LOGINSahabatku yang patah hati, mabuk-mabukan di bar. Dia lalu meneleponku untuk menjemputnya pulang. Begitu sampai di area sofa di bar, aku justru melihat sahabatku merangkul leher tunanganku sambil bermanja-manja. "Ivan, aku sudah menunggumu selama tujuh tahun. Apa kamu belum bosan juga main-main sama Dinda?" Pria yang dahulu bersumpah akan memberiku pernikahan termegah abad ini, saat ini justru memeluk sahabat terdekatku dengan tersenyum penuh kasih sayang. Kemudian, Ivan menghabiskan banyak uang untuk membeli berita utama media di seluruh kota, demi melamarku di depan publik. Di depan kamera siaran langsung, aku tersenyum tenang sambil mengangkat tangan kananku yang dihiasi cincin berlian sepuluh karat. "Maaf Pak Ivan, aku sudah bosan bermain-main denganmu. Aku sudah menikah dengan orang lain."
View MoreDi bawah pengelolaan kami secara bersama-sama selama setahun ini, perusahaan Rama berhasil menembus jajaran teratas di tingkat nasional.Rama pun kini menjadi CEO dengan kekayaan bersih puluhan triliun, yang namanya terkenal di daftar orang terkaya.Tidak ada seorang pun yang berani mengabaikan kata-katanya.Media-media ini awalnya berniat memanfaatkan momen rekonsiliasi Ivan untuk mendapatkan berita eksklusif yang menghebohkan.Namun, setelah menyadari rencana tersebut tidak akan berhasil, mereka langsung membubarkan diri bagai kawanan burung yang terkejut. Dalam waktu kurang dari setengah menit, mereka sudah menghilang dari perusahaan kami.Beberapa petugas keamanan perusahaan juga datang di saat yang tepat. Mereka memapah Ivan yang tampak seperti kehilangan jiwanya menyerupai mayat hidup, lalu mengusirnya keluar pintu.Belakangan, berkat kegigihan dan bujukan Rama yang tanpa henti, aku pun dengan berat hati menyetujui permintaannya untuk mengadakan pesta pernikahan susulan.Di atas
Rama tidak membohongiku.Setelah aku mulai bekerja di perusahaannya, karena cakupan bisnisnya yang sangat mirip, program yang kubuat hampir tidak memerlukan revisi dan langsung bisa diterapkan.Pada kuartal tersebut, pendapatan perusahaan meningkat dua kali lipat, memecahkan rekor pertumbuhan terbesar sejak perusahaan itu didirikan.Melalui seleksi terbuka dan pemungutan suara anonim dari rekan-rekan kerja, aku langsung dipromosikan menjadi Manajer Umum Departemen Pemasaran.Setahun kemudian, pekerjaan dan hidupku secara bertahap mulai kembali ke jalur yang benar ….Tepat di saat aku mengira aku dan Ivan tidak akan pernah lagi bersinggungan di kehidupan ini ….Tak disangka, di suatu pagi, sesaat setelah aku masuk ke kantor, aku melihat sekretarisku berlari ke arahku dengan panik sambil membawa tablet untuk melapor."Bu Dinda, berita di internet hari ini heboh banget, itu …."Belum sempat sekretarisku itu menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara keributan di pintu masuk perusahaan. Bah
"Rama …. Bonekaku hilang! Boneka peninggalan ibuku hilang! Aku harus cari …."Tiba-tiba, seruan manja yang antusias di belakang memotong ucapanku, "Kak Rama! Kenapa Kakak di sini? Kapan Kakak kembali ke negara ini?"Rama tidak melepaskan dekapannya padaku. Dia hanya mengerutkan kening sambil menoleh ke arah sumber suara.Maira langsung menanggalkan wajah angkuhnya yang sebelumnya, lalu kembali memasang ekspresi malu-malu yang seperti biasa."Kak Rama, Kakak nggak ingat aku?""Aku adik kelasmu, Ira! Waktu SMA, aku lama banget ngejar kamu sebelum akhirnya pindah sekolah."Suara Rama yang sedingin es terdengar dari atas kepalaku."Nggak kenal dan nggak tertarik untuk kenal."Dekapan Rama pada tubuhku makin erat dan nada bicaranya kembali lembut seperti biasa."Dinda, barang ibumu itu hilang di mana? Aku akan bantu cari.""Di tempat sampah koridor luar …."Tanpa ragu sedikit pun, Rama berbalik menemaniku ke koridor, lalu mengaduk-aduk tempat sampah umum satu per satu.Keringat bercucuran d
"Kalian semua dengarkan baik-baik! Aku tanya sekali lagi, di mana boneka badutku?!""Aduh, kok kamu galak banget sih! Bonekamu ada padaku, Dinda sayang!"Suara manja, tetapi bernada menantang itu terdengar di belakangku.Lantaran terlalu fokus mencari barang peninggalan ibuku, aku tidak menyadari sejak kapan Maira masuk ke kantor.Di belakangnya, berdiri Ivan yang terlihat begitu kuyu.Ivan yang semula berjalan di belakang dengan kondisi kuyu, langsung terlihat bersemangat begitu mendengar namaku.Dia berlari menghampiriku dan hendak menarik tanganku seperti biasa, tetapi secara refleks aku langsung menghindar.Tubuhnya sangat kotor, aku tidak sudi lagi menyentuhnya.Setelah tangannya hanya meraih udara kosong, tatapan mata Ivan terlihat kosong untuk sesaat, sementara mulutnya terus bergumam tiada henti, "Sayang, ini nggak seperti yang kamu bayangkan! Aku dan Maira ….""Semalam, aku juga ada di Bar Ziva!"Aku tidak memberi Ivan kesempatan untuk terus merangkai kebohongan dan langsung t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.