MasukLima tahun menikah, Ratna Giandra selalu mengira suaminya, Arman Kusuma, hanyalah seorang operator telepon biasa. Karena suaminya selalu sibuk bekerja, dia pun mengurus seluruh urusan rumah tangga seorang diri. Saat gaji Arman pas-pasan, dia berhemat seolah setiap koin begitu berharga. Hingga suatu hari, saat mengalami persalinan sulit dan dirawat di rumah sakit, dia memergoki Arman sedang menemani Linda Wibowo, istri mendiang rekan seperjuangannya. Saat itulah kebenaran terungkap. Ternyata, Arman sama sekali bukan operator telepon, melainkan seorang kapten berkedudukan tinggi dan berkuasa! Demi memberikan seluruh fasilitas dan hak istimewa sebagai istri seorang kapten kepada Linda, teman masa kecilnya, Arman tega menyembunyikan identitas aslinya dari Ratna selama lima tahun! Lebih gila lagi, ketika bayi Linda meninggal, demi mencegah wanita itu terlalu bersedih, dia bahkan menyuruh Ratna menyerahkan bayinya sendiri kepada Linda! Hati Ratna telah mati sepenuhnya. Setelah kondisinya pulih, dia pergi seorang diri ke balai kebudayaan untuk mengikuti audisi rombongan kesenian dari luar kota. Berbekal surat tugas dan surat pengantar dari rombongan kesenian tersebut, dia mengajukan permohonan cerai paksa ke Kantor Catatan Sipil. Dia ingin mengakhiri pernikahan yang sarat akan kebohongan ini. Pergi meninggalkan Arman. Untuk selamanya.
Lihat lebih banyakOrang-orang menjerit dan berlarian menyelamatkan diri ke segala arah. Debu beterbangan, suasana seketika kacau balau.Raut wajah Arman mengeras, instingnya mengambil alih segalanya.Dengan sigap, dia berteriak memberi perintah."Menyebar! Semua anggota, lindungi rekan perempuan!"Mendengar teriakannya, pemuda pengacau itu mengumpat marah. Matanya merah menyala sambil mengacungkan belati dan menerjang ke arah mereka.Arman bertindak sigap. Dengan gerakan cepat, dia mengelak sedikit, lalu mencengkeram pergelangan tangan salah satu pemuda dan melumpuhkannya.Ratna menatap belati yang berkilat dingin itu, ingatan tentang masa lalu saat dia disayat empat puluh kali kembali menyeruak di benaknya.Tubuhnya gemetar tak terkendali. Sambil memeluk erat anaknya, dia terus mundur.Namun, dia tak sengaja tersandung batu dan terjatuh keras ke tanah.Melihat hal itu, pemuda yang satunya menajamkan tatapan, dan tanpa banyak bicara langsung menusukkan belati ke arahnya!Ratna tak bisa mengelak lagi.Di
Usai berkata seperti itu, Ratna berbalik dan langsung melangkah pergi, tetapi tubuhnya menabrak dada bidang seseorang.Hendra tersenyum tipis di sudut bibirnya, mengambil alih barang bawaan dari tangan Ratna."Ayo jalan, waktunya mepet."Apa Hendra ... mendengar ucapannya barusan?Ratna terpaku, membiarkan Hendra menuntunnya naik ke mobil.Mobil melaju dengan tenang, Ratna saking gugupnya bahkan tak berani mengangkat kepala.Setelah menahan diri cukup lama, barulah dia berhasil mengeluarkan sepatah kata, "Dokter Hendra, kamu ... kamu datangnya kapan?"Suara Hendra terdengar lembut dan menenangkan."Semua yang kamu bilang tadi, aku udah denger."Napas Ratna tercekat. "Bukan, maksud aku bukan gitu ....""Justru itu maksudku."Hendra memotongnya, nadanya serius dan tulus."Aku ingin menjalin hubungan yang serius sama kamu. Hubungan yang tujuannya menikah, bukan sekadar iseng.""Ratna, aku tahu kamu pernah terluka. Tapi, aku beda dengan Arman. Aku sudah memutuskan buat milih kamu. Di hatik
Masuk ke kamar dan menutup pintu, jantung Ratna berdebar kencang.Rekan sekamarnya melihat pipinya yang merah dan langsung mendekat dengan penuh rasa ingin tahu."Ratna, ada apa nih? Kamu ngobrolin rahasia sama Dokter Hendra, atau gara-gara cowok yang tiba-tiba nyerbu panggung tadi? Dia itu siapa sih?"Ratna langsung masuk ke balik selimutnya. "Udah, jangan nanya lagi! Pokoknya bukan gara-gara cowok itu!"Rekannya itu mengangguk pelan seolah mengerti. "Oh, berarti gara-gara Dokter Hendra ya ...."Ratna mengubur kepalanya di balik selimut. Untuk sesaat, pikirannya melayang. Ratna yang dulu, yang memikul gentong air, menggotong batu bara, memusingkan setiap keping uang, dan menghabiskan hari-harinya hanya untuk menunggu suami ... pasti tak pernah menyangka kalau suatu hari nanti dia masih bisa memiliki kehidupan yang begitu berwarna, penuh semangat, dan kembali hidup layaknya seorang gadis muda. Hari itu, dia menyeret tubuhnya yang penuh luka melarikan diri dari kuburan tua dan tiba di
Arman tiba-tiba mendongak. "Kamu siapa?"Pria itu berpostur tegap, berperawakan lembut dan tampak terpelajar. "Halo, Pak Arman. Namaku Hendra, dokter rombongan kesenian ini, dan juga ... teman terdekat Ratna."Tatapan Hendra kepadanya sarat akan rasa jijik dan permusuhan, tetapi saat menatap Ratna, tatapannya begitu lembut dan penuh kasih.Bagaimana mungkin Arman tidak menyadari perasaan pria itu terhadap Ratna dan provokasi terang-terangannya?Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri dan menutupi keterpurukannya. "Ini urusan pribadiku dan Ratna. Dokter Hendra, meski teman dekat Ratna, tetap saja orang luar. Kurasa Dokter nggak berhak ikut campur."Hendra tersenyum tipis."Urusan pribadi yang Pak Arman maksud, adalah mengejar dan menghadang seseorang yang nggak ingin menemuimu, membuat keributan di tempat pertunjukan, memaksa orang lain, dan sama sekali nggak tahu diri?"Dia tersenyum, tetapi setiap katanya setajam pisau, menusuk Arman hingga tak sanggup membela diri.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.