Share

Bab 183

Author: Fitri
Benar saja, dibandingkan tadi, ciuman yang kini jatuh jauh lebih ganas, sepenuhnya menenggelamkan Lunara.

Lunara berpikir, mungkin karena terpengaruh bau alkohol di tubuh Kayden, dia pun ikut mabuk. Atau mungkin, dia hanya ingin menuruti Kayden sekali saja.

Setelah kali ini, Kayden tidak akan lagi mengganggunya. Pria pada dasarnya adalah makhluk yang akan membuang setelah mendapatkan.

Lunara mendengar suaranya sendiri, Kayden juga mendengarnya. Seperti binatang buas yang mendapat izin, ciuman it
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 233

    Daisy sudah tertidur sambil memeluk boneka panda kecil di pelukannya.Lunara awalnya sedang mengejar deadline gambar, tapi saat itu dia juga mulai merasa sedikit mengantuk. Namun setelah berbaring, dia malah tidak bisa terlelap. Dia teringat pertama kali merayakan ulang tahun Kayden.Kalau dipikir-pikir, rasanya waktu itu agak tidak masuk akal. Lunara sudah memesan kue, tapi toko malah melupakan pesanannya. Saat kuenya tiba, waktunya sudah lewat lama.Saat Kayden melihat kue itu, dia terlihat sedikit terkejut. Kayden mencubit pipinya dan bertanya, "Kamu tahu dari mana kalau hari ini ulang tahunku?"Waktu itu Lunara sangat bangga, lalu berkata dengan ekspresi penuh ceria, "Kamu 'kan pacarku, mana mungkin aku nggak tahu ulang tahunmu! Aku lihat KTP-mu!"Tak disangka, belum sempat dia lama-lama bangga, Kayden sudah memeluknya dan berkata, "Hari ini bukan ulang tahunku. Tanggal di KTP itu salah, besok baru yang benar."Lunara langsung merasa kecewa sekaligus malu, dia menatap Kayden dengan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 232

    Api lilin berkedip-kedip. Kayden segera menutupinya dengan tangan, agar nyalanya tidak padam. Daisy mengembungkan pipi dan mencoba meniup cukup lama, tapi tetap tidak berhasil memadamkan api lilin.Kayden diam-diam membantunya.Lilin pun padam, Kayden lalu menyalakan lampu."Kamu tahu dari mana hari ini ulang tahun Om?""Karena hari ini bukan ulang tahunku, Mama, atau Nenek. Jadi pasti ulang tahun Om."Kue itu hanya berukuran kecil. Daisy memegang piring, tapi tidak tega memotongnya.Lunara yang mendengar suara dari luar, juga bunyi piring dari dapur, mengira Daisy sedang melakukan sesuatu. Dia segera keluar untuk melihat. Barulah dia melihat Kayden duduk di sana sambil menatap Daisy dengan penuh perhatian, di antara mereka ada sebuah kue kecil.Ulang tahunnya ... tidak dirayakan bersama Keluarga Narasoma?Kue itu juga tidak terlihat seperti sesuatu yang akan dibeli keluarga seperti mereka. Mungkin Kayden membelinya di jalan saat pulang, khusus untuk Daisy.Melihat Lunara keluar, Daisy

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 231

    Orang yang selalu dilarang untuk makan makanan seperti ini saat kecil, setelah beranjak dewasa hanya ada dua kemungkinan. Yaitu antara sangat menyukai makanan manis atau tidak menyentuhnya sama sekali.Saat ini, Kayden malah jadi sedikit tertarik."Anak perempuan kecil bakal suka sama kue begini nggak?"Casya mengangkat alis dan berkata, "Aku yang umur 20-an saja suka. Kalau anak dua tiga tahun, pasti lebih suka lagi.""Kasih kotaknya."Casya langsung menyerahkan seluruh kotak kue itu kepada Kayden. Setelah menutup kotaknya dengan hati-hati, Kayden seperti teringat sesuatu, lalu menatap Casya."Putri Keluarga Sankara yang dimaksud Kakek itu siapa?""Elina. Kakek kelihatannya suka sekali sama dia, bahkan bilang mau menempatkannya di Grup Narasoma untuk kerja, supaya bisa dekat dengan Kakak .... Om juga sudah setuju."Alis Kayden sedikit mengernyit. Ponselnya berdering, itu panggilan dari sepupunya yang kedua, Frans. Bahkan sebelum sempat mengucapkan selamat ulang tahun, ucapannya telah

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 230

    Seketika, tidak ada yang berani bicara di meja makan ini. Suasananya begitu sunyi sampai hanya terdengar suara gelas dan piring saling bersentuhan.Zafran memiliki tiga putra.Anak sulung menyukai barang antik dan kaligrafi. Anak kedua terobsesi dengan film laga dan film seni.Anak bungsu setiap hari hanya bersenang-senang dan terkenal sebagai anak orang kaya yang tidak berguna. Dulu saat bermain di Kota Hegar, dia pernah terlibat masalah serius. Zafran bahkan datang sendiri dan mematahkan kedua kakinya di depan pihak yang dirugikan, lalu mengurungnya di dalam vila.Sejak itu, dia benar-benar hancur.Awalnya, Zafran mengira Keluarga Narasoma sudah tamat.Sampai akhirnya Kayden lahir.Dari kecil sudah terlihat, Kayden menunjukkan keberanian dan kemampuan yang berbeda. Di usia yang masih sangat muda, dia sudah punya kecerdikan dan cara bertindak.Waktu itu, lima cucu keluarga dibesarkan bersama. Zafran menyuruh mereka mencari pelayan di rumah lama yang tidak setia. Saat itu, Zafran kehil

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 229

    Zafran mendengus dingin."Memangnya mie yang dijual di luar sana bisa lebih enak daripada yang buatan rumah sendiri? Koki macam apa yang bisa sesuai sama seleramu?""Rasanya biasa saja, mienya juga sudah agak lama. Tapi aku suka, jadi tentu saja sesuai seleraku." Ini pertama kalinya Kayden makan masakan Lunara.Kalau itu dulu, mana mungkin putri Keluarga Angkasa perlu turun tangan untuk masak sendiri. Namun hari ini, semangkuk mie itu malah di luar dugaan Kayden.Saphira tidak ingin melihat anaknya dipersulit, dia lalu tersenyum dan berkata, "Daisy sudah keluar dari rumah sakit?""Sudah. Dia bilang dia ingin punya seekor anjing."Benar saja, begitu kalimat itu diucapkan. Saphira langsung menepuk dadanya dan berkata, "Biar aku yang beli! Aku yang beli! Daisy suka jenis anjing apa? Kalau rumahnya sempit dan susah untuk dipelihara, taruh saja di rumah kita, nanti akhir pekan dia bisa datang main!"Saphira sudah membayangkannya. Kalau di rumah dipelihara anjing yang disukai Daisy, bukankah

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 228

    Lunara benar-benar terdiam. Dia tiba-tiba sadar, selama ini dia terlalu sedikit mengenal Kayden. Keluarganya, kepribadiannya, semua yang dia lihat selama ini hanyalah sebagian kecil saja.Mungkin sama seperti Zafran, juga seperti Saphira dan Javier, dalam diri Kayden juga ada sisi keras kepala yang sangat kuat. Sekali dia menetapkan sesuatu, akan sulit untuk diubah.Kayden yang sekarang, adalah sosok yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Keras kepala sampai terasa agak tidak tahu malu.Berkali-kali Lunara ingin berkata, "kenapa bisa kamu seperti ini?". Namun setiap kali, Kayden selalu melakukan sesuatu yang lebih melampaui batas yang dibayangkannya. Sampai Lunara merasa seperti baru pertama kali mengenalnya.Lunara mendorong dada Kayden untuk menghindari topik barusan. "Aku sudah masak untuk kamu. Setelah kamu makan, aku pulang."Kayden akhirnya melepaskan pelukannya. Dia duduk, lalu menunduk dan mencium pipi Lunara. Sebelum Lunara sempat bereaksi, dia langsung berdiri dan pergi ke r

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 70

    Lunara menghabiskan beberapa bakpao dengan cepat. Melihat Kayden menurunkan ponselnya dan sepertinya sedang menatapnya, entah kenapa Lunara spontan bertanya, "Kamu mau?"Bagaimanapun juga, Lunara menumpang mobilnya.Tak disangka, pria yang tadi menolaknya di depan rumah kini malah mengangguk. Dia me

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 66

    Kepala Lunara terasa berputar hebat.Tangan Kayden mencengkeram pinggangnya, sama sekali tidak berniat melepaskan. Kayden mengenal tubuhnya dengan sangat baik. Dia juga tahu, dalam kondisi seperti apa Lunara akan kehilangan kemampuan untuk melawan.Di rumah ini tidak ada jejak keberadaan seorang pri

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 68

    Rupert sangat gembira. Dia mendekat dan memanggil pamannya.Dari saku bajunya, dia mengeluarkan sebuah bakpao, lalu menyerahkannya pada Kayden dengan enggan. "Om, ini bakpao buatan Tante Lunara, enak sekali. Om belum sarapan, 'kan? Ini buat Om."Pagi itu, Priya memang mengukus banyak bakpao. Semuany

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 69

    Lunara berdiri di samping mobil. "Aku naik MRT saja."Tatapan Kayden dalam dan tenang, dia melirik Lunara sekilas. Sudut bibirnya terangkat tipis. "Masuk." Dia tidak memberi Lunara pilihan lain.Jam sibuk pagi di Kota Andara selalu padat. Arus kendaraan macet dan jalanan penuh. Kalau memaksa naik MR

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status