Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!

Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!

last updateLast Updated : 2026-09-06
By:  Noona AuroraUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sienna Hayes terikat kontrak pernikahan dan hidup sebagai istri pajangan demi mendapatkan apa yang diperjuangkannya. Begitu kontrak selesai, Sienna memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Tidak ada cinta, tidak ada kompromi. Dia hanya pelengkap dalam hidup suaminya–Damian Blackwell. Saat surat cerai diserahkan dan dia meninggalkan suaminya, Damian malah kehilangan dan kembali mengejar cintanya. Lalu, apa yang harus Sienna lakukan? Menerima cinta pria dingin yang pernah hidup dengannya selama satu tahun ini. Atau benar-benar melepas dan menjalani hidup barunya dengan tenang?

View More

Chapter 1

Bab 1: Tak Dianggap

"Sudah hampir satu tahun ternyata, dan semua terlewat begitu saja."

Gumaman lirih itu lolos begitu saja dari bibir Sienna Hayes–wanita 30 tahun yang terjebak dalam pernikahan dingin satu tahun ini.

Suaranya yang pelan hampir tenggelam di antara denting gelas kristal dan tawa rendah para elite ibu kota yang memenuhi ballroom hotel bintang lima malam ini. 

Tatapan mata Sienna kosong, lurus menembus kaca jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu di luar gedung yang begitu benderang. 

Dadanya terasa sesak oleh beban yang tak kasat mata.

"Jaga ekspresi wajahmu, Sienna. Tersenyumlah, kamera wartawan sedang mengarah ke arah kita."

Suara bariton yang rendah, dingin, dan penuh perintah itu seketika memutus lamunan Sienna. 

Damian Blackwell–suami kontraknya, pria berusia 35 tahun yang dingin dan ambisius.

Damian berdiri tegak di samping Sienna, dia menggeser tubuh sedikit merapat pada Sienna, tangan Damian bergerak melingkar di pinggang Sienna dengan begitu posesif, sebuah sentuhan yang terasa sangat hangat di kulit, tapi sangat dingin di hati.

Sienna tersentak kecil, tapi dengan cepat menguasai diri. 

Sienna menoleh ke arah Damian, dia membalas tatapan suaminya ini dengan senyuman formal yang sudah dia latih dan perankan dengan sempurna selama 365 hari terakhir.

"Lakukan tugasmu seperti biasa. Jangan biarkan dewan direksi menangkap ekspresi tak senang sekecil apa pun di wajahmu," bisik Damian dengan nada penuh penekanan. Cara bicaranya nyaris tanpa menggerakkan bibir, matanya lurus menatap ke depan menyapa para kolega bisnis.

Bibir Sienna tersenyum, menutup ketidaknyamanan yang dirasakannya.

Di depan kilatan lampu kamera fotografer, mereka adalah potret pasangan sempurna yang membuat iri siapa saja. 

CEO Blackwell Group yang tampan, tegas, dan ambisius, berdampingan dengan istri cantiknya yang lemah lembut.

Namun, di balik kemegahan itu, keduanya tahu persis bahwa pernikahan ini tak lebih dari sebuah transaksi hitam di atas putih. Satu tahun lalu, mereka mengikat janji di depan altar bukan karena cinta, melainkan kontrak satu tahun demi kepentingan masing-masing. 

Damian membutuhkan citra seorang pria berkeluarga yang stabil untuk meyakinkan dewan direksi demi mengamankan posisi CEO dan memenangkan mega proyek mall baru ini. Sementara Sienna, yang terdesak oleh kekejaman keluarga kandungnya sendiri, membutuhkan kekuatan finansial dan pengaruh hukum Damian untuk menebus kembali rumah tua peninggalan ibu kandungnya.

Begitu fotografer menurunkan kamera dan membungkuk hormat memberi jalan, kehangatan di pinggang Sienna seketika menguap. 

Damian menarik tangannya seolah kulit Sienna baru saja menyengatnya dengan listrik tegangan tinggi. Pria itu merapikan lipatan jas rancangan desainer ternama yang melekat sempurna di tubuh tegaknya, bahkan tanpa sudi melirik ke arah istrinya.

"Tetap di sini. Jangan membuat gerakan terburu-buru yang memancing pertanyaan wartawan," ucap Damian datar tanpa menatap Sienna sama sekali.

Setelah sejak tadi hanya diam dan tersenyum, suara Sienna akhirnya terdengar dari bibirnya. "Damian, kepalaku sedikit–" Kalimat Sienna terputus di udara. 

Damian sudah membalikkan tubuhnya dan melangkah lebar menghampiri jajaran komisaris utama yang baru saja tiba di pintu masuk. 

Pria itu tidak menanti penjelasannya, tidak pula peduli dengan wajah pucat istrinya. 

Bagi Damian, kehadiran Sienna malam ini sudah memenuhi fungsinya secara maksimal, menjadi pajangan hidup yang menyempurnakan reputasinya malam ini.

Sienna mengembuskan napas pelan. Jari-jemarinya yang saling bertautan di depan gaun satin berwarna gading miliknya mulai memutih, dia menahan rasa pening yang perlahan merayap di pelipisnya.

"Lihat siapa yang berdiri sendirian di sudut seperti pajangan murah."

Suara sinis yang sangat familier itu membuat Sienna menoleh. 

Beatrice Blackwell, ibu mertuanya, berjalan mendekat bersama Elena, adik perempuan Damian. Keduanya memegang gelas sampanye dengan tatapan mata yang menilai dari ujung kepala hingga ujung kaki Sienna.

"Mama, Elena," sapa Sienna, dia membungkuk kecil dengan selembut mungkin. 

Selama setahun ini, dia selalu berusaha menjaga tata kramanya di depan keluarga Blackwell, menelan semua keangkuhan dan pandangan remeh mereka bulat-bulat.

Beatrice mendengus, matanya tertuju pada kalung mutiara tipis yang melingkari leher Sienna. "Keluarga Blackwell memenangkan proyek triliunan rupiah malam ini, Sienna. Dan kamu memilih memakai perhiasan lama yang bahkan tidak lebih mahal dari sebotol sampanye di meja itu? Kau ingin membuat relasi kami mengira Damian tidak menafkahimu?"

Jari kanan Sienna terangkat menyentuh kalung yang menggantung di lehernya. Bibirnya dipaksa mengulas senyum kecil lalu dia membalas, "Ini peninggalan ibuku, Ma. Aku merasa ini paling cocok dengan–"

"Ibumu yang sudah lama meninggal dari keluarga Hayes yang hampir bangkrut itu?" potong Elena dengan tawa kecil yang sengaja ditahan. 

Wanita berusia dua puluh tujug tahun itu melirik gaun Sienna dengan mata berkilat remeh. "Damian terlalu baik padamu, Sienna.”

Sienna diam menatap Elena yang selalu membahas kebaikan keluarga Blackwell setiap ingin menyudutkannya.

Belum juga Sienna membalas, dia kembali mendengar Elena bicara.

“Kalau bukan karena Damian yang menebus rumah tua peninggalan ibumu dari tangan ayahmu yang tidak berguna itu, kamu mungkin sudah menggelandang di jalanan sekarang. Tahu dirilah sedikit. Setidaknya jangan permalukan nama Blackwell di acara sebesar ini."

Kata-kata Elena menusuk tepat di dada Sienna. 

Perih, tapi tidak berdarah. 

Sienna melirik ke arah tengah ruangan. Di sana, Damian sedang tertawa kecil sambil bersulang dengan seorang menteri, pemandangan langkah yang sangat jarang Sienna lihat. 

Sienna melihat Damian yang sempat menoleh ke arahnya sebelum kembali memalingkan muka.

Sienna tersenyum getir. Bahkan meski Damian tahu kalau ibu dan adiknya tak menyukai Sienna, tapi pria ini tak pernah melindunginya sebagaimana mestinya seorang suami.

Hah! Bagaimana bisa Sienna berharap seperti itu, sedang pernikahan mereka hanyalah sebuah kontrak.

Sienna memejamkan mata sesaat. 

Rasa sakit di kepalanya kini kalah dengan rasa lelah yang mendera jiwanya. Setahun ini Sienna bertahan dalam diam. 

Dia menerima tatapan merendahkan dari pelayan rumah Blackwell, sindiran tajam Beatrice, dan sikap manja Elena yang selalu memperlakukannya seperti asisten pribadi tanpa bayaran. 

Semua itu dia lakukan karena dia berutang budi pada Damian yang telah menyelamatkan memori terakhir tentang ibunya dari keserakahan ibu tirinya.

Namun malam ini, melihat bagaimana Damian mengabaikannya demi sebuah relasi bisnis, sesuatu di dalam diri Sienna pecah. Retakan yang selama ini dia tambal dengan kesabaran, kini runtuh sepenuhnya.

Sienna membuka matanya. Tatapannya tidak lagi seteduh biasanya. Dia menatap Beatrice dan Elena yang masih berdiri dengan sinis di hadapannya, lalu dia tersenyum sangat tipis tapi sarat akan ketegasan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

"Terima kasih atas teguran Anda, Mama, Elena," ucap Sienna dengan suara yang begitu tenang. Ucapan Sienna berubah formal. "Saya permisi ke kamar mandi sebentar."

Sienna berbalik tanpa menunggu izin dari Beatrice. Dia berjalan tegak, membelah kerumunan dengan langkah pasti. 

Begitu tiba di dalam toilet wanita yang sepi, kedua telapak tangan Sienna bertumpu pada pinggiran wastafel marmer. Dia menatap pantulan dirinya di cermin besar.

Wajahnya pucat. Jemari kanannya meraba kalung mutiara di lehernya. 

Tepat satu minggu dari sekarang, masa berlakunya di rumah itu habis. Dokumen kepemilikan rumah ibunya pun sudah resmi berpindah atas namanya dua hari lalu. 

Kewajibannya sebagai istri pajangan sudah selesai.

Sienna meraba tas kecilnya, mengeluarkan ponsel, dan menatap kalender digital.

"Cukup, Sienna. Jangan biarkan dirimu kehilangan harga diri lebih jauh lagi," bisik Sienna pada pantulan dirinya sendiri. 

Air matanya tidak jatuh. Rasa sedihnya telah berubah menjadi tekad yang dingin.

Saat dia keluar dari toilet, Damian sudah berdiri di koridor yang agak sepi, bersedekap dengan wajah tidak sabar.

"Kenapa lama sekali? Acara utama hampir selesai, kita harus berpamitan dengan keluarga besar," tegur Damian dengan nada menuntut.

Sienna menatap mata hitam Damian yang tajam. Pria ini tidak pernah bertanya apakah dia lelah, apakah kepalanya sakit, atau mengapa dia pergi begitu lama.

"Ayo," jawab Sienna pendek. Dia tidak lagi tersenyum. 

Sienna berjalan mendahului Damian, mengabaikan pria ini untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

Dan, setelah ini untuk selamanya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status