Short
Bunga Paulownia Berguguran, Musim Semi Enggan Berlalu

Bunga Paulownia Berguguran, Musim Semi Enggan Berlalu

Oleh:  CeriTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Bab
0Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Lima tahun menikah, Ratna Giandra selalu mengira suaminya, Arman Kusuma, hanyalah seorang operator telepon biasa. Karena suaminya selalu sibuk bekerja, dia pun mengurus seluruh urusan rumah tangga seorang diri. Saat gaji Arman pas-pasan, dia berhemat seolah setiap koin begitu berharga. Hingga suatu hari, saat mengalami persalinan sulit dan dirawat di rumah sakit, dia memergoki Arman sedang menemani Linda Wibowo, istri mendiang rekan seperjuangannya. Saat itulah kebenaran terungkap. Ternyata, Arman sama sekali bukan operator telepon, melainkan seorang kapten berkedudukan tinggi dan berkuasa! Demi memberikan seluruh fasilitas dan hak istimewa sebagai istri seorang kapten kepada Linda, teman masa kecilnya, Arman tega menyembunyikan identitas aslinya dari Ratna selama lima tahun! Lebih gila lagi, ketika bayi Linda meninggal, demi mencegah wanita itu terlalu bersedih, dia bahkan menyuruh Ratna menyerahkan bayinya sendiri kepada Linda! Hati Ratna telah mati sepenuhnya. Setelah kondisinya pulih, dia pergi seorang diri ke balai kebudayaan untuk mengikuti audisi rombongan kesenian dari luar kota. Berbekal surat tugas dan surat pengantar dari rombongan kesenian tersebut, dia mengajukan permohonan cerai paksa ke Kantor Catatan Sipil. Dia ingin mengakhiri pernikahan yang sarat akan kebohongan ini. Pergi meninggalkan Arman. Untuk selamanya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Setelah mengalami persalinan sulit dan kehilangan buah hatinya, para tetangga di kawasan permukiman sederhana bilang, Ratna Giandra telah berubah.

Hari pertama, dia menggoreng tiga butir telur untuk dirinya sendiri.

Tak seperti dulu yang selalu menyisihkan makanan terbaik, seperti makanan berbahan tepung terigu dan telur, untuk Arman Kusuma, sementara dia sendiri hanya mengganjal perut dengan ubi dan roti jagung.

Hari kedua, dia pergi ke gedung serba ada untuk memesan sebuah jaket katun bermotif bunga.

Tak seperti dulu yang rela mengenakan jaket hangat dengan isi kapas yang sudah menyembul keluar dan bertambal sana-sini, serta mengumpulkan kupon kain selama setengah tahun hanya demi membuat dua pelindung lutut untuk Arman.

Hari ketiga, dia mengantar tetangganya yang masih muda ke rumah sakit dan menghabiskan tiga ribu untuk membeli obat pemulihan pascapersalinan. Namun, baru saja melangkah ke lobi rumah sakit, dia tiba-tiba dicegat oleh ajudan Arman.

"Kakak Ipar! Kapten Arman terluka saat menjalankan tugas, dan terus memanggil nama Kak Ratna! Tolong jenguk beliau, ya!"

Ratna hanya menatapnya tenang, tanpa sedikit pun kekhawatiran di wajahnya.

"Kamu yakin dia memanggil Ratna, bukan Linda?"

Dia tersenyum tipis penuh pengertian. "Temui Linda saja. Kapten Arman kalian pasti cuma ingin bertemu dengannya. Dia tinggal di ujung paling barat kompleks perumahan brigade, rumah tunggal, gampang dicari kok."

Usai berkata demikian, dia menarik tangan tetangganya dan hendak beranjak pergi.

Sosok yang tampak lemah, tetapi tetap memancarkan ketenangan, memanggilnya dari belakang, "Ratna."

Sang ajudan tersentak kaget. "Kapten Arman, kenapa Kapten keluar sendiri?!"

Arman seolah tak mendengar, melangkah langsung ke hadapan Ratna.

Wajahnya pucat pasi, tetapi dia memaksakan senyum lembut, lalu mengulurkan tangan untuk membelai pipi Ratna.

"Yang ingin aku temui itu kamu, Ratna. Mana mungkin ada suami yang lagi cedera malah nggak mau ketemu istrinya? Kamu ngomong gitu, apa masih marah soal kejadian waktu persalinan hari itu?"

Ratna menghindari uluran tangan pria itu, lalu berkata pelan, "Aku nggak marah."

"Linda 'kan istri mendiang sahabatmu. Sebagai kapten, menjaganya memang tugasmu. Lagi pula, dia lagi hamil. Aku sebagai istrimu, ya harus paham dan bisa memaklumi semuanya. Aku ngerti kok."

Melihat tangannya yang menggantung di udara serta tatapan dingin wanita itu, hati Arman mulai diselimuti kegelisahan.

Ratna yang dulu, pasti akan merasa perih melihat setiap luka di tubuhnya, dan menghargai setiap detik kebersamaan mereka ....

Tidak seperti sekarang, bersikap dingin bak orang asing.

Arman masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Ratna sudah menarik tangan tetangganya lalu langsung keluar dari rumah sakit.

Gadis tetangga yang menyaksikan semua itu berbisik dengan nada penuh takjub.

"Kak Ratna, aku nggak salah lihat, 'kan? Kak Arman 'kan cuma operator telepon di kesatuan, kok tiba-tiba jadi kapten? Selamat ya, Kak, akhirnya berhasil juga nih!"

Hati Ratna terasa perih, dia hanya bisa tersenyum pahit.

Arman sama sekali bukan operator telepon.

Dari awal sampai akhir, pria itu selalu menjadi Kapten Arman yang berkedudukan tinggi dan berkuasa.

Setengah bulan lalu, air ketuban Ratna pecah dan dia dilarikan ke rumah sakit. Namun karena persalinan sulit, dia harus menjalani operasi caesar.

Dia hanya punya uang 16 ribu. Mana mungkin cukup untuk membayar biaya operasi caesar yang mencapai 70 ribu?

Tepat di saat dia merasa putus asa, sang ajudan menariknya masuk ke ruang rawat.

"Bu, kapten kami bersedia menanggung biaya operasi Ibu, ditambah uang biaya pemulihan sebesar 100 ribu. Tapi, ada satu syarat dari beliau yaitu, bayi yang Ibu lahirkan harus diserahkan kepada Linda untuk dibesarkan!"

Darah Ratna seketika membeku.

Kapten yang berdiri di hadapannya ini, bukankah suaminya yang bekerja sebagai operator telepon?!

Saat tatapan mereka bertemu, Arman mengerutkan kening. "Ratna? Kenapa kamu bisa di sini?"

Pria itu sama sekali tidak terlihat panik, justru tampak lega.

"Kalau begitu, nggak perlu banyak bicara lagi. Kamu cepat jalani operasi caesar! Linda adalah teman masa kecilku, dan dia sedang mengandung anak almarhum Cipto. Itu satu-satunya harapan hidupnya! Kalau dia bangun dan tahu bayinya meninggal saat lahir, dia pasti nggak akan kuat menanggungnya."

Ratna tak bisa memercayai telinganya.

"Cuma karena wanita ini, kamu pakai kedok operator telepon buat nipu aku selama lima tahun! Cuma karena anaknya meninggal, kamu mau merampas anakku. Kamu ini masih manusia nggak sih?!"

Raut wajah Arman dipenuhi ketidaksabaran. "Jangan bikin keributan! 'Kan cuma satu anak? Nanti kita bisa punya lagi! Kamu jangan sempit pikiran begitu. Sebagai istri, ngertiin keadaan suami itu udah jadi tugasmu!"

Ratna pun dipaksa berbaring di atas meja operasi.

Bahkan, hanya karena Linda tiba-tiba terbangun dan bersikeras ingin melihat bayinya, Arman tega menyuruh dokter membedah perut Ratna sebelum obat bius bekerja sepenuhnya!

Ratna pingsan akibat rasa sakit yang luar biasa. Hal pertama yang dia lakukan setelah siuman adalah berusaha merebut kembali bayinya.

Namun, Arman justru mengurungnya di ruang rawat.

Hari pertama, hanya dengan satu telepon dari Arman, sahabat terbaik Ratna dipecat dari restoran milik negara.

Hari kedua, Arman menghubungi pemerintah desa, memberhentikan ayah Ratna dari pekerjaan ringannya sebagai penjaga gudang, dan memaksanya mengerjakan pekerjaan bertani yang paling berat.

Hari ketiga, hanya karena sepatah kata dari Arman, paman Ratna yang menderita penyakit kronis mendadak tidak bisa mendapatkan obat lagi.

Tak terhitung banyaknya kerabat dan teman yang menitipkan pesan, memohon pada Ratna agar tidak menyeret mereka ke dalam masalah ini.

Arman melangkah masuk ke ruang rawat. "Selama kamu nggak lagi mencoba merebut anak itu, aku akan biarkan mereka baik-baik saja."

Hati Ratna benar-benar telah mati.

Dia tak lagi bertanya mengapa Arman menipunya selama bertahun-tahun, juga tidak menangis atau meraung meminta pria itu menebus semua kesalahannya.

Setelah tubuhnya cukup pulih di rumah sakit, dia pergi seorang diri ke balai kebudayaan untuk mengikuti seleksi penerimaan rombongan kesenian luar kota. Berbekal surat tugas dan surat pengantar dari rombongan tersebut, dia mengajukan permohonan cerai sepihak ke Kantor Catatan Sipil.

Begitu surat cerai disetujui, dia akan menaiki kereta menuju selatan, mengakhiri pernikahan yang sarat kebohongan ini.

Dan pergi meninggalkan Arman. Untuk selamanya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
22 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status