Compartilhar

Bab 40

Autor: Cathy
Sudut Pandang Ryan:

Aku berdiri terpaku di foyer, menatap lampu belakang mobil polisi yang semakin menjauh dengan Abigail di dalamnya. Aku tidak pernah membayangkan semuanya akan berakhir seperti ini. Aku tidak bisa percaya kalau dia sanggup menyakiti Nenek.

'Anak kami pasti sudah nggak ada,' pikirku, kenyataan itu terasa seperti batu dingin di perutku.

Wajah Abigail yang pucat dan tampak sangat lelah adalah tanda yang jelas, dia pasti sudah melakukan aborsi. Dia tidak ragu, sama seperti ketika
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Ijun Junariah
iris bisa dgn gampang bunuh nenek nya klo dia bisa masuk ruangan
goodnovel comment avatar
Siti Rofikoh
emang GK punya cctv yaa Thor???
goodnovel comment avatar
Eceu Eceu
Irish jgn diberi akses masuk ke kamar nenek
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 465

    Sudut Pandang Betty:Aku terbangun di sebuah kamar yang asing. Tubuhku berbaring di atas ranjang empuk dengan udara sejuk dari AC yang menerpa.Aku refleks melihat sekeliling, lalu langsung bangkit saat mengingat apa yang terjadi sesaat sebelum aku kehilangan kesadaran. Kepanikan segera melandaku saat terpikir bahwa Joseph mungkin telah melakukan sesuatu terhadapku.Air mata menggenang ketika aku memeriksa tubuhku sendiri. Dari novel-novel yang pernah kubaca, seharusnya terasa sakit di bagian bawah jika seorang pria telah berhubungan denganmu. Namun, aku tidak merasakan sesuatu yang aneh. Seketika, rasa lega menyelimutiku.Jadi, dia tidak melakukan apa pun kepadaku. Kalau begitu, kenapa dia menculikku? Apa sebenarnya yang dia inginkan?Aku turun dari ranjang dan bergegas menuju pintu, tetapi ternyata pintunya terkunci. Mataku kembali terasa perih karena air mata.Sebenarnya apa yang ingin dilakukan Joseph? Kenapa dia mengurungku di sini? Sekarang sudah jam berapa? Mama pasti sangat men

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 464

    Sudut Pandang Betty:Joseph ada di sana, menatapku seolah dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang tidak senonoh sebelumnya. Berani sekali dia. Dia bahkan tampak seperti tidak merasa malu sedikit pun."Benarkah, Nenek? Wah, bagus sekali! Selamat, Betty! Aku bangga padamu. Ini juga alasan aku mencintaimu!" seru Aaron.Wajahku langsung memanas. Dia benar-benar mengatakannya dengan lantang di depan seluruh keluarganya. Dari sudut mataku, aku melihat ibunya mengangkat sebelah alis, jelas tidak senang mendengar apa yang baru saja diumumkan putranya."Kalian saling kenal? Apa Betty pacarmu?" tanya Esti kepada cucunya.Aku merasa semakin tidak nyaman. Semua anggota Keluarga Makuta yang duduk di meja itu sontak menatapku. Rasanya sangat memalukan karena aku dan Aaron memang tidak cocok. Dunia kami benar-benar berbeda."Bukan, Nenek. Tapi aku nggak akan menyerah. Aku akan terus mengejar Betty sampai dia menjadi pacarku," kata Aaron dengan bangga.Rasanya aku ingin menghilang saja. Apa ini m

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 463

    Sudut Pandang Betty:Sejujurnya, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi agar Aaron berhenti mengejarku. Kegigihannya terkadang membuatku lelah. Kalau bukan karena beasiswa yang membuatku harus tetap bersekolah di sana, mungkin aku sudah pindah sejak lama."Aaron, kamu mulai lagi. Bisa nggak kamu berhenti mengejarku? Kamu sudah tahu jawabanku. Aku memang belum siap menjalin hubungan. Aku harap kamu bisa memahaminya," kataku.Semburat kesedihan melintas di matanya. Tanpa bisa kucegah, aku merasa bersalah.Kalau Aaron adalah orang jahat, mungkin aku sudah lama bertindak tegas. Setidaknya, aku bersyukur dia ternyata orang yang baik dan sabar. Dengan semua kekayaannya, aku tidak pernah mendengar dia melakukan sesuatu yang licik demi mendapatkan apa yang dia inginkan."Aku mengerti, Betty. Tapi apa pun yang kulakukan, aku nggak bisa berhenti memikirkanmu. Kamu benar-benar sulit dilupakan," katanya dengan nada sedih terdengar dalam suaranya."Tapi aku nggak ingin punya pacar sekarang, Aaron. A

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 462

    Sudut Pandang Betty:Aku berdiri terpaku dengan mata terbelalak, menatap dua orang yang sepenuhnya tenggelam dalam satu sama lain.Matahari masih bersinar terik, mereka malah melakukan hal seperti ini di taman yang terbuka? Apa mereka tidak terpikir bahwa seseorang mungkin melihat?Hampir semua orang di rumah ini sedang sibuk mempersiapkan pesta sore nanti, sementara kedua orang ini malah berhubungan intim seolah dunia milik berdua. Benar-benar gila.Aku tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas, tetapi jelas bahwa pria itu sedang berhubungan seks dengan salah satu pelayan. Suara wanita itu sangat keras dan ada sesuatu dalam suaranya yang terdengar seperti kesakitan. Aku sampai bergidik ketakutan.Memangnya suara saat berhubungan seks memang seperti itu? Teriakan tertahan yang terdengar lebih seperti kesakitan daripada kenikmatan?Ya Tuhan, mataku yang polos malah harus melihat semua ini. Rasanya seperti tak sengaja masuk ke pertunjukan langsung.Pikiranku berteriak agar aku pergi,

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 461

    Sudut Pandang Betty:Kami melewati area luas milik Keluarga Makuta hingga akhirnya rumah itu terlihat. Rumah Keluarga Makuta benar-benar tampak seperti istana yang berdiri di tengah lapangan terbuka.Ini pertama kalinya aku melihat tempat itu secara langsung. Natalie sama sekali tidak melebih-lebihkan. Seluruh area itu benar-benar luar biasa.Begitu kami turun dari minivan, seorang wanita paruh baya menyambut orang tua Natalie. Aku pun mengikuti mereka."Kalian datang tepat waktu. Pestanya dimulai jam 3, jadi masih banyak waktu untuk siap-siap. Para pelayan akan bantu membawa barang-barang kalian ke dapur," kata wanita itu.Namanya Linda. Dia adalah kepala pelayan di rumah itu.Selain itu, dia juga kerabat jauh Natalie. Itulah sebabnya dia selalu menghubungi Vero setiap kali rumah ini butuh ikan untuk suatu acara."Acaranya baru dimulai sore hari? Ikannya mungkin bisa rusak," kata Vero.Linda menggeleng. "Nggak bakal. Koki akan mengurusnya. Marissa di mana? Kenapa dia nggak ikut dengan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 460

    Sudut Pandang Betty:"Mama! Mama! Tolong aku!" Seorang gadis kecil terus menangis sambil berusaha meraih tangan seorang wanita yang wajahnya tak pernah bisa kulihat dengan jelas.Aku bisa merasakan seluruh rasa sakit yang dirasakannya saat dia berusaha meraih tangan itu. Wanita itu terus memanggil nama Beatrice sambil menangis tersedu-sedu. Aku pun tidak bisa menahan air mataku.Melihatnya menangis membuatku merasa sesak. Awan tebal perlahan menelannya hingga yang tersisa hanyalah suara tangisnya.Aku terus menangis sampai seseorang mengguncang bahuku. Akhirnya, aku membuka mata."Betty! Ya Tuhan, kamu mimpi buruk ya," kata Mama.Aku menatapnya sambil mengusap air mata, lalu bangkit dan duduk dengan napas terengah-engah. Mama terus mengusap punggungku."Ma, maaf sudah bangunin Mama. Aku sendiri nggak ngerti, kenapa aku terus mimpi seperti itu," kataku.Tatapannya melunak saat memandangku. "Mimpi tentang dia lagi?" tanyanya.Aku mengangguk perlahan. Dia tahu persis mimpi yang kumaksud.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status