanya mengangguk.

Dia tidur lagi sampai siang, kemudian membawa dokumen dan pergi ke kantor imigrasi.

Setelah mondar-mandir mengurus prosedur, akhirnya semuanya selesai.

Petugas imigrasi lalu menyerahkan surat permohonan dan mengembalikan dokumennya.

"Butuh sekitar 30 hari kerja, baru hasilnya keluar."

Sonia mengangguk, lalu mengirimkan pesan kepada orang tuanya.

Saat keluar dari kantor imigrasi, hari sudah hampir gelap.

Baru saja mau memanggil taksi, teman sekamar Kevin menghubunginya.

"Kak, Kevin mabuk, bisakah kamu datang menjemputnya?"

"Ng …."

Saat mau menolak, Sonia menahan kata-katanya lagi.

Dia tidak mau rencana kepindahannya ketahuan, jadi dia tidak boleh terlihat mencurigakan.

"Berikan alamatnya."

Dua puluh menit kemudian, Sonia sampai di depan ruangan.

Di dalam sangat gaduh, dia sudah mengetuk pintu berkali-kali, tetapi tidak ada respons, jadi dia langsung masuk ke dalam ruangan.

Brak! Sebuah ember berisi air yang diletakkan di atas pintu jatuh menimpanya, seketika tubuhnya basah kuyup.

Ember itu jatuh tepat mengenai kakinya, Sonia pun meringis kesakitan, terhuyung beberapa langkah ke depan, lalu tersandung seutas tali tipis.

Dia lalu memeluk kakinya dan meringkuk, wajahnya mengernyit kesakitan, rambut basahnya menempel dan berantakan, tampak sangat menyedihkan.

Namun, orang-orang di dalam ruangan itu malah mentertawakan dia.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 25

    Malam itu, Raisa kembali naik ke lantai dua untuk cari udara segar.Meskipun kematian Kevin tidak menimbulkan reaksi pada Raisa, ada perasaan sedih yang menyelimuti hatinya.Seseorang pria yang dulu begitu penuh semangat, orang terhebat di negeri ini, justru mati di tangan Sandra. Ini adalah kejadian yang di luar dugaan.Dia menikmati embusan angin dengan tenang, sementara Brian menemani di sampingnya."Nggak enak badan?" tanyanya sambil menyodorkan secangkir cokelat panas."Nggak, hanya merasa, ini seperti mimpi." Raisa menunduk sambil tersenyum, lalu menerima minuman itu. Kehangatan susu cokelat itu menghangatkan telapak tangannya."Ini bukan mimpi. Selama aku di sisimu, Raisa pasti akan makin baik," ujar Brian sambil tersenyum.Brian selalu peka, mampu melihat kekhawatiran dan kegundahan hati Raisa, lalu memberinya tempat bersandar yang tenang dan hangat dengan tepat. Dari awal hingga akhir, Brian selalu berada di sisinya.Mungkin berakhirnya kisah Kevin dan Sandra membuatnya tersad

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 24

    Kevin dilarikan ke UGD, sementara Sandra dipenjara atas tuduhan penganiayaan dengan sengaja dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun.Sandra menusuknya terlalu brutal. Setelah tersadar, barulah dia memanggil ambulans. Dua hari berlalu, Kevin masih belum sadar.Namun, ini pertama kalinya Kevin bisa tidur nyenyak, bahkan memimpikan masa lalu.Dia bermimpi bahwa antara dirinya dan Sonia tidak pernah ada permainan itu. Mereka saling mencintai, sampai pada perayaan tiga tahun mereka jadian.Dia menyiapkan perayaan yang lebih meriah dibandingkan saat mengungkapkan cinta. Teman-temannya juga datang mendoakan mereka dengan tulus.Di tengah hamparan bunga, dia berlutut sambil mengangkat sebuah cincin, lalu mengungkapkan cinta pada Sonia."Sonia, maukah kamu menikah denganku? Aku akan selalu baik padamu. Aku akan mencintaimu selamanya."Dengan jantung berdebar-debar, Kevin menatap gadis di depannya sambil menunggu jawaban.Dia tahu, Sonia pasti bersedia. Mereka akan menua bersama, dan akan selalu bers

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 23

    Setelah menghabiskan uang tunai sebesar 60 miliar, mengakibatkan perusahaan Kevin terancam bangkrut.Semua aset perusahaan dijual, rumah dan mobil juga digadaikan demi mengumpulkan biaya pesangon untuk karyawan. Grup Sanjaya yang dulu berjaya kini kosong melompong, dengan papan bertuliskan “Dijual” terpajang di sana.Sandra duduk dengan tatapan kosong di satu-satunya rumah yang belum dijual, sambil melihat Kevin mengusap foto Sonia.Dulu dia memutuskan pulang dari luar negeri karena mendengar bahwa mantan pacarnya, Kevin Sanjaya, masih mencintainya, jadi dia ingin memanfaatkan Grup Sanjaya untuk mendapatkan ketenaran. Namun, tidak lama kemudian, dia menyadari dirinya bukan apa-apa, bahkan ditekan oleh pria gila itu hingga harus memohon agar dilepaskan.Dia dipaksa menjalani operasi plastik, bisnis keluarganya bergantung pada Grup Sanjaya, sehingga dia juga terpaksa hanya bisa bergantung pada Kevin, menahan emosinya yang tidak menentu, bahkan mengandung anaknya.Apakah dia mencintai Kev

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 22

    Ketika acara hampir berakhir, Raisa dan Brian pergi ke belakang panggung, di bawah arahan staf, mereka diantar menuju ke ruang VIP untuk bertemu dengan juru lelang.Sebagai karya dengan harga lelang tertinggi malam ini, mereka disambut dengan istimewa, mencerminkan ketulusan pihak penyelenggara. Namun, semua itu tidak terlalu dipedulikan oleh Raisa.Dia membuka pintu, lalu melihat Kevin dan Sandra.Seolah telah menunggu lama, begitu melihat Raisa, Kevin segera berdiri dengan ekspresi penuh harap."Sonia, aku sudah membeli karyamu, ternyata sekarang kamu sudah sehebat ini, aku sudah kalah hebat darimu.""Tapi tenang saja, aku akan mengembangkan Grup Sanjaya menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Nanti aku akan melamarmu lagi! Kali ini, nggak akan ada yang mengganggu kita lagi, oke, Sonia? Teruslah menjadi seorang putri raja untukku, ya?"Kevin menyerahkan mahkota senilai 60 miliar dengan hati-hati, berharap Raisa berubah pikiran.Namun, Raisa hanya menatapnya tanpa ekspresi."Kevin, k

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 21

    Acara telah dimulai. Karena ini adalah acara perjamuan untuk dunia desainer, tentu fokus utamanya adalah memperkenalkan berbagai karya desain, termasuk karya Raisa.Raisa kali ini membawa sebuah mahkota kecil yang tampak seperti pusaka berharga milik seorang putri, sangat menggemaskan sekaligus berkilau. Karya itu mencuri perhatian semua orang. Mereka memuji konsep desain Raisa yang luar biasa.Sementara itu, Kevin juga saat ini menyadari sesuatu tentang sosok Sonia yang sekarang.Ternyata setelah berpura-pura mati dan pindah ke Negara Araya, Sonia mengganti nama dan mendirikan Studio Raisa, mengembangkan usahanya sedikit demi sedikit dengan kemampuannya sendiri.Sekarang Sonia telah menjadi desainer terkenal, sementara Grup Sanjaya yang dulu berjaya, sekarang mengalami krisis. Dia bisa menghadiri acara perjamuan ini berkat kejayaan masa lalu.Kevin menatap mahkota itu, lalu teringat janjinya dulu untuk memperlakukan Sonia seperti putri raja selamanya. Jika dia bisa menghadiahkan mahko

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 20

    "Sonia … apa itu kamu? Akhirnya, aku menemukanmu, Sonia." Kevin menatap Raisa lekat-lekat, takut gadis itu akan menghilang lagi dari hadapannya, sampai-sampai dia tidak berani berkedip.Mendengar suara yang familiar sekaligus asing itu, ekspresi Raisa berubah datar dan dingin. Melihat kegembiraan Kevin yang seperti menemukan kembali sesuatu yang hilang, Raisa hampir tidak bereaksi, hanya melirik sekilas."Kamu salah orang, namaku Raisa Latif.""Nggak mungkin! Kamu adalah Sonia! Mana mungkin aku salah orang, aku ingat kamu. Sonia, dulu aku bersalah padamu, sekarang akhirnya aku menemukanmu. Jangan meninggalkan aku lagi, ya?"Kevin menangis tersedu-sedu, mencoba meraih tangan gadis itu.Brian menghentikannya dan berdiri di depan Raisa."Anda adalah CEO Grup Sanjaya, 'kan? Saya sudah lama mendengar tentang Anda. Ini pacar saya, namanya Raisa Latif," ucap Brian sambil diam-diam menjauhkan mereka.Kevin menatap Brian dengan tatapan tidak percaya, lalu melihat Raisa lagi. Kevin yakin tidak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status