Share

Bab 39

Penulis: Cathy
"Sudah! Hentikan kebohonganmu, Abigail! Kalau kamu pulang hanya untuk mengacaukan keluargaku, kamu sudah bikin kesalahan besar! Aku nggak mau dengar satu kata pun lagi dari kamu!" Suara Ryan menggema di foyer besar itu.

Aku menatapnya, pandanganku mulai buram karena air mata, pipiku masih panas karena tamparan tangannya. Pria yang aku cintai melihatku seolah-olah aku ini monster.

"Ryan, cukup! Kita harus bawa nenekmu ke rumah sakit, sekarang!" sela Iris, bertingkah seolah-olah dialah orang yang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Panghyang Sekarsar
buka bab selanjutnya?
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Bukannya pulang ke desa, malahan nyamperin masalah. Udah tau disitu ada 2 monster, terlalu baik emang bisa dijahatin orang...
goodnovel comment avatar
siti rahmah
penasaran aku harus baca sampai habis
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 526

    Sudut Pandang Betty:Setelah mandi sebentar, aku melilitkan handuk ke tubuhku, lalu keluar dari kamar mandi. Aku tidak repot-repot mengeringkan rambut karena sedang terburu-buru. Biarkan saja rambutku kering dengan sendirinya. Aku benar-benar tidak punya waktu untuk mengeringkannya.Setelah keluar dari kamar mandi, aku melihat seragam yang harus kukenakan sudah disiapkan. Tas yang akan kugunakan juga sudah diletakkan di tempat tidur. Aku pun mengeringkan tubuh dengan handuk, lalu mengenakan seragamku.Aku sedang berada di kamar Joseph. Aku senang dia membawa semua barang yang kubutuhkan pagi ini ke kamarnya. Aku tidak perlu membuang waktu untuk bolak-balik mengambil semuanya.Aku baru saja selesai mengenakan seragam ketika pintu terbuka. Joseph masuk. Aku melihatnya memperhatikanku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ekspresinya serius, sehingga aku tidak bisa menebak apakah menurutnya seragam ini cocok untukku atau tidak."Gimana menurutmu, Joseph? Apa seragam ini cocok untukku?" tan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 525

    Sudut Pandang Betty:"Kenapa? Kamu mau? Kalau kamu mau tidur bareng, kita bisa tidur di kamarku. Kamarmu terlihat seperti gudang sekarang. Kurasa aku nggak akan bisa tidur nyenyak di sini," kata Joseph.Dalam sekejap, dia meraih tanganku dan menarikku keluar dari kamar. Aku langsung berusaha melawan."Tunggu, kita mau ke mana? Joseph, berhenti! Aku harus ganti pakaian!" protesku sambil berusaha melepaskan tanganku.Tenaganya jauh lebih kuat dariku. Dia bahkan tidak terlihat berusaha keras."Kamu nggak perlu ganti pakaian. Toh nanti juga akan kulepas," sahutnya saat kami akhirnya keluar dari kamarku dan menuju kamarnya. Aku tidak mengatakan apa-apa sampai kami tiba di sana.Hal pertama yang kusadari adalah betapa membosankannya kamar Joseph. Jelas sekali ini kamar seorang pria, karena tidak ada satu pun hiasan yang dipajang. Di kamarnya hanya ada sebuah tempat tidur besar dan meja nakas, juga dua pintu yang kutahu menuju kamar mandi dan ruang ganti.Suasana kamarnya juga muram. Rasanya

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 524

    Sudut Pandang Betty:Saat mobil kami melewati gerbang universitas, aku langsung terpukau melihat pemandangan di depanku."Aku akan kuliah di sini?" tanyaku kepada Joseph dengan takjub.Dari tampilan kampusnya saja, tempat ini terlihat seperti kampus khusus orang kaya. Areanya sangat luas. Aku melihat beberapa mahasiswa di sekitar kampus.Sepertinya perkuliahan sudah dimulai. Aku malah baru akan mendaftar sekarang.Universitas ini terlihat sangat berbeda dari sekolah tempatku belajar dulu di daerah pedesaan."Jangan khawatir. Pemilik universitas ini adalah rekan bisnisku, jadi aku bisa mencari cara agar kamu diterima meski perkuliahan sudah dimulai," katanya sambil tersenyum sebelum turun dari mobil terlebih dahulu.Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar.Dulu di kampung halamanku, kalau terlambat mendaftar, pihak sekolah tidak akan menerima, apa pun alasannya. Lalu, bagaimana mungkin aku bisa mendaftar di sini, sementara aku tidak memiliki satu pun persyaratan yang dibutuhkan?Jose

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 523

    Sudut Pandang Betty:"Aku mencintaimu, Betty. Entah kenapa aku tergila-gila padamu. Aku benar-benar nggak bisa menahannya. Hariku terasa nggak lengkap kalau belum melihatmu," kata Joseph, membuatku sangat terkejut.Bahkan organ-organ dalam tubuhku mungkin ikut terkejut mendengar perkataannya. Aku tidak menyangka pria seperti Joseph akan menyatakan cintanya kepadaku.Sahabatku, Natalie, menganggap pria ini seperti iblis. Aku tak bisa menyalahkannya. Sifat Joseph memang buruk. Aku sendiri tidak mengerti apa yang dilihatnya dariku hingga dia bisa jatuh cinta kepadaku."Kamu mencintaiku? Kamu serius?" tanyaku.Dia mengernyit dan menyilangkan tangan di dada. Aku tidak mengerti dirinya. Aku hanya mengajukan pertanyaan, tetapi dia malah terlihat marah?"Memangnya aku terlihat sedang bercanda? Betty, nggak mudah bagiku untuk mengungkapkan perasaanku, tapi kamu malah mempertanyakannya seolah itu bukan hal penting!" keluhnya.Aku ternganga. "Jadi, mengizinkanku kuliah adalah bagian dari caramu m

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 522

    Sudut Pandang Betty:"Serius, Joseph? Kamu benar-benar mengizinkanku kuliah lagi? Kamu nggak akan berubah pikiran? Kamu nggak boleh mengingkari janjimu ya," tanyaku tak percaya.Aku masih sulit percaya bahwa dia benar-benar mengizinkanku kuliah. Dia memang pernah menyinggung hal itu saat pesta, tetapi aku tidak menyangka dia akan benar-benar menepati perkataannya.Kami duduk berdampingan di kursi belakang mobil, sementara sopirnya mengemudi. Sepertinya suasana hatinya sedang baik. Dia juga tidak terlihat akan bersikap ketus hari ini."Ya. Memangnya kenapa? Kamu nggak mau?" tanyanya sambil tersenyum.Dia menggenggam tanganku dan memainkan jari-jariku. Aku masih sulit memercayai sisi dirinya yang seperti ini. Dalam sekejap, sikapnya terhadapku berubah total.Namun, apa yang bisa kuharapkan dari pria seperti dia? Hari ini suasana hatinya baik, besok bisa saja jadi buruk. Dia benar-benar sulit ditebak."Kamu yang bayar semuanya? Gratis, 'kan? Kamu nggak akan menagihku?" tanyaku lagi.Josep

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 521

    Sudut Pandang Betty:Setelah sarapan, aku pergi ke taman sambil membawa ponsel mahal yang diberikan Joseph kepadaku. Aku menonton banyak video dan film.Kemudian, tiba-tiba aku ingin menelepon Natalie. Sejak tiba di Kota Marina, kami belum pernah mengobrol karena dia jarang sekali online.Aku duduk di tepi kolam renang sambil membuka aplikasi pesan dan menggulir layar. Aku mencari nama Natalie dan tersenyum karena melihatnya sedang online.Aku langsung menekan tombol panggilan. Telepon hanya berdering selama beberapa detik sebelum dia mengangkatnya."Betty, ini benar-benar kamu? Apa kabar?" sapanya bahkan sebelum aku sempat berbicara. Kami melakukan panggilan video, jadi kami bisa saling melihat."Aku baik-baik saja. Gimana denganmu? Kenapa belakangan ini kamu nggak pernah online?" balasku dengan sedikit merajuk. Aku dan Natalie tumbuh bersama, jadi hubungan kami sangat dekat. Kami sudah seperti saudara."Maaf banget, Betty. Ponsel lamaku hilang. Aku nabung cukup lama sampai akhirnya b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status