LOGIN“Setelah apa yang kau lakukan di luar sana semalam, kau masih berharap aku tetap berdiri di sisimu, tersenyum manis di depan kamera—seolah-olah kita adalah pasangan paling bahagia di seluruh dunia?” . Nora tak pernah menyangka dirinya mampu bertahan selama tiga tahun sebagai istri pengganti Erlangga. . Tiga tahun menjalani pernikahan yang tampak sempurna di mata orang lain, tetapi tak pernah benar-benar terasa seperti pernikahan baginya. . Sampai akhirnya, Nora menemukan celah untuk mengakhirinya, ada wanita lain di sisi Erlangga. . Tak pernah dicintai, bahkan tak pernah disentuh—untuk apa lagi ia bertahan? . Nora pun mengajukan gugatan cerai, yakin Erlangga tak punya alasan untuk mempertahankan istri yang sejak awal bukan pilihannya. . Namun bagaimana jika Erlangga tidak berniat melepaskannya? Alasan apa pria itu menahannya selain citranya sebagai penguasa?
View MoreNora tidak membawa Erlangga pulang malam ini. Sebaliknya, ia membawa pria itu ke salah satu suite eksklusif yang memang disediakan pihak panitia untuk tamu yang akan tinggal.Usai menutup pintu rapat-rapat, Nora bersusah payah membimbing langkah Erlangga menuju ranjang. Namun, alih-alih berhasil membuat suaminya berbaring dengan nyaman, keseimbangan Nora justru goyah. Tubuhnya ikut tersungkur ke depan.“Mas ...,” rintih Nora pelan saat tubuhnya jatuh tepat di atas dada Erlangga yang terlentang. Untuk sesaat, dia mematung. Kedekatan seperti ini tak pernah ia dapatkan selama menikah dengan suaminya, sehingga menimbulkan perasaan aneh dalam dadanya. Ketika Nora bergegas hendak beranjak dari sana, Erlangga bergerak lebih cepat. Pria itu mencengkeram kedua lengannya, lalu secepat kilat membalikkan posisi mereka. Dalam sekejap, Nora terkesiap mendapati tubuhnya telah terhimpit di bawah badan tegap nan kekar suaminya. Tanpa memedulikan penolakan Nora, Erlangga langsung menunduk dan me
“Kamu terlalu percaya diri.” Grace tertawa hambar. Kata ‘dibuang’ yang diucapkan Nora terasa merendahkannya. Ia menggertakkan rahang, marah. “Kamu lupa siapa yang paling tahu seluk-beluk hidupnya sebelum kamu datang menggantikan?” Nora bergeming, dia sengaja membiarkan Grace berbicara banyak lantaran ingin melihat sejauh mana wanita ini meremehkannya. Ia tahu, pernyataannya tadi cukup melukai harga diri Grace. “Elang rela menghabiskan waktunya untuk hidup bersama wanita yang tidak dicintainya, demi menipu dunia bahwa dia ‘baik-baik saja’. Menyedihkan sekali ….” Grace menyeringai tipis selagi menggelengkan kepalanya. Meski lawan bicaranya tampak tenang, namun ia yakin bisa membuat Nora goyah dengan pernyataannya. “Kamu lihat tadi? Cara dia menatap dan memperhatikanku, masih penuh puja seperti dulu. Bandingkan ketika dia bersamamu, apa dia pernah bersikap seperti itu? Tidak, ‘kan?”Selagi Grace tertawa puas, Nora hanya mengembuskan napas pelan dan panjang. Memang benar, sebagian besar
Di depan cermin rias di kamarnya, Nora mematut diri. Gaun malam hitam legam melekat erat di tubuhnya, memeluk lekuk badannya.Biarlah ini menjadi hari terakhir menjadi Nyonya Pranata Yan. Dan ia akan kembali menjadi orang biasa, dan ... melanjutkan studinya.Kontras gaun itu membuat kulitnya tampak seputih pualam, sementara rambut pirang keemasan alaminya disanggul rapi ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai jenjang lehernya.Tak berselang lama, pintu kamar terbuka. Erlangga masuk dengan setelan jas hitam slim fit yang tampak sempurna membalut tubuh uh tegapnya. Ia sedang membetulkan dasinya saat langkahnya terhenti seketika. Hening menyelimuti ruangan itu. Tatapan Erlangga terpaku pada Nora yang tampil elegan dan berkelas malam ini. Netra cokelatnya menyapu sosok Nora dari ujung kepala hingga ujung kaki seolah ia tengah kagum. Namun, hanya sebentar karena setelahnya Erlangga bertanya pelan, “Sudah siap?”Melalui cermin yang ada di depan tubuhnya, Nora menatap Erlangga l
“Saya bisa kabulkan apapun, kecuali yang kamu sebutkan.” Erlangga menanggapi, suaranya sedikit ramah, tak sedingin tadi. “Kamu mau apa?”Nora menatap Erlangga dengan sorot tak percaya. Pria itu selalu menggampangkan masalah mereka. Ia mengalihkan pandangan selagi mengulas senyum masam. Wanita berambut pirang itu mengepalkan tangan di samping tubuh. Terjerat dalam pernikahan yang tak dia inginkan ini, membuatnya muak. Apa pun yang Nora inginkan, pria itu selalu menentang. Dia dipaksa tunduk, dipaksa menurut dengan semua kemauan pria itu. Tidak ada jalan untuk mengelak, dan hal itu terjadi bertahun-tahun.Meski ia hanya pengganti, tapi bukankah ini melelahkan sekali? Selama ini, ia hanya mendapatkan pengabaian dan luka. Namun sekarang, Nora sudah tidak sanggup.Jika pertimbangan Erlangga adalah orang tuanya, biarlah menjadi urusannya.Selama ini di permukaan, Nora terlihat hidup. Tapi sebenarnya, dia tahu dia tak pernah benar-benar hidup, tak pernah menikmati hembusan napasnya sendiri












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.