Short
Antara Janji dan Pengkhianatan

Antara Janji dan Pengkhianatan

By:  AnonimaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sahabatku yang patah hati, mabuk-mabukan di bar. Dia lalu meneleponku untuk menjemputnya pulang. Begitu sampai di area sofa di bar, aku justru melihat sahabatku merangkul leher tunanganku sambil bermanja-manja. "Ivan, aku sudah menunggumu selama tujuh tahun. Apa kamu belum bosan juga main-main sama Dinda?" Pria yang dahulu bersumpah akan memberiku pernikahan termegah abad ini, saat ini justru memeluk sahabat terdekatku dengan tersenyum penuh kasih sayang. Kemudian, Ivan menghabiskan banyak uang untuk membeli berita utama media di seluruh kota, demi melamarku di depan publik. Di depan kamera siaran langsung, aku tersenyum tenang sambil mengangkat tangan kananku yang dihiasi cincin berlian sepuluh karat. "Maaf Pak Ivan, aku sudah bosan bermain-main denganmu. Aku sudah menikah dengan orang lain."

View More

Chapter 1

Bab 1

Di bawah pendar lampu bar yang remang dan menggoda, sahabatku Maira Kamal, yang wajahnya memerah karena mabuk, sedang duduk di pangkuan seorang pria sambil mengeluh dengan suara manja, "Kapan sebenarnya kamu akan putus sama Dinda? Apa bagusnya si kampungan yang kaku dan sok itu, sampai-sampai kamu mau bersamanya selama tujuh tahun? Bukannya kamu sudah pernah merasakan yang lebih enak waktu sama aku?"

"Ivan, aku nggak sungguhan mau putus sama kamu. Aku cuma ingin kamu lebih perhatian sama aku!"

"Aku benar-benar sudah muak. Tiap saat, aku harus menunggu di rumah yang kosong sampai larut malam, menunggumu menenangkan dia duluan, baru kamu bisa datang ke tempatku!"

Jika tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku benar-benar tidak akan percaya.

Pria yang lehernya sedang dipeluk Maira itu adalah Ivan Farraz, tunanganku yang sudah berhubungan denganku selama tujuh tahun dan yang akan segera kunikahi.

Ternyata, kekasih yang selalu dipamerkan Maira dalam kesehariannya, pria yang membuatnya bersikap seakan ingin mati saat mereka bertengkar atau ada ancaman putus ….

Adalah pacarku sendiri ….

Padahal, jelas-jelas selama tiga tahun aku dan Maira bersahabat, Ivan selalu mengatakan di hadapanku bahwa dia sangat membenci Maira. Ivan bilang, dia tidak tahan dengan perangai Maira yang manja dan arogan layaknya anak orang kaya yang tidak tahu batasan.

Ternyata, selama ini Ivan hanya mencoba menutupi jejaknya dan mencuci otakku ….

Mereka sudah saling kenal sejak tujuh tahun yang lalu. Benih-benih perselingkuhan itu sudah tertanam sejak lama.

Bahkan, lebih lama dibandingkan waktu kebersamaannya denganku.

Jadi, malam-malam tak terhitung saat Ivan beralasan kembali ke kantor untuk lembur, sebenarnya dia pergi ke sarang cinta mereka berdua untuk memadu kasih?

Maira bersahabat denganku dan selalu menceritakan secara detail betapa hebat pacarnya di ranjang …. Apa semua itu hanya agar dia bisa mentertawakanku dari jarak dekat?!

Layaknya rentetan petir yang bertubi-tubi, yang tanpa ampun menyambar diriku ….

Rasa sakitnya begitu hebat, hingga aku harus mencengkeram sandaran kursi di sampingku agar bisa tetap berdiri tegak.

Di area sofa di bar itu, ada juga teman-teman Ivan yang bekerja sama dengan Ivan untuk mendirikan perusahaan bersama.

Mereka hanya sibuk bersorak kegirangan melihat dua orang yang sedang berpelukan itu. Tidak ada satu pun yang menyadari keberadaanku yang sedang hancur sendirian di kegelapan.

"Ivan, disukai gadis kaya raya dan cantik seperti Maira, apalagi begitu setia menunggumu selama tujuh tahun, benar-benar buat kami semua iri setengah mati!"

"Kalau bukan karena Maira, mana mungkin dana awal untuk bisnis kita bisa cair selancar itu? Cepat putus sama Dinda, jangan terus-terusan mengecewakan Maira!"

"Benar, si Dinda itu cuma kerja serabutan di kantor. Dia nggak bantu apa-apa. Aku nggak habis pikir kenapa kamu menyia-nyiakan wanita sempurna kayak Maira dan malah milih pacaran selama tujuh tahun sama wanita nggak guna kayak gitu?"

Kata-kata mereka yang terlontar silih berganti, terasa seperti belati tajam yang menusuk dan mengoyak-ngoyak jantungku.

Ternyata, semua upaya yang kukerahkan saat menemani Ivan merintis bisnisnya, alkohol yang kuminum sampai aku muntah-muntah di meja perjamuan, kontrak yang kudapatkan setelah menunggu dan memohon di kantor klien selama dua bulan, hingga proposal yang kukerjakan tiga hari tiga malam tanpa tidur sampai aku berakhir di rumah sakit ….

Semua itu, di mata orang lain, hanyalah pekerjaan serabutan yang tidak ada gunanya.

Kini, aku dianggap sudah tidak lagi layak bersanding dengan Ivan yang sudah menjadi seorang CEO.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status