共有

Bab 12

作者: Cathy
"Ya, Pak Ryan ... aku mengerti," kata Arthur di telepon sebelum menutupnya. Dia menoleh padaku. "Dia suruh Ibu menunggunya. Dia akan turun sendiri untuk menjemputmu."

Aku langsung bangkit dari kursiku. Apa? Dia mau apa? Apa dia sudah tidak waras? Apa dia benar-benar tidak bisa menerima penolakan?

"Bosmu itu agak gila ya?" celetukku sebelum aku sempat menahan diri.

Aku mendengar cekikikan tertahan dari Selly dan Carmen, lalu melihat Arthur menekan bibirnya, jelas mencoba menahan senyuman.

"Ini ko
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Enak dibaca, seruu...
goodnovel comment avatar
Adityawarman Alghiffari
Ceritax bagus,tdk membosankan...
goodnovel comment avatar
Ratih Simarmata
ceritanya menarik
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 558

    Sudut Pandang Beatrice:Jika semua ini hanyalah mimpi, aku tidak ingin terbangun, asalkan aku bisa terus bersama Joseph.Setelah tiba di gereja, Mama dan Papa langsung menyambutku. Mereka memelukku erat, dan air mataku pun tak mampu berhenti mengalir."Selamat, Sayang. Mama dan Papa mendoakan agar kamu menjalani kehidupan yang bahagia bersama Joseph," kata Mama dengan suara bergetar karena haru."Terima kasih, Ma, Pa. Maaf karena aku menikah begitu cepat. Tapi, meski sekarang aku sudah menikah, aku tetap akan berusaha mengganti waktu yang hilang bersama kalian. Aku benar-benar menyayangi kalian berdua," kataku sambil membiarkan air mata jatuh membasahi pipiku."Kami juga sangat menyayangimu, Beatrice. Kami bahagia karena kamu sudah kembali ke pelukan kami dengan selamat. Kami tahu kamu akan bahagia bersama Joseph. Itulah sebabnya sejak awal kami mendukung kalian. Jaga dirimu baik-baik. Jaga suamimu dan sayangi anak kalian," kata Papa.Aku mengangguk sambil tersenyum.Papa mengusap air

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 557

    Sudut Pandang Joseph:Akhirnya, hari yang kutunggu-tunggu tiba. Hari ketika aku akan berdiri di depan altar bersama wanita yang kucintai.Ya, dia adalah Betty, atau Beatrice. Dia sudah mencuri hatiku sejak pertama kali kami bertemu. Itulah sebabnya aku tidak pernah berhenti berusaha mendapatkannya. Aku melakukan segala cara agar dia menjadi milikku.Dari sekian banyak wanita yang pernah hadir dalam hidupku, hanya dialah yang meninggalkan kesan mendalam di hati dan pikiranku. Selama beberapa malam setelah pertama kali melihatnya, aku bahkan tidak bisa tidur. Aku terus membayangkan bagaimana rasanya menjadikan dia milikku dan menghabiskan sisa hidup bersamanya.Jadi, ketika mengetahui bahwa adikku mulai mendekatinya, aku memutuskan untuk tidak mau kalah. Aku tidak berencana memenangkan hatinya dengan cara yang semestinya karena aku tidak tahu bagaimana cara mendekati seorang wanita. Selama ini, akulah yang terbiasa dikejar-kejar oleh wanita.Aku juga tidak tahu bagaimana cara memenangkan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 556

    Sudut Pandang Beatrice:Aku menatap Megan dengan tak percaya, berusaha memastikan apakah dia mengatakan yang sebenarnya. Mungkin saja dia hanya bercanda, membuatku berharap terlalu tinggi, lalu akhirnya kecewa. Aku tidak ingin hal itu terjadi.Joseph sama sekali tidak pernah menyinggung soal ini. Aku juga tidak melihatnya sibuk mempersiapkan apa pun selama beberapa hari terakhir. Kami menjalani kehidupan seperti biasa, jadi mustahil kalau yang dikatakan Megan benar dan kami akan mengadakan pernikahan.Bahkan, aku sendiri yang mengantar Joseph sampai ke mobil sebelum dia berangkat kerja hari ini. Ini benar-benar tidak masuk akal. Aku sungguh akan mencukur habis rambut Megan karena kejahilannya ini."Kenapa? Kamu mau berdiri di situ saja? Pakai gaunnya, atau aku sendiri yang bakal memakainya dan menikahi Joseph di gereja," katanya dengan nada riang.Aku langsung mengerutkan kening. Meskipun dia hanya bercanda, aku tetap tidak suka mendengarnya. Aku tidak ingin ada perempuan yang menunjuk

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 555

    Sudut Pandang Beatrice:Setelah Abraham pergi, Aaron dan Joseph berbicara dari hati ke hati. Aku menyaksikan kedua saudara itu mulai akur. Malam itu pun berakhir dengan suasana yang lebih baik.Namun, aku tahu jauh di lubuk hatinya, Aaron masih berduka atas kematian ibunya. Aku dan Joseph menyadari betapa besar dampak psikologis kejadian itu. Karena itu, kami berencana membawanya berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.Kami hanya ingin Aaron pulih. Kehidupannya yang dahulu tenang dan bahagia mendadak berubah menjadi kehancuran setelah ibunya meninggal. Bagian yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa ayahnya sendirilah yang telah menyebabkan semua itu.Aaron pernah memperlakukanku dengan baik, jadi aku benar-benar merasa kasihan kepadanya. Jika aku punya kekuatan untuk meringankan penderitaannya, aku pasti akan menggunakannya, meskipun hanya untuk mengurangi sedikit rasa sakit yang dia rasakan.Aku tahu Joseph juga terpukul, tetapi dia t

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 554

    Sudut Pandang Beatrice:"A ... apa Papa bilang? Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang Papa lakukan? Apa yang sudah Papa lakukan?" tanya Joseph dengan serius.Abraham menatap putranya dengan sedih sebelum akhirnya angkat bicara."Aku membunuh mereka. Aku membunuh si pengkhianat itu," katanya, yang membuat kami semua terkejut.Aku menatap Abraham dengan tidak percaya."Papa, kenapa? Kenapa Papa melakukan itu? Kita punya hukum. Papa bisa saja cerai kalau memang sudah nggak tahan. Papa juga bisa menjebloskan mereka ke penjara. Kenapa Papa harus membunuh mereka?" tanya Joseph kepada ayahnya dengan terkejut.Untuk pertama kalinya, aku melihat Joseph begitu mengkhawatirkan ayahnya. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tubuhku gemetar saat membayangkan Alexis sudah mati dan suaminya sendiri yang membunuhnya.Aku semakin merasa kasihan kepada Aaron. Seburuk apa pun perbuatan ibunya, wanita itu tetaplah ibunya. Tidak ada yang bisa mengubah kenyataan bahwa dialah yang sudah melahirkan Aaron ke dunia in

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 553

    "Kamu hamil? Ya Tuhan! Putriku hamil?" seru Mama Trinity sambil menatapku.Sebenarnya, tadi malam aku ingin menelepon mereka untuk memberitahukan kehamilanku, tetapi Joseph melarangku. Katanya, akan lebih baik kalau kami menyampaikan kabar itu secara langsung."Mama, kenapa Mama kelihatan terkejut sekali? Wajar saja kalau aku hamil, kan aku sudah menikah," kataku sambil tersenyum.Mama menatapku dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya."Tapi kamu masih muda. Usiamu bahkan masih belasan tahun. Mama ingin kamu menikmati hidupmu dulu tanpa harus mengurus anak," katanya, membuatku tidak bisa menahan tawa."Ma, aku justru akan lebih menikmati hidup kalau punya bayi bersama Joseph. Membayangkan bayi di dalam perutku ini akan menjadi cucu pertama Mama saja sudah membuatku bahagia. Lagian, umurku sudah 19 tahun," kataku sambil tersenyum."Rasanya baru kemarin Mama menggendongmu dalam pelukan. Sekarang kamu sudah hamil dan akan membangun keluarga kecilmu sendiri, ya? Suamimu itu benar-be

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status