Share

Ketika Bunga Kembali Mekar
Ketika Bunga Kembali Mekar
Author: Kucing Oren

Bab 1

Author: Kucing Oren
"Sudah tiga tahun, Sonia masih belum menyadarinya, Kevin, kamu mau bohong sampai kapan?"

"Ya, dulu kita ingin menipunya, makanya menyuruh Kevin pura-pura hilang ingatan dan berkencan dengannya, sekarang melihat gadis angkuh itu berubah jadi sebucin ini, aku sampai pengin ketawa!"

"Dulu kita sepakat baru berhenti setelah menipunya sebanyak seratus kali. Tipuan pertama, kita mengatakan bahwa Kevin suka kue lapis dari Kota Badra, akhirnya dia antri tiga hari untuk membelinya. Tipuan kedua, kita mengatakan Kevin cedera saat balapan, hingga dia melewatkan kompetisi terpenting dalam hidupnya .... Tipuan kita yang terakhir itu sudah yang ke-96 kali, semua ide sudah dipakai, untuk tipuan ke-97 kali, kalian ada ide nggak?"

"Oh, aku punya ide, belakangan ini sering hujan lebat. Kevin, bagaimana kalau kamu kirim pesan, katakan penyakit lambungmu kambuh, lalu minta dia kirimkan obat? Di cuaca seperti ini, pasti susah dapat taksi. Kalau dia jalan kaki ke sini, dia bakal jatuh terpeleset di jalan, dan penampilannya pasti acak-acakan sesampainya di sini."

Dari celah pintu yang terbuka, saat mendengar suara tawa di dalam, wajah Sonia langsung memucat.

Sonia memejamkan mata. Kenangan selama tiga tahun, satu per satu muncul di benaknya saat ini.

Semua orang tahu, Kevin dan Sonia adalah musuh bebuyutan.

Sejak TK hingga kuliah, mereka sama-sama jadi idola sekolah, selalu bersaing memperebutkan juara satu, dan saling menganggap satu sama lain sebagai musuh.

Sampai Kevin mengalami kecelakaan dan hilang ingatan, barulah mereka berdua berhenti bermusuhan, lalu pacaran.

Sonia mengira kisah mereka dari benci jadi cinta akan berakhir bahagia, siapa sangka ternyata semuanya hanyalah tipuan yang sudah direncanakan.

Namun saat mendengar semuanya sendiri, Sonia tidak merasa kaget, dan tidak merasa terlalu sedih.

Karena sebelum datang ke sini, dia menemukan buku harian Kevin di ruang kerjanya.

Di dalamnya, tercatat tentang semua kisah mereka berdua selama tiga tahun.

Termasuk tentang pura-pura amnesia, tentang tipu daya mereka, dan obrolan mereka barusan, semuanya sudah tercatat di dalam buku harian Kevin.

Hanya satu yang berbeda, yaitu sikap Kevin.

Di halaman pertama, Kevin mengatakan bahwa ini hanya keisengan.

Namun pada halaman enam belas, pria itu mengungkapkan kepanikannya, tampaknya dirinya telah terjerat dalam permainan yang dia ciptakan sendiri, dan mulai jatuh cinta pada Sonia.

Di halaman dua puluh delapan, pria itu ingin mengakhiri permainan ini. Sayangnya, dia malu mengakuinya di depan teman-temannya.

Di halaman empat puluh satu, pria itu mengatakan bahwa asal bisa bersama Sonia, harga diri tidak penting, dia ingin mengakui perasaannya tanpa memedulikan apa pun.

Di halaman terakhir, pria itu memilih untuk menundanya, dia masih butuh waktu untuk mempersiapkan hatinya.

Di dalam buku harian yang tebal itu, tercatat perasaan Kevin yang penuh kebimbangan.

Setelah membaca sampai halaman terakhir, Sonia merasakan pikirannya kosong.

Sonia tidak mampu mencerna informasi yang terlalu banyak ini, dia juga tidak tahu apa yang dipikirkan Kevin sekarang, makanya dia datang menemui Kevin untuk meminta jawaban.

Namun, ruangan itu sunyi untuk waktu yang lama, Kevin tidak memberikan respons apa pun.

Di dalam kesunyian itu, jantung Sonia juga berdebar-debar tanpa henti.

Sepuluh menit kemudian, dari celah pintu, dia melihat Kevin mengeluarkan ponsel.

Sepuluh detik kemudian, ponsel di dalam saku Sonia bergetar beberapa kali.

Dia menarik napas dalam-dalam, menguatkan diri, lalu membuka pesan dengan tangan gemetar.

[Sayang, lambungku sakit, bisa nggak antar obat ke Bar Nebula?]

Membaca pesan itu, Sonia tertawa tanpa suara.

Dia terus tertawa, tetapi dadanya makin terasa sakit, dan wajahnya berlinang air mata.

Akhirnya ... dia tahu jawabannya.

Dia tidak membuka pintu, tetapi berbalik dan turun ke bawah.

Hujan belum reda. Dalam kondisi linglung, dia berjalan di tengah guyuran hujan.

Sepanjang jalan dia masih linglung, sementara kenangan tiga tahun bersama Kevin terus muncul di benaknya.

Demi menjaga kesehatan Kevin, dia rela ambil kuliah tambahan di Fakultas Kedokteran di tengah kesibukannya.

Demi bisa terus berada di sisi Kevin, dia rela menolak banyak peluang untuk studi lanjut.

Demi menghindari LDR, dia tidak ikut orang tuanya pindah ke luar negeri, lebih memilih tinggal sendirian di dalam negeri, jadinya dia jarang ketemu keluarganya dalam setahun.

Dia mencintai Kevin dengan tulus, tetapi malah dicap bucin oleh teman-temannya.

Pengorbanan dan ketulusan yang dia berikan selama tiga tahun ini ternyata tidak dihargai sama sekali.

Tanpa disadari, Sonia sudah sampai di rumah.

Dia berdiri lama di depan pintu.

Tubuhnya menggigil karena pakaiannya basah kuyup, akhirnya menyadarkan dia kembali.

Dia mengeluarkan ponsel, lalu menghubungi orang tuanya yang berada di luar negeri.

"Ayah, Ibu, sudah kupikirkan, aku memutuskan ikut kalian pindah ke Negara Araya."

Di seberang telepon, orang tua Sonia senang mendengarnya. Dengan nada gembira, orang tuanya berkata, "Akhirnya, kamu sadar juga. Ayah dan Ibu tinggal di sini, kami khawatir meninggalkanmu sendirian di sana. Kami akan segera aturkan, kamu urus dulu prosedurnya. Setelah semuanya selesai, nanti kamu akan dijemput dengan pesawat pribadi, kita akhirnya bersama lagi."

Sonia mendengarkan dengan tenang, lalu mengajukan permintaan, "Ayah, Ibu, pada hari keberangkatanku nanti, aku ingin kalian bantu merekayasa cerita kecelakaan."

"Aku ingin 'Sonia Kusuma' di negara ini dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu!"

Dia tahu, meskipun orang tuanya tidak mengerti alasannya, selama itu keinginan putrinya, mereka pasti melakukannya.

Dan, memang seperti yang diduga.

Orang tua Sonia setuju.

Setelah menutup telepon, dia melihat foto pasangan saling berpelukan yang dipajang di dekat pintu masuk, lalu memejamkan matanya yang sembap dan lelah.

'Kevin, karena kamu suka main-main, mending mainlah sendiri.'

'Dengan memalsukan kematianku, aku akan menghilang sepenuhnya.'

'Hubungan kita dan segala kenangan di masa lalu, semuanya sudah berakhir.'
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 25

    Malam itu, Raisa kembali naik ke lantai dua untuk cari udara segar.Meskipun kematian Kevin tidak menimbulkan reaksi pada Raisa, ada perasaan sedih yang menyelimuti hatinya.Seseorang pria yang dulu begitu penuh semangat, orang terhebat di negeri ini, justru mati di tangan Sandra. Ini adalah kejadian yang di luar dugaan.Dia menikmati embusan angin dengan tenang, sementara Brian menemani di sampingnya."Nggak enak badan?" tanyanya sambil menyodorkan secangkir cokelat panas."Nggak, hanya merasa, ini seperti mimpi." Raisa menunduk sambil tersenyum, lalu menerima minuman itu. Kehangatan susu cokelat itu menghangatkan telapak tangannya."Ini bukan mimpi. Selama aku di sisimu, Raisa pasti akan makin baik," ujar Brian sambil tersenyum.Brian selalu peka, mampu melihat kekhawatiran dan kegundahan hati Raisa, lalu memberinya tempat bersandar yang tenang dan hangat dengan tepat. Dari awal hingga akhir, Brian selalu berada di sisinya.Mungkin berakhirnya kisah Kevin dan Sandra membuatnya tersad

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 24

    Kevin dilarikan ke UGD, sementara Sandra dipenjara atas tuduhan penganiayaan dengan sengaja dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun.Sandra menusuknya terlalu brutal. Setelah tersadar, barulah dia memanggil ambulans. Dua hari berlalu, Kevin masih belum sadar.Namun, ini pertama kalinya Kevin bisa tidur nyenyak, bahkan memimpikan masa lalu.Dia bermimpi bahwa antara dirinya dan Sonia tidak pernah ada permainan itu. Mereka saling mencintai, sampai pada perayaan tiga tahun mereka jadian.Dia menyiapkan perayaan yang lebih meriah dibandingkan saat mengungkapkan cinta. Teman-temannya juga datang mendoakan mereka dengan tulus.Di tengah hamparan bunga, dia berlutut sambil mengangkat sebuah cincin, lalu mengungkapkan cinta pada Sonia."Sonia, maukah kamu menikah denganku? Aku akan selalu baik padamu. Aku akan mencintaimu selamanya."Dengan jantung berdebar-debar, Kevin menatap gadis di depannya sambil menunggu jawaban.Dia tahu, Sonia pasti bersedia. Mereka akan menua bersama, dan akan selalu bers

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 23

    Setelah menghabiskan uang tunai sebesar 60 miliar, mengakibatkan perusahaan Kevin terancam bangkrut.Semua aset perusahaan dijual, rumah dan mobil juga digadaikan demi mengumpulkan biaya pesangon untuk karyawan. Grup Sanjaya yang dulu berjaya kini kosong melompong, dengan papan bertuliskan “Dijual” terpajang di sana.Sandra duduk dengan tatapan kosong di satu-satunya rumah yang belum dijual, sambil melihat Kevin mengusap foto Sonia.Dulu dia memutuskan pulang dari luar negeri karena mendengar bahwa mantan pacarnya, Kevin Sanjaya, masih mencintainya, jadi dia ingin memanfaatkan Grup Sanjaya untuk mendapatkan ketenaran. Namun, tidak lama kemudian, dia menyadari dirinya bukan apa-apa, bahkan ditekan oleh pria gila itu hingga harus memohon agar dilepaskan.Dia dipaksa menjalani operasi plastik, bisnis keluarganya bergantung pada Grup Sanjaya, sehingga dia juga terpaksa hanya bisa bergantung pada Kevin, menahan emosinya yang tidak menentu, bahkan mengandung anaknya.Apakah dia mencintai Kev

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 22

    Ketika acara hampir berakhir, Raisa dan Brian pergi ke belakang panggung, di bawah arahan staf, mereka diantar menuju ke ruang VIP untuk bertemu dengan juru lelang.Sebagai karya dengan harga lelang tertinggi malam ini, mereka disambut dengan istimewa, mencerminkan ketulusan pihak penyelenggara. Namun, semua itu tidak terlalu dipedulikan oleh Raisa.Dia membuka pintu, lalu melihat Kevin dan Sandra.Seolah telah menunggu lama, begitu melihat Raisa, Kevin segera berdiri dengan ekspresi penuh harap."Sonia, aku sudah membeli karyamu, ternyata sekarang kamu sudah sehebat ini, aku sudah kalah hebat darimu.""Tapi tenang saja, aku akan mengembangkan Grup Sanjaya menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Nanti aku akan melamarmu lagi! Kali ini, nggak akan ada yang mengganggu kita lagi, oke, Sonia? Teruslah menjadi seorang putri raja untukku, ya?"Kevin menyerahkan mahkota senilai 60 miliar dengan hati-hati, berharap Raisa berubah pikiran.Namun, Raisa hanya menatapnya tanpa ekspresi."Kevin, k

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 21

    Acara telah dimulai. Karena ini adalah acara perjamuan untuk dunia desainer, tentu fokus utamanya adalah memperkenalkan berbagai karya desain, termasuk karya Raisa.Raisa kali ini membawa sebuah mahkota kecil yang tampak seperti pusaka berharga milik seorang putri, sangat menggemaskan sekaligus berkilau. Karya itu mencuri perhatian semua orang. Mereka memuji konsep desain Raisa yang luar biasa.Sementara itu, Kevin juga saat ini menyadari sesuatu tentang sosok Sonia yang sekarang.Ternyata setelah berpura-pura mati dan pindah ke Negara Araya, Sonia mengganti nama dan mendirikan Studio Raisa, mengembangkan usahanya sedikit demi sedikit dengan kemampuannya sendiri.Sekarang Sonia telah menjadi desainer terkenal, sementara Grup Sanjaya yang dulu berjaya, sekarang mengalami krisis. Dia bisa menghadiri acara perjamuan ini berkat kejayaan masa lalu.Kevin menatap mahkota itu, lalu teringat janjinya dulu untuk memperlakukan Sonia seperti putri raja selamanya. Jika dia bisa menghadiahkan mahko

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 20

    "Sonia … apa itu kamu? Akhirnya, aku menemukanmu, Sonia." Kevin menatap Raisa lekat-lekat, takut gadis itu akan menghilang lagi dari hadapannya, sampai-sampai dia tidak berani berkedip.Mendengar suara yang familiar sekaligus asing itu, ekspresi Raisa berubah datar dan dingin. Melihat kegembiraan Kevin yang seperti menemukan kembali sesuatu yang hilang, Raisa hampir tidak bereaksi, hanya melirik sekilas."Kamu salah orang, namaku Raisa Latif.""Nggak mungkin! Kamu adalah Sonia! Mana mungkin aku salah orang, aku ingat kamu. Sonia, dulu aku bersalah padamu, sekarang akhirnya aku menemukanmu. Jangan meninggalkan aku lagi, ya?"Kevin menangis tersedu-sedu, mencoba meraih tangan gadis itu.Brian menghentikannya dan berdiri di depan Raisa."Anda adalah CEO Grup Sanjaya, 'kan? Saya sudah lama mendengar tentang Anda. Ini pacar saya, namanya Raisa Latif," ucap Brian sambil diam-diam menjauhkan mereka.Kevin menatap Brian dengan tatapan tidak percaya, lalu melihat Raisa lagi. Kevin yakin tidak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status