Share

Bab 346

Author: Fitri
Silvar merasa agak pusing melihat Elina. Sifatnya terlalu lembut, siapa pun yang lewat bisa menindasnya sesuka hati. Lalu, dia akan diam-diam pulih kembali seperti semula sendirian.

Sifat seperti ini sebenarnya tidak cocok di kalangan mereka.

"Elina, kamu punya cita-cita nggak?"

"Maksudku, kamu punya rencana apa? Masa kamu mau terus bekerja di Grup Narasoma?"

Elina menoleh.

Silvar sedang menyetir. Dari navigasi terlihat, Silvar sedang mengantarnya pulang.

Elina punya sebuah apartemen kecil di ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1053

    Namun, karena Lara sudah datang sampai ke sini, tidak mungkin dia pulang begitu saja dengan tangan kosong.Dia sudah mempersiapkan semuanya selama ini. Bahkan alasan dia menikah dengan Hardi bukan semata karena Hardi sedang berada di puncak popularitas sebagai sutradara, melainkan lebih karena Keluarga Narasoma yang berada di belakangnya.Keluarga Narasoma sedang berada di masa jayanya. Di pusat Kota Andara saja, mereka punya beberapa gedung perkantoran. Beberapa jalan ramai dan pusat perbelanjaan di sekitarnya juga merupakan properti pribadi cabang utama Keluarga Narasoma.Belum lagi Dragon Gold dan Narasoma Tech yang bisa dibilang merupakan pemimpin di industri masing-masing.Bahkan bisnis gim mereka setiap bulan selalu berada di posisi teratas, dengan pendapatan bulanan mencapai puluhan miliar.Pakaian yang dikenakan Lunara saja harganya mencapai ratusan juta, sementara perhiasannya merupakan koleksi mewah àl'aube.Bahkan tempat sampah yang digunakan cabang utama Keluarga Narasoma h

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1052

    Saphira perlahan membuka suara, "Setelah Fresia bercerai dengan Hardi, dia juga memutus hubungan dengan keluarga kami. Sebelumnya, dia bahkan mencuri barang antik dari rumah kami bersama salah satu pelayan yang bekerja di rumah ini. Orangnya saja masih belum ditemukan.""Kalau lain kali dia datang mencarimu lagi, hubungi aku. Biar polisi yang menangkapnya."Lara sebenarnya tidak tahu banyak tentang urusan Keluarga Narasoma. Hardi juga tidak pernah memberitahunya banyak hal. Apalagi urusan pribadi Keluarga Narasoma, dia benar-benar tidak pernah membicarakannya.Mendengar itu, mata Lara dipenuhi kepanikan dan kebingungan. Jari-jarinya mengusap ujung roknya tanpa arah, lalu dia tanpa sadar melirik Lunara. "Hah? Dia ... dia pernah mencuri?""Itu kejadian lama. Aku kira kamu sudah tahu. Hubungan antara Fresia dan Om Hardi juga sebenarnya nggak berakhir dengan baik." Lunara tersenyum. "Ini semua urusan pribadi. Aku pikir Om Hardi sudah menceritakan semuanya ke kamu karena dia suamimu."Hardi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1051

    Lili membawakan teh, lalu meletakkan cangkir porselen putih di hadapan Lara. "Nyonya, silakan minum dulu."Lara duduk di sisi sofa dan tersenyum sopan. "Terima kasih."Saphira mengangkat cangkir teh dan menyesapnya. "Ini teh yang dibeli Kayden di pelelangan. Harganya ratusan juta satu bungkus. Cicipi dulu, suka nggak."Lara mengangkat cangkir tehnya. Aroma teh langsung memenuhi udara, tetapi tehnya juga masih panas hingga terasa membakar bibir.Dia tidak bisa membedakan kualitasnya. Namun, dengan harga semahal itu, ditambah lagi ini adalah teh yang disuguhkan oleh Keluarga Narasoma, tentu saja rasanya tidak mungkin buruk."Tehnya memang enak," ucapnya.Saphira berkata, "Luna, kamu juga cicipi."Lunara menyesap sedikit, lalu mengernyit. "Rasanya ini bukan teh yang Kayden beli. Kalau nggak salah, ini teh yang Daisy bawa pulang waktu itu."Saphira tersenyum tipis. "Oh? Kalau begitu, ini teh yang dipetik oleh anak-anak waktu di kegiatan sekolah Daisy. Lili yang menyangrainya sendiri di rum

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1050

    Lunara ingat, pagi tadi Lara sudah datang ke àl'aube dan mengatakan ingin menemuinya. Sekarang sudah pukul 5 sore. Dia belum pergi juga?Lara menunjuk sofa di seberang. "Nggak mengganggumu, 'kan? Maaf sekali. Aku juga nggak tahu harus mencari siapa lagi."Ponsel di dalam tas tangan Lunara berdering. Dia mengangkat tangannya. "Maaf, aku angkat telepon sebentar."Saphira yang menelepon, menanyakan kapan dia akan pulang.Lunara menjawab dengan lembut, "Mungkin sebentar lagi. Istri Om Hardi sedang menungguku di bawah kantor.""Kalau begitu, ajak dia ke rumah sekalian. Bagaimanapun, dia juga bisa dibilang bagian dari Keluarga Narasoma. Jangan sampai waktu makanmu terganggu."Jaden masih menangis dan merengek di sampingnya, memanggil ibunya. Lunara terus memikirkan anaknya. Sekalipun duduk di sini, dia juga tidak punya niat untuk bicara dengan Lara."Terima kasih, Bu.""Kamu ini. Belum tentu Lara benar-benar datang untuk mencarimu. Bisa jadi persoalan dia sebenarnya ada hubungannya dengan Ke

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1049

    Lunara tertegun sejenak.Setelah melapor, asistennya menutup jendela agar angin tidak masuk. Dia tidak ingin Lunara masuk angin atau kucing-kucing yang dipelihara di kantor melompat ke luar jendela dan terjatuh ke lantai bawah."Ibu ingin menemuinya? Saya sudah memintanya menunggu di area tunggu di lantai bawah. Dia belum naik."Lunara memegang sebuah pulpen. Pulpen merah itu membuat jari-jari Lunara tampak semakin putih.Dia teringat saat masih kuliah. Waktu itu, dia memberikan pulpen kepada setiap penghuni asrama. Pulpen itu merupakan produk lini sampingan yang diproduksi perusahaan Orion, yang kebetulan diberikan kepadanya beberapa buah untuk dibagikan kepada teman-teman sekelasnya.Saat itu, selain Lara, dua orang lainnya menganggap pulpen itu bukan dari merek ternama, sehingga ekspresi mereka terlihat tidak senang. Namun, mereka tetap menerimanya.Setelah itu, Lunara tidak pernah melihat mereka menggunakan pulpen itu.Belakangan, Lara secara tidak sengaja mengetahui bahwa produk l

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1048

    Di seberang samudra, matahari bersinar terik.Meskipun judulnya jalan-jalan, sebenarnya setelah tiba di Amarika dan menyelesaikan pekerjaan, Lunara dan Kayden kembali terbang ke Selandri untuk menyelesaikan tugas masing-masing.Lunara bekerja tanpa henti selama beberapa hari. Siaran langsung àl'aube dan Spring & Co. secara keseluruhan berlangsung selama 16 jam. Dia juga menghabiskan 16 jam di ruang siaran langsung, sekaligus membantu staf mengurus sistem di belakang layar dan memproses pesanan.Setelah semuanya selesai, hari sudah larut malam. Malam di sini berbeda dengan di tanah air. Api unggun sudah dinyalakan di sepanjang pesisir, sementara orang-orang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil.Di tengah gerahnya musim panas, celana dengan warna-warni cerah yang dikenakan orang-orang membuat mata Lunara sampai tidak tahu harus melihat ke mana.Dia tertawa. "Kalau bukan karena aku baru saja bekerja selama itu, aku sampai mengira pekerjaan hari ini cuma ilusi."Casya juga menghela napa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status