Share

Bab 47

Author: Cathy
'Ya, aku memang punya uang. Dan aku akan pakai setiap sennya untuk menemukan Abigail. Tapi jangan pernah berpikir buat merebut dia dari aku. Kalau aku sampai tahu kamu sudah mengambil sesuatu yang jadi milikku, kamu akan kuberi pelajaran,' kataku dalam hati, pikiranku kalut ketika aku melangkah pergi dari kantor Liam.

Aku kembali ke kamar Nenek, di mana seorang dokter yang tidak kukenal, mungkin Dokter Sandi yang tadi disebutkan Liam, sedang memeriksa tanda-tanda vitalnya. Aku duduk perlahan di
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 369

    Sudut Pandang Trinity:Kami pindah ke Vistablanc tanpa mengalami kendala apa pun. Aku dan Dante berharap perubahan lingkungan ini akhirnya bisa membantu kami mendapatkan momongan.Selain itu, hampir tidak ada yang berubah dalam kehidupan sehari-hari kami. Rumah yang kami tinggali masih berada di dalam kota, jadi semua yang kami butuhkan mudah dijangkau, termasuk rumah sakit dan pusat perbelanjaan."Hati-hati ya. Kalau bisa, pulang lebih awal," kataku dengan lembut saat Dante bersiap berangkat kerja. Aku sudah terbiasa mengantarnya setiap kali dia pergi ke kantor."Jangan khawatir. Begitu selesai bertemu dengan Johan, aku akan langsung pulang," janjinya sambil tersenyum, lalu membungkuk untuk menciumku.Kami baru beberapa bulan menikah. Dante tidak pernah berhenti bersikap manis kepadaku. Bahkan kepribadiannya berubah drastis. Dia menjadi lebih baik kepada semua orang. Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali melihatnya kehilangan kesabaran.Setelah mobilnya menghilang dari pandangan,

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 368

    Sudut Pandang Trinity:Segalanya terjadi begitu cepat. Kurasa aku beruntung memiliki orang tua yang begitu pengertian. Mereka tidak keberatan ketika Dante dan aku mengabarkan bahwa kami ingin menikah.Mereka mengatakan bahwa aku sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri dan akan mendukungku.Saat hari pernikahanku dengan Dante semakin dekat, tidak ada yang lebih bahagia daripada Felicia. Sejak dulu, dia memang selalu berharap aku akan bersama keponakannya.Kami memperlakukan satu sama lain seperti saudara. Dia terus mengatakan kepadaku bahwa aku akan bahagia bersama Dante.Pernikahanku dengan Dante berjalan lancar. Bahkan, bisa kukatakan semuanya sempurna, terutama jika mengingat betapa banyak uang yang dihabiskan untuk pernikahan itu.Semuanya begitu indah. Aku tahu aku termasuk salah satu wanita beruntung yang bisa mengadakan pernikahan megah."Aku sangat bahagia untukmu, Trinity. Sekarang kamu sudah punya suami. Papa dan Mama hanya ingin kamu bahagia. Waktu benar-benar be

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 367

    Sudut Pandang Trinity:Janji yang pernah kubuat pada diriku sendiri untuk tidak menyerahkan diri kepada Dante lagi ternyata tidak bertahan lama. Tanpa kusadari, kami sudah kembali berada di atas ranjang, tenggelam dalam perasaan yang selama ini mati-matian kami tekan."Trinity, ini yang selama ini kutunggu-tunggu. Aku sangat menginginkanmu. Kamu benar-benar luar biasa," gumamnya dengan suara penuh hasrat.Aku bisa melihat gairah di mata Dante saat dia menatapku. Setiap sentuhan dan ciumannya membuatku semakin sulit mengingat mengapa dulu aku berjanji pada diri sendiri untuk menjauhinya.Aku merindukan ini. Aku merindukannya.Tak lama kemudian, aku benar-benar menyerah pada kelemahanku. Aku memutuskan akan tetap berada di sisinya asalkan dia masih menginginkanku. Aku ingin menghargai setiap momen yang kami miliki bersama, meski aku tahu masih ada begitu banyak ketidakpastian di antara kami.Dia mungkin tidak akan menyakitiku. Keluarga kami kini sudah dekat, terlebih setelah Orson menika

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 366

    Sudut Pandang Trinity:"Aku nggak tahu. Mungkin karena aku menyukaimu. Aku nggak bisa menyingkirkanmu dari pikiranku. Bahkan saat bersama wanita lain, tubuhku hanya menginginkanmu," kata Dante terus terang.Mataku membelalak saat menatapnya, terlebih ketika wajahnya perlahan mendekat ke arahku. Aku menelan ludah dengan gugup dan segera menutupi wajahku dengan kedua tangan."Tunggu. Kamu nggak bisa begitu saja bilang kamu menyukaiku, lalu berharap aku langsung menerimamu. Tolong biarkan aku sendiri, Dante. Aku sedang menjalani hidupku dengan tenang. Meski kita sudah beberapa kali melakukannya, kamu tetap bukan tipeku," kataku.Aku tidak peduli ucapanku akan melukai harga dirinya. Yang penting, dia tahu persis apa yang ada dalam pikiranku."Aku akan bicara dengan orang tuamu. Aku ingin menikahimu."Ucapannya benar-benar mengguncangku. Aku bahkan mengorek telingaku, bertanya-tanya apakah aku salah dengar. Mungkin pendengaranku sedang bermasalah atau mungkin perasaanku padanya membuatku me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 365

    Sudut Pandang Trinity:Sial. Dia bahkan tega berkelahi dengan wanita.Dante benar-benar tidak punya hati nurani. Dia benar-benar kasar. Sepertinya dia sama sekali tidak peduli kalau dorongannya tadi bisa membuat wanita itu terluka.Aku melihat wanita itu menatapnya dengan terkejut setelah terjatuh ke lantai dan menjatuhkan kantong yang dibawanya."Dan, kamu kenapa? Ini aku, Mindy ... pacarmu. Kamu malah membela wanita itu daripada aku?"Kata-katanya benar-benar mengguncangku. Jadi, inilah wanita yang pernah kudengar, wanita yang katanya pacar Dante.Pantas saja mereka tampak begitu mirip. Keduanya sama-sama menyebalkan.Dante tidak menjawabnya. Alih-alih membantu pacarnya berdiri, dia justru mengambil kantong kertas itu dan menatapnya.Kemudian, tepat di depan semua orang, dia merobek kantong itu.Di dalamnya ada sebuah tas tangan bermerek mewah. Dia mengeluarkannya, memeriksanya beberapa saat, lalu sengaja menariknya hingga sobek.Dante sangat kuat, jadi tentu saja merusak sesuatu yan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 364

    Sudut Pandang Trinity:"Nih, makan lagi," kata Dante sambil menaruh berbagai macam makanan ke piringku.Rencanaku untuk hanya makan salad karena sedang diet langsung berantakan. Gara-gara Dante, sekarang aku malah makan besar."Kenapa kamu pesan makanan sebanyak ini kalau nggak bisa menghabiskannya sendiri?" keluhku.Dia sendiri baru makan beberapa suap, tetapi terus menambahkan makanan ke piringku. Sayang sekali kalau semua ini tidak habis.Aku memang putri Keluarga Baskoro, tetapi aku tumbuh di keluarga miskin. Sejak kecil, aku sudah terbiasa untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Jadi, meskipun sedang berusaha menurunkan berat badan, aku tetap tidak tega mengabaikan makanan di piringku."Kamu makin kurus, jadi makan lebih banyak. Di rumahmu nggak ada makanan ya? Kalian lagi kesulitan uang atau gimana, sampai nggak mampu beli makanan?" tanyanya.Aku langsung memelotot tajam. Kesulitan uang? Itu mustahil. Kata Papa, pemasukan perusahaan terus meningkat selama beberapa bulan terakhir.Apa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status