Short
Ketika Bunga Kembali Mekar

Ketika Bunga Kembali Mekar

By:  Kucing OrenCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
25Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Musuh bebuyutan mengalami amnesia, dia mengingat semua orang, kecuali Sonia. Dia tidak hanya melupakan permusuhan mereka di masa lalu, tetapi juga jatuh cinta dan mengejar Sonia dengan gigih. Pada hari pertama, Kevin menyiapkan 9.999 bunga mawar, membuat pengakuan cinta yang romantis, hingga menggemparkan seluruh kota. Pada hari kedua, Kevin menyalakan kembang api selama tiga hari tiga malam, menunjukkan kepada semua orang bahwa dia sangat mencintai Sonia. Pada hari ketiga, Kevin tidak pernah mau menjauh, menunjukkan perhatian tanpa henti, dan memanggil Sonia "Sayang" terus-menerus .... Sejak Kevin bangun, dia menempel seperti prangko, tidak pernah mau menjauh sedikit pun dari Sonia. Akhirnya, setelah melihat perjuangan Kevin yang begitu gigih, hati Sonia pun luluh. Dia melupakan pemusuhan mereka di masa lalu dan menjadi pacar Kevin. Sampai pada tahun ketiga mereka bersama, saat dia pergi mencari Kevin, tiba-tiba dia mendengar obrolan di dalam ruangan itu ....

View More

Chapter 1

Bab 1

"Sudah tiga tahun, Sonia masih belum menyadarinya, Kevin, kamu mau bohong sampai kapan?"

"Ya, dulu kita ingin menipunya, makanya menyuruh Kevin pura-pura hilang ingatan dan berkencan dengannya, sekarang melihat gadis angkuh itu berubah jadi sebucin ini, aku sampai pengin ketawa!"

"Dulu kita sepakat baru berhenti setelah menipunya sebanyak seratus kali. Tipuan pertama, kita mengatakan bahwa Kevin suka kue lapis dari Kota Badra, akhirnya dia antri tiga hari untuk membelinya. Tipuan kedua, kita mengatakan Kevin cedera saat balapan, hingga dia melewatkan kompetisi terpenting dalam hidupnya .... Tipuan kita yang terakhir itu sudah yang ke-96 kali, semua ide sudah dipakai, untuk tipuan ke-97 kali, kalian ada ide nggak?"

"Oh, aku punya ide, belakangan ini sering hujan lebat. Kevin, bagaimana kalau kamu kirim pesan, katakan penyakit lambungmu kambuh, lalu minta dia kirimkan obat? Di cuaca seperti ini, pasti susah dapat taksi. Kalau dia jalan kaki ke sini, dia bakal jatuh terpeleset di jalan, dan penampilannya pasti acak-acakan sesampainya di sini."

Dari celah pintu yang terbuka, saat mendengar suara tawa di dalam, wajah Sonia langsung memucat.

Sonia memejamkan mata. Kenangan selama tiga tahun, satu per satu muncul di benaknya saat ini.

Semua orang tahu, Kevin dan Sonia adalah musuh bebuyutan.

Sejak TK hingga kuliah, mereka sama-sama jadi idola sekolah, selalu bersaing memperebutkan juara satu, dan saling menganggap satu sama lain sebagai musuh.

Sampai Kevin mengalami kecelakaan dan hilang ingatan, barulah mereka berdua berhenti bermusuhan, lalu pacaran.

Sonia mengira kisah mereka dari benci jadi cinta akan berakhir bahagia, siapa sangka ternyata semuanya hanyalah tipuan yang sudah direncanakan.

Namun saat mendengar semuanya sendiri, Sonia tidak merasa kaget, dan tidak merasa terlalu sedih.

Karena sebelum datang ke sini, dia menemukan buku harian Kevin di ruang kerjanya.

Di dalamnya, tercatat tentang semua kisah mereka berdua selama tiga tahun.

Termasuk tentang pura-pura amnesia, tentang tipu daya mereka, dan obrolan mereka barusan, semuanya sudah tercatat di dalam buku harian Kevin.

Hanya satu yang berbeda, yaitu sikap Kevin.

Di halaman pertama, Kevin mengatakan bahwa ini hanya keisengan.

Namun pada halaman enam belas, pria itu mengungkapkan kepanikannya, tampaknya dirinya telah terjerat dalam permainan yang dia ciptakan sendiri, dan mulai jatuh cinta pada Sonia.

Di halaman dua puluh delapan, pria itu ingin mengakhiri permainan ini. Sayangnya, dia malu mengakuinya di depan teman-temannya.

Di halaman empat puluh satu, pria itu mengatakan bahwa asal bisa bersama Sonia, harga diri tidak penting, dia ingin mengakui perasaannya tanpa memedulikan apa pun.

Di halaman terakhir, pria itu memilih untuk menundanya, dia masih butuh waktu untuk mempersiapkan hatinya.

Di dalam buku harian yang tebal itu, tercatat perasaan Kevin yang penuh kebimbangan.

Setelah membaca sampai halaman terakhir, Sonia merasakan pikirannya kosong.

Sonia tidak mampu mencerna informasi yang terlalu banyak ini, dia juga tidak tahu apa yang dipikirkan Kevin sekarang, makanya dia datang menemui Kevin untuk meminta jawaban.

Namun, ruangan itu sunyi untuk waktu yang lama, Kevin tidak memberikan respons apa pun.

Di dalam kesunyian itu, jantung Sonia juga berdebar-debar tanpa henti.

Sepuluh menit kemudian, dari celah pintu, dia melihat Kevin mengeluarkan ponsel.

Sepuluh detik kemudian, ponsel di dalam saku Sonia bergetar beberapa kali.

Dia menarik napas dalam-dalam, menguatkan diri, lalu membuka pesan dengan tangan gemetar.

[Sayang, lambungku sakit, bisa nggak antar obat ke Bar Nebula?]

Membaca pesan itu, Sonia tertawa tanpa suara.

Dia terus tertawa, tetapi dadanya makin terasa sakit, dan wajahnya berlinang air mata.

Akhirnya ... dia tahu jawabannya.

Dia tidak membuka pintu, tetapi berbalik dan turun ke bawah.

Hujan belum reda. Dalam kondisi linglung, dia berjalan di tengah guyuran hujan.

Sepanjang jalan dia masih linglung, sementara kenangan tiga tahun bersama Kevin terus muncul di benaknya.

Demi menjaga kesehatan Kevin, dia rela ambil kuliah tambahan di Fakultas Kedokteran di tengah kesibukannya.

Demi bisa terus berada di sisi Kevin, dia rela menolak banyak peluang untuk studi lanjut.

Demi menghindari LDR, dia tidak ikut orang tuanya pindah ke luar negeri, lebih memilih tinggal sendirian di dalam negeri, jadinya dia jarang ketemu keluarganya dalam setahun.

Dia mencintai Kevin dengan tulus, tetapi malah dicap bucin oleh teman-temannya.

Pengorbanan dan ketulusan yang dia berikan selama tiga tahun ini ternyata tidak dihargai sama sekali.

Tanpa disadari, Sonia sudah sampai di rumah.

Dia berdiri lama di depan pintu.

Tubuhnya menggigil karena pakaiannya basah kuyup, akhirnya menyadarkan dia kembali.

Dia mengeluarkan ponsel, lalu menghubungi orang tuanya yang berada di luar negeri.

"Ayah, Ibu, sudah kupikirkan, aku memutuskan ikut kalian pindah ke Negara Araya."

Di seberang telepon, orang tua Sonia senang mendengarnya. Dengan nada gembira, orang tuanya berkata, "Akhirnya, kamu sadar juga. Ayah dan Ibu tinggal di sini, kami khawatir meninggalkanmu sendirian di sana. Kami akan segera aturkan, kamu urus dulu prosedurnya. Setelah semuanya selesai, nanti kamu akan dijemput dengan pesawat pribadi, kita akhirnya bersama lagi."

Sonia mendengarkan dengan tenang, lalu mengajukan permintaan, "Ayah, Ibu, pada hari keberangkatanku nanti, aku ingin kalian bantu merekayasa cerita kecelakaan."

"Aku ingin 'Sonia Kusuma' di negara ini dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu!"

Dia tahu, meskipun orang tuanya tidak mengerti alasannya, selama itu keinginan putrinya, mereka pasti melakukannya.

Dan, memang seperti yang diduga.

Orang tua Sonia setuju.

Setelah menutup telepon, dia melihat foto pasangan saling berpelukan yang dipajang di dekat pintu masuk, lalu memejamkan matanya yang sembap dan lelah.

'Kevin, karena kamu suka main-main, mending mainlah sendiri.'

'Dengan memalsukan kematianku, aku akan menghilang sepenuhnya.'

'Hubungan kita dan segala kenangan di masa lalu, semuanya sudah berakhir.'
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
25 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status