Share

Bab 125

Penulis: Fitri
Namun tidak ada yang tahu, sampai di titik ini, dia juga telah mengeluarkan usaha yang jauh lebih besar dibanding orang biasa.

Di cuaca panas yang mencapai 40 derajat, memakai kostum hewan yang berat untuk membagikan brosur dan berinteraksi dengan orang yang berlalu-lalang, itu semua pernah dia lakukan.

Lunara tidak tahu.

"Kamu kenapa nggak pernah bilang padaku?"

"Waktu itu aku belum kenal kamu."

Lunara menggumam "oh", lalu tidak berkata apa-apa lagi.

Padahal di hari pertama masuk kuliah, dia su
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 844

    Frans memandang Casya.Kakak beradik itu seolah sama-sama melihat kembali momen yang telah mereka lalui bersama selama lebih dari 20 tahun.Kini, mereka hanya bisa saling memandang dari balik dinding kaca.Melihat Frans tidak lagi memiliki apa pun untuk dikatakan, Casya pun berdiri."Setelah ini kita nggak perlu bertemu lagi. Jaga dirimu baik-baik." Usai mengucapkan itu, dia berbalik dan pergi.Saat berdiri di ambang pintu, terdengar isak tangis Frans yang sengaja ditahan dari belakang. Perasaan manusia memang rumit.Casya tidak menganggap Frans benar-benar menyadari kesalahannya. Mungkin yang dia rasakan hanyalah penyesalan karena masa depannya telah hancur atau rasa malu karena semua perbuatannya terbongkar.Frans tidak menyadari bahwa keluarga mereka sudah lama kehilangan kesempatan untuk kembali seperti dulu.Sejak Frans berkali-kali menggunakan tipu daya untuk menjebak Alden, Casya sudah melihat wajah asli keluarga paman keduanya.Kayden juga tidak pernah melupakan kecelakaan mobi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 843

    Sudah bertahun-tahun putus kontak jelas merupakan kebohongan. Namun, Sarah tidak membongkar kebohongannya. Dia memilih mencari alasan seadanya untuk mengakhiri pembicaraan, lalu menutup telepon.Lagi pula, Zaid masih duduk di sampingnya.Sarah hanya merasa canggung.Jelas, Zaid mendengar isi percakapan mereka. Dengan ekspresi berpikir, dia bertanya, "Bu Sarah tadi bilang pernah melihat Sandy sama Yuna?"Sarah sampai merasa kikuk. Rasanya dia ingin langsung melompat turun dari mobil saat itu juga. Bagaimana bisa dia terjebak dalam situasi seperti ini?Dengan terpaksa, dia mencari alasan. "Ya, tapi mungkin saja aku salah lihat."Zaid mengangguk. Dia tidak lagi mempersulit Sarah. Dia juga tahu Sandy memang berkepribadian tertutup dan sulit bergaul.Kemungkinan besar adiknya memang tidak berkata jujur. Namun, apa pun alasannya, bukan Sarah yang seharusnya diinterogasi. Zaid adalah orang yang tahu batas dan menjaga etika.Setelah mobil tiba di gerbang kompleks, Sarah segera mengucapkan teri

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 842

    "Nggak bisa dibilang kenal. Kami hanya pernah ketemu di kampus."Sarah menjelaskan, "Sekarang aku juga sedang menempuh program magister. Waktu itu kebetulan kami mengadakan makan bersama dengan teman-teman, lalu tanpa sengaja bertemu adik Pak Zaid."Ketika pembicaraan beralih ke Sandy, Zaid pun terdiam sejenak. Mungkin karena beberapa tahun bekerja di Kota Hegar, auranya selalu membawa sedikit nuansa khas orang Kota Hegar.Saat tersenyum, dua lesung pipi yang sangat jelas tampak di wajahnya."Kondisi kesehatan adikku memang kurang baik. Selama bertahun-tahun ini aku terlalu sibuk bekerja sampai kurang memperhatikannya.""Nggak kusangka kalian ternyata satu universitas. Kalau begitu, berarti kita juga alumni universitas yang sama."Kedua bersaudara itu tampaknya tidak terlalu akrab. Zaid juga jelas tidak terlalu ingin membicarakan adiknya, Sandy.Sarah berkata dengan santai, "Terakhir kali aku lihat dia sedang berjalan bersama seorang perempuan. Sepertinya itu pacarnya. Jadi Pak Zaid ng

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 841

    Satu tangan Kayden menopang pinggang Lunara.Hari ini sebenarnya adalah panggung Casya. Namun, antusiasme para penggemar benar-benar sulit dibendung. Setelah berpikir sejenak, Lunara pun berjalan mendekati kamera.Wajahnya polos tanpa riasan, tetapi rona wajahnya tampak sangat segar.Setelah muncul di depan kamera, banyak penggemar langsung menyadari bahwa dia seolah melindungi perutnya dengan tangan.Kolom komentar pun langsung meledak.[ Sudah kuduga kenapa Moonbreeze nggak muncul. Ternyata lagi hamil! ][ Kok ada orang hamil masih secantik ini? Cantiknya kebangetan! ][ Katanya ini wajah tanpa riasan? Gimana dengan wajah kami? ]Di siaran langsung, Lunara mengumumkan bahwa mereka akan membuka banyak gerai fisik."Ke depannya, saat gerai-gerai kami dibuka juga akan ada banyak kegiatan promosi. Teman-teman yang kali ini belum kebagian pre-order juga nggak perlu khawatir.""Kalau nanti terjadi lagi hal seperti sebelumnya, ada yang meragukan kadar kemurnian emas kami, kalian juga bisa d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 840

    Di balik sebuah perhiasan, sering kali kisah di baliknya justru lebih menarik. Ketika satu set perhiasan memiliki sebuah cerita, kisah itu justru membuat permata yang sudah berkilau menjadi semakin hidup.Para penonton di siaran langsung terdiam sesaat ketika mendengar bahwa inspirasi desain Casya kali ini berasal dari pengalamannya jatuh ke laut.Casya membaca komentar-komentar yang menghiburnya."Jangan merasa kasihan padaku. Justru aku sekarang benar-benar merasakan arti bersyukur karena lolos dari maut.""Merek kami sebelumnya sudah melewati api, lalu sekarang melewati lautan. Bisa dibilang kami telah melewati api dan air, lalu terlahir kembali."Memang, perhiasan pada dasarnya ditempa melalui api dan air. Kini, baik para desainer maupun Spring & Co, semuanya sedang menuju kedewasaan.Seseorang di kolom komentar bertanya bagaimana Casya bisa diselamatkan. Casya tersenyum malu-malu."Setelah aku mengalami kecelakaan, keluargaku mengerahkan banyak tim penyelamat. Di sini aku juga ing

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 839

    Lunara baru teringat. Semasa kuliah dulu, dia sering bermanja-manja meminta Kayden membereskan peralatan melukisnya. Saat itu, ada banyak sketsa yang dibuang.Mungkin pada saat itulah Kayden membawanya pulang dan menyimpannya.Zaid pernah melihatnya secara tidak sengaja sekali, jadi dia memiliki sedikit kesan terhadap gaya melukis Lunara.Kini, saat melihat beberapa ilustrasi raksasa di hadapannya, dia langsung mengenalinya.Zaid tampak sedikit bersemangat. "Kalau nanti kerja sama kita benar-benar jalan, apa Bu Lunara juga bisa menggambar beberapa ilustrasi untuk kami?""Tentu saja. Tapi ilustrasiku mahal lho."Zaid tersenyum sambil mendorong kacamatanya. "Karya Bu Lunara jauh lebih efektif sebagai media promosi daripada mengundang banyak selebritas sebagai ambasador. Tentu kami akan siapkan bayaran yang pantas."Kayden yang berdiri di samping tertawa pelan. "Kalau begini terus, divisi promosi perusahaan kami tinggal dibubarkan saja. Setiap kali langsung suruh Luna yang turun tangan."

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status