Share

Bab 293

Author: Fitri
Lunara bahkan tidak berani membayangkan jika Kayden memanjangkan rambutnya. Memang, penampilannya pasti tetap tampan. Lagi pula dengan wajahnya itu, bahkan botak pun pasti masih tetap terlihat bagus.

Lunara terkekeh. Dia mengambil ponsel, lalu memakai aplikasi edit untuk membuat gambar Kayden dengan rambut panjang.

Ternyata ... kelihatannya tidak buruk juga.

Dari kursi pengemudi, Ignas berkata dengan tepat waktu, "Pak Kayden, penampilan Bapak berkaitan dengan citra perusahaan, mohon dipertimbang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 395

    Sambil memainkan ponselnya, Nia tersenyum santai. "Awalnya, waktu Pak Kayden minta aku pindah, aku kira aku melakukan kesalahan. Tapi setelah datang ke sini, aku baru sadar, dibanding di Kota Andara, di sini jauh lebih bebas."Kelopak mata Lunara sedikit berkedut. Kayden benar-benar pria yang penuh perhitungan."Pak Kayden yang menyuruhmu pindah?""Ya, memang keputusan dari atas juga dan perusahaan memang mempertimbangkan kondisiku. Suamiku sendirian di sini, kasihan juga. Oh ya, setelah aku pergi, siapa yang gantiin posisiku?"Casya mendekat. "Aku, tapi aku juga sudah resign. Sekarang ikut Bu Luna rintis perusahaan."Nia tertawa. "Keren juga."Dalam bekerja, Lunara selalu tenang, tidak suka mencari masalah, mudah diajak kerja sama. Siapa pun bisa menukar jadwal dengannya. Dia lembut dan tidak mencolok.Berwirausaha butuh kemampuan dan keputusan. Lunara bisa merekrut tim sendiri, jelas punya bakat menjadi pemimpin."Aku pulang dulu ya. Tunggu kabar dariku.""Terima kasih, Kak Nia."...

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 394

    Melihat Lunara tampak tertarik, Kayden memakan pasta di mangkuknya sambil menceritakan hal-hal yang pernah dilakukan Hardi. Benar-benar tak terhitung banyaknya."Waktu aku tiga tahun, demi menyuruh orang tuaku punya anak lagi, om keduaku kirim 20 set piama dan berbagai macam alat."Piama seperti apa, Lunara langsung paham."Waktu Nenek meninggal, dia merasa Kakek terlalu kesepian, lalu mengirim boneka manusia, bilang buat menemani.""Waktu aku delapan tahun, dia bahkan bawa aktor ke rumah untuk syuting adegan, adegan panas lagi, di ranjangnya dan istrinya. Sampai bikin Kakek naik darah. Dia malah tanya ke Kakek mau ikut main peran nggak, bisa diatur adegan ciuman.""Hal seperti ini hampir setiap tahun pasti terjadi sekali."Lunara terdiam. Orang seperti Hardi memang di luar nalar, terlalu ... artistik."Kakek yang sekaku itu kok bisa membesarkan tiga anak seperti ini?"Kayden tersenyum. "Om kedua dan ketigaku memang kacau. Ayah dulu nggak punya kesempatan seperti itu. Waktu kuliah bert

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 393

    "Nggak apa-apa. Lagi pula, bukan aku yang traktir. Ini pakai uang suamiku." Lunara menoleh, lalu mengedip pada Bianca yang sempat tertegun dan tersenyum lembut.Barusan dari ucapan Bianca, tersirat bahwa dia membela dirinya. Lunara mengingat kebaikan itu. Kemudian, tanpa melirik Moana sedikit pun, Lunara langsung keluar dari restoran.Ignas menoleh ke belakang, menatap mereka dengan ekspresi dingin penuh peringatan. Wajahnya yang suram itu tampak menakutkan.Awalnya Bianca agak gelisah. Membicarakan orang di belakang memang tidak etis, apalagi sampai didengar langsung oleh yang bersangkutan.Namun, senyuman Lunara tadi membuat hati Bianca yang sempat tegang langsung sedikit tenang.Sebaliknya, Moana sudah kehilangan selera makan. Bagaimana bisa Lunara ada di sini? Ignas juga ada.Di antara tim sekretaris, posisi Ignas paling tinggi. Semua orang tahu dia seperti anjing penjaga paling galak di sisi Kayden. Apa yang tadi didengar, pasti akan dia laporkan kepada Kayden. Keringat dingin lan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 392

    Di meja makan ini, beberapa orang itu kompak tidak bersuara. Dari meja Moana, terdengar Bianca dari divisi hukum mulai berbicara."Kenapa nggak coba hubungi Moonbreeze? Aku dengar dulu dia juga karyawan divisi pemasaran kita. Secara teori, selama dia punya waktu kosong, pasti bakal bantu perusahaan tempat dia pernah bekerja, 'kan?"Moana menghela napas. Wajahnya penuh kekhawatiran, seperti tidak ingin berbicara, tetapi terpaksa harus berbicara."Moonbreeze sama sekali nggak respons. Waktu itu aku cari dia buat pesan ilustrasi, tapi dia cuma baca tanpa balas. Waktu dia masih di perusahaan, dia juga sering cari Pak Kayden, beberapa kali sempat ketahuan sama aku .... Mungkin sejak itu dia jadi nggak suka sama aku."Bianca tampak tidak setuju. "Dulu dia 'kan kepala tim pemasaran, wajar dong kalau lapor kerja ke Pak Kayden. Lagi pula, siapa sih yang mau ketemu Pak Kayden secara sengaja? Kayak ketemu Raja Neraka saja."Alasan yang sudah disiapkan Moana langsung tersangkut di tenggorokannya.

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 391

    "Yang bayar 'kan bos kalian, nggak usah hemat."Gaia berdecak. "Luna, kamu benar-benar sudah jadi boros ya."Lunara tersenyum sambil meneguk teh. "Kalau begitu, jangan dimakan.""Dimakan dong! Kapan lagi bisa rasain enaknya hidup boros! Nyonya Narasoma, tolong ajarin dong cara buat dapatin suami yang ganteng sekaligus kaya begini!""Ohhh ... gampang saja. Waktu kuliah, pilih satu cowok paling ganteng di kelas. Kalau bisa, yang kelihatannya nggak punya uang. Terus mulai traktir dia dan kirim selfie cantik setiap hari. Dalam beberapa bulan pasti dapat."Gaia dan Eirene tidak menyangka Lunara benar-benar mengajarkan mereka tutorialnya.Gaia tiba-tiba berkata, "Eh, tunggu. Maksudnya nggak punya uang itu gimana?""Menurut aturan keluarga Narasoma, orang di keluarga itu harus kerja sambil kuliah. Di forum juga ada yang nulis, 'kan? Waktu itu aku benar-benar kira dia nggak punya uang. Kalau tahu dia itu kaya turun-temurun seperti sekarang, belum tentu aku tertarik."Lunara berbicara terus ter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 390

    "Kak, proyek itu sebelumnya dihentikan karena masalah dana dan teknologinya belum matang.""Aku yakin kali ini bisa mendapatkan investasi dari pihak Pransis. Untuk teknologi, mereka juga akan mengirim insinyur."Di mata Kayden jelas terlihat ketidakpercayaan. "Kamu mau pakai apa untuk meyakinkan mereka?"Eden berdeham pelan. "Ayahku akhir-akhir ini akan ke Pransis untuk syuting film. Aku mau ambil cuti seminggu supaya bisa ikut ke sana. Lokasi syutingnya kebetulan di tempat investor itu."Hardi adalah sutradara film, selalu keliling berbagai negara untuk syuting. Dia sudah meraih banyak penghargaan, tetapi uang yang didapat hampir semuanya dihabiskan lagi untuk film-filmnya yang sulit dipahami orang biasa.Dividen dari Grup Narasoma setiap tahun pun ikut habis diinvestasikan ke proyek-proyeknya itu.Kayden pernah menonton salah satu filmnya. Di bawah film itu ada satu komentar.[ Aku nggak minum alkohol, tapi nggak ngerti. Nanti kalau mabuk baru nonton lagi, mungkin bakal ngerti. ]Kay

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status