Share

Bab 12

Penulis: Cathy
"Ya, Pak Ryan ... aku mengerti," kata Arthur di telepon sebelum menutupnya. Dia menoleh padaku. "Dia suruh Ibu menunggunya. Dia akan turun sendiri untuk menjemputmu."

Aku langsung bangkit dari kursiku. Apa? Dia mau apa? Apa dia sudah tidak waras? Apa dia benar-benar tidak bisa menerima penolakan?

"Bosmu itu agak gila ya?" celetukku sebelum aku sempat menahan diri.

Aku mendengar cekikikan tertahan dari Selly dan Carmen, lalu melihat Arthur menekan bibirnya, jelas mencoba menahan senyuman.

"Ini ko
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Enak dibaca, seruu...
goodnovel comment avatar
Adityawarman Alghiffari
Ceritax bagus,tdk membosankan...
goodnovel comment avatar
Ratih Simarmata
ceritanya menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 502

    "Bu, ini benar-benar yang terakhir. Janji!" kata pria kemayu itu sambil menata rambutku.Aku sudah berkali-kali mendengar janji yang sama darinya, tetapi pekerjaannya masih saja belum selesai. Mungkin sekarang di luar sudah gelap.Sejak pagi, aku belum keluar dari salon ini. Para pegawai bergantian merawatku, mulai dari kuku hingga rambut.Entah apa saja yang mereka lakukan padaku. Mereka bahkan nyaris memandikanku. Rasanya setiap kotoran yang menempel di tubuhku sudah digosok sampai bersih. Mereka merawat seluruh tubuhku dari ujung kepala sampai ujung kaki.Aku benar-benar tidak mengerti kenapa semua ini harus dilakukan! Aku bahkan sudah sempat tidur siang, tapi mereka masih belum selesai juga.Joseph berjanji akan kembali menjemputku, tetapi sepertinya janji itu tidak akan ditepati. Hari sudah hampir malam. Jangan-jangan sebenarnya tidak ada pesta apa pun. Mungkin dia hanya membohongiku."Nah! Selesai! Ibu mau lihat hasilnya di cermin?" Suara pria yang sedang menanganiku itu membuyar

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 501

    Sudut Pandang Betty:Joseph dan aku sama-sama diam sampai kami keluar dari toko Xander. Dia membawa kantong kertas berisi aksesori untuk ponsel yang dibelikannya untukku, sementara aku menggenggam ponsel baruku dengan penuh semangat dan tak sabar ingin menggunakannya."Berikan padaku."Aku terkejut ketika Joseph tiba-tiba berhenti berjalan dan mengulurkan tangannya ke arahku."Apa?" tanyaku bingung."Ponsel itu. Kamu nggak akan bisa menikmati jalan-jalan kalau terus memegangnya. Masukkan dulu ke kantong ini," katanya.Aku hanya bisa mengernyit sambil menyerahkan ponsel baruku kepadanya."Kenapa? Kita mau ke mana?" tanyaku kebingungan.Bukannya memasukkan ponsel itu ke kantong kertas, dia malah menyelipkannya ke saku celananya. Tindakannya itu membuatku semakin heran."Maeve akan datang ke sini. Dia akan menemanimu membeli semua kebutuhanmu yang lain. Nanti kita akan menghadiri pesta dan kamu harus ikut denganku," katanya.Aku terkejut."Hah? Pesta? Terus, siapa Maeve ini? Kenapa harus

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 500

    Sudut Pandang Betty:"Nggak perlu diingatkan lagi. Aku sudah tahu. Tapi sebenarnya apa saja yang harus kulakukan? Apa peranku di hidupmu? Kenapa kamu memilihku?" tanyaku, berpura-pura serius meskipun sebenarnya aku gugup.Setiap kali dia bersikap seserius ini, aku tetap tak mampu menahan rasa takut."Beberapa hari lagi kamu akan tahu," jawabnya sambil menghindari tatapanku.Aku tak mampu menahan diri untuk mencibir.Dia sebenarnya bisa langsung mengatakannya, tetapi dia terus mencari alasan. Aku masih tidak mengerti kenapa dia harus menikahiku. Aku ingin percaya bahwa dia hanya terpesona oleh kecantikanku dan tidak ingin ada pria lain yang mendekatiku, terutama saudara tirinya, Aaron.Joseph benar-benar membingungkan. Namun, apa yang bisa kulakukan? Tidak ada. Dia memegang kendali atas diriku dan bisa melakukan apa pun yang dia inginkan kepadaku.Meski begitu, aku tetap berterima kasih kepadanya karena dia tidak pernah melakukan hal buruk kepadaku. Aku juga tidak menyangka bisa seakrab

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 499

    Sudut Pandang Betty:"Hei, santai! Kamu gampang banget marah. Aku cuma tanya," kata Xander sambil tertawa.Joseph tidak menjawab. Dia hanya melihat-lihat sekeliling ruangan. Akhirnya, Xander mengalihkan perhatiannya kepadaku."Halo, Betty! Syukurlah kamu bisa tahan dengan sikap temanku ini," ujarnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.Dia ingin berjabat tangan, jadi aku langsung mengulurkan tanganku.Di luar dugaan, Joseph tiba-tiba menepis tangannya. Alih-alih marah, Xander malah tertawa terbahak-bahak, lalu duduk di seberang kami."Jangan sentuh istriku. Aku nggak memberimu izin untuk menyentuhnya," kata Joseph dengan kesal.Aku tak mampu menahan rasa khawatir. Xander mungkin akan membalas dan keadaan bisa menjadi buruk. Joseph sudah terlihat kesal sepanjang pagi. Untuk apa kami datang ke sini kalau dia hanya mencari masalah?"Oke. Aku nggak akan begitu lagi. Astaga. Aku cuma mau salaman sama Betty. Apa masalahnya?" keluh Xander sambil tertawa dan menyilangkan kaki.Aku menghela

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 498

    Sudut Pandang Betty:"Pelan-pelan. Kenapa buru-buru sekali? Gimana kalau kamu jatuh?" Suara Joseph menggema di seluruh rumah saat dia bergegas menuruni tangga.Setelah sampai di bawah, dia langsung meraih lenganku."Kamu tahu betapa berbahayanya tadi? Gimana kalau kamu terpeleset, jatuh, lalu terluka? Apa yang akan terjadi padamu?" katanya dengan marah.Aku dimarahi seperti anak perempuannya sendiri. Pria ini benar-benar kaku.Dia membesar-besarkan hal yang sebenarnya tidak perlu. Mungkin ibunya dulu tidak pernah menyayanginya. Bahkan caraku menuruni tangga saja dipermasalahkan.Memangnya kalau aku jatuh, siapa yang akan terluka? Aku, bukan dia. Dia tidak perlu bersikap seolah dialah yang dirugikan."Joseph, nggak apa-apa. Kamu nggak perlu khawatir. Aku sudah biasa naik turun tangga," jawabku dengan tenang agar dia berhenti mengomel.Aku tidak ingin berdebat dengannya karena aku sedang bersemangat untuk pergi ke luar. Kalau aku bertengkar dengannya, perjalanan kami bisa saja dibatalkan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 497

    Sudut Pandang Betty:Rencanaku untuk menjelajahi seluruh vila setelah sarapan tidak pernah terlaksana. Aku malah mengurung diri di kamar dan meratapi nasib.Aku merasa seperti orang bodoh karena hanya melamun. Tidak ada apa pun di kamar ini yang bisa menghiburku. Kamarnya memang besar, tetapi bahkan tidak ada TV untuk ditonton. Aku juga tidak punya ponsel, jadi aku hanya berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit.Aku mungkin tidak akan tahan jika terus-terusan begini. Apa yang harus kulakukan selama tinggal di sini?Apa sebaiknya aku bertanya kepada Joseph, apakah aku boleh bekerja sebagai pelayan di sini? Setidaknya aku punya sesuatu untuk dikerjakan, bahkan bisa dapat uang.Dia tidak mungkin terus mengurungku di rumah ini selamanya. Sebenarnya, apa peranku di hidupnya? Dia belum menetapkan aturan apa pun. Aku hanya istrinya dan dia selalu memanggilku begitu. Membingungkan sekali!Aku sedang tenggelam dalam pikiran ketika mendengar ketukan pelan di pintu. Aku melirik pint

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status